BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Setelah selesai mengantar Bianca ke apartemen Ailiy, Edgar memutuskan untuk pulang dengan alasan Monica mommy menelpon untuk segera pulang.
"Son, kemari lah ada yang ingin Daddy tanyakan"panggil Leonardo saat melihat Edgar masuk kedalam mansion
"soal Wilona?"tanya Edgar saat duduk di sofa sampai Allexa
"mengapa telinga ku terasa panas sekali, mendengar nama itu mommy?"bisik Allexa kepada Monica
"Uss, kau masih kecil, Princess masih bocil SMP," tegur Edgar sambil mengacak-acak rambut Allexa, membuat rambut gadis itu berantakan.
"Terus Abang pikir anak SMP seperti ku tak bisa menilai mana yang baik dan mana yang tidak? CK, menyebalkan sekali," gerutu Allexa sambil membenarkan rambutnya yang berpindah ke samping kiri Monica.
"Diam lah, kau ini cerewet sekali," tegur Monica sambil mencubit pipi putrinya.
"Mengapa kau tak menerima tawaran tunangan dengan Wilona?" tanya Bram, menatap putranya serius.
"Karena dia bukan Ailiy, jadi mengapa aku harus menerima nya?" jawab Edgar dengan nada tegas.
"Jadi karena itu kau menolak untuk bertunangan dengan Wilona?" tanya Bram, menatap putranya dengan serius.
"Tidak, karena seorang gadis yang kau bawa ke apartemen mu kan?" lanjut Bram, menyipitkan matanya dengan curiga
"Apa yang Daddy maksudkan?" tanya Edgar dengan nada santai.
"Jangan main-main dengan Daddy, son. Apa kau lupa siapa Daddy?" tanya Bram
"Gadis itu cuma gadis pancingan ku, Daddy," jawab Edgar dengan nada santai.
"CK, Abang, apa kau pikir semua gadis yang dilahirkan hanya untuk alat pancingan? Kalau begitu, gunakan aku sebagai alatnya, jangan anak orang lain," tegur Allexa, menatap Edgar dengan kesal.
"apakah kau kurang waras nak, kelahiran mu yang paling Daddy tunggu tunggu jangan bicara sembarangan"tegur Bram menatap Allexa tulus
"kalian para lelaki sama saja"ketus Allexa, Edgar menatap wajah adek nya mengapa gadis kecil ini selalu saja kesal akhir akhir ini, pasti ada sangkut pautnya dengan samuel.si om kematian
"Edgar, kau tahu, jangan menjerumuskan gadis yang tak bersalah ke dalam masalahmu. Ingat, nak, Ailiy saja dibunuh, apalagi gadis itu yang tak tahu apa-apa," ujar Monica, juga tidak terima dengan Edgar.
"Mommy, percayalah padaku, gadis itu aman walaupun dia menjadi gadis pancingan," jawab Edgar dengan nada yakin.
"Kau yakin gadis itu benar-benar gadis pancingan, tak gadis yang kau cintai kan?" tanya Bram dengan nada curiga.
"Aku tertarik padanya, tapi aku tidak mencintainya," jawab Edgar dengan jujur.
"Kau tahu jika nanti kau kehilangan nya, kau akan merasakan seperti kau kehilangan Ailiy," ujar Bram dengan nada serius.
Edgar terdiam, sepertinya kata-kata Bram telah menyentuh hati nuraninya. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Daddy," jawab Edgar dengan nada tegas.
"apa yang kalian bicarakan mengapa tak menunggu aku pulang?"tanya seseorang yang tak lain dan tak bukan Samuel
"sudah ingat pulang?"tanya Bram datar menatap Samuel
"sudah mengapa kau menanyakan hal yang tak perlu di tanya kan ?"tanya Samuel pemuda itu mengambil minuman milik Allexa meneguknya hingga habis
"om sum sum!!"kesal Allexa saat melihat isi gelasnya kosong
"iya Ale Ale, kenapa kau suka sekali berteriak kepada om tampan mu ini sayang?"tanya Samuel mencolek dagu Allexa
"narsis sekali "gerutu Allexa kesal
"kau tak usah kesal begitu dong, lihat lah kebelakang"ujar Samuel
Allexa menoleh dan melihat box yang lumayan besar dan dari gadis itu langsung melompat dan memeluk Samuel
"apakah itu kulkas ku?"tanya Allexa terlihat ber binar
"iya itu kulkas mu, minta bantuan kepada pelayan untuk membantu mu mendorong nya"ujar Samuel, Allexa menggunakan kepalanya mencium pipi Samuel senang
"om nih ada titipan"ujar Edgar melempar titipan yang di berikan Almira di sekolah nya
"dari siapa tumben ada yang menitipkan nya pada mu?"tanya Samuel membolak-balikkan kotak itu penasaran
"itu hasil om, berpura-pura menjadi Daddy ku"jawab Edgar
"oh, gadis yang bersama tiga temannya itu yang berjabatan tangan dengan om kan?"tanya Samuel memastikan
"hmm,itu Almira namanya "jawab Edgar
"nama yang bagus,aku suka gadis itu "jawab Samuel
"jika kau suka,kami bisa melamar nya untuk mu"tawar Monica
"kak, masih kecil dia untuk ku per istri kan"tolak Samuel
"yang menyuruh mu memperistri nya siapa,aku hanya menawarkan mu jika kau mau akan kami bantu melamar nya untuk mu"ujar Monica kesal
"sudah lah,aku ingin ke markas"ujar Edgar menyalimi tangan Orang tuanya dan Samuel