NovelToon NovelToon
Teman Masa Kecil

Teman Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:203.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fasya Al Hafizh

Zahra dan Arya dipertemukan saat masih kecil. Mereka berjanji untuk bertemu lagi 13 tahun kemudian. Saat dewasa mereka bertemu dan bekerja bersama, namun mereka tak menyadarinya. Hingga menjelang pertemuan mereka, Zahra harus mengalami kecelakaan demi menolong Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fasya Al Hafizh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

" Zahraa... Reyhan...." teriak Arya di depan kamar Zahra.

Zahra dan Reyhan kaget namun Rey tak melepaskan pelukannya. Reyhan sengaja menyembunyikan wajah Zahra yang penuh dengan air mata.

" Arya, ada apa teriak - teriak..?" tanya Reyhan.

" Apa yang kalian lakukan disini, memalukan..." kemarahan Arya mulai memuncak.

" Kalau lho nggak suka kami akan pergi dari sini..." ucap Reyhan tenang.

" Za, beresin barang - barang kamu. Kita pergi sekarang..." ucap Reyhan pada Zahra lalu memutar badan Zahra membelakangi Arya.

" Kita bisa bicarakan ini nanti setelah aku antar Zahra pulang..." ucap Reyhan.

" Gue nggak butuh penjelasan lho..." jawab Arya lalu masuk ke kamarnya dengan marah.

Arya mengajak Zahra keluar dari rumah Arya setelah pamit dengan Mama kalau Zahra harus mengambil tugas di rumah dosen malam ini juga.

Di dalam mobil Zahra masih menangis. Reyhan mendengar apa yang dibicarakan Mama dan kak Sania tadi. Reyhan pun tak tega melihat Zahra seperti itu. Seandainya Arya tahu yang sebenarnya pasti akan terjadi keributan di rumah keluarga Dirgantara. Reyhan tak mau terjadi perpecahan antar saudara karena Arya tahu bagaimana sifat Zahra sesungguhnya.

" Za, kamu aku antar ke tempat Ferdi ya...?" tanya Reyhan.

" Nggak usah, Zahra ke kost'an aja Mas, Mas Ferdi selalu marah jika melihat aku sedih dan menangis. Mas jangan kasih tahu Mas Ferdi ya...?"

" Iya, aku janji tidak akan beritahu siapapun. Tapi, gimana dengan Arya...? dia pasti salah paham dengan hubungan kita...?"

"Biarkan saja seperti ini, Zahra tidak ingin terlalu jauh masuk ke dalam keluarga Dirgantara. Seharusnya aku sadar diri jika kami itu berbeda. Aku tak pantas berada diantara kebahagiaan mereka.."

" Jangan bicara seperti itu Za, keluarga Dirgantara tidak pernah memandang status seseorang. Kamu tahu kak Sania, dulu Ayahnya bekerja sebagai staff di kantor Papanya Arya. Hasan dan Sania bertemu saat Sania mengantarkan ayahnya bekerja..." ucap Reyhan.

" Zahra tidak mau dianggap sebagai benalu dalam keluarga Dirgantara. Aku sudah cukup bahagia seperti ini, ada Mas Ferdi yang selalu ada kapanpun aku butuh, ada Mas Rey yang selalu menolong aku di saat aku butuh pertolongan. Mas Rey harus janji tidak akan mengatakan tentang semua ini pada siapapun terutama Mas Arya..."

" Baiklah, tapi jangan kaget kalau besok Arya akan bersikap dingin padamu. Kamu harus bekerja secara profesional, buanglah rasa diantara kalian supaya tak saling menyakiti. Anggap kalian hanya atasan dan bawahan yang tidak mengenal secara pribadi.."

* * *

Pagi hari di hari jum'at Zahra rasanya malas sekali bangun karena pasti akan bertemu dengan Arya. Zahra berniat ingin mengunjungi makam kedua orangtuanya besok. Dua hari cukup untuk perjalanan keluar kota dengan bus antarkota.

" Assalamu'alaikum..."

" Wa'alaikumsalam.." jawab Zahra dari dalam lalu membuka pintu.

" Mas Rey, kok pagi - pagi disini. Memangnya nggak jemput Mas Arya..?"

" Tadi dia telfon katanya mau pake mobil sendiri, jadi aku jemput kamu aja deh..hehehee..."

" Mmmm...ya udah yuk berangkat..." ucap Zahra.

" Ok...siap nona...silahkan masuk..." ucap Reyhan sambil merangkul bahu Zahra.

Sementara tak jauh dari tempat Reyhan, Arya sangat marah melihat kemesraan Rey dan Zahra. Sedangkan Rey sengaja terlihat mesra karena melihat Arya mengikutinya.

" Dasar tidak tahu malu, awas kamu Rey. Gue pasti bales perbuatan kalian. Berani - beraninya kalian bermain di belakang gue..." geram Arya.

Arya melajukan kembali mobilnya meninggalkan Rey dan Zahra, Setelah mobil Arya tak terlihat Rey baru menjalankan mobilnya. Sampai di kantor Arya kembali bersikap dingin seperti dua bulan yang lalu. Bahkan karyawan yang menyapanya tak diliriknya sama sekali.

Tak berselang lama Zahra dan Reyhan sampai juga di kantor. Terlihat mobil Arya sudah terparkir disana. Mereka berdua langsung masuk ke ruangan masing - masing.

Zahra mengetuk ruangan Arya, setelah ada sautan dari dalam Zahra langsung masuk untuk membacakan jadwal hari ini.

" Maaf pak Arya, jadwal anda hari ini..."

" Batalkan semua jadwal hari ini, cepat keluar dari ruanganku..." bentak Arya.

Zahra sedikit kaget namun teringat dengan omongan Reyhan kemarin.

" Baik pak, saya permisi..." ucap Zahra.

Zahra merasa lega setelah keluar dari ruangan Arya. Reyhan menghampirinya sambil tersenyum.

" Gimana Za, sukses...?"

"Sukses apaan, habis Zahra di bentak. Semua jadwal hari ini di cancel...".

" Ya udahlah biarin aja, kita tunggu Arya tenang dulu. Gimana kalau besok kita jalan - jalan aja sambil menghilangkan stress.." ajak Reyhan.

" Sepertinya Zahra nggak bisa Mas, Zahra pengen ke makam ayah dan ibu. Semenjak ayah meninggal, Zahra tak pernah mengunjunginya...".

" Aku antar ya, sekalian jalan - jalan..." ucap Reyhan.

"Tapi jauh lho Mas, di luar kota..." saut Zahra.

" Nggak masalah, kan libur dua hari.."

" Biasanya juga Mas Rey sibuk di hari libur, nanti kalau di cariin Mas Arya gimana...?" tanya Zahra.

" Dia masih marah, nggak bakalan nyariin.." jawab Reyhan.

" Saya keruangan boss dulu, takut dia kangen dari pagi belum lihat muka orang ganteng.." seringai Rey.

Reyhan mengetuk pintu ruangan Arya lalu masuk karena tak ada sahutan.

Rey masuk lalu duduk di depan Arya.

" Boss, ada yang pengen gue bicarain..."

" Kalau bukan soal kerjaan nggak usah ngomong.." jawab Arya ketus.

" Kadang apa yang lho lihat itu belum tentu benar. Cobalah untuk berfikir positif dalam menyelesaikan suatu masalah. Jangan sampai lho menyesal nantinya..." ucap Reyhan.

" Gue nggak butuh nasehat lho, keluar sana..." usir Arya.

" Fine, gue akan keluar. Jangan cari gue kalau masih marah. Gue mau refreshing mencari udara segar besok.." ucap Reyhan.

" Terserah.."

Setelah Reyhan keluar, Arya menyandarkan punggungnya di sofa. Dia merenungkan omongan Arya tadi.

" Tidak mungkin aku salah, aku melihat mereka bermesraan kayak gitu. .." geram Arya.

Tak lama Zahra masuk keruangan Arya.

" Maaf pak, sudah waktunya sholat jum'at..."

" Iya..." jawab Arya singkat.

Zahra keluar lagi lalu kembali menyelesaikan kerjaannya.

" Za, Arya udah keluar belum...?" tanya Reyhan.

" Belum, tapi tadi udah aku ingetin untuk sholat jum'at.." jawab Zahra.

" Ok, aku berangkat sekarang Za..." pamit Reyhan.

" Iya mas, hati - hati..." ucap Zahra bertepatan dengan Arya keluar dari ruangannya.

" Rey, tunggu kita bareng.." kata Arya.

" Siap Boss..." jawab Rey.

Arya tidak mau terlihat oleh karyawan kalau mereka tidak akur. Walaupun mereka jarang bicara tidak seperti biasanya.

Selesai sholat jum'at Arya dan Reyhan mampir ke Restoran terdekat untuk makan siang. Arya jadi ingat kalau biasanya mereka makan bertiga.

" Rey, pesen satu porsi buat Zahra. Siapa tahu dia nungguin kamu buat makan bareng.." ucap Arya.

" Hahahaa...lho bisa aja, padahal gue aja malah nggak mikirin Zahra makan apa belum..." jawab Reyhan sambil tertawa.

" Gue tahu lho masih perhatian sama Zahra Ar, walaupun sedang marah tapi tatapan mata lho nggak bisa bohong.." batin Reyhan.

" Mas, tolong bungkus tiga porsi ya.." ucap Reyhan pada pelayan.

" Lho Rey, kok tiga. Gue kan nyuruhnya satu..." saut Arya.

" Kita makan di kantor aja.." ucap Reyhan.

Sampai di kantor Rey melihat Zahra masih bekerja, lalu menghampirinya.

" Za, yuk kita makan dulu. Aku udah beli makanan.." ajak Reyhan.

" Nggak usah Mas, nanti Zahra bisa makan di kantin.." jawab Zahra melihat tatapan tak menyenangkan dari Arya.

" Tapi Za,..."

" Zahra keluar dulu..." pamit Zahra.

" Zahraa... masuk keruanganku.." perintah Arya lalu masuk keruangannya. Zahra langsung mengikuti Arya disusul Reyhan di belakangnya.

Mereka makan dengan diam, setelah selesai Arya langsung masuk ke kamar pribadinya.

" Mas Rey, Mas Arya kenapa..?"

" Udah, ayo kita keluar dulu dari sini.." jawab Reyhan.

Mereka berdua keluar dari ruangan Arya dan ngobrol di meja kerja Zahra.

" Za, sepertinya Arya masih peduli sama kamu. Tadi aja dia masih mikirin kamu makan apa belum.." ucap Reyhan.

" Mas Rey bisa aja, ngeliat wajah Zahra aja tidak mau dia.." sungut Zahra.

" Hahahaa...bisa aja kamu Za...?" ucap Reyhan.

Sementara Arya, dia bingung dengan dirinya sendiri. Rasanya sepi tak ada Zahra di sisinya. Arya tak bisa jika harus membenci Zahra.

" Aulia, aku merindukanmu. Hanya kamu yang bisa membuat aku merasa nyaman. Tapi, saat ini ada nama Zahra di hatiku. Semoga kamu tidak marah, sebisa mungkin aku akan selalu setia sama kamu. Tunggulah beberapa saat lagi, kita akan bertemu di tempat kita pertama kali bertemu..." gumam Arya.

.

.

TBC

☀️☀️☀️

Mentari

Berikanlah aku sedikit sinarmu

Hangatkanlah hatiku yang beku

Agar pikiranku menjadi jernih kembali...

☀️☀️☀️

.

1
Rekha Martha
gimana dgn ceritanya reyhan kakak nya zahra thor
Jusmiati
iya ini aku Zahra 😀😀😀
Jusmiati
foto Zahra waktu bayi
Jusmiati
bidadari surga ku....😀😀😀
Jusmiati
😀😀😀😀
Jusmiati
kasian Mona....tegang Banget deh Thor....
Jusmiati
aiiss banyak sekali teka teki nya....😇😇😇😇
Jusmiati
Zahra dan Rey bersaudara Thor....
Jusmiati
😀😀😀😀😀
Jusmiati
pasti enggak diijinkan....
Jusmiati
dibutuhkan keterbukaan dalam sebuah hubungan....😔😔😔
Jusmiati
sebenarnya Zahra ini sosok yang manja, dia selalu ingin mencari pelindung seperti sosok ayahnya....
Jusmiati
kok diulang sih...
Jusmiati
hmmm Zahra salah kamar 😀😀😀
Jusmiati
tega banget si bosss....😇😇😇
Jusmiati
ketemu teman masa kecil deh....
Jusmiati
namanya Zahra, tapi memperkenalkan diri dgn nama Aulia.... bingung...😇😇😇😇😇
Nirwati Mapparessa
ferdi pasti kaget melihat zahra ada di villa iti
Rini Haryati
bagus
Rini Haryati
bagus,keren
semangat
sukses,mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!