NovelToon NovelToon
Personal Assistant

Personal Assistant

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:729.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Andreane

Sequel of Menggapai rindu daddy & Macau Love Story...

Tentang pembalasan dendam...

Evelyn yang harus terpisah dari orang tuanya sejak baru lahir karena sebuah dendam, dan Kellen Austin yang terus mencari bayi dari pria yang sudah membuat sang tante meninggal di dalam sel tahanan.

Masa kecil Evelyn yang menyedihkan, membuatnya kebal dengan tantangan hidup yang begitu keras. Apalagi ketika menjadi asisten pribadi untuk Kellen Austin Mahardani. Gadis itu harus bisa menahan diri untuk tidak meluapkan emosi di depannya.

Eve, sama sekali tak berharap bisa jatuh cinta pada pria egois dan semaunya sendiri.

Hingga sebuah pergantian peristiwa yang tak terduga, membuat pasangan bos dan asisten itu akhirnya menikah.


Bagaimana perasaan Eve jika tahu tujuan Kellen menikahinya adalah untuk kepentingan balas dendam?

Dan apakah mungkin Eve akan menemukan orang tua kandungnya?

Ketika aku lelah dengan semuanya, aku harap di situlah kamu akan diam dan merenungi kesalahanmu. (Eve)

Perso

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andreane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duduk satu seat

Mobil melaju dengan kecepatan stabil, melewati jalanan yang mulai ramai di penuhi oleh kendaraan roda empat.

Eve dan Adan terlibat pembicaraan selama dalam perjalanan. Untuk mengusir rasa grogi yang menyerangnya, sesekali Eve menanyakan tentang bu Risa yang katanya tidak lagi menunjukan gejala dimensianya.

"Apa penyakit itu bisa sembuh pak Adan?" tanya Eve sedikit ragu.

"Kalau untuk sembuh total kemungkinan kecil nona, soalnya usia bu Risa sudah di kepala delapan, itu kata bik Chou yang mendengar langsung dari pembicaraan pak Pandu, pak Alvin dan juga dokter"

"Lalu, apa solusi untuk bu Risa?"

"Nyonya Risa harus minum obat secara teratur, itu anjuran dari dokter yang ahli dalam menangani penyakit dimensia di usia tua"

"Sudah berapa lama pak Adan bekerja di rumah Pak Pandu?"

"Sudah lama sekali nona" Pria itu melirik

Eve lewat spion tengah. "Sejak tuan muda El belum lahir, bahkan semenjak pak Pandu belum menikah"

"Sudah sangat lama ya"

"Sudah tiga puluh tahunan" jawab Adan.

"Kenapa bisa bertahan begitu lama pak?" Eve seakan ingin tahu.

Dia sangat penasaran kenapa bisa sang sopir mampu bertahan puluhan tahun dengan keluarga super arogan seperti Kellen. Padahal dia sendiri sudah ingin risign dari pekerjaannya yang baru beberapa bulan.

"Pak Pandu orang baik nona, bu Nayla dan nyonya Risa juga sangat baik"

"Kalau tuan El, baik juga?"

Pria yang tengah fokus mengemudi itu langsung mengangguk mantap di lengkapi dengan seulas senyum.

Dimana baiknya, kejam begitu kok di bilang baik.

Eve menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangan ke arah jendela sebelah kiri.

"Tuan El sudah di bandara ya pak?"

"Iya nona, tuan berangkat dari apartemen dengan pak Ben naik taxi, nanti tuan dan pak Ben akan menjemput kita di pintu masuk"

"Ohh.."

Jantung Eve berdetak kian cepat ketika mobil mulai memasuki area airport.

Semakin dekat dan semakin dekat, hingga sepasang matanya menangkap dua pria yang sangat familiar tengah berdiri sambil memegang koper masing-masing.

Sejenak, Eve terpana dengan penampilan Kellen yang tempak begitu cool dan stylish. Meski pria di sampingnya juga tampan, Kellen jauh lebih segalanya dari sang sekertaris.

Eve berusaha mengontrol emosionalnya agar bisa bersikap tenang sementara jantungnya berontak semakin gila.

Sampai ketika mobil berhenti tepat di depan kedua pria itu, Eve masih sibuk menormalkan ekspresinya. Kalau saja bisa, gadis itu pasti sudah kabur sebab sama sekali tak ingin keluar dari negaranya.

Ah,, andai aku punya sihir, aku pasti sudah menghilang, dan pergi sejauh mungkin dari Kellen Austin. Tapi sayangnya, jangankan menghilang, bergeser satu langkah pun aku tak bisa, huufftt....

Gadis itu mendesah pelan.

"Nona, kita sudah sampai"

Ucapan Adan menyadarkan Eve yang tengah sibuk dengan pemikirannya.

"Tuan El dan pak Ben sudah menunggu"

"Iya pak"

Selagi Eve melepas seatbelt dan memperbaiki penampilan, Adan sudah lebih dulu turun lalu menurunkan koper milik Eve yang ia taruh di bagasi belakang.

Dengan debaran jantung yang semakin liar, Eve membuka pintu, satu persatu kakinya turun dari mobil.

Mereka berdua melangkah beberapa langkah menghampiri Kellen dan juga Ben.

"Ini kopernya nona" Adan menyerahkan koper berwarna Abu-abu saat langkahnya sampai di depan anak majikannya.

"Terimakasih pak Adan"

"Sama-sama nona"

"Sudah siap semua?" Pertanyaan Kellen untuk Eve yang langsung di anggukan kepala.

"Sudah tuan"

"Saya langsung kembali ke rumah, tuan" potong Adan ramah.

"Iya, hati-hati pak Adan"

"Baik tuan, saya permisi"

Setelah Adan pamit, baik Kellen, Ben dan Eve langsung berbalik dan melangkah memasuki bandara international di Macau.

Eve memilih berjalan di belakang dua pria tampan yang melangkah sembari mengobrol. Mata Eve terus menatap punggung Kellen agar dirinya tak kehilangan jejaknya.

Sama sekali tidak menyangka kalau aku akan ke Indonesia. Seperti apa Indonesia, bagaimana cuacanya, dan seperti apa penduduknya? apakah juga ada Casino seperti di Macau?

Hidup di kelilingi oleh orang asing, apa aku bisa melaluinya?

Oh my God, aku berharap waktu berputar empat kali lebih cepat.

Seraya melangkah, Eve terus membatin. Sepasang kakinya terus mengikuti langkah pria di depannya.

Tiba saatnya boardingpass, Eve sama sekali tak memegang pasport dan tiket karena Kellenlah yang mengendalikannya.

Eve, sepertinya hidup dan matimu memang ada di tangan Kellen. Lihat saja sampai dia tidak menyerahkan pasport dan tiketku, aku berjanji akan langsung pergi dari sini.

"Ve" Kellen menggoyangkan tangan tepat di wajahnya.

"Ya tuan" Eve mendongak menyamakan level mata mereka.

"Ini pasport dan tiketmu"

Eve mengulurkan tangan dan menerima sodoran dari tangan Kellen.

"Ben, kau paling depan. Kau duduk di depan kursi kami"

"Iya tuan" jawab Ben.

Melihat gelegat cinta di wajah Kellen untuk Eve, sepertinya Ben harus memendam perasaan suka

terhadapnya.

Satu persatu petugas pramugari memeriksa calon penumpang, kini giliran Ben, lalu Eve, dan terakhir Kellen.

Eve berjalan menyusuri lorong pesawat, mencari nomor tempat duduk yang tertulis sesuai pada tiketnya.

"Nona Eve, ini tempat dudukmu" Kata Ben sambil menunjuk seat bertuliskan A3.

Kursi VIP yang sudah di pesan oleh Ben. Karena permintaan Kellen yang ingin duduk bersebelahan dengan Eve, sementara Ben akan duduk di depan kursi Eve dan juga Kellen.

"Aku duduk denganmu kan pak?"

"Tidak, aku duduk di depamu" sahut Ben dengan senyum yang di paksakan.

"Duduk" sambar Kellen. Suaranya sangat dekat dari telinga Eve.

Eve duduk meski dengan sorot bingung, tak lama kemudian, Kellen turut duduk di sebelah kursinya.

Apa??

Aku akan duduk satu seat dengannya?

Astaga, kenapa tidak duduk dengan pak Ben saja.

"Ada apa?" tanya Kellen setelah sudah sama-sama duduk.

"T-tidak tuan"

Meski bukan pertama kali duduk berdampingan di dalam sebuah kendaraan, setidaknya saat duduk seperti ini di dalam mobil masih ada celah di antara keduanya.

Tapi ini, jaraknya benar-benar tak terkikis, bahkan bahunya nyaris bersentuhan. Di tengah-tengah mereka untuk di duduki oleh seorang bayi saja tak ada.

Duuhh, ini gawat, maksudku, detak jantungku yang gawat.

Ah, kenapa harus duduk dengannya si?

Eve menoleh ke arah Jendela, berusaha membuang rasa gerogi yang membelitnya.

Tarik napas dalam-dalam Ve, kau pasti bisa mengontrolnya. Mengontrol detak jantungmu yang kurang ajar itu, yang berdetak tak sopan dan tak tahu aturan.

Wanita itu menggembungkan mulutnya dengan bibir terkatup, sesekali berusaha menelan ludah yang terasa tercekat.

BERSAMBUNG

1
N Wage
othor gak kreatip banget😂😂😂😂😂
tokohnya muter2 di situ mulu.
maura dijodohkan ma daffa yg beda umurnya jauh banget.lah sekarang ibu pelita dijadiakan mamanyan si rena.✌✌✌✌✌
N Wage
emang pijar ma pelita/evelyne gak ada mirip2nya?dikitpun?
Kan kembar...kalau gak banyak,dikit pasti ada miripnya.masa mereka gak ada melihat itu.
dan gak ada felling gitu pas ketemu.
N Wage
Luar biasa
N Wage
ulang baca dr awal lagi...setelah baca kisah khansa dan kisah naraya.biar nyambungnya berasa.
N Wage
konpensasi?
bukan dispensasi thor?
Anne: betul harusnya dispensasi. dr dulu niat revisi tp ngga ada waktu mohon maaf
total 1 replies
Supiah Susilawati
Luar biasa
ummah intan
karya yg bagus
queendah
Luar biasa
queendah
seru/Grin/
Efratha
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayo kabur ke rumah tama
Ririn Nursisminingsih
ayolah tama selidiki eve kasian buat balas dendam kellen
Ririn Nursisminingsih
hadeuh ve pergio dari rumahae
Ririn Nursisminingsih
ayolah eve jg lemah
Rosita Wijaya
aku suka ceritanya thor
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
dunia emang sedaon kelor yaaa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kabor eve
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
jijik gw sama kellen..... bikin eve kabur biar mampos tuh kellen
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
balas dendam yg salah sasaran..... kecewa atas iyek tania kenapa lo dendam sama tama.... seharusy sherli lo cari lo masukin penjara lo sianida sekaliam kenapa evy anehhhh
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
oalah keren ceritaya fisaat eve ngk ada bukti bahwa dia anak siapa tapi justru info datang sendiri d sela sela pencarian kellen....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!