Min jiana, gadis cantik yang berprofesi sebagai ketua mafia terkenal di kota A
pengkhianatan membuatnya harus menemui dewa, namun siapa yang menyangka jika dewa malah menolaknya begitu saja, neraka membuangnya dan syurga?, tentu saja tak akan menerima manusia yang berlumuran dosa, hal yang semakin menyulitkan adalah ia di buang ke tubuh gadis lemah, jiwanya terdampar di dunia antah berantah, perjalanan waktu menggantikan gadis lemah yang mati dengan penyesalan, meskipun sudah tak ingin mengarungi drama kehidupan ia harus tetap hidup dengan satu misi, yaitu mengurangi dosa agar bisa menuju neraka dengan tenang, sangat memalukan jika kau tak di terima di manapun, bahkan neraka yang merangkap tempat para pendosa menolak kehadirnaya, benar benar nasib yang malang, kehilangan orang tua sejak muda dan pas mati pun tak ada yang menerima keberadaanya, di paksa hidup untuk menjalani misi pengurangan dosa, menyedihkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab27#
Mentari pagi kembali bersinar, cahayanya itu dengan lancang membangunkan Kaisar Zhou dari tidur lelapnya, sang kaisar beranjak duduk sembari meregangkan ototnya yang terasa sedikit kaku, ia bahkan tak percaya dengan penemuan pagi ini, untuk pertama kalinya ia mendapatkan kualitas tidur yang benar benar baik, bahkan ia tak menyadari kapan selimut itu terpasang dan sepatu but putih itu terlepas, bahkan ia tertidur di tempat yang sangat tak ingin ia tiduri,
Tapi?, entah mengapa aroma ruangan ini bagaikan obat tidur baginya, membuatnya candu menghirup aroma menenangkan hati ini lagi dan lagi, ia sendiri tidak tau apa yang terjadi pada dirinya yang jelas ia merasa sangat nyaman saat berada di sini, kenyamanan yang bahkan sudah sangat lama menghilang dari kehidupanya
"Apa yang aku lakukan?" Gumamnya, saat ini sang kaisar sudah sepenuhnya sadar, dan ia mulai bertanya tanya, bagai mana bisa ia benar benar tidur di kediaman yang bahkan sangat ia hindari selama ini, dan dimana sang permaisuri?, kaisar Zhou menatap sekeliling dan akhirnya yang di cari pun bertemu, permaisuri sedang terlelap di lantai, kaisar mendengus kesal dengan wajah gelap meninggalkan paviliun bulan,
Sikap sang permaisuri yang menolaknya membuatnya merasa marah dan sangat kesal, apa itu?, sebuah penolakan dari istri sendiri benar benar menyebalkan
Setelah kepergian kaisar Fei Yang memasuki kediaman sang nona, Fei Yang membuang nafas pelan saat menemukan Mian Li yang tertidur di lantai, ia hanya bisa merutuki ke kekejaman sang kaisar dalam menyiksa junjungannya ini, ia bahkan tak menyangka jika kasur lantai itu akan di gunakan oleh nonanya untuk tidur, kaisar benar benar tak memiliki hati,
Membiarkan seorang permaisuri terlelap di lantai yang dingin, jika sakit?, Fei Yang menghela nafas pelan dan perlahan mendekati permaisuri yang sedang terlelap itu
"Nona, nona bangun lah hari sudah pagi" Fei Yang pelan, Mian Li mengeliat dan membuka matanya dengan malas sambil bergumam pelan
"Apa anda baik baik saja?" Fei Yang bertanya, Mian Li mengangguk pelan sebagai jawaban, ia juga mengatakan jika Fei Yang tak perlu mencemaskan nya
"Air mandi anda sudah siap nona" Fei Yang sudah menyiapkan semuanya, sebagai pelayan ia sudah berada di luar kamar sang nona sejak tadi, akan tetapi ia tak berani masuk karena tau ada kaisar di dalam ruangan ini
"Nona apakah tubuh anda baik baik saja, anda tidur di lantai bagai mana jika anda masuk angin"
"Aku baik baik saja Fei yang" Mian Li bangun dan berjalan menuju kamar mandi, ia tak perduli dengan kaisar biarkan ia pergi, ah benar benar kaisar yang menyebalkan, naif, dan bodoh, Ia tak perlu memusingkan diri dengan memikirkan kaisar es itu, akan lebih baik jika ia segera membersihkan diri untuk menyusun rencana untuk segera ke hutan perbatasan.
Mian Li merendam tubuhnya ke dalam bak besar yang telah di isi dengan air hangat dan tak lupa kelopak bunga lavender yang menenangkan, Mian Li memejamkan kelopak matanya membiarkan sensasi hangat dan aroma menenangkan ini
Setelah beberapa saat akhirnya ritual mandi itu selesai, ia segera mengganti pakaian dan sedikit berdandan ya tentunya dengan di bantu oleh pelayannya
"Ah Fei, jepit yang sederhana saja, kepala ku sedikit pusing karena perhiasan merepotkan itu" Mian Li duduk di depan cermin perunggu membiarkan Fei Yang menata rambutnya
"Tapi nona, kita kan ke jamuan makan" Fei Yang pelan,
Tentunya sang nona tak boleh terlihat biasa biasa saja di sana, nonanya adalah seorang permaisuri, jadi dia harus menjadi yang paling mencolok dan menarik, jangan biarkan siapapun mengalahkan keindahan mu
"Siapa yang mau sarapan dengan para rubah penjilat itu?, segera perintahkan pelayan dapur mengantarkan makanan yang enak ke paviliun anggrek, aku akan sarapan bersama keluarga kecil ku, aku sangat merindukan momen seperti ini" Mian Li tersenyum berdiri dari duduknya segera meninggalkan paviliun
Baik lah ia sudah memutuskan, mencari gara gara agar ia bisa memulai rencananya dan semoga saja idenya ini berhasil, ia tak bisa meninggalkan istana ini begitu saja, akan tetapi ia juga harus pergi demi dirinya sendiri
"Apa yang kau lakukan,?" Mian Li bertanya saat fei yang masih terus mengekorinya
"bukankah kau akan ke dapur?" Mian Li bahkan menaikan satu alisnya, ia sudah mengatakannya dengan jelas, mengapa gadis Fei ini masih mengekorinya
"Baik nona" Ia segera berjalan memutar arah menuju dapur istana,
Perintah sang permaisuri harus segera di laksanakan, jika tidak maka bersiaplah menjalani hidup yang tak nyaman, Fei Yang merasa sangat senang dengan keberanian yang di miliki nonanya saat ini, kepribadian yang keras dan tak mudah di tindas, benar benar mengesankan bagi seorang fei yang yang sejak muda menemani nonanya dan segala siksaan itu
"Selamat pagi ibu" Mian Li tersenyum lebar dan perlahan membungkuk memberi salam, ah ini adalah kebiasaan baru Mian Li beberapa minggu ini,
Yaitu memberi salam di pagi dan malam hari bukankah itu sedikit berlebihan?, Namun untuk Mian Li yang di dua kehidupan kekurangan kasih sayang tentunya bukan masalah besar, Mian Li bahkan sanggup jika harus mengucapkan salam satu jam sekali,
"Selamat pagi A li, bagai mana keadaan mu hari ini?, duduk lah" Selir Yu tersenyum lembut pada menantu yang sangat menyayanginya ini,
Para pelayan datang dengan membawakan makanan yang sangat banyak dan pastinya lezat, para pelayan mulai menata dan Min menatap semua makanan itu dengan penuh minat
"Fei Yang segera panggilkan adik ke 2 di kediamannya" Fei Yang mengangguk segera meninggalkan keduanya bersama segala makanan lezat itu.
Fei Yang berjalan pelan menuju paviliun Lili kediaman milik pangeran ke 2 namun pengawal mengatakan jika pangeran ke 2 sedang berada di jamuan bersama sang kaisar, bagai mana ini, tentunya permaisuri tak akan menerima alasan apapun, perintah nya adalah mutlak bahkan dewa tak bisa mencegah keinginannya, namun bagai mana dengan kaisar?, tentunya seluruh dunia mengetahui bagai mana kejamnya kaisar es ini.
Fei Yang menghela nafas pasrah, apapun yang terjadi ia harus menemukan pangeran ke 2 dan membawanya ke paviliun anggrek, ia akan tetap maju walaupun nyawa yang menjadi taruhannya, anggap saja ia adalah gadis yang sangat dramatis, akan tetapi percayalah, kemarahan seorang permaisuri Li taka akan menghilang dengan mudah, dari itu Fei Yang tak akan pernah berani untuk berurusan dengan itu, ia hanya perlu menjadi gadis yang patuh dan menggemaskan
"Oh dewa lindungi nyawa ku, aku sangat gugup dan takut bagai manapun orang yang akan ku hadapi adalah yang mulia kaisar" Fei Yang berjalan cepat menuju aula perjamuan, ia harus menghirup udara sebanyak mungkin, karena hari ini bisa jadi akan menjadi hari akhir dari kisah kehidupannya, yah semoga saja Fei Yang hanya berfikir terlalu jauh.
penasaran aja ceritanya mau dibawa kemana...
Thor tlg tanda baca dan perhatikan tulisan dan ejaannya,,,bingung bacanya