Alika Saraswati adalah seorang gadis desa yang cantik dan cerdas. Biasanya ibunya memanggilnya dengan panggilan Lika. Lika seorang gadis pelajar kelas 2 SMK sekarang usianya sudah menginjak 17 tahun. Lika mengambil jurusan Agri Bisnis, karena cita-citanya yang ingin menjadi pengusaha sukses. Meskipun tidak mungkin terwujud karena kendala masalah keuangan orang tuanya. Dia putri dari Bapak Wahyuno seorang petani kecil dan ibunya yang bernama Sulistia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyhan4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaget Dan Ngiri
Lika sangatlah lega mendengar penuturan dari Rional. kalau si Lola temen sekelasnya itu tidak sedang cari masalah dengan Rional. akan tetapi Lika tidak pernah menduga kalau Rional itu pernah menjalin hubungan asmaranya dengan Lola yaitu berpacaran sewaktu mereka sama-sama bersekolah di salah satu SMK Negeri yang ada di kota itu.
"Hahhh apa yang kamu bilang sayang?? emangnya kamu gak ngakuin pembicaraan kita tadi !! Terus nih cewek kampungan ngapain berada di tempat ini?? gak pantas banget." ucap Lola sambil melihat ke arah Lika dan sesekali melihat dandanannya Lika.
Dalam hati Lola dia serasa tidak percaya kalau Lika bisa berubah cantik sekali seperti itu.
"Apa gue nggak salah lihat yang ada dihadapan gue ini Lika?? Kalau Lika cantik begitu bisa saingin gue nih buat dapatin Rional kembali. rugi gue kalau kehilangan aset kartu belanja gue itu. kan lumayan Rional bisa gue manfaatin buat bayarin gue shoping." gumam Lola dalam hatinya sambil sedikit terpaku melihat ke arah Lika dan memasang wajah irinya.
Sedangkan Lika dia agak sedikit terkejut mendengar ucapan "sayang" yang dilontarkan oleh Lola pada Rional. pupus lah harapan Lika, Lika juga mulai menyadari kalau Rional tidak mungkin benar-benar tulus sama dia. karena dia cuma seorang gadis desa yang miskin dan bagi Lika semuanya tidak akan merubah apapun.
Sangat jelas sekali kata-kata yang di lontarkan oleh Lola itu pada Rional yang dianggap Lika seperti pujaan hatinya. selain itu, Rional juga begitu sangat perhatian dengannya. pikir Lika tega sekali Rional mempermainkannya. apa seperti ini kah kelakuan anak-anak kota.
"Ohhh jadi kalian berdua sudah kenal, maaf ya sudah mengganggu kalian. bisa dilanjut kok ngobrolnya !! tapi satu yang aku mau dari kamu La. tolong jangan bikin kegaduhan di acara peresmian caffe ini, karena di sini banyak tamu undangan." ucap Lika sambil menatap kecewa pada Rional lalu menatap lagi ke arah Lola.
"Hahhh, apa yang kamu bilang Lik. emangnya kamu malu jika semua orang tahu kalau kamu ini orang yang sangat miskin dan udik." ucap Lola sambil mengencangkan suaranya dan memandang ke arah para tamu. sengaja mau mempermalukan Lika.
Para tamu pun mulai bertanya-tanya dengan ucapan-ucapan yang dilontarkan Lola itu.
"Ada apa sih wanita itu, marah-marah ganggu acara orang saja." sahut salah satu tamu undangan bicara pada teman-temannya.
Dan ada juga yang bilang. "Apa benar yang dikatakan cewek itu?? kalau pemilik caffe ini yang dulunya miskin dan sekarang menjadi pengusaha caffe, berarti ada kemajuan donk. kan malah bagus." ucap salah satu tamu yang lain.
Untungnya para tamu tidak ada yang ilfiel dengan Lika selaku pemilik caffe. yang ada para tamu malah memuji-muji kegigihan Lika yang telah berjuang sampai berhasil mempunyai caffe sebesar dan seindah itu.
Bu Sulis dan Pak Yuno kelihatannya sedang penasaran dengan suara-suara hinaan yang begitu keras itu. mereka berdua baru saja mengamati siapa yang berceloteh itu.
Karena Bu Sulis dan Pak Yuno berada di meja paling depan. agak dekat dengan meja presentasinya Lika.
Sedangkan Lola serta ketiga temannya itu mereka duduk di meja agak belakang. tepatnya dekat pintu caffe.
"Siapa sih pak yang marah-marah itu?? mengganggu acara orang saja." ucap Bu Sulis.
"Nggak tau buk, bikin malu kita saja anak itu." ucap Pak yuno sambil mengingat-ingat gadis yang marah-marah itu.
Untung Bu Sulis penyakit tekanan darahnya sekarang sudah membaik. dan sudah mulai stabil. semenjak di rawat di puskesmas yang ada di desanya itu.
"Bukannya itu teman sekelasnya Lika !! yang pernah datang ke rumah kita didesa, lalu mulai mencaci maki Lika. ibu ingat kan?? yang bikin ibu kembali jatuh sakit." ucap Pak Yuno.
"Yang mana ya?? bentar ibu ingat-ingat. ohh teman Lika yang itu. terus ngapain anak itu mau ke sini. jangan sampai dia mempermalukan Lika dihadapan para tamu pak." ucap Bu Sulis agak sedikit khawatir.
"Tolong jaga sikap kamu La, jangan mempermalukan Lika seperti itu. dan asal kamu tau Lika itu sekarang sudah resmi jadi pacar aku !!! jadi tlong stop berhenti manggil-manggil sayang, karena elu itu bukan siapa-siapa gue." ucap Rional ke Lola.
"Hahh apa gue nggak salah denger. elu lebih memilih pacaran sama anak kampung udik ini. dibanding sama gue yang nyata-nyata cantik dan modis. pastinya gak udik seperti Lika anak kampung ini." ucap Lola marah dan kecewa pada Rional.
"Asal elu tahu La hati itu gak bisa dipaksakan. dan saran aku sama elu tolong jaga kepercayaan dari pasangan elu, bila elu gak mau kehilangannya. dan satu lagi yang harus dijaga yaitu kesetiaan elu. satu kali lue mengkhianati maka orang itu bakalan hilang selamanya. serta gak bakal balik lagi ke elu." ucap Rional menegasi Lola.
Lika mulai bersemangat lagi mendengar kata-kata yang diucapkan Rional ke Lola. Lika mulai yakin kalau Rional benar tulus suka dengannya.
"Hahhh apa tadi kata Rional?? Rional ngakuin kalau aku pacarnya, apa gak salah ngomong. perasaan dia gak pernah ungkapin perasaannya. dan aku pun belum pernah mengiyakan kalau aku menerimanya." gumam Lika dalam hatinya sambil tersenyum bangga.
Lika mulai bersemangat menghadapi celotehan dari Lola yang sesuka hati nyerocos.
"Iya udah gini aja deh, sekarang aku mau nanya, tujuan kamu ke sini mau ngapain. kalau cuma bikin onar dan kegaduhan mending elu pergi saja, silahkan keluar !! usir Lika menegasi lola.
"Apaa kurang ajar banget elu ngusir-ngusir gue. coba elu itu ngaca cewe udikkk, elu itu bukan siapa-siapa di caffe ini !! apa perlu gue panggilin pemilik caffe mewah ini biar ngusir elu sekalian." ucap Lola ke Lika.
Lika gak mau menyombongkan dirinya. dia belum mengakui kalau caffe mewah dan besar itu adalah miliknya.
"Sekali lagi aku tegaskan. kalau kamu gak mau pergi dari caffe ini. bakalan aku laporin ke polisi saja biar kamu kapok dengan perbuatanmu itu." ucap Lika ke Lola.
"Hahaaa lucu deh, cobain aja laporin. emangnya caffe ini punya moyang lue. suka-suka gue donk mau ngomong apa di caffe ini." ucap Lola ke Lika sambil tersenyum tak percaya.
Sedangkan Bu Sulis dan Pak Yuno mereka tetap tenang tidak mau terpancing emosinya. karena tidak ingin menghancurkan citra baik caffenya Lika. mereka berdua pun segera menghampiri Lika.
"Ohhh pas banget rupanya orang tua cewek udik kampungan ini juga ada di sini. ngapain sih bu, mending jaga kesehatan ibu saja. nanti malah jatuh sakit lagii. terus sekarat dehh." ejek nya sambil tertawa dengan teman-temannya.
Para tamu pun mulai emosi dengan hinaan-hinaan Lola itu. "Apaan sih, mulutnya itu seperti ular nyamber terus, udah gatel banget nih tanganku mau jambak anak itu. masih muda tapi kelakuannya nggak banget. orang tua lagi yang di ejek." ungkap salah satu tamu ke temannya.
"Cukup cukuppp Lola dari pada kamu tambah malu, mending kamu pulang aja. karena asal kamu tahu pemilik caffe ini siapa?? kamu belum mengetahuinya kan. pemilik caffe ini adalah Lika." ucap Feli yang sudah gusar dengan Lola yang terus nyerocos itu mulutnya.
"Apaaa. gak salah denger gue??" ucap Lola kaget terpaku dan terheran-heran.
"Iya gak salah denger, jangan sampai kena serangan jantung ya!! karena rumah sakit jauh." ucap maya sambil tersenyum ke Lola.
"Kok bisa sih, gimana caranya??dapat dari mana lu modal usaha. jangan-jangan elu mencuri buat dapatin modal."
"Ya enggak lah ngapain aku nyuri, masalah modal kamu gak perlu tahu. karena bukan urusan kamu Lola." ucap Lika.
"Terus apa nih. elu masih mau bertahan apa mau pulang?? kalau masih mau bertahan di caffe ini. duduk manis dan jaga mulut berbisa lue itu. jangan bikin malu.
"Idihh ngapain gue bertahan di caffe ini. masih banyak kok caffe mewah di tempat lain. yukks teman-teman kita cuss." ucap Lola sambil memasang kacamata elegantnya.
Para undangan pun mulai menertawakan Lola. ada juga yang berkata "Bikin kesel tapi seru juga dehh, seperti nonton adegan drama korea." ucap tamu itu sambil terkekeh.
Lola dan temen-temennya sepertinya sangat malu sekali karena sudah ditertawakan banyak orang. padahal tujuannya mau mempermalukan Lika, tapi yang ada malah Lola yang dibikin malu setengah mati.
"Bulset beruntung banget cewek udik itu sudah merebut Rional dari gue. terus jadi pengusaha caffe mewah lagi." ucap Lola terlihat sangat iri sambil berkata pada temen-temennya.
"Ya udah La, lagian kan kamu juga orang kaya. punya mobil lagi. cewek udik itu gak ada apa-apanya." ucap salah satu temennya Lola.
Lola dan ketiga temennya segera meninggalkan Wisteria Caffe miliknya Lika itu, dengan melajukan mobil sportnya.
"Kamu gak papa nak??" ucap Bu Sulis ke Lika sedikit khawatir.
"Nggak papa bu, emang kayak gitu Lola." ucap Lika.
Lika segera meminta maaf pada para tamu undangan. atas kegaduhan yang di buat Lola tadi. lalu mempersilahkan tamu undangan agar dilanjut menikmati cemilan sambil bersantai.
Bersambung...!!!
Terima kasih telah setia membaca. mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan. dukungan dari pembacalah yang mampu membuat penulis lebih semangat menuangkan ide-ide kreatifnya. mohon like and coment juga ya teman-teman🙏🙏🙏
biasany klo q bca novel yg lain itu,up nya pling lma jg 2hri,,, 🤔🤷♀️