Patah hati dan jatuh cinta kembali. Itu biasa bukan? Tapi bagaimana jika jatuh cinta kembali pada seorang pria yang ternyata dia adalah kakak dari sang mantan.
Setelah menikah dan hidup bersama dengan sang kekasih, bukannya hidup dengan bahagia tapi justru malah mendapatkan banyak masalah.
Bukan hanya yang akhirnya hidup satu atap dengan sang mantan, tapi mantan kekasih suami juga datang kembali.
Tidak!
Bukan mantan kekasih, tapi tunangan suami. Dan ternyata dia adalah seorang psikopat yang tidak mau lepas dari suami.
Penasaran kan? Yuk kepoin kisah Nadisya yang harus hidup di kelilingi para mantan dan menjalani hidup yang keras.
Only on: Married With You
suka membaca dan menulis
penyanyi solo dalam hening
follow my ig @reezheety_
add my fb Ree Zheety
dont forget like, komen, vote and follow :))
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhur Syaibani Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. My family
Nadisya membereskan semua barang-barangnya kedalam koper
"Raisa mana ??" tanya darren tiba-tiba
Nadisya menoleh kebelakang
"Udah pindah !! Kenapa?? Kangen ?? Punya nomernya kan?? Tinggal telfon aja apa susahnya" kata nadisya sinis sembari memasukkan baju-bajunya
" ckk kamu masih marah ??" tanya darren menghampiri nadisya, memeluknya dari belakang dan menaruh wajahnya di pundak nadisya "aku kan udah minta maaf syaa" kata Darren
Nadisya melepaskan tangan darren dan berjalan keluar kamarnya , Darren mengikutinya dari belakang
"Sya tunggu !!" panggil darren, nadisya terus berjalan menghiraukannya, hingga tiba di lobi, beberapa pengunjung wanita melihat kearah darren bahkan tanpa berkedip sekalipun, nadisya yg memperhatikannya langsung berbalik arah menghampiri darren memasukkan tangannya ke bagian siku dan memeluk tangan darren
"Kamu kesini sebenernya mau ngurusin kerjaan atau mau tebar pesona ??" kata nadisya pelan
"Itu resiko kamu punya calon suami ganteng makanya jangan jauh-jauh saingan kamu banyak" jawab darren bangga
***
Darren menghempaskan tubuhnya kasar di sofa tamu rumah nadisya
"Kamu ga pulang ke apartemen ??" tanya nadisya
"Ngga !! Aku nginep disini" kata darren
"Hmmmm ??" jawab nadisya bingung
"....."
Nadisya duduk dan bersandar di dada datar kekasihnya
"Aku udah ga sabar duduk bersanding sama kamu, pake gaun yg cantik jadi teman hidup kamu sampe rambut kita memutih bersama" kata nadisya "aku ingin nanti kita punya anak yg banyak" ucap nadisya lagi
"Kenapa ??" tanya darren sembari menggenggam tangan nadisya
"Selama ini aku hidup sendirian, aku ga punya siapa-siapa, aku ga mau anak-anak aku nanti ngerasain apa yg aku rasain" jawab nadisya
"Mulai sekarang jangan pernah ngerasa sendirian lagi, aku bakalan selalu ada buat kamu sya" ucap darren
Tok tok tok
"Biar aku yg bukain" kata darren
Ceklek
"Uncle reeeenn" ucap gadis kecil sembari memeluk kaki darren
"Mama ??" kata darren kaget lalu menggendong gadis kecil yg memeluknya
"Alona kok bisa kesini ??" tanya darren pada gadis yg ia gendong
"Lona kangen sama uncle ren" ucap alona
Vitta dan sesha masuk kedalam tanpa izin dari darren, darren mengikutinya dari belakang
"Tante vitta ??" ucap nadisya kaget
"Mama udah tau tuh anak pasti pulang kesini" ucap vitta melihat kearah darren "kamu tuh ren masa 3 hari ga cukup sihh" ucap vitta lalu duduk disebelah nadisya, di ikuti darren dan sesha
"Gimana mau cukup maa dua hari dia marah, dia malah jalan sama cowo lain" kata darren
"Loh kok nyalahin aku sih ??" protes nadisya
"Emang kaan..."
"Uncle " sela alona "jangan marah-marah nanti cepet tua" ucap Alona dengan nada khas anak usia 4thn
Vitta, sesha dan nadisya menahan tawa
"Mama telfon sekertaris kamu katanya hari ini kamu pulang tapi mama ke apartemen kamu ga ada , untung mama catet alamatnya nadisya waktu itu, Kamu tuh mama telfon ga di angkat terus ren, kamu juga sya, kenapa ga aktif sih" kata vitta
"Gimana mau aktif, handphone disya di lem...."
"Handphone dia di jambret orang maa" jawab darren cepat
" huh? Di jambret orang tapi kamu gapapa kan sya ?? Kamu tuh ren gimana sih?? Harusnya kamu jagain kok bisa kena jambret segala" kata Vitta, darren menepuk jidatnya pelan, dia salah mengarang cerita
Nadisya terkekeh, menjulurkan lidahnya pada darren
"Kalian belum makan kan ?? Sya di kulkas ada sayuran ??" tanya vitta, nadisya mengangguk mengiyakan
"Ya udah mama masak dulu"
"Biar disya bantuin" kata nadisya
"Nggak !! Kamu baru pulang pasti cape, sesha bantuin mama" kata vitta, sesha mengikuti ibunya kearah dapur
"Lona sama siapa kesini ??" tanya darren
"Sama mami uncle" jawab alona
"Terus sekarang mami mana ??"
"Terbang lagi"
"Terbang lagi ??" tanya darren mengerutkan keningnya
"Ini siapa ?? Tanya nadisya
"Ahh aku lupa" kata darren "aku punya dua adik, sesha sama Ariana, ariana tinggal di London, dia punya bisnis disana nah ini anaknya, suaminya meninggal kena serangan jantung, karna perusahaannya disana ya mau ga mau dia pindah kesana" kata darren, nadisya mengangguk mengerti
"Lona ?? Sini sama aunty" kata nadisya mengambil alih alona dari pangkuan Darren
"Tunggu sebentar" kata nadisya lalu membuka tas nya dan mengambil sisir dan ikatan rambut, ia lantas langsung menyisir rambut alona yg hanya sebahu lalu mengikatnya dengan ikatan rambut yg ia beli di bandung kemarin
" nah selesai" kata nadisya, "sekarang giliran aunty" ucap nadisya lalu mengikat rambut panjangnya, darren memperhatikan wajah nadisya tanpa berkedip
"Nah sekarang kita samaan" kata nadisya "alona suka ga ??" kata nadisya lagi
"Suka aunty, aunty cantik" kata alona
"Handphone kamu mana ??" kata nadisya
"...."
"Ren, handphone kamu mana ??"
"Hmmmm ?? Apa ??" ucap darren
"Handphone kamu mana ??" kata nadisya
Darren mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada nadisya, nadisya mengotak atik sebentar dan..
"Ayoo lonaa cheese"
cekrek cekrek
Darren masih tetap menatap wanitanya, Nadisya melihat hasil jepretannya
"Gerai" kata darren tiba-tiba
"Hmmm ?? Apa ??" kata nadisya
"Gerai rambut kamu" kata darren
"Kamu kenapa sihh"
"Aku bilang gerai sya"
"Ngga !!"
"Aku bilang gerai ya gerai"
"Ngga mau!!"
"Nadisya"
"Apa sih"
Darren mendekati tubuh nadisya "kamu mau apa ?? Ga liat ada anak kecil apa ??"
Cupp
Darren mencium pipi nadisya dan menarik ikatan rambut nadisya hingga tergerai, alona dengan cepat menutup matanya dengan tangan
"Kamu ??" kata nadisya menatap sengit pria disebelahnya
"Apa ?" kata darren
"Uncle? Udah belum?? Lona udah boleh buka mata belum??" kata alona
"Loh Alona kenapa tutup mata ??" tanya sesha membawa semangkuk sayur bayam
"Aunty sama uncle tadi ciuman aunty sha, makanya lona tutup mata" kata Alona polos
Nadisya dan Darren saling bertatap mata
"Ckk kak darren tuhh ya ga liat situasi banget" kata sesha menaruh mangkuk di meja
"Kamu sih" kata nadisya
"Loh kok aku sih ??" protes darren
"Ya emang kamu kan ??"
"Makanya kamu kalo aku suruh gerai ya gerai" kata darren " siapa suruh cantik" ucap darren pelan
"Apa ???"
"Udah udah malah berantem" kata sesha, "bentar lagi mama dateng kalian ga mau kan kena semprot" kata sesha
10 menit kemudian
"Ayo makan dulu" kata vitta
"Makasih tante" kata nadisya "disya seneng bisa jadi bagian dari keluarga ini" ucap nadisya
Vitta tersenyum kearah nadisya "mulai sekarang jangan panggil tante, panggil mama" kata vitta
"Hmmm ??" jawab nadisya kaget
"Panggil mama sayang, udah ayo makan" kata vitta lagi
Nadisya menitikkan air matanya , mama ?? Ia memanggil seseorang dengan kata mama?? Ia bahkan tak pernah menyangka akan memanggil seseorang dengan sebutan mama
"Kebiasaan" kata darren lalu menghapus air mata dipipi nadisya "aku kan udah bilang, jangan pernah ada air mata yg terbuang sia-sia, kamu hanya boleh menangis karena bahagia sya" ucap darren lalu memeluk nadisya
.
.
.
Nadisya, sesha dan alona tertidur pulas setelah asik bermain
"Maa ??" tanya darren
"Yaa ??"
"Ariana kemana ??"
"Dia langsung ke Makassar, dia ada bisnis disana, kita tadi jemput alona di bandara"
Darren mengangguk mengerti
"Alona kayanya bakal tinggal beberapa bulan disini, riana bakalan sibuk, mama ga tega kalo lona cuma berdua sama baby sister"
"Mama bisa telfon darren kapanpun kalo mama butuh sesuatu" kata darren
"Alona kayanya betah disini, biasanya dia ga pernah bisa tidur kalo di tempat asing" kata Vitta
"Dia cape main maa, nadisya itu kaya anak kecil, mungkin mereka nyambung" kata darren terkekeh
"kamu tuh yaa, terus kalo dia kaya anak-anak kenapa kamu mau hmmm ??" kata vitta
"yaa.. yaa gitu.." kata darren
"mama tuh udah sayang sama dia ren, dia emang ga banyak cerita sama kehidupannya tapi mama yakin nadisya itu menyimpan banyak beban, mama tau dia perempuan hebat, mama tau selama ini dia pasti berusaha keras untuk berada dititik seperti sekarang, mama minta sama kamu, jangan kecewain dia" kata Vitta
"mama tenang aja, tanggung jawab darren sekarang bukan cuma jagain mama, riana, sesha sama lona tapi juga nadisya, darren ga bisa janji tapi darren bakalan berusaha pastiin kalian bahagia" ucap darren sembari memeluk ibunya itu
"untuk pernikahan kalian, biar mama yg urus semuanya" kata vitta
"apapun itu, darren percayain semuanya sama mama"
Tbc
jadi ikut melo
bagus
sukses
semangat
kemaren author Hiatus jd ikutan Hiatus jg bacanya.
kenapa baru baca lg Uda meweeek trus dari episode sebelumnya GK berenti2😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thor, kenapa dimasukkan bawang disini😭😭😭