NovelToon NovelToon
5 DUDA SOMPLAK

5 DUDA SOMPLAK

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Cintamanis / Fantasi Urban-Mafia / Tamat
Popularitas:268.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Reyhan, Hasby Nugraha, Dera, Nanda dan Baron. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama, menikah dan berstatus duda bersamaan.

Siapa sangka, di balik keceriaan dan kekonyolan mereka. Tersimpan misteri masa lalu yang rumit.

Siapa menduga, salah satu diantara mereka putra salah satu jutawan. Siapa yang mengira, salah satu diantara mereka putra seorang mafia yang di takuti dan telah membunuh salah satu ibu sahabat kelima duda tersebut.

Akankah persahabatan mereka tetap abadi hingga maut memisahkan? atau misteri masa lalu akan terkuak dan memecah belah persahabatan mereka?

Kunci dari jawaban itu semua terletak pada orang tua masing masing.

Bagaimana kisah selanjutnya yang akan mewarnai perjalanan mereka? asmara, wanita, dan pertengkaran diantara mereka akan menjadi batu sandungan persahabat kelima duda tersebut.

Semua tokoh terinspirasi dari member grup chat. Yuk ikuti kisahnya, jangan lupa vote, like dan komen ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendakian 1

Sehari setelah pesta pertunangan itu kacau, Dion meminta Khai untuk menikahi Rini saja tanpa ada pertunangan lebih dulu.

Rini yang mendapatkan desakan dari ayahnya untuk segera menikah, lagi lagi meminta bantuan Baron dan kawan kawannya. Tetapi kali ini Baron dan gengnya tidak tahu harus berbuat apa.

Hingga akhirnya Reyhan memiliki ide, untuk pergi ke tempat keramat. Baron mengusulkan untuk pergi ke gunung salak. Konon kata orang orang sekitar, gunung salak memiliki misteri dan keangkeran.

Hasby menolak, karena gunung salak meski memiliki keindahan tetapi medan yang curam juga banyak kabar berita dari orang orang sekitar kalau pendaki gunung salak banyak yang hilang dan mati mendadak. Tetapi tidak mengurangi para wisata yang ingin camping di sana.

Atas desakan Reyhan, itu satu satunya cara untuk meluluhkan hati Dion. Akhirnya mereka menyetujuinya. Selain itu Baron juga mengajak Rini dan kawan kawannya ikut.

Setelah sepakat, diam diam mereka pun mempersiapkan segalanya, Rafa yang mendengar kalau Hasby hendak pergi ke gunung, mengancam Hasby supaya di beri izin untuk ikut meski di larang.

Di hari yang sudah di tentukan, akhirnya mereka semua berangkat ke Sukabumi menuju gunung salak, menggunakan bus pariwisata.

Sepanjang jalan mereka terlihat riang gembira. Hasby dan Nanda bermain gitar dan menyanyikan sebuah lagu, ada juga yang menikmati panorama sepanjang jalan menuju gunung salak.

Sementara Patma yang baru saja menyadari kalau putra semata wayangnya hilang dari pandangannya, mulai gelisah. Ia tak tenang makan dan ngemil meski kalut tetap saja Patma bisa menghabiskan banyak makanan bahkan bisa lebih dari biasanya.

Setelah sehari semalam Reyhan tak kunjung pulang ke rumah, meski Patma sudah mencarinya ke setiap tongkrongan Reyhan. Namun anaknya tidak di temukan di manapun, akhirnya ia berinisiatif mendatangi rumah Wina, dan menuduh Hasby lah yang menyebabkan Reyhan hilang dan membangkang.

Sesampainya di depan pintu rumah Wina. Patma mengetuk pintu berkali kali, di detik berikutnya pintu terbuka lebar. Terlihat Wina berdiri di ambang pintu menggunakan daster warna biru, rollan yang sudah menjadi ciri khas dan sebatang rokok terselip di sudut bibirnya. Matanya memicing terkena asap rokok, menatap malas ke arah Patma.

Patma memutuskan untuk pergi ke rumah Wina, kali ini Patma benar-benar kesal terhadap Hasby anaknya Wina.

"Gara-gara anak lu si Hasby, anak gue si Reyhan jadi kebawa-bawa. Lu tau kan anak gue itu lagi di cariin sama bapaknya. Gimana kalau si Reyhan ketahuan! Kagak terima gue, kagak terima." Tunjuknya ke arah Wina

Wina menarik wajahnya ke belakang, matanya melebar. "Gendengnya mulai kumat." Rutuknya.

"Anak lu emang biang keroknya, semenjak anak gue bergaul sama anak lu, idup dia jadi melarat, kebawa duda. Apes bener anak gue." Sahutnya emosi. "Gue kagak mau tau. Lu suruh si Hasby bawa balik anak gue. Kagak tenang ati gue Winaaa. Gue kagak mau si Reyhan pergi jauh apalagi kalau sampai di bawa ama bapaknya. Bisa ancur idup gue!"

Wina memajukan wajahnya, menatap horor Patma. "Masalah buat gue? mau anak lu di bawa bapaknya juga bukan urusan gue."

Mata Patma melotot, kedua tangannya ia ulurkan ke wajah Wina hendak mencengkram rambut Wina. Namun suara herder terdengar dari dalam rumah. Membuat Patma begidik ngeri dan menurunkan kembali tangannya dan tertawa cengengesan.

"He he he..."

"Apa lu!" rutuk Wina tersenyum meledek.

"Gue balik dulu, awas lu ya. Kalau sampai anak gue hari ini kagak balik juga. Lu yang harus tanggung jawab!" ancam Patma, berjalan mundur lalu balik badan dan berlari sambil mengangkat ujung dasternya supaya leluasa berlari.

Wina hanya memperhatikan Patma berlari, lalu ia kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya rapat rapat.

***

Sementara itu, rombongan Nanda sudah sampai di kaki bukit, berhenti di pos penjagaan lalu melanjutkan lagi perjalanan setelah melapor kepada petugas keamannan.

"kak.." panggil tyas dengan suara lirihnya dan menarik narik kaos dera yang berjalan didepannya.

Dera menoleh ke belakang. "Ada apa?"

"Pulang aja yuk..balik ke jakarta. Aku takut, serem banget." Kata Tyas matanya memperhatikan sekitar tepi hutan yang terlihat hanyalah pohon berukuran besar dan semak belukar.

Dera hanya menggelengkan kepala, lalu kembali melangkahkan kakinya.

Setelah jauh melangkah menyusuri jalan setapak. Mereka sampai di lokasi yang datar dan terlihat lebih nyaman dan tidak ada semak belukar, hari sudah hampir sore, merekapun kelelahan.

"Kita berhenti di sini ya, tempat ini bisa di buat untuk kita bermalam!" ucap Nanda memerintahkan semuanya untuk beristirahat dan membuat tenda serta mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun nanti malam.

"Ayo kalian jangan pada takut, tenang aja kan ada Nur di sini buat jagain kalian, kalo ada sesuatu yang menganggu kalian, Nur yang akan maju duluan hadapi mereka, jadi gak usah takut gitu ya...tenang oke," ucap Nur menenangkan sahabatnya yang ketakutan.

Rini sangat berbera dengan anggota cewek lain nya yang merasa ketakutan.. Rini justru terlihat lebih tenang, apalagi saat ini Baron menggenggam jemari tangan Rini dengan erat.

"Aku percaya padamu B, aku tidak takut akan apa pun asal kau selalu bersama ku." Ucap Rini dengan tenang.

Baron melirik sesaat ke arah Rini, menelan salivanya susah mendengar pernyataan Rini. Reyhan dan Dera yang mendengar ucapan Rini mengulum senyum.

"Aaaarrgghh...!!" Risfa berteriak keras, merapatkan tubuhnya berlindung di belakang tubuh Nanda sambil menutup kedua telinganya saat mendengar suara burung hantu melintas di dekatnya. Membuat yang lain terkejut dan menatap horor ke arah Risfa.

"Kak, aku takut! Kalau tau begini tempatnya mending nggak ikutan. Bilangin sama mereka, kita balik lagi ke Jakarta aja yuk," ucap Risfa dengan mata berkaca-kaca. 

Nanda terdiam sesaat lalu tersenyum sinis, dalam benaknya terlintas untuk berbuat jahil.

"WAAAAA!!'"

Nanda balik badan dan melotot, kedua tangan terulur ke wajah Risfa dengan mimik muka menakutkan.

"AAAAAA!!!" Risfa semakin ketakutan, jongkok sambil menutup telinga dan matanya.

"Hahahahahahah!!!! Nanda dan yang lain tertawa menatap ke arah Risfa yang ketakutan dan hampir menangis. Akhirnya tangisan Risfa pun pecah saat tau Nanda menakut nakutinya.

"Lu gimana sih, anak gadis orang malah lu buat nangis!" seru Hasby.

"Yee cengeng!" rutuk Nanda, lalu mengulurkan tangannya ke arah Risfa namun di tepisnya. "Ya sudah kalau tidak mau, mewek aja terus."

Kemudian Hasby mengulurkan tangan di sambut Risfa lalu berdiri tegap sambil mengusap air matanya.

Sementara Bintang yang memiliki sifat tomboy, tidak merasa takut sedikit pun, justru ia paling berani dan berjalan mendahuli kakak nya Rini. Namun Bintang berhenti kala melihat Rafa yang sedang mengigit jemari kuku nya karna merasa ketakutan. Lagi lagi muncul ide jahil di benak Bintang.

"Ular...." Teriak Bintang sambil mematok betis Rafa dengan jemarinya.

"MOMYYY!!!" teriak Rafa ketakutan lalu berlari menuju pohon besar di sampingnya.

"Hahahahaha!" Bintang tertawa terbahak bahak melihat Rafa ketakutan, namun detik berikutnya ia merasa kasihan melihat Rafa hampir saja menangis.

"Manja, penakut, tapi lumayan juga sih." Batin Bintang, lalu melipat lengan kemejanya. Lalu berjalan menghampiri Rafa.

"Rafa ayo, biar aku bisa jagain kamu." Ucap Bintang sambil mengulurkan tangan nya ke Rafa.

"Jangan nakut nakutin, nanti aku ngompol." Kata Rafa malu malu.

"Besok besok jangan ikut, diem aja di rumah sama momy kamu. Huuu!!" ledek Bintang.

1
jeonlaila141💐🥀
Mak keknya aku pengen ketawa tapi jangan marahin ya makkkk😭😭😭
jeonlaila141💐🥀
wah wah wah kenapa harus Momy aku yang bayar Reyhan sini kauuu lawan aku duluuu
jeonlaila141💐🥀
ide yang bagus reyyy 😑
jeonlaila141💐🥀
ikuttttt Tanteee, aku bosen nih di rumahh 😭😭
jeonlaila141💐🥀
aduh Mak gak jadiiii aku takut di semprot kalau Gituuu gak jadi 😭😭
jeonlaila141💐🥀
kenapa Mak patmaa,makkk kamu mau gak aku jadi menantu muu👻
Intan Ellis
Luar biasa
@yra
la suee
baru baja udah srek Ama bahasenye
top markotop dah
🐊вαⷦнͣαᷟиͧ gαͨвͧυᷟтͣ
Luar biasa
Mbah dun3
beneran somplak thoorrr ..aouto ngakak
Mbah dun3
emaknye muannteep thoor
Rahmad Fauzi
RT kelakuanya kayak begitu
jeonlaila141💐🥀: terserah author nya lah 🤭
total 2 replies
Rahmad Fauzi
kok emaknya reyhan kasar banget sama si hasby, kan dia bos nya reyhan?
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
abdan syakura
🤣🤣🤣🤣✌️💪
abdan syakura
Poor,Hasby.....
abdan syakura
wahhh....
B...
Msh muda bgt dah men'Duda'??
abdan syakura
Hayuk Thor..
Ikutan nimbrung ma Mas mas Duda
🙏🤺🏃🥰
Ika Nur
aq mau kok jadi bininya si reyhan
Ika Nur
ank perawan lagi dipingit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!