Xiao Lung, gadis cantik, pandai dan baik hati terpaksa harus menjalani pernikahan dengan seorang Komandan Pasukan Kerajaan Ming bernama Souji yang terkenal kejam dan haus darah.
Mampukah Xiao Lung menjalani takdirnya, atau berusaha melepaskan diri dari benang takdir yang melilitnya?
Ini kisah cinta dua manusia yang berbeda sifat dan kepribadian yang harus menyatu dalam suatu pernikahan yang di atur oleh penguasa. Apakah wanita di zaman itu ditakdirkan hidup hanya untuk menjadi pemuas nafsu dan mesin pembuat anak semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nova Shi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 : Keputusan yang Salah
Xiao Lung tidak pernah berniat sama sekali untuk menipu Chin Ming! Sedikitpun tidak! Kalau saja Xiao Lung berniat untuk menipu, pasti dia akan menceritakan semuanya kepada Souji dari sejak awal!
Mana mungkin juga saat ini Xiao Lung berterus terang kalau kalau pada saat dia membantu Chin Ming menyusup ke penjara bawah tanah, menerima hiasan rambut kupu-kupu, dan terdiam saat Chin Ming memeluknya karena pada saat itu Xiao Lung masih seorang gadis yang suci dan Souji belum pernah menyentuhnya!
Xiao Lung mengusap matanya yang basah. "Terserah kau mau berfikiran apa tentang ku, Chin Ming! Yang jelas aku tidak bisa ikut bersama mu! Masalah perasaan ku pada Souji, kau tak perlu tahu dan juga tak perlu untuk mengetahuinya! Sekarang kau pergi saja dari sini! Aku tak mau melihat mu lagi!" bentak Xiao Lung lalu menutup jendela kamarnya keras tepat di hadapan wajah Chin Ming!
Xiao Lung mengunci jendela kamarnya rapat-rapat dan rasanya nyawanya seperti melayang saat pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dan Souji muncul disana!
Beberapa detik saja Xiao Lung terlambat menyudahi pembicaraannya dengan Chin Ming, maka pasti Souji akan memergoki Xiao Lung dan Chin Ming bicara berdua lewat jendela kamar yang terbuka!
Souji menghampiri Xiao Lung sambil tersenyum dan membelai pipinya yang merah. "Selamat sore Xiao Lung ku yang manis!" sapanya.
"Selamat sore, kau sudah pulang?" Xiao Lung balas menyapa sambil mengatur nada bicaranya agar bisa setenang mungkin. Dibukanya jubah Souji dan melonggarkan ikat pinggangnya.
"Aku pulang cepat hari ini. Aku sangat merindukanmu" bisik Souji lalu menciumi bibir Xiao Lung dengan ganas dan penuh gairah sampai nafas Xiao Lung terengah-engah.
Souji merasakan nafas Xiao Lung yang begitu panas maka dia melepaskan ciumannya dan menatap Xiao Lung. Dilihatnya wajah Xiao Lung begitu pucat.
"Wajahmu pucat sekali! Nafas dan bibirmu juga terasa panas. Apakah kau sakit, Xiao Lung?" tanya Souji khawatir.
"Aku... Aku kurang enak badan" jawab Xiao Lung sambil menunduk. Tentu saja wajahnya pucat dan memanas karena efek pertemuan dan pembicaraan dengan Chin Ming!
Souji menggendong tubuh Xiao Lung dan membaringkannya di atas ranjang. "Ya sudah, aku tidak akan mengganggu mu. Kau beristirahatlah. Aku akan panggilkan Bibi Chuo untuk merawat mu" kata Souji.
"Tapi aku belum mempersiapkan pakaian ganti mu" kata Xiao Lung lalu hendak bangun dari berbaringnya tapi Souji menahan gerakannya hingga Xiao Lung tetap dalam keadaan berbaring.
"Aku akan mengurus diriku sendiri! Kau beristirahatlah! Aku tak mau sesuatu terjadi pada dirimu!" kata Souji tegas dan menjatuhkan kecupan di kening Xiao Lung.
*******
Sementara Chin Ming hanya bisa mengelus dadanya saat Xiao Lung menutup jendela dengan keras di hadapan wajahnya.
Chin Ming juga sempat melihat Xiao Lung meneteskan air mata. Entah apa arti dari air mata Xiao Lung, Chin Ming tak bisa lagi mengartikannya.
"Baiklah Xiao Lung. Jika kau memang lebih memilih Souji, aku tak akan pernah mengganggu mu lagi! Sebesar apapun perasaan cinta ku padamu ternyata tak cukup untuk bisa meyakinkan mu agar memilih diriku... Jika memang kesetiaan menjadi harga mati yang sudah tidak bisa ditawar lagi bagimu, aku terima!" batin Chin Ming lalu bergegas meninggalkan taman belakang istana itu.
Tanpa Chin Ming tahu, seseorang melihatnya dari atas balkon istana di lantai atas! Dialah Ming Shuan! Yang masih terluka dengan penolakan Chin Ming kemarin!
Kini hati Ming Shuan kembali terasa sakit saat melihat sosok Chin Ming menyelinap meninggalkan taman belakang yang ada tepat di belakang kamar Xiao Lung. Apakah Chin Ming sudah bertemu diam-diam dengan Xiao Lung?!
"Benar-benar keterlaluan kau Kakak Chin! Aku sudah mengatakan kepadamu kalau Kakak Lung adalah istri dari Komandan Souji! Tapi kau masih saja nekad untuk menemui nya! Kau bahkan tidak bisa mengalihkan perasaan cintamu padaku! Kau jahat Kakak Chin! Kau bilang hanya menganggap aku sebagai adik kecil mu" batin Ming Shuan.
Hati Ming Shuan saat itu benar-benar terluka! Apakah seorang gadis berusia 15 tahun adalah seorang anak kecil yang tidak pantas untuk mendapatkan balasan cinta?! Padahal seorang anak kecil juga nanti akan tumbuh menjadi gadis dewasa!
Ming Shuan pun mulai berfikir untuk memisahkan Chin Ming dan Xiao Lung! Setidaknya perasaan cinta Chin Ming harus bisa di redam dengan cara apapun!
"Aku harus bisa melepaskan Kakak Chin dari perasaan cintanya terhadap Kakak Lung! Aku harus memberitahukan ini semua kepada Komandan Souji! Tapi bagaimana cara aku mengatakannya? Bicara dengannya pun aku tak pernah! Aku takut sekali padanya! Seringai dan tatapan matanya sangat mengerikan! Tapi kalau Komandan Souji tahu bahwa ada yang berani mencintai istrinya, pasti dia akan menegur Kakak Lung dan nantinya Kakak Lung akan meminta Kakak Chin untuk tidak mendekatinya lagi! Ya benar! Aku harus mengatakan semuanya pada Komandan Souji! Tapi aku tidak akan mengatakannya secara langsung. Mungkin aku akan menulis surat tanpa nama yang ditujukan untuknya!"
Ming Shuan merasa sudah mendapatkan ide yang bagus! Dia langsung masuk kedalam kamarnya dan menulis surat yang ditujukan untuk Souji.
Sesaat Ming Shuan sempat berfikir tentang keselamatan Chin Ming. "Bagaimana jika Komandan Souji murka dan akan mencari sertakan membunuh Kakak Chin?! Komandan Souji tidak akan segan-segan untuk membunuh siapapun yang dia kehendaki! Ah! Komandan Souji kan tidak mengenal Kakak Chin! Kakak Chin pasti akan baik-baik saja! Kakak Chin hanya akan merasa takut dan dia akan menghindari Kakak Lung!"
Ming Shuan tidak pernah menyangka kalau perbuatannya menulis surat tanpa nama untuk Souji hanya akan membuat keadaan menjadi lebih buruk dan mengorbankan nyawa orang lain yang tidak berdosa!
Ming Shuan tidak pernah berfikir kalau Souji tidak akan melepaskan siapapun yang berani mencintai Xiao Lung dan akan mencari orang tersebut sampai ke ujung dunia sekalipun!
Kalaupun Chin Ming selamat dan memilih untuk menjauhi Xiao Lung karena takut ketahuan oleh Komandan Souji, belum tentu perasaan cinta dalam hati Chin Ming akan beralih pada Ming Shuan!
Ming Shuan juga tidak tahu kalau dia tidak akan pernah bisa bersatu dengan Chin Ming karena mereka sebenarnya adalah saudara sepupu! Jadi bagaimanapun juga Chin Ming tidak akan pernah membalas perasaan cintanya!
Tapi semuanya sudah terlambat! Kelak saat Ming Shuan menyadari kekeliruannya mengirim surat kepada Souji, keadaan sudah tidak bisa di perbaiki lagi dan korban sudah berjatuhan.