Leon angga reksa mencintai Zafi laulani remaja polos yang ternyata kekasih Arief angga reksa adik kandungnya sendri, malam yang gelap menjadi saksi sakitnya hati Leon melihat wanita yang di cintai di tunang oleh adiknya. Akankah Leon mengalah dengan Arief adiknya? atau sebaliknya dia akan merebutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALL
Mall
...****************...
...Sesampainya di ruang Angga reksa Dahlia dan juga Arief....
" Nih pi anak kamu berbuat asusila di kantor ?" Teriak Dahlia pada Angga.
" Benar itu Rif ?" tanya Angga reksa.
" Tidak pi aku hanya menciumnya dikit " kata Arief.
" Kalau kamu masih belum bersikap dewasa jangan salahkan papi kalau papi mengeluarkan Zha kerja di kantor ini, biar dia kerja di luar sana, biar di tikung lelaki yang lebih kaya " kata Angga reksa.
" Jangan pi . . . . ! Lagian Arief kayak gitu karena Arief ingin menghabiskan waktu dengan Zha, sebulan lagi Arief kuliah ke luar negri " jawab Arief.
" Dengar Rif, jangan sampai kau merusak anak orang, karena seorang wanita yang sudah pernah terjamah dengan pria, dia akan kecanduan, maka jangan salahkan Zha kalau kamu pergi dia mintak di jamah oleh pria lain " jelas Angga.
" Pi, Arief masih punya iman, jangan seburuk itu menilai Arief, Arief menyentuh Zha masih di batas kewajaran " jelas Arief.
" Okey, papi percaya, tapi jangan memaksa Zha lagi, ayo kita makan siang ajak Zha dan juga temanya supaya kamu tidak bermacam - macam " ajak Angga.
Di restauran kantor, keluarga Arief masuk ke ruang VIP, yang khusus untuk petinggi perusahaan.
Mita yang ikut terkagum - kagum. karena ruanganya rapih ornamenya tidak cerah dan tidak gelap, pelayananya langsung tanpa menunggu lama.
" Enaknya jadi orang kaya ya di jadikan ratu di sini ? " gumam Mita Pada Zha masih terdengar oleh Dahlia
Dahlia hanya tersenyum.
" Jangan malu - maluin Mit ini tempat orang elit " kata Zha.
Zha sudah duduk di sofa di dekati Mita, dan Arief akan duduk di sebelah Zha.
" Jangan duduk situ, mama yang duduk situ " kata Dahlia sambil mengibaskan tanganya agar Arief minggir.
Arief bergeser sambil manyun.
" Kamu harus jaga jarak Rif, jangan sampai bikin malu keluarga reksa Group " kata Angga.
Mereka telah duduk semua Zja berhadapan dengan Leon, membuat Zha dan juga Leon canggung.
" Mau pesan apa Zha ?" tanya Dahlia.
" " Bakso saja tante, tapi boleh tidah kalau isinya dobel " tanya Zha sambil menunduk malu.
" Pasti boleh lah " kata Dahlia. "kalau teman kamu itu mau pesan apa ?".
" Nasi goreng saja tante tapi dobel porsi " jawab Mita.
" Sudah gemuk, kayak gajah kamu ? " hina Arief pada Mita yang berhadapan denganya.
" Suka suka saya dong ?" jawab Mita.
Semua sudah pesan makan dan minum.
" Rif, kalian sudah siapkan foto priwed tunangan kalian ?" tanya Angga.
" Kita sudah ada rencana pi, kita sudah pakai foto natural saja dan hari ini sudah selesai di cetak " jawab Arief.
" Ya sudah terserah kalian, Kalau kurang dana bilang saja, " kata Angga dan di anggukan oleh Arief.
" Uhuk uhuk . . . !" tiba - tiba Leon tersendat, Zha yang di depanya segera memberinya minum tidak sadar kalau yang di berikan pada Leon itu minumnya.
" Kenapa kak Leon ? kayaknya kak Leon sama Zha cocok deh " kata Arief asal nyeplos.
" Uhuk uhuk uhuk " Leon tersendat lagi ketika masih minum.
" Jangan sembarangan apa kamu mau Zha sama kakakmu " jawab Dahlia.
" Kalau harus di paksa keadaan, Arief rela mi karena kak Leon pasti akan menjaganya " jawab Arief.
" Bercandamu tidak lucu, kalau cemburu lihat orang " kata Leon sambil berlalu pergi dengan memasang wajah marah.
Dahlia menyusul Leon, sedang Zha merasa bersalah pada Leon.
" Aku kecewa sama kamu Rif " kata Zha.
" Zha, kita tidak tahu jodoh kita siapa, ? belum tentu aku bisa mendampingimu sampai tua, siapa tahu aku besok meninggal ?" kata Arief.
" Tapi tidak gitu caranya? kamu kira wanita hanya bola yang kapan saja kamu suka bisa kamu oper ke yang lain ? tidak segampang itu Rif. " jawab Zha.
Zha marah pada Arief membuat Arief luluh Arief yang tadinya duduk agak jauh dari Zha, bergeser dan behadapan dengan Zha.
" Maafkan aku kalau aku menyakitimu ?" Kata Arief sambil memegang tangan Zha.
" Sudah lupakan " Zha menarik tanganya karena tidak enak sama Mita dan pak Angga.
Arief memandang papinya dan tersenyum.
Setelah semua selesai makan, Zha ikut Dahlia, Mita yang ingin ikut di larangnya.
" Emang mau kemana si mi ?" ranya Arief kepo.
" Belanja Rif " jawab Dahlia.
" Awas mi kangan sampai calon istri Arief mama tukerin sama tas brendet " kata Arief dengan nada mengancam.
" Uang papimu saja masih sisa Rif kenapa mami harus buang anak perempuan " jawab Dahlia.
" Kebiasaan mami ngabisin uang papi " kata Arief.
Zha dan Dahlia menuju mall dengan di antar oleh Joko sopir pribadinya.
" Tante kita mau kemana ?" tanya Zha penasaran saat mengitari pusat perbelanjaan.
" Kamu ikut saja ya ?" kata Dahlia.
Zha terheran saat Dahlia mengajak Zha masuk kesebuah tempat SPA,
" Kamu sudah pernah kesini ?" tanya Dahlia, Zha menggeleng.
" Kita perawatan dulu ya biar rilek karena nanti malam kita akan menghadiri pertungan anak rekan bisnis papi " cerira Dahlia.
Zha hanya menurut, Zha merasakan saat tubuhnya di pijat oleh ahlinya, terasa rileks, kulitnya di rawat, membuat Zha merasakan kenikmatan dan tertidur.
" Zha, bangun nak, sudah selesai " panggil Dahlia pada Zha yang tertidur pulas.
" Maaf tante Zha ketiduran " kata Zha.
" Gak pa pa tante juga sering kok ketiduran karena saking menikmati " cerita Dahlia.
Saat akan keluar Dahlia membayar ke kasirnya.
" Berapa mbak " tanya Dahlia pada petugas kasir.
" Dua puluh juta saja " kata kasir.
" Waw mahl amat, ituman bisa buat makan Zha sebulan, tidak cuman sebulan, setahun mungkin " gumam Zha, di senyumi oleh Dahlia.
" Kita jalan yok sayang " ajak Dahlia.
" Ayok. . . !" jawab Zha.
Dahlia mengajak Zha masuk ke barang brendit, Zha melihat baju bagus sekali, dengan dres putih perpaduan dengan pink muda tanpa lengan tapi tertutup dengan kain melingkar di pundak dengan warna senada, panjang sebawah lutut membuat Zha ingin mencobanya, saat Zha melihat bandrolnya membuat Zha kaget bukan kepalang, lima belas juta, dengan harga satu buah baju.
" Bagus " kata Dahlia yang tiba - tiba muncul di belakang Zha yang masih melihat bandrolnya bingung.
" Tante " kata Zha.
" kayaknya cocok ini buat kamu " kata Dahlia.
" Tidak usah tante, ini terlalu mahal, mending cari yang ada di situ yang lebih murah " kata Zha sambil menunjuk penjual baju langgananya.
" Baju segini tidak seberapa mahal di bandingkan dirimu, yang bisa jaga diri dari kebrutalan Arief " Kata Dahlia.
Zha bingung.
" Ayo di coba, nanti kalau kurang besar atau kecil bisa cari model lagi " kata Dahlia.
Ahirnya Zha mau mencobanya dan ternyata cocok dengan kulit Zha yang sawo matang terlihat natural.
" Ya sudah mb ambil ini bajunya " kata Dahlia pada salah satu petugas toko
Sekarang gantian sendal hak hils tinggi.
Zha melirik sepatu cantik tapi yang di lirik Dahlia berbeda Dahlia melirik sepatu hak tinggi yang cantik dan modis.
" Zha cobak yang ini " kata Dahlia.
Zha langsung memakainya tapi saat Zha memakainya dan belajar berjalan kakinya terkilir membuat Dahlia panik.
" Zha kamu tidak papa ? maafkan tante ya tante lupa kalau kamu belum terbiasa pakai hils yang tinggi " kata Dahlia.
" Tidak papa tante " kata Zha dan segera bangkit.
" ya sudah, mana menurutmu yang bagus ?" tanya Dahlia.
" Itu kayaknya tante " sambil menunjuk sepatu yang di lihatnya tadi.
nikah sama kakaknya
omongan Zha jadi nyata 🤭