Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#26. Pelajaran Buat Leuw Kyu
"Hei.. Anak muda..!! apa kamu tidak dengar apa yang kukatakan tadi..?? bentak pengawal tersebut..
Chen Khu yang baru saja menyelesaikan makannya hanya melihat dengan ujung matanya lalu menuangkan arak dalam cangkirnya tanpa menjawab sepatah katapun.
"Anak muda...aku peringatkan sekali lagi, cepat keluar dari ruangan ini atau aku akan berbuat kasar " ucap pengawal tersebut geram.
"Maaf tuan.. tapi aku membayar cukup mahal untuk meja ini, dan aku baru saja menyelesaikan makanku, arak ini juga belum aku habiskan.. aku bisa muntah kalau langsung jalan" Chen Khu menjawab dengan nada meledek.
Sebenarnya Chen Khu bisa saja pergi dan meninggalkan ruangan tersebut, tapi sikap pengawal seperti yang mereka lakukan tadi, membuat Chen Khu berpikir untuk memberi pelajaran.
"Ternyata kamu memang tidak bisa disuruh baik - baik yah..??!! " ujar pengawal tersebut sambil melayangkan pukulan kearah wajah Chen Khu,karena tidak merasakan kalau Chen Khu mempunyai kemampuan beladiri, pengawal tersebut hanya menggunakan 20 persen kekuatannya.
Kemampuan pengawal itu memang boleh dibilang cukup lumayan, dengan kemampuan setara pendekar level 5 membuatnya merasa kalau dengan 20 persen kemampuannya sudah cukup untuk membuat pemuda didepannya itu berlutut dan meminta maaf.
Chen Khu yang merasakan datangnya serangan tetap tenang meminum arak di cangkirnya, pelayan restoran yang hanya bisa menonton, merasa kalau pemuda itu akan terlempar dari tempat duduknya, sebab Lao An merupakan salah seorang pengawal Lauw Kye yang cukup disegani di kota itu, selain mempunyai kemampuan yang cukup tinggi, dia juga terkenal sangat kejam.
"Jangankan dengan 20 persen kekuatanmu, bahkan dengan kekuatan penuhmu pun aku tidak akan bergeser dari tempat ini " ucap Chen Khu sambil menahan pukulan Lao An dengan satu tangan tanpa menoleh sedikitpun pada Lao An dan tetap menuangkan arak ke cangkirnya.
Lao An terkejut lalu melompat mundur.. serangan yang bisa melumpuhkan pendekar level satu bisa ditahan dengan tenang oleh pemuda yang bahkan tidak memiliki kemampuan sebagai pendekar.
"Siapa kamu.?! kamu bisa menahan seranganku dengan cara seperti itu.. padahal kamu tidak memiliki kemampuan beladiri.. atau.. kamu hanya menyembunyikan kekuatanmu..?? " tanya Lao An sambil mempersiapkan serangan selanjutnya..
"Maaf tuan.. aku hanya pengelana biasa, yang kebetulan mampir di kota ini" jawab Chen Khu sambil memberi hormat..
"Aaahh..!!! banyak bicara.." ujar Lao An sambil melancarkan serangannya yang kedua.. kali ini dia menggunakan seluruh kemampuannya sebab dia merasa kalau pemuda dihadapannya ini adalah seorang pendekar yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi tingkat pendekarnya.
Chen Khu tetap tenang dan tidak beranjak dari kursinya ketika Lao An melancarkan serangannya.. dengan cepat dia menangkis serangan Lao An dan menyerang balik menggunakan serangan tapak yang telak mengenai dada Lao An..
Pengawal itu terpental beberapa meter kebelakang.. bahkan sampai menghantam beberapa meja dan kursi yang ada dalam ruangan itu, dan baru terhenti ketika tubuhnya menghantam dinding. Orang - orang yang menyaksikan terpana melihat apa yang terjadi dihadapan mereka. Lao An yang sangat terkenal di kota Tainan dengan kemampuan yang cukup tinggi dengan mudah dihempaskan oleh seorang pemuda yang bahkan belum beranjak dari tempat duduknya.
"Sudah kukatakan tadi, dengan seluruh kemampuanmu, aku tidak akan bergeser dari tempat ini " ujar Chen Khu sambil tetap melanjutkan minumnya..
Uhuuk... Uhuuk.. !!
Darang segar keluar dari mulut Lao An.. dia menghapus darah itu dengan jubahnya, lalu Lao An mencabut pedangnya...
"Aku akan membunuhmu kali ini... " Lao An sangat murka dan berniat untuk menghabisi Chen Khu.
"Cukuuup..!!! "
Suara itu cukup untuk menghentikan niat Lao An.
" Tuan muda Kye.. aku... "
"Sudah.. Hentikan..!! " Lao An belum menyelesaikan perkataannya tapi sudah dihentikan oleh Lauw Kye, lalu dia berjalan ke arah Chen Khu yang bahkan tidak menoleh ke arah mereka sedikitpun, dia tetap asyik menikmati arak didepannya seolah tidak pernah terjadi apa - apa.
"Maaf pendekar.. aku Lauw Kye, anak dari walikota Tainan.. maafkan sikap pengawalku tadi.. kami hanya butuh waktu sebentar menggunakan ruangan ini,karena ada hal penting yang akan kami bicarakan " Ucap Lauw Kye dengan sopan berusaha meminta agar Chen Khu untuk meninggalkan restoran itu.
"Kalau aku tidak mau bagaimana..? lagi pula ruangan ini cukup luas, aku tidak akan mengganggu pembicaraan kalian, tapi kalau kalian tidak nyaman, silahkan cari tempat lain " Jawab Chen Khu menggertak sambil berdiri dari kursinya.
Lauw Kye yang terkejut dengan reaksi dua langkah, dia tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu..ini pertama kali ada orang yang berani melawannya. Para pengawalnya dengan sigap mendekati Lauw Kye dengan pedang sudah terhunus di tangan masing - masing, mereka takut terjadi apa - apa dengan Leuw Kye atau leher mereka akan menjadi gantinya..
Walikota Tainan, Leuw Ahn memang sangat menyayangi anaknya, dan para pengawal itu tau, jika terjadi apa - apa dengan Leuw Kye maka Leuw Ahn pasti akan menghukum mereka dan bukan tidak mungkin Leuw Ahn akan membunuh mereka.
Chen Khu yang menyaksikan hal itu kembali duduk untuk melanjutkan minumnya..
"Maaf pendekar.. mungkin pendekar sedang tidak ingin diganggu.. kami akan mencari tempat lain saja " ucap Leuw Kye, lalu mengajak tamunya serta seluruh pengawalnya meninggalkan restoran Hong Qiao.
Hari itu dia merasa luar biasa malu. seorang pemuda melumpuhkan pengawal pribadinya serta mengusir mereka secara halus dari restoran itu, dan itu terjadi dihadapan tamu.
"Aku akan membalasmu" ucap Leuw Kyu dalam hati sambil berlalu meninggalkan Penginapan Hong Qiao diikuti para pengawalnya.