Cerita ini Menceritakan tentang Perjalanan Hidup dan cinta gadis muda.
Dahulu dia adalah Seorang Gadis yang Ceria, Manja dan Dia juga Terlahir dari Keluarga Pengusaha.
Semenjak Ayahnya pergi Kehidupannya mulai tersiksa, Hari-harinya penuh Siksaan dan Cacian.
Awal mula kehidupan baru terjadi, Dia Di pertemukan dengan Seorang Pengusaha, di pertemukan di tempat dan waktu yang salah.
Pertemuan mereka begitu pahit, Namun akan kah berbuah manis pada akhirnya?
Ikuti Cerita ini ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GIRL MEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAHLAWAN
Alika merasa sangat senang, akhir nya tangan dia terlepas dari cengkraman Faris, Walau terasa sedikit nyerih dan memar.
Seusai laki-laki itu jatuh ke tanah, Ia melangkah cepat ke arah Alika.
"Sayang?"
"Apa kamu terluka?" tanya Arjuna panik, sambil memeluk Alika yang masih menangis.
"Kakaa..." lirik Alika dengan suara senyap.
Alika menenggelamkan wajah nya ke dalam dada Arjuna, Dia memeluk Arjuna begitu erat.
Di saat Arjun dan Alika berpelukan datang lah dua orang laki-laki berotot.
"Kemana saja kalian?" tanya Arjuna dengan tatapan tajam.
"Aku menyuruh kalian kesini untuk menjaga dia,"
"Kenapa kalian baru datang?" ucap Arjuna lagi, Dia berusaha berbicara sedikit lembut agar Alika tidak merasa ketakutan.
"Maaf tuan,"
"Tadi di perjalanan menuju ke sini kami di hadang oleh orang yang pernah mengganggu Nona Alika." jawab salah satu pria.
"Kalian urus dia!" perintah Arjuna, Dua orang pria itu langsung mengangguk
"Ahh..." Faris meringis kesakitan di bagian pinggang dan seperti nya tangan dia terkilir, bagian tangan kiri yang di tendang Arjuna.
"Itu belum seberapa untuk mu!" berdecak kesal.
"Jika kau menyentuh gadis ku lagi, akan aku hancurkan hidup mu." ancam Arjuna kepada Faris.
"Jangan sampai aku melihat Tangan kotor mu itu lagi,"
"Mendekati dia dan menyentuh nya." ucap Arjuna sambil membelai rambut Alika.
Orang-orang yang melewati tempat itu merasa sedikit tenang, setelah melihat Alika terbebas dari cengkraman kuat Faris.
"Alhamdulillah.. Untung saja gadis kecil itu di tolong!"
"Benar-benar Pahlawan!"
"Biar tau rasa itu laki-laki yang suka kasar sama perempuan!" tidak ada satu orangpun yang mau menolong Faris.
"Beruntung sekali gadis itu." melihat Arjuna yang sedang memeluk Alika.
"Lain kali jaga dia baik-baik tuan." ucap seorang yang melewati mereka.
"Iya tuan, Jaman sekarang banyak kekerasan." ucap yang lain nya.
"Iya mbak, Terimakasih!" ucap Arjuna, Seulas senyuman.
Arjuna berusaha mengangkat wajah Alika supaya Alika mau menatap dia, Namun Alika tidak mau.
Arjuna menuntun Alika untuk masuk ke dalam mobil, di dalam mobil Arjuna berusaha menenangkan Alika dengan berbagai cara.
"Sayang?"
"Kamu tidak usah takut lagi, Ada aku di sini." sambil menyeka rambut yang berantakan di wajah Alika.
Dia menghapus setiap butiran air yang jatuh satu persatu dari pelupuk mata Alika. Dengan salah satu jari jempol.
"Sayang, apa tangan mu sangat sakit?" memegang pergelangan tangan Alika yang memar dan memerah.
Alika sedikit mengangguk. " Hiks.. Aku taakuutt..." ucap Alika lirih dengan suara isak tangis.
"Sayang, ini lah alasan utama ku kenapa aku ingin cepat menikahi kamu,"
"Biar aku lebih leluasa menjagamu 24 jam." ucap Arjuna dengan lembut, Dia kembali memeluk Alika.
"Kakak." Alika menyondorkan wajah nya ke atas agar bisa melihat wajah Arjuna.
"Iya sayang,"
"Ada apa?" tanya Arjuna lembut sambil mencium kening Alika.
"Maafkan aku!" ucap Alika.
"Tidak perlu mintak maaf sayang,"
"Seharus nya kakak yang mintak maaf, sudah membuat mu jadi begini." seulas senyuman dari Arjuna.
"Kita pulang sekarang." ajak Alika.
"Baiklah sayang, tapi kamu jangan menagis lagi." ucap Arjuna sambil mengelus kepala Alika, Alika hanya mengangguk pelan.
Selama perjalanan pulang, Alika selalu memeluk lengan Arjuna sebelah, bahkan kini dia menyandarkan kepala nya di pundak Arjuna.
Flasback.
Bram melajukan mobil dengan ke cepat tinggi di jalan raya, saat di perjalanan dia melihat salah satu mobil yang pernah menghadang dia.
"Bukannya itu mobil yang pernah mengganggu ku?" berpikir sejenak.
"Sepertinya mereka terburu-buru sekali,"
"Baik lah akan aku handang balik kalian, biar terlampat datang ke tempat tujuan kalian." ucap Bram dengan senyum sinis.
Bram selalu menghadang mobil mereka dengan kecepatan lebih tinggi dari biasa nya, dia tidak pernah mau memberi jalan untuk mobil itu.
Sedangkan di dalam mobil yang lain, mereka masih berusaha menerobos mobil yang menghadang mereka.
"Sial!" teriak salah satu Pria.
"Dia mau bermaina-main dengan kita lagi." ucap pria itu lagi.
"Kau benar,"
"Tapi kita tidak bisa meladani dia saat ini, kita berusaha menerobos dia dengan cepat." ucap teman nya yang duduk di bangku sebelah.
"Nanti akan kita cari waktu untuk mebalas dia." tutur nya lagi.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka berhasil juga menerobos Mobil yang mengganggu dan menghadang mereka.
Di kantor
Syam masih setia menemani Dinda, yang sedang lagi mengerjakan beberapa berkas.
Suara memecahkan keheningan yang terjeda cukup lama di antara mereka. "Syam?" ucap Dinda sambil melirik Syam yang berbaring di sofa.
"Hmm..." Ia menyahut.
"Jawaban macam apa itu?" tanya Dinda kesal, sedangkan Syam malah tersenyum.
"Jadi kamu mau aku jawab apa?" tanya Syam.
"Mau aku jawab Iya... Sayang kamu mau apa?" goda Syam sambil tertawa kekeh, Dia membuat Dinda malah semakin kesal.
"Syam!" teriak Dinda dengan tatapan tajam.
Bukannya takut tapi malah senang, "Iya Sayang," ucap Syam lagi, Dinda mencubit tangan Syam.
"Auww... Sakit juga din," Syam berusaha menghindar dari cubitan Dinda yang datang berkali-kali.
"Aku mau tanya sesuatu." ucap Dinda sambil menghentikan cubitan.
"Apa?" tanya Syam melihat ke arah Dinda.
"Ada hubungan apa tuan Arjuna dan Nona Alika?" tanya Dinda, Syam malah tersenyum melihat Dinda yang begitu penasaran dengan Mereka.
"Bukan menjawab malah tersenyum senyum." ucap Dinda sambil menyodorkan bibir bawah.
"Tanpa Aku jawab, kamu juga pasti sudah tau jawabannya." Jawab Syam, Dinda hanya menggangguk.
"Sudah siap semua?" tanya Syam, Dia berusaha mengalihkan pembicaraan, Dinda menggeleng.
"Ya sudah,"
"Nanti saja kita lanjutkan, kita belum makan siang,"
"Ini sudah mau hampir sore."
"Ayo kita cari makan di luar dulu." ajak Syam, Dinda bangkit lalu mengikuti Syam.
Mereka berdua keluar dari dalam kantor, mencari restoran terdekat di daerah sekitar kantor.
Aufa melihat mereka berdua dengan tatapan sangat kesal.
"Kenapa harus perempuan itu?" guman dia pelan.
*****
Arjuna merasa Alika tidak bersuara lagi, Dia menoleh ke arah Alika.
"Sayang!" tidak ada jawaban.
"Sayang, Apa kamu baik-baik saja?" sambil melihat wajah Alika.
"Hm..!"
"Dasar, Ternyata dia ketiduran." ucap Arjuna terkekeh.
Melihat Alika tidur, Arjuna memberhentikan mobil di pinggir jalan, dia memperbaiki posisi tidur Alika biar sedikit nyaman.
Sebelum kembali menyetir, Arjuna mendaratkan ciuman di bibir Alika terlebih dahulu.
"Kamu tidur seperti ini saja, hatiku sangat merasa senang,"
"Beristerahat lah sayang." kembali mengecup bibir Alika pelan, sambil mengusap kepala Alika.
Arjuna merai ponel, Lalu menghunbungi seseorang untuk mencari tau siap laki-laki yang membuat Alika terluka hari ini.
Awalnya dia ingin bertanya kepada Alika, tetapi dia merasa ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya kepada Alika.
Apa lagi mengingat ke adaan Alika saat ini, dia benar-benar merasa takut.
Arjuna melihat Alika merasakan takut yang sama saat seperti dia memarahi Alika.
deg2an jg bc y selamat dr kucing garong mlh masuk kandang buaya, mudah2an si buaya mau bertanggungjawab kpdmu