[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]
Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural
Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature
Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)
Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.
Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.
Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.
Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).
[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]
Update 23:00 WIB
[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF
*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 : Leo Xander
“Kamu baik-baik saja?!” tanya Luna khawatir
“A-aku baik-baik saja kok” ucap Kriss
Saat ditanya seperti itu, Kriss langsung terkejut. Melihat Luna yang sangat khawatir padanya membuatnya terkejut dan memerah malu. Kriss memalingkan wajahnya kearah yang lain. Dia pun terus berusaha untuk bersikap normal.
“Benarkah?!” tanya Luna
“Be-benar kok. Lagipula, kenapa kamu bisa tau kalau aku sakit?” tanya Kriss
“Aku tahu dari Darius. Kebetulan tadi aku bertemu dengannya dan dia memberitahuku” ucap Luna
“Ahh…begitu ya…” ucap Kriss
Wajah khawatir Luna secara perlahan mulai menghilang. Dia merasa sangat lega saat melihat Kriss yang baik-baik saja. Kriss terlihat terdiam menunduk saat itu. Luna yang kebingungan melihatnya, mendekati nya dan mememgang tangan Kriss.
“Kamu kenapa?” tanya Luna
Kriss terkejut saat Luna memegang tangannya dan menatap dia penuh dengan wajah khawatirnya. Tentu saja, jika ada seorang perempuan yang sangat cantik seperti Luna melakukan hal seperti ini, bisa membuat laki-laki manapun meleleh.
Kriss pun menarik tangannya yang dipegang oleh Luna. Dalam sekejap, wajahnya mulai memerah dan dia memalingkan wajah untuk menutupinya.
“Ah! Tidak kok! Aku baik-baik saja”
“I-Iris dan Julius dimana? Tumben kamu tidak bersamanya” tanya Kriss
“Oh… mereka sedang dapat hari libur. Aku merasa kasihan jika mereka hanya aku latih terus menerus saja”
“Lagipula, mereka itu masih remaja. Jadi harus menikmati masa-masa mereka, hehe~” ucap Luna
Luna tersenyum lebar setelah mengatakan hal itu. Sekali lagi, Kriss yang melihat senyuman indah Luna sangat terpana. Dia gagal fokus karena melihat kecantikan serta keanggunan Luna sebagai seorang wanita.
Tak lama kemudian, Dari jauh terdengar ada suara lelaki dan perempuan yang terdengar dari belakang Luna.
“Nona Luna!” teriak suara tersebut
Secara spontan, Luna langsung menengok kearah sumber suara tersebut. Dia menoleh kearah belakang dan melihat ada dua orang yang menuju kearahnya. Luna terkejut saat sadar melihat kedua orang tersebut.
“Ka-kalian!” ucap Luna
“Hm?” sahut Kriss
Karena kebingungan melihat Luna, Kriss pun melihat kearah yang sedang dilihat oleh Luna. Dia juga melihat ada nya dua orang yang menuju kearahnya. Perempuan itu menghampiri Luna dan laki-lakinya tetap berjalan biasa.
“Nona Luna!” teriak perempuan itu
“Iris! Kamu kenapa ada disini?” tanya Luna
“Hehe…. Kami ingin bertemu nona Luna” ucap Iris
“Bertemu denganku?” ucap Luna
Saat itu, Iris melihat kebelakang Luna. Dia melihat ada seorang laki-laki dibelakang Luna yang sedang berdiri. Dia melihat dan sadar bahwa laki-laki itu ternyata Kriss.
“Wah! Ada Kak Kriss!
“Kakak sedang apa disini? Apa jangan-jangan sedang menggoda nona Luna ya?!” tanya Iris
Kriss merasa kesal dengan ejekan Iris tadi. Dia pun menggenggam kepala Iris dan menatap Iris dengan penuh ancaman.
“Anak kecil tidak usah ikut campur ya!” ucap Kriss
“A-ah iya. Ma-maaf!” ucap Iris ketakutan
Dibelakang Iris, laki-laki yang bersamanya tadi sudah berada tepat dibelakangnya. Laki-laki itu memukul kepala Iris dan memarahinya.
"Kau ini ya! Tiba-tiba langsung berlari! Bahaya tahu!” ucap Julius
“Aduh! Apa salahku?! Aku bukan anak-anak yang bisa tegelincir jatuh dan menangis!” ucap Iris
“Sudah kalian berdua. Kalian kenapa ingin bertemu denganku?” tanya Luna
“Ah iya Nona, kami ingin meminta sesuatu pada nona” ucap Iris
“Minta apa?” tanya Luna
“TOLONG LATIH KAMI!” ucap Iris dan Julius
“Eh?!” sahut Luna
Luna merasa kebingungan saat mendengar ucapan Iris dan Julius. Mereka berdua sebelumnya telah diberi waktu untuk berlibur dan bersenang-senang. Tetapi anehnya, mereka malah meminta untuk latihan lagi.
“Kalian ini dikasih hari libur kok malah minta latihan?” tanya Luna
“Ka-kami bingung ingin melakukan apa” ucap Iris
“Iya. Selama ini, kami kebanyakan selalu berlatih terus. Jika ada waktu luang, kami gunakan untuk berlatih bersama” ucap Julius
“Haahh… jiwa remaja kalian ini aneh dari yang lain ya” ucap Luna sambil menepuk dahinya
“Aku tidak akan melatih kalian dulu untuk hari ini”
“La-lalu apa yang harus kita lakukan?” ucap Iris
“Kalian lakukan lah hal yang ingin kalian lakukan”
“Sekali-kali menghibur diri itu penting lho” ucap Luna
“Ba-baiklah…” ucap Iris
Iris dan Julius pun berhenti meminta kepada Luna untuk melatihnya. Kriss yang melihat mereka seperti itu merasa sangat lucu dan aneh.
Tak lama kemudian, ada seorang ksatria yang menghampiri mereka dari belakang Iris dan Julius. Ksatria itu menghampiri nya dan memberi hormat kepada mereka.
“Tuan Kriss. Anda dipanggil oleh Tuan Darius ke dalam ruangannya” ucap ksatria itu
“Baiklah… terima kasih” ucap Kriss
Ksatria itu pun pergi meninggalkan mereka setelah selesai memberikan laporan pada Kriss. Kriss merasa terkejut dan bingung saat mendengar hal yang baru dia dapat.
“beberapa jam lalu sudah ketemu dan dia ingin menemui ku lagi. Kira-kira ada apa ya?”
“Yasudahlah….. Aku permisi dulu ya” ucap Kriss
“Kriss, aku akan ikut denganmu” ucap Luna
Saat mendengar hal itu, Kriss pun langsung pergi ke ruangan Darius bersama Luna. Sedangkan Iris dan Julius, mereka pun berjalan arah yang berbeda seakan ingin pulang.
Saat di depan pintunya, Luna dan Kriss langsung masuk kedalam ruangan Darius. Darius terlihat sedang duduk dikursinya dengan meja didepannya yang terlihat banyak sekali buku.
“Darius” panggil Kriss
Darius menengok kearah sumber suara. Dia melihat ada Kriss dan Luna di sebelahnya yang masuk dan berjalan menujunya.
“Wah wah…. Aku sepertinya hanya memanggil Kriss. Tetapi, kamu kelihatannya sangat khawatir padanya ya, Luna” ucap Darius sambil terkekeh
“A-aku kebetulan bertemu dengannya tahu!” ucap Luna
“Saat aku memberitahu kondisi Kriss tadi, sepertinya kamu langsung berlari mencarinya” ucap Darius
“Darius!” teriak Luna
“haha! Maaf maaf” ucap Darius
Luna terlihat kesal dengan Darius. Tetapi, kesal yang dirasakan Luna saat itu adalah kesal karena malu. Kriss menengok kearah Luna dan melihat wajahnya yang memerah dan pipinya yang membesar sebelah dengan wajah cemberut nya sangat lucu baginya.
“Darius, Ada apa kamu memanggilku?” tanya Kriss
“Ah iya. karena ada Luna, ini jadi akan lebih mudah” ucap Darius
Luna dan Kriss bingung saat mendengar ucapan Darius. Mereka berdua secara bersamaan memiringkan kepalanya dan melihat kearah Darius.
“Kalian berdua, kenal dengan Raven kan?” tanya Darius
“Aku kenal dengannya karena kejadian kota Georgia” ucap Luna
“Luna, apa kamu sudah cerita tentang kota Georgia pada Kriss?” ucap Darius
“Sudah kok. Kriss,Luther dan Claude, mereka bertiga yang kuberitahu mengenai hal ini”
“Karena perihal iblis serta dewa kematian sangatlah berbahaya, makanya aku memberitahu mereka agar dapat membantu cari infromasi” ucap Luna
“Yaah baiklah… kurasa itu tidak apa”
“Kembali ke Raven”
“Kriss, kamu kenal dengannya dari kapan?” tanya Darius
“Eh?! Emm…. Cu-cukup lama”
“Me-memangnya ada apa kamu bertanya seperti itu?” tanya Kriss
Darius pun mengambil salah satu potongan kertas yang ada dimejanya. Dia pun memberikan kertas sobek tersebut kepada Kriss.
“Coba lihat ini” ucap Darius
Kriss mengambil kertas tersebut. Kriss terkejut saat melihat isi kertas itu. Di kertas tersebut, dia melihat ada data diri Raven. Namun, sebagian dari kertasnya sobek. Jadi ada beberapa bagian yang hilang dan tidak diketahui.
“I-ini data diri Raven?” tanya Kriss
“Benar”
“Sejak kasus yang Luna ceritakan mengenai kota Georgia, aku mulai menyelidiki tentang asal usul serta iblis. Karena Luna berkata bahwa Raven ini mempunyai kemampuan yang terbilang cukup hebat, aku pun mencari data nya dari data penduduk kerajaan” ucap Darius
“Dan inilah data dirinya. Tapi aku bingung. Apa yang ingin kamu katakan?” ucap Luna
“Masalahnya disitu tidak ada wajahnya”
“Sebagian kertas yang sobek ini sedikit membuatku curiga”
“Lalu, coba kalian lihat nama orang tuanya”ucap Darius
Mereka berdua pun mengalihkan pandangannya ke kertas itu lagi. Saat mereka membaca data dirinya, mereka melihat nama kedua orang tua Raven.
“Leo Xander dan-“ ucap Kriss
Ucapan Kriss terhenti saat membaca data diri keluarga Raven. Karena sobekan kertas tersebut, dia hanya melihat nama Raven serta nama ayahnya saja. Padahal tepat di jumlah anggota keluarga, berjumlah empat orang.
“Leo Xander?!” teriak Luna
Kriss terkejut saat mendengar Luna yang teriak mendengar nama itu. Luna langsung mengambil kertas itu dari tangan Kriss. Dia melihat bahwa disitu benar-benar ada tertulis nama orang tua Leo Xander.
Kriss sangat bingung dengan reaksi Luna saat itu. Wajah Luna terlihat sangat terkejut dan membuatnya khawatir.
“Hei Luna. Ada apa?” tanya Kriss
“Sepertinya kamu tidak tahu Leo Xander itu siapa ya…” ucap Darius
“Eh? memangnya…. Ada apa dengan dia?” tanya Kriss
“Kamu tidak tahu?!”
“Leo Xander adalah pasukan khusus dari kerajaan Verra 20 tahun yang lalu” ucap Luna
“Pasukan khusus?” sahut Kriss
Pasukan khusus. Pasukan Kerajaan Verra adalah salah satu pasukan elite kerajaan yang kemampuannya berada setingkat dengan komandan ksatria kerajaan. Pasukan Khusus biasanya melakukan tugas ataupun misi yang terbilang berbahaya seperti penyamaran, pengintaian, dan lain-lain. Namun, mereka kadang juga melebur dengan masyarakat sebagai ksatria biasa.
Leo Xander adalah salah satu dari pasukan khusus itu. Dahulu, dia dikenal sebagai orang terhebat dalam eranya di pasukan khusus. Meskipun berasal dari keluarga rakyat jelata, dia memiliki kemampuan yang teramat hebat. Banyak sekali para bangsawan serta ksatria lain yang iri terhadap dirinya, bahkan menaruh dendam karena kalah saing.
Dia memiliki kemampuan bertarung yang sangat fleksibel. Gaya bertarung bela diri, assassin, ksatria dan lain-lain. Dia menjadi terkenal hebat dikalangan para ksatria karena misinya dulu. Dia pernah membantu menyelamatkan ksatria dan bangsawan kerajaan dari keluarga Kruger seorang diri, dengan melawan hampir 30 orang.
“Se-sehebat itukah dia?!” ucap Kriss
“Iya. Sebenarnya mungkin dia itu sudah setingkat dengan ksatria kebajikan” ucap Luna
“Aku dulu dengar dari ayahku, Kalau Leo Xander pernah menolak untuk angkat sebagai ksatria kebajikan” ucap Darius
“Eh?! Menolak?!” teriak Kriss dan Luna
“Aku tidak tahu ini benar atau tidak. Tetapi, dia menolak karena kegagalannya dalam menjaga bangsawan di perang melawan kerajaan Tusk”
“Orang sehebatnya bisa gagal juga ya” ucap Luna
Dalam sekejapan, Kriss mengingat masa lalunya. Dia mengingat tepat saat Leo dibunuh 5 tahun yang lalu. Dia mengingat tentang perkataan yang diucapkan para ksatria yang membunuhnnya tentang tidak bisa menjaga salah satu bangsawan di perang.
Karena hal itu, Kriss menjadi memikirkan beberapa hal. Dia memikirkan tentang identitas Raven dan Adikknya. Dia juga penasaran terhadap catatan kehidupan dari Leo. Jika catatan serta cerita yang dikatakan Darius benar, maka seharusnya catatan kematian Leo sesuai dengan kenyataan.
“La-lalu, dia bisa meninggal karena apa?” tanya Kriss
“Kudengar dia mati bunuh diri” ucap Darius
“Hah?!” teriak Kriss
“Memang aneh. Tetapi, berdasarkan cerita dan catatan dari ayahku, itulah yang dikatakan” ucap Darius
Kriss yang terkejut mendengar ucapan Darius seketika langsung menggertakan gigi. Dia yang mengetahui kenyataan bahwa Leo dibunuh oleh para ksatria kerajaan, sangat kesal dan marah pada saat itu. Orang yang dulu pernah menyelamatkan dia dari penderitaan, dikenal karena mati bunuh diri sendiri.
“Yang terpenting, itulah yang ingin kuberitahu”
“Karena tidak ada foto serta identitas secara pasti, kita masih belum bisa menyimpulkan bahwa Raven ini adalah orang yang sama dengan yang Raven yang kita tahu” ucap Darius
“Tetapi, jika melihat dari kemampuannya, mungkin bisa saja dia anaknnya” ucap Luna
“Lebih baik kita tahan disitu dulu. Aku tidak ingin masalah ini menjadi mempersulit banyak orang. Yang terpentinng adalah masalah iblis dan dewa kematian dulu” ucap Darius
“Baiklah… nanti aku akan hubungi Claude untuk melakukan pertemuan” ucap Luna
“Baiklah” ucap Darius
Kriss dan Luna pun pergi berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Didalam benaknya, Kriss masih terus-terusan berfikir mengenai catatan kematian palsu Leo. Tepat saat mereka membuka pintu, Darius mengingat akan suatu hal.
“Ah iya. Luna!” panggil Darius
“Apa?” tanya Luna sambil menengok kearah panggilan Darius.
“Kamu ingat perempuan yang bersama si Raven itu tidak?” tanya Darius
“Ah… Elena maksudmu?” ucap Luna
Sementara itu, di suatu penginapan ibukota. Elena masih berada didalam kamar dan sedang tiduran di ranjangnya. Seiring waktu berjalan, Elena semakin merasa gelisah. Dia masih bingung dengan Raven yang tak kunjung kembali. Dia sudah mengecek kamarnya, namun masih tetap kosong.
“Raven….. Kamu dimana?” ucap Elena