NovelToon NovelToon
BEYOND THE DOOR OF DEATH

BEYOND THE DOOR OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Mata Batin
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: elrznta

Hyeana adalah seorang gadis biasa yang tiba-tiba terlempar ke dimensi lain lalu Hyeana mencoba untuk keluar dari sana, ia mencari jalan keluar namun yang dia lalui hanya dunia yang tidak ada ujungnya. lalu tanpa sengaja ia tersandung hingga terjatuh didepan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat indah, namun pintu itu otomatis terbuka lebar dengan disertai suara yang aneh. Hyeana ingin mencoba masuk ke sana karena ia berfikir siapa tau jalan untuk ia pulang berada dibalik pintu tersebut. Ketika ia hendak memasuki pintu tersebut, tiba-tiba muncul seorang pria dibelakangnya, lalu pria tersebut mengulurkan tangan-nya dan pria itu berkata, “Belum waktunya kamu berada di sini”.....Tak lama kemudian, Hyeana terbangun kembali di kamarnya dengan seorang pria berdiri di samping tempat tidurnya. Siapakah pria ini dan bagaimana kelanjutan dari kisah mereka? to be continue...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elrznta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

300 YEARS AGO

300 tahun lalu…Kerajaan Moonhaven hancur malam itu. Langit berubah merah gelap dipenuhi api dan abu. Menara-menara putih kerajaan runtuh satu per satu sementara suara ledakan sihir terus mengguncang tanah.

‘Jeritan, tangisan, darah’

Perang antara Moonhaven dan Rimegate benar-benar berubah menjadi pembantaian. Pasukan Rimegate menyerbu tanpa ampun ke seluruh penjuru kerajaan. Api membakar taman-taman bulan Moonhaven yang dulu indah hingga hanya tersisa abu hitam.

Dan di tengah kekacauan itu, seorang pria berambut hitam berdiri di antara ratusan mayat prajurit Rimegate. Mantel hitam panjangnya sudah dipenuhi darah. Mata merah menyala itu dingin, sangat mengerikan. Dia adalah Harvey, pangeran dari kerajaan Veilstead.

Roh-roh hitam mengelilinginya seperti badai hidup sementara pedang hitam emas di tangannya terus menebas siapa pun yang mendekat.

BRAKKK.

Satu ledakan aura menghancurkan puluhan prajurit sekaligus.

“P-Pangeran Veilstead—”

DUK.

Kepala prajurit itu langsung terpenggal sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya. Bahkan di tengah perang sebesar ituTatapan Harvey terus mencari satu orang.

“Ileana…” Suaranya pelan hampir tenggelam di tengah suara perang dan beberapa detik kemudian, mata merah Harvey langsung melebar.

Di kejauhan…Ia melihat seorang gadis berlari keluar dari reruntuhan istana Moonhaven. Gaun putihnya penuh darah dan debu, rambut panjangnya berantakan namun Harvey tetap mengenalinya hanya dalam sekali lihat.

“ILEANA!” teriak Harvey memanggil ileana yang sedang berlari keluar dari reruntuhan

Mata Ileana langsung membesar.

“Harvey!”

Untuk sesaat…Dunia terasa berhenti.

Ileana langsung berlari ke arah Harvey secepat mungkin. Air mata jatuh di wajahnya saat akhirnya melihat pria itu masih hidup. Harvey juga bergerak maju ingin mencapainya namun.....

BRAKKK.

Tiga prajurit Rimegate langsung menyerang Harvey bersamaan. Harvey menghempaskan mereka brutal dengan auranya, tapi semakin banyak pasukan berdatangan menahannya karena semua orang tahu. Selama Harvey masih membantu Moonhaven.…Rimegate tidak akan bisa menang.

“Ileana tunggu!”

Harvey mencoba bergerak maju lagi namun rantai sihir hitam mendadak mengikat lengannya.

DUK.

Sihir besar menghantam tubuh Harvey sampai tanah di bawahnya retak.

“CUKUP TAHAN DIA!”

Puluhan prajurit langsung menyerbu Harvey sekaligus, di sisi lain....Ileana masih terus berlari ke arah Harvey.

“Harvey!”

Senyumnya mulai muncul kecil penuh lega. Ia hampir sampai namun tepat saat itu....Seseorang muncul di depannya. Langkah Ileana langsung berhenti.

“Aileen…?”

Di tengah abu perang berdiri seorang wanita berambut perak pucat dengan gaun hitam kerajaan Rimegate. Tatapannya dingin namun matanya dipenuhi sesuatu yang jauh lebih buruk.

‘Kecemburuan, kesedihan, dan obsesi yang sudah hancur terlalu lama.’

“Akhirnya….” bisiknya pelan.

“Aku menemukanmu.”

Ileana mundur satu langkah kecil.

“Aileen.…tolong.…biarkan aku lewat.…”

Tatapan Aileen perlahan berubah saat mendengar suara Harvey terus memanggil nama Ileana dari kejauhan.

“ILEANA!”

Deg.

Wajah Aileen langsung retak penuh rasa sakit. Bahkan sekarang....Bahkan di tengah perang ini....Harvey tetap hanya melihat Ileana, bukan dirinya. Tangannya mulai gemetar, Air matanya jatuh pelan.

“Aku sudah mencintainya lebih lama darimu.…” Suaranya mulai pecah.

“Aku selalu ada untuknya....”

Ileana langsung sadar ada sesuatu yang salah.

“Aileen.…”

“Tapi kenapa.…kenapa....” air mata terus jatuh dari mata Aileen.

“Kenapa dia tetap memilihmu?”

Mata Ileana melebar dan beberapa detik kemudian....

DUK.

Pedang hitam langsung menembus dada Ileana. Tubuh Ileana membeku. Matanya perlahan turun menatap pedang yang kini menembus tubuhnya sendiri. Darah hangat mulai mengalir deras membasahi gaun putihnya.

“Ai…leen…”Suaranya kecil sekali.

Di kejauhan.....Mata merah Harvey langsung membesar penuh horor.

“ILEANA!!!”

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya…Suara Harvey benar-benar terdengar hancur. Tubuh Ileana perlahan jatuh ke belakang, darah terus keluar tanpa henti dan dunia Harvey langsung runtuh saat itu juga.

BRAKKKKKK.

Aura hitam raksasa meledak memenuhi seluruh medan perang. Langit langsung berubah gelap.

Tanah retak, Roh-roh Veilstead mengamuk liar sambil menjerit memenuhi udara. Semua prajurit Rimegate langsung membeku ketakutan. Karena aura Harvey sekarang…seperti monster yang baru kehilangan separuh jiwanya.

Harvey menghancurkan rantai sihir di tubuhnya secara paksa lalu langsung membantai semua prajurit yang menghalangi jalannya.

CLANG—

CLANG—

CLANG—

Darah memenuhi tanah, Jeritan terdengar di mana-mana, namun Harvey bahkan tidak melihat mereka lagi. Matanya hanya tertuju pada Ileana dan Harvey akhirnya berhasil menangkap tubuh Ileana sebelum jatuh sepenuhnya ke tanah.

“Ileana…”

Tangannya gemetar parah saat memeluk tubuh gadis itu. Gaun putih Ileana sekarang sudah berubah merah seluruhnya, darah terus membasahi mantel hitam Harvey namun Harvey tidak peduli,

Ia terus memegang tubuh Ileana erat seolah takut gadis itu akan benar-benar hilang.

“Ileana…lihat aku…” Suaranya pecah.

Untuk pertama kalinya…Harvey menangis. Air mata jatuh tanpa bisa dihentikan dari mata merah itu. Ileana tersenyum kecil walau darah terus keluar dari bibirnya.

“Harvey…”

“Tidak…jangan bicara…”

“Aku senang…”

Nafas Ileana mulai melemah.

“aku bisa melihatmu lagi…”

Harvey langsung menggenggam tangannya erat.

“Aku akan menyelamatkanmu.”

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi.”

Namun bahkan Harvey sendiri tahu…Lukanya terlalu parah. Tubuh Ileana sudah mulai dingin dan itu membuat Harvey semakin hancur.

“Harvey…”

“Hyena…”

Ileana mengangkat tangannya perlahan lalu menyentuh wajah Harvey yang penuh darah dan air mata, tatapannya tetap memandang Harvey dengan lembut, sama seperti biasanya.

“Jangan pernah merasa sendirian lagi…Harvey....”

Deg.

Kalimat itu langsung menghancurkan sisa pertahanan Harvey sepenuhnya karena bahkan di detik terakhir hidupnya…Ileana masih mengkhawatirkan dirinya. Harvey langsung menundukkan kepala sambil memeluk tubuh Ileana semakin erat.

Beberapa detik kemudian....tangan Ileana jatuh lemah, matanya perlahan tertutup, suasana berubah semakin sunyi, dunia terasa berhenti. Harvey hanya terdiam memeluk tubuh Ileana yang sudah tidak bergerak. Sampai akhirnya....

“Aku…tidak menyesal…”Suara Aileen terdengar lirih dari belakang.

“Sekarang dia sudah mati, kau harus setuju untuk menikah denganku" lanjut Aileen

Harvey perlahan mengangkat wajahnya, matanya kosong, namun justru itu yang membuatnya jauh lebih mengerikan. Aileen berdiri beberapa langkah di belakang dengan tubuh gemetar dan air mata memenuhi wajahnya.

“Kalau aku tidak bisa memilikimu…” ucap Aileen

“maka tidak ada siapa pun yang boleh memilikimu Harvey” lanjutnya lagi

Harvey perlahan berdiri sambil tetap memeluk tubuh Ileana yang sudah tak bernyawa itu. Aura hitam mulai keluar dari seluruh tubuhnya seperti kabut kematian. Tanah di bawah kaki Harvey retak perlahan.

“Aileen…” Suaranya sangat pelan.

Namun seluruh medan perang langsung terasa membeku. Untuk pertama kalinya....Aileen merasa takut. Takut bukan pada Pangeran Veilstead tapi pada seseorang yang baru saja kehilangan alasan hidupnya. Harvey berjalan mendekat perlahan, setiap langkahnya membuat roh-roh Veilstead menjerit liar memenuhi langit.

“Aku sudah memperingatkanmu Aileen.....” Mata merah Harvey perlahan terangkat menatap Aileen.

“Aku memperingatkanmu untuk tidak menyentuhnya Aileen.”

BRAKKKKK.

Dalam sepersekian detik....tubuh Aileen langsung tertembus puluhan tombak hitam dari aura Harvey. Mata Aileen membesar, darah keluar dari bibirnya.

Namun di detik terakhir hidupnya…Ia masih menatap Harvey. Aileen masih mencintainya, masih hancur karenanya dan beberapa detik kemudian....Tubuh Aileen jatuh tak bernyawa ke tanah Moonhaven yang sudah dipenuhi darah. Lalu tiba-tiba....

“L-LARI!!”

“MONSTER—”

“DIA MONSTER!!”

Para prajurit Rimegate yang masih hidup langsung panik ketakutan. Aura Harvey sudah terlalu mengerikan untuk dilawan. Sampai bahkan langit sendiri terasa menolak keberadaannya.

Di kejauhan, seorang pria menatap semua itu dengan wajah pucat. Dia adalah Hexyan, kakak laki-laki Aileen. Matanya membelalak saat melihat tubuh adiknya tergeletak tak bernyawa.

“Ai...leen…”

Namun bahkan Hexyan tahu, mereka sudah kalah.

Tidak…Mereka baru saja membangunkan sesuatu yang jauh lebih buruk dari perang itu sendiri.

“SEMUA PASUKAN MUNDUR SEKARANG!!” Teriaknya penuh panik.

Dan malam itu…Sisa pasukan Rimegate langsung melarikan diri meninggalkan Moonhaven yang sudah hancur total. Tidak ada yang berani tinggal, tidak ada yang berani mendekati Harvey lagi karena di tengah reruntuhan kerajaan yang terbakar itu....Harvey masih berdiri sambil memeluk tubuh Ileana yang dipenuhi darah.

*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊*₊

Langit Moonhaven masih dipenuhi abu saat Harvey akhirnya bergerak meninggalkan reruntuhan kerajaan itu. Tubuh Ileana tetap berada dalam pelukannya. Gaun putih yang dulu selalu bersih kini dipenuhi darah merah gelap. Rambut panjangnya jatuh lemah tertiup angin malam sementara Harvey berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tidak ada yang berani menghentikannya. Roh-roh hitam Veilstead terus mengelilingi Harvey seperti bayangan kematian. Bahkan sisa api perang perlahan padam saat ia lewat, seolah dunia sendiri takut menyentuhnya, dan jauh di atas langit merah malam itu…Gerbang perak raksasa perlahan terbuka.

Gerbang menuju Veilstead.

CREAKK

Aura gelap turun seperti badai saat Harvey melangkah masuk ke dalam kerajaannya. Seluruh istana Veilstead langsung gemetar. Para roh penjaga menundukkan kepala dalam diam ketika melihat pangeran mereka kembali membawa tubuh seorang gadis di pelukannya. Namun tidak ada yang berani bicara karena mata Harvey sekarang kosong, benar-benar kosong.

Ruang terdalam istana Veilstead malam itu dipenuhi cahaya hitam keunguan. Simbol-simbol kuno memenuhi lantai marmer sementara roh-roh kuno berputar perlahan di udara. Di tengah ruangan…Tubuh Ileana dibaringkan di atas altar kristal hitam emas. Harvey berdiri di sampingnya tanpa bergerak sejak tadi. Tangannya terus menggenggam tangan Ileana yang mulai dingin.

“Aku sudah bilang…aku akan menyelamatkanmu Ileana.” Suaranya pelan namun kali ini…tidak ada jawaban lembut dari Ileana.

Untuk sesaat, mata merah Harvey bergetar kecil lalu perlahan…Ia mengangkat satu tangannya ke udara.

BRAAAAAKKKK.

Seluruh istana Veilstead langsung bergetar hebat.

Roh-roh kuno mulai menjerit memenuhi ruangan. Aura hitam mengalir keluar dari tubuh Harvey seperti lautan tanpa akhir. Simbol sihir di lantai mulai menyala satu per satu. Sebuah ritual terlarang, ritual yang bahkan Veilstead sendiri tabu untuk digunakan.

‘Reinkarnasi Jiwa.’

“Bawakan kembali jiwanya kepadaku…” bisik Harvey pelan.

“Apa pun harganya akan aku bayar.”

Cahaya hitam langsung menelan seluruh ruangan dan untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun…Pintu antara dunia roh dan dunia manusia terbuka paksa.

DUKKK.

Tubuh Harvey sedikit gemetar saat melihat tubuh ileana berubah menjadi cahaya putih terang. Harvey langsung mengulurkan tangan ingin meraihnya. Namun…Cahaya itu justru bergerak menjauh, Mata Harvey langsung membesar.

“TIDAK, CEPAT KEMBALI KEMARI ILEANA” teriak Harvey panik

Roh-roh Veilstead mulai menjerit semakin keras. Retakan muncul di seluruh altar kristal seolah dunia menolak ritual itu.

“ILEANA!”

Harvey mencoba menahan jiwa itu dengan auranya, namun cahaya putih tersebut terus naik semakin tinggi menuju celah dimensi yang terbuka di atas altar. Di detik itulah…Harvey mendengar suara samar. Sangat pelan namun begitu familiar.

“Harvey...”

Deg.

Tubuh Harvey membeku, cahaya putih itu bergetar kecil seolah mencoba menyentuhnya untuk terakhir kali. Lalu…

BRRAAKKKK.

Gerbang dimensi tertutup paksa, cahaya jiwa Ileana langsung menghilang dari Veilstead, seluruh ruangan mendadak hening total. Harvey berlutut di depan altar yang sudah retak sambil menatap kosong ke tempat cahaya itu tadi menghilang. Harvey perlahan menundukkan kepalanya. Mata merahnya kembali kosong. Namun kali ini…Di dalam kehampaan itu, masih tersisa satu harapan, karena Harvey tahu jiwa ileana belum hilang, Ileana…masih hidup di suatu tempat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!