Siapa yang tidak kenal dengan Jordan Mikhael Anderson. Pria berkharisma itu adalah pemilik perusahaan MA Group. Perusahaan besar di dunia, memiliki banyak cabang di setiap negara.
Dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, Alana Jovanka. Alana menelan saliva dengan susah payah melihat kopinya yang tumpah pada tuksedo pria yang kini menatapnya, tatapan itu seperti laser yang siap membelah tubuhnya.
Alana menahan nafasnya, saat Jordan mendekat dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku, bodoh!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Milikku, Milikmu
“Jaga sikap nona, saya bisa melakukan apa pun pada nona!” Niko berkata dengan tegas, untuk memberi Alana peringatan.
Suara mengintimidasi Nik semakin membuat Alana kesal. Namun Alana menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan, mencoba menenangkan dirinya.
“Lakukan saja.” Ucap Alana dengan tenang lalu mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Nik.
Niko baru saja membuka mulutnya siap menjawab ucapan Alana, tetapi nona muda malah matikan sambungan teleponnya. Nik harus memastikan kebahagiaan, ketenangan, dan keamanan tuan muda dalam kendalinya.
Nik tidak akan membiarkan siapa pun berani mengusik kenyamanan tuan muda, termasuk memperingati nona Alana.
Meskipun nona Alana istri tuan muda, tetapi fokus Nik hanya satu siapa lagi kalau bukan tuan muda. Niko berjalan mendekati tuan muda yang telah selesai makan siang, “Nik, siapkan wanita untukku.”
Apa aku tidak salah dengar? Tuan muda meminta wanita?
“Baik tuan.” Nik menelepon seseorang untuk mencarikan wanita terbaik untuk tuan muda.
***
Nik berjalan di berdampingan dengan tuan muda, setelah sampai di kamar tersebut Nik membuka pintu untuk tuan muda.
“Kau harus pastikan dulu wanitanya!” titah tuan muda.
Nik menganggukkan kepalanya dan berjalan mendahului tuan muda, untuk memastikan semuanya aman.
“Sepetinya pusakamu butuh hiburan Nik!” Jordan menyeringai lalu mengunci pintu kamar hotel dari luar, untuk mengurung Nik bersama wanita penghangat ranjang yang ada di dalam sana.
“Tuan muda,” panggil Nik sambil mengetuk pintunya dari dalam. Nik berdecap kesal saat mendengar langkah Jordan yang menjauh. Sial!
Nik mencoba menghubungi pihak hotel agar mau membuka pintu untuknya, Nik tidak butuh wanita penghangat ranjangnya.
Keberuntungan ada di pihaknya, Nik bisa keluar dari sana dan menemui tuan muda di kamarnya. “Tuan,” panggil Nik di balik pintu.
Jordan membuka pintu dan memberikan tatapan membunuhnya pada Nik. “Jangan ganggu Alana, dia wanitaku, Nik! Biarkan dia hidup tenang, kau jangan membuatnya menjauh dariku.”
Oke Nik mengerti tuan muda marah padanya, mungkin tuan muda tahu bahwa Nik menelepon Alana. “Saya harus pastikan nona Alana tidak akan macam-macam.”
Jordan tahu apa yang di lakukan Nik untuk kebaikannya, tetapi Jordan tidak ingin karena tingkah Nik Alana akan pergi darinya.
Bahkan gadisnya itu terang-terangan membalas sikap Nik, dengan caranya. “Alana akan bertekuk lutut padaku Nik, kau tidak perlu khawatir.”
Niko percaya pada ucapan tuan muda, hanya saja Nik takut semua tidak sesuai dengan rencananya, apalagi bom waktu sudah ada di hadapan mereka.
“Maaf atas kelancangan saya tuan!” Nik menunduk hormat pada Jordan.
“Minta maaf pada Alana!” Jordan mengusir Nik melalui sorot matanya.
“Baik tuan, saya permisi.”
Jordan menutup pintunya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya.
Seorang wanita yang tampak menggunakan lingerie berjalan dengan gerakan sensualnya, lalu duduk di atas paha Jordan.
Jordan membuka matanya, “Kau ingin menggodaku, sayang!”
Perempuan dengan bola berwarna biru terang tersenyum dan mulai nakal, membuka satu persatu kancing kemeja Jordan. Melepaskan apa pun yang menjadi penghalang mereka, Jordan menatap tubuh polos yang duduk di atas pahanya.
“Kau akan menikmati permainanku, Mik!” ucap perempuan bermata biru dengan nada sensualnya.
Jordan menikmati setiap permainan perempuan yang berada di atas tubuhnya. Hingga pada titik puncaknya mereka berdua mengerang bersamaan.
Setelah mencapai pelepasannya, perempuan tersebut ambruk di samping Jordan. Jordan membawa wanita di sampingnya ke dalam pelukan hangatnya.
“Kau milikku, Mik.” Perempuan tersebut mengungkapkan kepemilikannya, lalu tersenyum dengan wajah lelahnya yang penuh dengan keringat.
“Ya, aku milikmu.”