NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Pengadilan Sang Hakim Agung dan Saksi dari Kegelapan

Aula Pengadilan Tertinggi Ivalice diselimuti atmosfer yang menekan dan dingin. Di atas kursi kehakiman yang tinggi, Pangeran Agung Alistair duduk dengan jubah kebesarannya.

Namun, kali ini tugasnya terasa seribu kali lebih berat, ia harus memimpin sidang untuk mengadili istrinya sendiri Putri Aurellia, atas dugaan dalang penculikan gadis-gadis di perbatasan.

Di sisi ruang sidang, Selir Yasmin berdiri dengan dagu terangkat, memancarkan aura kemenangan yang terselubung. Di sebelahnya, Pangeran Yovan menatap Lia dengan pandangan puas. Mereka berniat menjadikan Lia sebagai kambing hitam demi membersihkan nama mereka sendiri.

"Yang Mulia Raja, dan Pangeran Agung selaku Hakim Agung," suara Selir Yasmin bergema, terdengar begitu terluka namun penuh bisa.

"Bukti-bukti sudah tidak bisa terbantahkan. Gadis-gadis itu menghilang dengan keterlibatan energi medis tingkat tinggi. Siapa lagi di kerajaan ini yang memiliki akses dan motif sedalam itu jika bukan Putri Aurellia?"

Permaisuri Isadora sempat bangkit untuk mengintervensi.

"Yasmin, jaga bicaramu. Kita tidak bisa menuduh tanpa dasar yang kuat!"

"Dasar yang kuat, Permaisuri?"

Yovan menyela sambil melangkah maju, lalu melambaikan tangannya ke udara. Sebuah sihir gelembung rekaman memancar di tengah ruangan, menampilkan bayangan Aurellia di masa lalu yang sedang berdiskusi di dekat perbatasan.

Melihat rekaman itu, Lia yang berdiri di tengah aula pengadilan hanya bisa terdiam pasrah. Jantungnya mencelos. Ia tahu betul, Aurellia yang asli sebelum jiwanya terseret ke dalam cerita novel ini memang melakukan semua perbuatan terkutuk itu demi Yovan.

Ya Tuhan... apes banget nasib gue di mari, ratap Lia dalam hati, merenungi kemalangan hidupnya yang tiada akhir.

Masa iya gue harus menanggung dosa warisan si Putri Aurellia psikopat ini? Di dunia nyata, gue ini anak baik, rajin, manis, suka menabung, dan nggak pernah ngutang di kantin kampus! Kenapa sekarang malah dituduh jadi bos sindikat penculikan?!

Selir Yasmin menoleh ke arah Alistair, menatapnya dengan pandangan menuntut.

"Pangeran Agung adalah hakim yang terkenal paling adil di seluruh negeri. Saya harap Pangeran tidak pilih kasih atau tumpul ke atas hanya karena terdakwa kali ini adalah istri Pangeran sendiri."

Aula mendadak senyap. Alistair terdiam, wajahnya sekeras pahatan batu legendaris. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah Lia yang sedari tadi hanya menunduk diam.

Berdasarkan hukum Ivalice, bukti gelembung rekaman dan konfirmasi dari Menteri Pendeteksi Energi bahwa sisa energi di gua adalah milik Aurellia, sudah cukup untuk menjatuhkan hukuman mati atau pembuangan.

Namun, Alistair menahan suaranya agar tetap stabil.

"Putri Aurellia, apakah kamu memiliki pembelaan diri sebelum keputusan dijatuhkan?"

Alistair selalu memberikan kesempatan terakhir bagi terdakwa untuk bicara. Itu adalah prinsipnya sebagai seorang hakim tertinggi.

Lia mengangkat kepalanya, menatap Alistair dengan mata yang jernih.

"Saya tidak pernah melakukan penculikan itu, Pangeran."

Lia tidak berbohong. Semenjak dia masuk ke dalam tubuh ini, dia tidak pernah berbuat jahat sekalipun, bahkan justru hampir mati demi menyelamatkan orang. Namun di mata para menteri, ucapan Lia hanya terdengar seperti bualan seorang kriminal yang ketakutan.

Saat Alistair perlahan mengangkat palu pengadilan momen di mana ia harus mengesampingkan hubungan personal demi keadilan murni, pintu gerbang aula pengadilan mendadak dihantam dari luar.

BRAKKK!

"Jangan hukum Putri Aurellia!"

"Tolong, jangan hukum beliau!"

Suara jeritan yang bersahut-sahut memecah keheningan sidang. Segerombolan gadis muda yang diselamatkan Lia dari gua perbatasan menerobos masuk, melewati barisan pengawal yang tak sempat menahan mereka karena perintah langsung dari sang Putra Mahkota yang ikut mengawal dari belakang.

"Dia yang menyelamatkan kami dari siksaan ritual itu!" seru salah satu gadis sambil menangis.

"Jika tidak ada Putri, kami semua pasti sudah mati dan membusuk di dalam gua!"

Selir Yasmin langsung mengubah raut wajahnya menjadi sinis.

"Lelucon macam apa ini? Pengawal, usir mereka! Siapa yang bisa menjamin kalau gadis-gadis jelata ini tidak dibayar oleh Aurellia untuk memberikan kesaksian palsu?!"

"Saya yang menjaminnya, Selir Yasmin," ucap seorang gadis paling depan dengan berani.

Ia melangkah maju mendekati meja Alistair, lalu meletakkan sebuah jepit rambut perak yang tampak kuno di atas meja.

Semua orang di aula terperangah. Itu adalah Jepit Rambut Rekaman, sebuah benda pusaka langka yang legendaris. Berbeda dengan gelembung rekaman yang hanya bisa diciptakan oleh penyihir tingkat tinggi dan rawan dimanipulasi, jepit rambut ini bisa merekam kejadian secara absolut bagi siapa saja yang memakainya, bahkan oleh orang biasa tanpa energi magis sekalipun.

Saat jepit rambut itu diaktifkan oleh Alistair, sebuah proyeksi cahaya besar muncul di dinding aula. Rekaman itu menampilkan dengan sangat jelas bagaimana Lia batuk darah demi menghancurkan segel maut, bagaimana dia bertarung habis-habisan menahan serangan Yovan, hingga kalimatnya yang berbunyi.

"Kalian pergilah, biar pangeran gila ini saya yang hadapi."

Seluruh menteri dan Raja Iskan terbungkam seribu bahasa. Kebenaran telah terungkap dengan begitu telanjang. Aurellia bukan pelakunya, melainkan sang pahlawan sejati yang hampir mengorbankan nyawanya.

"Berdasarkan bukti mutlak ini," suara Alistair menggelegar, bergetar oleh emosi yang tertahan.

"Putri Aurellia dinyatakan bersih dari segala tuduhan dan bebas dari hukuman!"

Lia mengembuskan napas lega yang luar biasa. Ia menoleh ke arah para gadis yang telah membantunya dan memberikan senyuman paling tulus yang ia miliki.

Makasih ya, Dek... kalian emang penyelamat emas-emas gue, batinnya haru.

Namun, belum sempat Lia melangkah, rasa sakit yang teramat sangat kembali menghantam kepalanya. Tubuhnya yang memang belum pulih dari sisa pertarungan di gua mendadak kehilangan keseimbangan. Pandangannya menggelap, dan ia ambruk ke lantai.

WUSS!

Dengan gerakan secepat kilat yang bahkan tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang, Alistair sudah berada di bawah tubuh Lia, menangkapnya sebelum menghantam lantai marmer. Ia mendekap tubuh istrinya yang pingsan dengan sangat erat.

Sebelum melesat pergi membawa Lia ke paviliun medis, Alistair memutar kepalanya ke belakang. Ia melayangkan tatapan mata yang begitu tajam dan penuh ancaman murni ke arah Pangeran Yovan dan Selir Yasmin, sebuah tatapan yang mengisyaratkan bahwa setelah ini, neraka yang sesungguhnya akan mendatangi mereka berdua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!