Hellen Syifilla adalah cucu dari Raja Mafia yang membantu organisasi pemerintah. Mengurus tindakan criminal di seluruh dunia.
Hilman dermawan adalah cucu dari Kepala organisasi dunia yang bekerja sebagai dokter spesialis bedah terkenal di Tokyo. Dia ikut membantu kakeknya untuk menstabilkan ekonomi dan pemerintahan di setiap negeri.
Mereka bersahabat dari SMP. Hilman atau yang di panggil Hide sudah memendam perasaan nya pada Hellen. Dia berharap bisa menjadi pendamping Hellen selain menjadi sahabat.
Pada saat menjelang hari pernikahan Hellen, Hide datang bermaksud untuk menghadirinya. Meski hati nya sakit karena orang yang dia cintai akan menjadi istri dari orang lain. Tetapi takdir seperti berpihak padanya, karena sehari sebelum pernikahan, kekasih Hellen tiba - tiba membatalkan pernikahan yang membuat Hellen kecewa dan akhirnya kecelakaan.
Rasa cinta yang begitu dalam membuat Hide memperjuangan perasaannya. Dia langsung mengatakan isi hatinya pada saat Hellen dirawat dan dia berusaha meyakinkan Hellen agar bisa menerimanya sebagai pengganti calon suami nya.
Dengan terpaksa Hellen menerima tawaran itu dan mereka menikah dadakan. Kesabaran Hide yang menunggu hati Hellen siap, membuat mereka semakin dekat dan membuka hati Hellen untuk menerima Hide dan mencintainya. Rasa cinta dan sayang Hellen kian membesar pada Hide seiring berjalannya waktu. Akhirnya mereka menjadi pasangan romantis yang saling menyayangi dan mencintai.
Dalam rumah tangga mereka selalu banyak masalah, dikarenakan Hellen yang sebagai cucu dari Raja Mafia dan Hide cucu dari kepala organisasi dunia.
Banyak musuh dari Kakek mereka yang menganggu kehidupan mereka. Belum lagi anak dari seorang raja mafia terjahat lainnya dan seorang pembunuh bayaran yang mencintai Hellen seperti psikopat.
Akankah mereka bisa terlepas dari masalah yang timbul dalam hubungan mereka..?
Dan berakhir dengan bahagia..?
Pembaca yg mengikuti dari awal sampai akhir akan dapat undian give away dari author loh..
ikuti terus ceritanya bantu vote, like dan coment yaa😊🤗
Follow juga akun ku biar tidak ketinggalan cerita menarik aku lainnya.
Folow to :
FB (sifi endriyanto)
IG (sifi_endriyanto)
Selamat membaca 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SIVIKAYLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEROR DIMULAI
HILMAN DERMAWAN
Sudah 3minggu Hellen dirawat di rumah sakit. Hari ini dia dinyatakan stabil dan boleh pulang oleh Dokter Ram. Dia Dokter yang menangani Hellen selama ini. Dokter keturunan India dan arab itu sangat ramah dan baik hati. Kami sampai akrab dan menjadi dekat. Setiap obrolan pasti dia selalu nimbrung dan nyambung. Pokoknya orangnya enak diajak bicara.
Kak Sandi, Kak Ran, Kak Viktor dan Kak Rika sudah datang 2hari yang lalu. Mereka ikut menjemput Hellen. Sedangkan Rey, Citra, Kenzo dan Izmi berada dirumah untuk menyambut kedatangan Hellen nanti.
Kami semua tinggal satu rumah di daerah Jakarta yang terbilang elit. Tadinya kami berencana tinggal di villa milik Kakek daerah Sentul. Tapi karena terlalu di luar kota. Akhirnya kami memutuskan ikut Kak Sandi ke rumahnya yang berada di pertengahan kota Jakarta. Di perumahan elit.
Rumahnya sangat besar seperti istana. Kamarnya pun banyak dan luas. Terdapat pekarangan yang luas dan taman bermain. Bisa buat main golf atau olahraga lain. Didalam nya terdapat kolam renang yang besar sekali. Ini sih bukan rumah lagi melainkan Istana. Rumah kami saja tidak sebesar ini.
Saat diperjalanan, Kak Sandi menyuruh para bodyguard Kakek Uyut untuk mengawal kami. Kira - kira ada 20 orang yang mengawal kami. Benar - benar membuat orang terheran - heran jika kami keluar dan berkeliaran.
Posesif mungkin ini yang sekarang dilakukan Kak Sandi untuk melindungi Hellen. Adiknya yang paling dia sayang. Aku paham betul apa yang dilakukan Kak Sandi. Dia takut terjadi sesuatu pada adiknya. Adik semata wayangnya yang dia cintai dan sayangi.
Sesampainya dirumah, aku mendorong kursi roda Hellen perlahan memasuki rumah kami. Ya.. kami menyebutnya rumah kami. Meski aslinya ini rumah Kak Sandi. Tapi kami semua sepakat untuk mengklaim rumah ini jadi rumah kami. rumah kita semua.
"Hallo Ci Hellen....,"Sambut Izmi.
Izmi, Kenzo, Rey dan Citra menyambut kedatangan kami dengan senyum ceria. Hellen merasa senang karena tidak menyangka di sambut seperti ini.
Aku melihat dekorasi rumah yang lucu dan keren. Mereka membuat pernak pernik dan ada balom dimana - mana. Kue tar yang di pakai untuk ulang tahun, berteger manis di meja. Disana bertuliskan ^selamat datang Hellen^. Aku senang melihat mereka begitu perduli dengan istriku.
"Wah..., kalian ngapain buat beginian sih. Aku kan tidak ultah.." Jawwb Hellen dengan muka yang takjub.
"Ini bukan karena ultah aja Ci. Melainkan menyambut kedatangan Cici. Sekarang kita rayakan yaa..., pokoknya jangan menolak, karena aku udah capek - capek memperindah ruangan ini.. hehehehe.." Kata Izmi sambil tersenyum.
Izmi mengambil ahli untuk mendorong Hellen dan membawanya ke meja dimana semua sudah disediakan. Dari Kue, minuman bahkan cemilan ringan untuk kami semua.
"Ini bukan menyambut kedatangan Hellen aja. Tapi menyambut kedatangan ponakan kita donk. Baik - baik ya sayang di perut mamamu.." Kata Citra sambil mengelus perut Hellen.
"Yasudah..., karena Hellen, Hide, Kak Sandi, Kak Ran, Kak Viktor dan Kk Rika udah disini. Kita langsung mulai saja acaranya." Kata Rey mengajak kami semua berkumpul.
Kami semua sangat senang, sampai melupakan kejadian yang terjadi sebelumnya. Melihat Hellen bahagia dan tersenyum merupakan hal yang sangat indah untukku. Karena aku berjanji akan selalu menjaganya sampai mati. Membuatnya senang dan menjadi Ratuku di hari - hari kami.
Hp Kak Sandi berdering. Dia menghindar dari kami agar bisa berbicara lebih leluasa. Beberapa menit kemudian dia datang dengan muka yang cemas. Hellen yang selalu peka menyadarinya dan bertanya.
"Kenapa Kak? kenapa mukamu terlihat cemas? apa yang telah terjadi?" tanya Hellen bertubi - tubi.
Kami semua menghentikan aktifitas kami sejenak. Dan memandang Kak Sandi sambil menunggu jawaban.
"Asisten kantor tadi bilang, kantor dalam keadaan hancur, beberapa karyawan terluka. Karena ada yang mengacak - ngacak kantor kita. Sekarang aku mau kesana melihat keadaan."
"Siapa yang berbuat begitu Ka?" tanya Hellen.
"Sekelompok pria berjubah merah. Dalam CCTV terlihat ada sekitar 30 orang."
"Mereka siapa? kenapa membuat onar?" tanya Izmi.
"Ini pasti anak buah pembunuh bayaran itu. Benar - benar orang yang nekad."
"Yaudah Kak, aku ikut..- kata Rey.
"Jangan...!! sebaiknya kalian disini saja. Biar kami yang kesana. Kalian jaga saja Hellen." Kata Kak Ran.
Mereka langsung pergi meninggalkan kami yang masih bertanya - tanya. Disusul oleh Kak Rika dan Kak Viktor.
"Apa lagi sih ini, baru kita balik kesini. Udah ada aja masalahnya." Kata Citra. Dia duduk di sofa sambil menghela napasnya. Dia terlihat kesal.
"Yang penting kita harus tetap waspada. Yang utama adalah kalian perempuan. Jangan sampai kalian menjadi umpan yang membuat mereka semakin gampang menyerang kita." Kata Rey mengingatkan.
"Kalau tahu begini, aku mau belajar ilmu bela diri, agar kita bisa melawan jika kalian tidak ada." kata Izmi memberikan ide.
"Setuju banget Mi, yang harus berlatih sih kita. Karena kalau Citra dia mah udah jago. Kita kan belum menguasai apa - apa." Izmi mengangguk setuju dengan perkataan Hellen.
"Aku tidak setuju Dear.., ingat ya kamu tuh lagi hamil. Gak boleh capek - capek" jawabku seketika.
Iyalah Istriku kan sedang hamil. Masa harus melatih ilmu bela diri. Kalau ada sesuatu yang terjadi bagaimana.
~PRANG!!!~
Semua terkejut mendengar bunyi pecahan di depan ruang keluarga.
"Ada apaan tuh..?" tanya Kenzo.
Kami semua melirik satu sama lain. Dan berlari menuju ruang keluarga yang berada di sebelah ruangan kami berkumpul.
Kami terkejut melihat batu besar yang menempelkan kain putih bertulis warna merah. Seperti darah...
"APA APAAN NI...!!!" teriak Citra yang langsung histeris melihat benda itu memecahkan jendela.
"Kok bisa sih, ada yang lempar ini sampai sini. Pakai apa coba ngelemparnya. Niat amat ngancurin rumah orang." jawab Kenzo bersimpu di depan batu besar itu. Aku dan Rey menghampirinya dan melihatnya dengan teliti.
"Ini sih bukan niat lagi, tapi beneran ada niat. Ini kan darah, kecium banget amisnya. Aishhh...," kata Rey sambil menutup hidungnya dan langsung mundur perlahan.
Karena dia bilang darah, tidak ada yang berani menyentuh batu itu. Kecuali Kenzo yang dengan sigap mendekati batu itu tanpa merasa mual.
"Eh guys.., liat deh, ini kan pesan singkat. Tulisannya 'bersiaplah, karena sebentar lagi akan ada bom selanjutnya. Persiapkan diri kalian untuk mendengar kabar selanjutnya' begitu katanya." Kata Kenzo yang langsung berdiri dan mundur bergabung dengan kami.
"Maksud dari pesan itu apa sih..? bom kedua gimana?" tanya Hellen bingung. Sambil melirik ke arahku dan Kenzo.
Kami hanya menggendikan bahu tanda tidak mengerti. Entah pesan itu benar atau hanya orang iseng. Tapi kalau pun iseng, kenapa terlalu niat banget ngirimnya.
HP Hellen berdering. Dia merogo kantungnya dan mengangkat panggilan entah dari siapa.
"Iyaa hallo..., iya pak benar saya Hellen adiknya Kak Sandi. APA...? MOBIL KAK SANDI MELEDAK!!!" Hellen langsung diam mematung dan Hpnya pun lolos dari tangannya. Dia langsung lunglai dan memejamkan matanya, untung ada Izmi dibelakang jadi dia refleks memegang kepala Hellen.
"CICI...."
"HELLEN...."
Teriak kami serentak.
......................
❣To Readers....❣
Terima kasih yang sudah selalu membaca ceritaku.🤗 Semoga kalian suka dengan jalan ceritanya ya.
Jangan lupa bantu aku dan support dengan cara VOTE, LIKE, COMMENT & FOLLOW AKUN KU.
FOLLOW TO IG (sifi_endriyanto)
Pembaca setia yang mengikuti alur cerita dari awal sampai akhir, akan dapat undian give away dariku. Hadiahnya bermacam - macam loh guys.
BACA JUGA KARYA KU YANG LAIN BERJUDUL :
JODOH YANG DITENTUKAN
SUAMIKU INDIGO
JANGAN LUPA YAA KASIH VOTE, LIKE, COMMENT DAN SALING SUPPORT DENGAN FOLLOW AKUN KU.
Sekali lagi terima kasih yaa untuk kalian..😘
💌 Salam sayang dari author 💌
📲📲📲📲📲📲📲📲📲📲📲📲📲📲