NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Retaknya Dinding Keangkuhan

Dua jam telah berlalu sejak Alena meminum obat penurun panas yang diberikan oleh Mahesa. Efek zat analgesik dan kehangatan sup ayam rempah buatan mantan cleaning service itu bekerja dengan sangat baik di dalam tubuh sang nona besar. Perlahan, suhu tubuh Alena mulai menurun ke angka normal. Keringat tipis tampak membasahi kening dan leher jenjangnya, membawa pergi rasa linu yang sempat mengunci seluruh persendiannya sejak subuh tadi.

Saat Alena membuka sepasang mata indahnya kembali, suasana di dalam kamar utama penthouse mewah itu terasa begitu tenang dan damai. Rintik gerimis di luar jendela kaca raksasa masih setia mengguyur panorama gedung-gedung pencakar langit Sudirman, menciptakan atmosfer syahdu yang mengisolasi kamar tersebut dari kebisingan dunia luar.

Pandangan mata Alena langsung tertuju ke arah sudut ruangan, tepat di samping pintu balkon yang tertutup rapat. Di sana, Mahesa masih berdiri tegak dengan sikap sempurna yang konstan. Tubuhnya yang dibalut kemeja hitam polos dengan lengan digulung rapi tampak laksana sebuah pilar kokoh yang takkan pernah goyah oleh badai apa pun. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke depan, penuh kewaspadaan profesional, namun langsung melunak saat menyadari bahwa sang nona besar telah terbangun dari tidurnya.

"Apakah tidur Anda nyenyak, Nona Alena? Bagaimana rasanya? Apakah tubuh Nona sudah terasa lebih nyaman?" tanya Mahesa dengan nada suara beratnya yang terdengar sangat tenang, jernih, dan berwibawa.

Alena bergerak perlahan, mengubah posisinya dari berbaring menjadi bersandar pada tumpukan bantal empuk di kepala ranjang. Ia merapikan beberapa helai rambut indahnya yang berantakan dengan jari-jemarinya yang lentik. Merasakan tubuhnya yang kini jauh lebih ringan, batin Alena kembali berdesir hebat. Rasa nyaman dan aman yang begitu mendalam merayap masuk, memenuhi seluruh relung hatinya. Dinding keangkuhannya yang selama ini berdiri kokoh laksana benteng baja, kini benar-benar retak dan runtuh perlahan demi perlahan akibat ketulusan protektif pria di depannya.

Namun, sebagai seorang putri tunggal triliuner yang terbiasa dipuja, ego manjanya masih enggan untuk mengakui perasaan hangat tersebut secara terang-terangan di depan Mahesa.

"Udahan... udah mendingan kok. Pusingnya udah agak ilang, tinggal lemesnya aja dikit," jawab Alena dengan suara bernada pelan, kehilangan seluruh aksen melengking tinggi atau ketus yang biasa ia gunakan untuk membentak Mahesa. "Lagian lu ngapain sih berdiri terus di situ kayak patung pancoran? Lu beneran nggak punya rasa capek ya semenjak kemarin?"

Mahesa melangkah maju beberapa tapak dengan gerakan kaki yang sangat halus tanpa suara, memangkas jarak di antara mereka hingga berdiri tepat di samping tempat tidur. "Tugas saya adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan Nona terjamin penuh selama dua puluh empat jam penuh. Selama Nona belum pulih total, saya tidak akan menurunkan tingkat kewaspadaan saya bahkan untuk satu detik pun," tutur Mahesa dengan intonasi suara yang sangat teratur dan sarat akan kedalaman komitmen.

Alena membuang mukanya ke arah samping, menatap rintik gerimis di balik kaca untuk menyembunyikan semburat merah tipis yang kembali muncul di kedua pipinya akibat rasa salah tingkah. "Halah, dasar kaku! Lu tuh robot apa manusia sih? Duduk gih sana di sofa depan, risih tahu nggak dilihatin terus kayak gitu!" ketus Alena, berusaha keras mempertahankan sisa-sisa watak manjanya walau kini kalimatnya terdengar seperti sebuah perhatian terselubung.

"Terima kasih atas perhatian Anda, Nona. Namun, saya lebih memilih berada di posisi ini agar bisa merespons dengan cepat jika Nona membutuhkan sesuatu secara mendadak," balas Mahesa dengan senyuman tipis penuh karisma misterius yang tersungging di sudut bibir tegasnya.

Alena mendengus kecil, namun sudut bibirnya tidak bisa berbohong untuk ikut melengkungkan senyuman tipis yang sangat manis. Di dalam lubuk hatinya, Alena merasa sangat senang dan bersyukur karena Mahesa menolak untuk pergi jauh darinya. Kehadiran Mahesa yang begitu dekat memberikan efek psikologis yang sangat menenangkan batin, mengusir segala rasa sepi dan trauma ketakutan pasca-serangan Wijaya Group yang selama ini menghantui pikiran malamnya.

"Mahesa..." panggil Alena setelah sempat terdiam beberapa saat, suaranya kini terdengar sangat lembut, tulus, dan kehilangan seluruh topeng keangkuhannya yang biasa.

"Iya, Nona Alena. Ada yang bisa saya ambilkan untuk Anda?" sahut Mahesa segera, menundukkan kepalanya sedikit dengan sikap hormat yang konsisten.

Alena memilin ujung selimut tebalnya dengan manja, matanya menatap lekat ke arah urat-urat lengan kekar Mahesa sebelum mendongak menatap sepasang mata elang pria itu. "Lu... lu beneran nggak dendam ya sama gua? Maksud gua... waktu di mal kemarin, terus waktu di kampus pas temen-temen gua ngatain lu... gua kan diem aja, bahkan gua sempet ikut-ikutan ngehina status lama lu yang mantan OB kantor Papa," tutur Alena dengan nada suara yang bergetar emosional, menyuarakan rasa bersalah mendalam yang selama ini mengganjal di dalam dadanya.

Mahesa menarik napas panjang yang sangat tenang, membiarkan energi murni Kitab Inti Jagat di bawah pusarnya memancarkan aura kesejukan batin yang luar biasa ke sekeliling kamar. Ia menatap Alena dengan tatapan mata yang sangat teduh namun penuh ketegasan tekad seorang ksatria sejati.

"Nona Alena, bagi saya, semua ucapan atau tindakan luar batin yang terjadi akibat pengaruh lingkungan keduniawian sama sekali tidak akan bisa menggores harga diri saya yang sesungguhnya," jawab Mahesa dengan kalimat yang penuh dengan kedalaman filosofis. "Saya tahu, di balik semua sikap keras kepala dan kemanjaan Nona selama ini, ada jiwa murni yang sedang menanggung beban kesepian dan tekanan yang teramat sangat dalam. Tugas saya bukan untuk menghakimi masa lalu atau sifat Nona, melainkan untuk menjadi perisai hidup yang memastikan Nona tetap aman hingga bisa mewujudkan semua impian mulia Anda."

Mendengar bait demi bait kalimat yang begitu dewasa, bijaksana, dan sarat akan ketulusan murni dari mulut Mahesa, pertahanan ego terakhir di dalam batin Alena benar-benar hancur lebur tanpa sisa. Rasa kagum dan keterpesonaan yang sempat ia pungkiri di basemen parkir kemarin kini mengalir deras, bertransformasi menjadi sebuah rasa nyaman yang mutlak. Alena menyadari bahwa pria berwibawa di depannya ini adalah satu-satunya manusia asli yang bener-bener peduli pada keselamatan nyawa dan ketenangan jiwanya, melampaui semua kemewahan harta benda yang dimiliki oleh Papanya.

"Lu tuh... bener-bener beda ya dari cowok-cowok lain yang pernah gua kenal," bisik Alena perlahan, matanya menatap lekat wajah tampan Mahesa tanpa ada sedikit pun kepalsuan lagi. "Mereka semua... termasuk Kevin atau anak-anak kaya di kampus, mereka cuma deketin gua karena nama besar Papa atau karena fisik gua. Tapi lu... lu tetep pasang badan buat gua bahkan setelah gua perlakuin kayak pelayan rendahan..."

Mahesa melipat kedua tangannya di belakang punggung tegapnya, memberikan penghormatan profesional yang tulus. "Karena bagi saya, kehormatan terbesar seorang pengawal adalah ketika orang yang dilindunginya bisa merasa aman dan tidur dengan nyenyak tanpa perlu mengkhawatirkan kegelapan malam, Nona," tutur Mahesa dengan dipenuhi getaran wibawa maskulin yang sangat kuat.

Alena tersenyum lebar, menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi hingga membuat wajah cantiknya yang pucat seketika memancarkan pesona keanggunan yang sangat memikat batin. "Ya udah deh, karena lu udah pinter banget ngomong puitis dari tadi, gua maafin semua kelakuan kaku lu hari ini," canda Alena dengan nada suara manja khasnya yang kini terdengar sangat renyah dan bersahabat. "Tapi inget ya! Nanti siang gua mau makan sup buatan lu lagi! Gulanya jangan banyak-banyak, rasanya harus persis kayak yang tadi pagi, paham?!"

"Dimengerti, Nona Alena. Saya akan segera menyiapkannya di dapur apartemen begitu jam makan siang tiba," jawab Mahesa dengan senyuman tipis penuh karisma yang tersungging di bibir tegasnya.

Alena kembali menyandarkan tubuh lemasnya ke bantal dengan perasaan yang teramat sangat damai dan bahagia. Retaknya dinding keangkuhan siang itu telah membuka lembaran baru yang jauh lebih selaras di antara sang putri mahkota dan sang pelindung sekeras karang. Di bawah naungan mendung ibu kota, Alena kini tidak perlu lagi berpura-pura menjadi sosok yang kuat dan angkuh, karena ia tahu, selama ada Mahesa yang berdiri dua langkah di dekatnya, keselamatannya akan selalu terjaga penuh di bawah perlindungan hawa murni yang tak tertandingi oleh kuasa apa pun di dunia ini.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!