NovelToon NovelToon
TALAK SATU

TALAK SATU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 5
Nama Author: meliani

"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."

Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"

"Iya,"

Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?

Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?


(adult romance)

Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢

@ana_miauw

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin memabukkan

Kedatangan Mama Nuning disambut baik oleh Ibu Sonya dan keluarga. Mereka berbincang di ruang tamu yang cukup besar, terlihatlah anak-anak tiri Ibu Sonya yang masih terlihat kecil-kecil. Paling kecil umur lima tahun, dan yang paling besar tujuh belas tahun.

Mama duduk disamping Ibu Sonya, Fitri bercanda dengan adik-adiknya di karpet bawah. Rey, duduk dengan Ayah tiri Fitri.

Kadang mereka terlihat serius, kadang tertawa terbahak-bahak. Tapi tetap suara Mama Nuning yang mendominasi. Beliau memang tak terkalahkan.

"Uwalah mbak, kok ya repot-repot oleh-olehnya banyak sekali." Ucap Ibu yang kebingungan, satu meja belakang penuh dengan buah tangannya.

"Bukan apa-apa itu Bu Sonya, hanya kue-kue kering biasa." Jawab Mama ramah.

"Sebelumnya saya minta maaf ya Bu Sonya, karena pernikahan ini baru dilakukan secara siri. Itu Pun kemarin kejadiannya memang nggak sengaja. Ya mungkin memang sudah jodoh mereka. Jodoh ngga ada yang tau kan?" Mama menjeda ucapannya.

"Dan, anak saya memang sedikit bodoh Bu Sonya."

Reyhan melebarkan matanya. "Mama!"

"Kalau putra Bu Nuning ngga bodoh, ngga besan kita Bu..." Ucap suami Bu Sonya.

"Haa... Ha... Haaaa..." Semua tergelak tawa karena celoteh suami Bu Sonya.

"Jadi kapan bisa diresmikan?" Tanya Bu Sonya.

"Rey sudah mengurus berkasnya ke KUA. Tapi kalau resepsi, Rey juga sudah tanyakan sama Fitri katanya tidak perlu, menurut kalian bagaimana?" Rey mengajukan pendapat. Mereka semua celingukan saling menatap satu sama lain berharap salah satunya memberi jawaban.

"Terserah yang mau menjalani saja Nak Reyhan. Kita semua jadi orang tua hanya ikut-ikutan. Kalau misalnya diadakan resepsi pasti kami akan datang." ucap Bu Sonya lembut.

"Baiklah, nanti dibicarakan lagi ya Bu..." ucap Reyhan.

Rupanya lemah lembut bicaranya Fitri itu menurun dari ibunya. Pantas saja, bikin betah lama-lama berbicara dengan beliau. Apalagi Mama yang kalau ketemu dengan sesama emak-emak langsung nyambung dan membicarakan kebutuhan. Nggak juga ketinggalan membicarakan sinetron-sinetron favoritnya ikan terbang.

Kalau Rey lebih membicarakan bisnis dan tempat-tempat yang sering dikunjungi. Sementar Fitri malah lebih senang mengajari adik-adiknya belajar online.

Percakapan masih berlanjut sampai semua orang-orang itu makan malam bersama. Hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Rey, Fitri dan Mama pamit pulang takut kemalaman. Perjalanan yang ditempuh lumayan jauh.

***

"Pantas saja anaknya cantik begini, ibunya juga cantik siiih..." Puji Rey, keduanya sedang berjalan ke kamarnya. Satu tangan Rey melingkar dipinggang.

Membuka pintu kamar, "Iyaaah makasih, Mas Reyhaan. Mas Reyhan ganteng kalau nggak berulah," Dilihatnya tangan Reyhan menggelitik perut Fitri, pembuat Fitri sedikit kegelian. "Hihihi, aduuh tangannya nggak usah nakal!"

Fitri duduk di meja rias, satu tangannya melepas peniti-peniti hijab yang menusuk di sela-sela hijabnya. Aktifitasnya semakin payah, Reyhan terus menempel layaknya perangko.

"Biar aku bantu,"

"Cara bantunya gimana? Kalau melepas peniti cuma yang pake yang tau letaknya dimana."

Ucapan Fitri tidak mendapat jawaban, "Singkirkan kepalanya Mas, ini susah ngelepasnya."

"Iya, iya."

Beralih memeluk dari belakang Fitri merasakan Reyhan mengecup tengkuknya berulang-ulang membuat dirinya merasakan gelenyar-gelenyar aneh. Bagi perempuan, bagian itu termasuk titik sensitifnya.

Terlihat dari cermin, Fitri sangat malu. Wajahnya kian memanas yang dia lihat kini wajah itu bersemu merah.

Setelah kegiatan itu selesai, Fitri berbalik menghadap Reyhan. Kenapa dari tadi nungguin, Apa maunya sih? Dari tadi ndusel-ndusel terus, kenapa dia jadi mesum begini.

Namun belum sempat ia mengucap, mulutnya seketika langsung dibungkam.

"Mas... In... Empppttt emmpppttt.."

Awalnya Fitri memberontak, tapi lama-lama terbawa suasana. Kabut gairah menuntunnya hingga nafas mereka terengah-engah. Ciuman mereka terasa sangat memabukkan. Menahan tengkuknya, tangan Fitri mengalung pada leher Reyhan. Lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut.

Melepas pagutannya, Fitri baru menyadari. "Mas, pintunya belum ditutup!"

Aaaahhh ganggu aja.

.....

To be continued.

@ana_miauw

1
Yeni Fitriani
perjalanan hidup....klo tau ujungnya itu rumah bakalan dijual trus semua uangnya di sedekahkan....knp dulu dgn bodohnya jual diri demi mempertahankan rumah yg katanya penuh kenangan dgn ayahnya...dosa sdh dpt rumahpun hilang tinggalah sisa2 kehancurannya lg..... pelajaran berharga utk semua org yg hidup di dunia nyata jgn ngoyoh klo gak mampu ya pasrah sj itu lebih baik asal jgn sok2an dgn berani melakukan dosa besar demi sesuatu yg belum tentu baik ujungnya.
Erina Munir
nahh tuh kaan akhirnya...mendusin deh abang james...kasian amel dong bang..💔
Erina Munir
kagett yaaa....hati2 jantungan kamu james
Erina Munir
mikiirr dehh luh james ...bagus klo bisa inget jji kamu k misha
Erina Munir
ya ampuun james telmi banget...
Erina Munir
kuaat misha yg kuaatt...karunyaeuun misha.😭 sedihh akuhh tuuhh
Erina Munir
gaaa kuaaatt...thoorr...
Erina Munir
ya ampuun kirain sama misha....kok james bisa ga inget omongan nya dulu yaa...dasar laki2 ya begitu egois...
Erina Munir
iyaa bertungan sm masha ya jan thoor
Khairul Azam
salah si fitri gak jujur
Khairul Azam
ealah istri gak hamil kq mau cari istri lagi , emang bener islam boleh poligami tp aku paling bemci poligami menurut aku poligami itu selingkuh dgn cara sopan
Khairul Azam
malang nasip mu, tp km jg ada salah nya fitri gak jujur,
Cahayani Ar Rasyid
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonim
wkwkwkwk...sekok y...
Shifa Burhan
yang bikin selalu kecewa pada novel adalah novel sangat2 tidak adil novel hanya memandang kesalahan pada pemeran utama pria

pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya

pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain

vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan
guntur 1609
sasmita ni. bukan yg mau bunuh fitri dulu kan thor?
guntur 1609
kwkkwkwkwk. dikasih harapan ygbmrlambung. trs dijatuhkan serendah2nya
guntur 1609
akhitnya vano dannkeluatganya telah mebyelsaikan salah pahamnya
guntur 1609
jangan bilang farida jodohnya vano
Nany Mariny
ceritanya menarik,ga bikin bosen bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!