NovelToon NovelToon
MENJADI IBU SUSU-MU

MENJADI IBU SUSU-MU

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:820.5k
Nilai: 5
Nama Author: uudyudi

Barbara Annovra terpaksa menjadi gadis Susu-an dari seorang yang 'katanya' mempunyai imunitas yang minim.

Barbara yang mempunyai kelebihan hormon Asi atau yang biasa disebut dengan galaktorea itu pun menyutujui permintaan itu.

Dengan bayaran mahal dan tentunya jaminan kehidupan dan keselamatan.

Barbara menyutujui kontrak yang entah sampai kapan, ia akan menjadi gadis Susu-an orang sama sekali tak dikenalnya.


Barbara hanya berharap.
Jika seorang yang akan menjadi pasien Susu-nya itu orang yang masih muda dan tidak pernah berbuat yang tidak-tidak.


---


Siapakah pasien Barbara,yang menjadi bayi besar itu?

Apakah Barbara akan baik-baik saja nantinya?


--
Yuk baca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uudyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GENDERANG PERANG

"Bagaimana kau bisa kecolongan!!!.

Arghhhhhh!!!!." Teriak Demian.

Brak!

Gebrakan meja terdengar cukup keras. Demian menyugar rambutnya dengan kasar. Saat ini ia masih ada didalam ruangan kantornya. Hal yang ia takutkan terjadi. Kesalah pahaman yang berimbas kepada orang yang tidak tahu apa-apa.

Seperti Barbara sekarang yang telah dijadikan sandera oleh Gio. Orang yang seharusnya tidak bersiteru karena salah paham yang tidak berujung ini ,malah memukul genderang perang.

Darah mendidih seakan terbakar oleh api emosi yang sudah ia redam. Seakan mendapat tumpahan air panas.

Sungguh Demian murka. Ia langsung menghubungi Daddy,nya. Demian tidak bisa meminta Diego menghandle semuanya. Dia harus bertindak sendiri, karena Diego sedang menggantikan beberapa pertemuannya dengan para kolega bisnis. Jadi tak mungkin,bila ia menunggu Diego membereskan ini semua. Demian kalut , istrinya itu sedang hamil muda. Takut akan terjadi sesuatu. Naudzbillah...

"Dadd. Gio menyandera istriku. Tolong krim pasukan . Bantu aku, Dadd!" Ujar Demian dengan bibir gemetar menahan tangis.

Takut kehilangan orang yang ia cintai. Orang yang sudah mengobati lukanya selama lima tahun silam.

Drapp

Drapp

Drapp

Langkah kaki jenjang terkesan buru-buru itu langsung menuju ke baseman. Dimana mobil porchenya terparkir disana. Tanpa menunggu lama, dia langsung membuka dan duduk dibelakang kemudi.

Sissssss...

Suara mesin mobil meluncur, keluar dari area baseman. Dengan kecepatan di atas rata-rata. Demian melaju menuju keberadaan istrinya melalui sinyal di alat pelacak yang ia pasang.

Demian memang sudah memasang alat pelacak di bagian kepala sang istri. Lebih tepatnya di salah satu helai rambut Barbara. Memasang pelacak bukan sulit bagi Demian. Kini Demian tengah mengikuti jejak sinyal sang istri berada. Kekhawatiranya menjadi nyata.

Hati siapa yang tak sakit jika orang yang tidak menahu apa-apa dijadikan tumbal kedengkian. Kedengkian hati yang tak berujung.

Blammm!!!

Demian terus memukul setir kemudi. Pikirannya benar-benar mengarah ke sang istri. Semoga istrinya itu tidak di apa-apakan oleh Gio. Semoga Gio lebih banyak bertoleran terhadap Barbara saat ini.

"SIALLL....!!!!

"Awas kau gio!. Seujung kuku,kau sakiti istriku!!!!. Aku potong leher kau itu!."

"Arrghhh!!... bodoh.. Bodoh !!!!!."

Segala umpatan dan cercaan terus ia lontarkan. Mata yang tertutup kabut cairan air mata yang turun sedari tadi pun tak bisa ia elakan. Ketakutan mendominasi dari Demian saat ini.

"Sayang ... Kamu kuat. Maafkan mas, sayang..." Lirihnya menahan sesak. Seakan akan terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi nantinya.

🔹Flashback on🔹

"Algojo !. Gue heran sama lu. Bisa-bisanya lu kecolongan!. Saat nyonya ada dalam pengawasan lu saat itu!. Entah apa yang akan terjadi kepada kita semua. Jika nyonya mengalami cidera. Semua gara-gara lu yang tidak becus!!!." Hardik Somay salah satu anak buah Demian yang bertugas menjaga Barbara.

Bugh!

Satu bogem mendarat di pipi Algojo. Algojo yang sama kalutnya pun tidak terima. Jika ia terus di salahkan

Dia pun membalas, melayangkan satu bogem kepada Somay dengan sama keras.

Bugh!

"GUE JUGA UDAH NGAKU SALAH!!. JADI! SEBAIKNYA LOE DIAM!!!!. KITA HUBUNGI TUAN!. SOAL HUKUMAN. BIAR GUE SENDIRI YANG MENANGGUNG!. PAHAM LOE!!!!." Sentak Algojo dengan wajah yang merah padam.

Gigi yang mengerat,rahang mengeras menahan agar tidak meluapkan keteledorannya kepada teman sejawatnya.

"Aku benar-benar ceroboh May. Aku pantas dihukum." sambung Algojo lagi dengan sesal di raut wajahnya.

"Sudah! . Lebih baik kita melaporkan ini kepada tuan bos dan tuan besar." Timpal Bimbi menengahi keduanya.

"Ini juga sudah resiko kita, jika sudah teledor begini." Sambung Bimbi lagi.

"Bukan KITA. Tapi dia!." Tunjuk Somay merasa emosi kepada Algojo yang ada didepannya.

Tutt!!

Tutt!!

Bimbi memencet nomor tuan bosnya. Memencet tombol hijau, melakukan panggilan. Setalah lima menit, panggilan pun tersambung.

Dug , dug, dug. Jantung sepuluh anak buah itu pun merasa berdegup kencang. Keringat dingin keluar membasahi mereka. Tatapan mereka tertuju kepada gawai Bimbi yang sedang menghubungi sang tuan bos mereka.

"Ya.. Ada apa Bim. Dimana istriku?!."

Deg!

Suara bagai singa mengaum itu terdengar dari gawai Bimbi. Sengaja menggunakan pengeras suara, agar mereka tahu. Kemurkaan apa yang akan menerima terima ,saat ia mengabarkan jika nyonya,nya telah di culik.

"Kenapa diam!. Dimana istriku!. Antarkan istriku kerumah. Kemungkinan aku akan pulang sore. Jangan buat istriku kelelahan. Bawakan belanjaannya!. Mengerti!." Cerocos Demian.

Keringat dingin semakin membanjiri mereka. Saling bersitatap dengan ketakutan yang menjadi. Lidah mereka merasa keluh.

"Berikan gawai mu kepada istri,ku!." Titah Demian geram saat menerima panggilan dari salah satu anak buahnya, tapi malah diam.

"Tuan. Nyonya dibawa anak buah Gio." Sahut Algojo memberanikan diri menjawab pertanyaan sang tuan bos.

Bagai petir di siang bolong. Demian mendapat kabar buruk mengenai sang ibu susunya itu. Ibu susu yang sedang dijadikan sandera oleh orang yang sudah salah langka.

"Cari istriku sampai dapat!. Gunakan otak kalian!. Lacak sinyal istriku!. Aku yakin mereka tidak jauh dari kita!!." Sentak Demian langsung menutup panggilan dari anak buahnya.

🔹Flashback off🔹

"Bantu Demian segara. Aku tak mau menantuku tergores sedikit pun. Lakukan hati-hati. Karena menantuku sedang mengandung cucuku." Titah Varro memerintahkan pasukan yang siap mengepung tempat Gio membawa Barbara.

"Baik. Tuan besar. Kami undur diri." Balas Sammy tangan kanan Varro. Orang kepercayaan yang sudah menemaninya selama berpuluh-puluh tahun.

🔹🔹🔹

Barbara berada di kediaman mewah Gio. Sempat berfikir Gio akan membawa Barbara ke tempat yang sangat berbahaya. Ini adalah sebaliknya.

Barbara diletakkannya pelan-pelan di ranjang king size milik Gio yang berada di kamarnya. Barbara yang mulai siuman pun, membuka pelan kedua matanya. Obat bius yang ia hirup membuat kepalanya sedikit pusing dan berat. Mata Barbara mengerjap cepat. Menerawang langit-langit kamar tersebut. Seperti asing baginya.

"Ini kamar siapa?. Aduh." Lirih Barbara pelan dengan memegangi sebelah kepalanya yang terasa berat.

"Kau sudah bangun?."

"Ternyata istri Demian cantik juga. Dia memang selalu beruntung di banding aku." Sergah Gio yang memang sudah berada saat Barbara mulai membuka mata.

Deg!

Barbara kaget, melihat seseorang yang sama sekali tak dikenalnya. Barbara semakin bingung. Mengapa ia ada disini. Apa yang sebenarnya terjadi. Bathinnya terus bertanya-tanya.

"Si-siapa kamu?. Di mana aku saat ini?." Cecar Barbara dengan nada yang begitu ketakutan. Tubuh yang sedikit gemetar saat melihat seringaian Gio.

Seringai yang bagai iblis yang siap menyerang musuhnya. "Aku adalah musuh suamimu. Nona." Jawab Gio.

"Tak perlu takut. Kau akan aman di sini. Karena aku tau. Saat ini kau sedang mengandung benih dari musuh tercintaku itu kan. Hahahahaha." Lanjutnya dengan tawa menggelegar.

Barbara menggelengkan kepalanya. "Musuh?. Suamiku tak mungkin mempunyai musuh. Mungkin kau hanya salah paham saja. Tuan." Sanggah Barbara dengan yakin.

"Kau tidak tau ya. Kalau suamimu dan mertuamu yang sangat kau agung-agungkan itu adalah mafia. Ehmm lebih tepatnya mantan mafia. Mereka lah yang sudah menghancurkan hidupku. Membuat kedua orangtuaku tiada di tangan mereka!." Sentak Gio agar istri musuhnya itu bisa mengerti.

.

.

.

1
Agus Widyatmoko
menilik dari nama dari tokoh" dalam novel , nama eropa tapi alur cerita islami , itulah yang dinamakan islam rohmatan lil alamin , bukan islam rohmatan lil muslimim wal muslimat 👍🙏
Pangas Tuti
ceritanya bgs dan g membosankn.
Pangas Tuti
Keren ceritanya..lanjut thor
Delpin Neza
Luar biasa
Bzaa
terimakasih tor, kopi sudah otewe ya
Bzaa
👍👍😘
Queen Za
👍👍👍👍
bhunshin
yaaaah salaaaaammmmm lagi tegang²an di skip auto puyeng nih netizen 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Utun Uni
mumet kalii penempatan kalimat nya
Uud: yeeeeeeeeeeeeeee
total 1 replies
🌸 Yowu-Kim 🌸
Emg boleh se nelangsa itu? 😭😭
Uud: boleh😭😭
total 1 replies
Noxera
keren
Yanti Yanti
lanjut
Uud: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ferry Irawan
Luar biasa
Sintya Pratiwi
mampir Thor ❣️
Uud: terima kasih kakakku ❤️❤️❤️
total 1 replies
Villot Anne Sian
Terima kasih
Uud: terima kasih sudah mampir kakakku❤️❤️❤️
total 1 replies
Yati Suryati
cerita asyik
Uud: makasih kakakku❤️❤️❤️
total 1 replies
nadira ST
wah daren sarap, klow damian denger dia disamakan hewan keluar tuh tanduk dua
Uud: iya kakak 😢😢
total 1 replies
nadira ST
bener oma ak yang baca aja ikut sakit gigi dan kepala😴😴
Uud: 🤣🤣🤣 maafin yakk
total 1 replies
nadira ST
ini mau melahirkan malah hebohnya melebihi suporter sepak bola
Uud: 🤣🤣🤣 iya bunda. . maaklumm .
total 1 replies
nadira ST
satu keluarga gk ada yang waras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!