NovelToon NovelToon
Di Kejar Cinta Si Arwah Tampan

Di Kejar Cinta Si Arwah Tampan

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Spiritual / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Seorang gadis penulis muda bernama Nabila Adidaya Ningrum yang mengalami gangguan di setiap menulisnya. Untuk mengatasi masalah tersebut ia pergi mencari tempat sepi nan hening yang tak lain adalah kuburan di belakang rumahnya.
Sementara di satu sisi seseorang laki-laki bernama Demian Putra Wijaya harus mengalami nasib buruk karena meninggal di usia mudanya. Demian sendiri sebelumnya adalah seorang penulis jenius yang cukup terkenal di masa mudanya. Setelah meninggal ia merasa kesepian karena keluarganya tak pernah mengunjunginya. Ia juga tak begitu akrab dengan penghuni yang lainnya dan sebab itu mereka menganggapnya sebagai arwah yang sombong. Darah Nabila mendadak menetes ke nisan milik Demian dan menyebabkan arwahnya bisa terlihat. Mulai dari situlah Demian ingin membantu Nabila dan mencari tahu penyebab dirinya meninggal. Akankah ada kisah cinta timbul diantara mereka? Ikuti kisah mereka selengkapnya disini👇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 "Tolong Menjauhlah"

Matahari pagi sudah menerangi Desa Kletek yang asri. Hari Minggu ini, Nabila ada janji dengan Sella. Ia tak lagi pergi menulis di kuburan sembari menengok ayahnya. Gadis satu ini sedang berusaha menjauh dari si arwah tampan yang sebenarnya ia sukai itu. Saat keluar, seketika langkahnya terhenti karena Demian sudah menunggunya di depan pintu.

"Sedang apa kamu di sini?" tanyanya ketus.

"Mau kemana kamu, ketemu Rangga?" tanya balik Demian padanya.

"Bukan urusanmu," jawabnya lagi.

Nabila pun berjalan pergi meninggalkan arwah tampan yang masih berdiri di sana. Demian mengacak-acak rambutnya karena merasa frustasi padanya.

"Nabila, kenapa kamu jadi seperti ini?"

Gadis cantik ini akhirnya sampai di tempat Sella, temannya. Di sana ternyata ada Rangga yang ikut menunggunya. Nabila sedikit bingung kenapa ada Rangga yang bersamanya.

"Maaf Nabila, aku juga mengundangnya," ucap Sella sambil merapatkan kedua tangannya.

"Oh tak apa, lebih ramai bukannya lebih seru lagi pula ini acaramu," kata Nabila yang lalu duduk di sebelahnya.

Ya hari ini adalah hari ulang tahun sahabat baiknya. Sella mengundang Rangga dengan tujuan agar Nabila bisa berduaan dengannya nanti. Gadis satu ini berniat menjodohkan sahabatnya dengannya.

"Selamat ulang tahun sahabatku," ucap Nabila sambil memeluk sahabatnya.

"Terima kasih sahabatku, terus mana kadoku?" tagih Sella langsung setelah melepaskan pelukannya. Nabila lalu mengambil hadiah kecil-kecilan yang sudah ia siapkan untuknya.

"Nih kado spesial untuk sahabatku," ucapnya sambil memberikan kado tersebut.

"Ah pulpen yang sangat cantik, thank you," celetuk Sella senang saat membuka kadonya.

"Selamat ulang tahun, Sella," ucap Rangga padanya. Ia juga memberikan sebuah kado untuknya berubah sebuah voucher belanja.

"Terima kasih Rangga tahu saja aku suka belanja," kata Sella padanya.

"Oh iya Bil, aku ke orangtuaku dulu ya. Kalian berdua mengobrol lah!" suruh Sella pada mereka berdua. Gadis yang sedang berbahagia itu beranjak pergi meninggalkan mereka.

"Eh...." Nabila yang terkejut mendadak jadi merasa canggung karena ditinggal begitu saja.

"Kamu cantik hari ini, Billa," puji Rangga tiba-tiba semakin membuat gadis satu ini tak nyaman.

"Hehe aku hanya sedikit berdandan saja," ucapnya sedikit malu.

Rangga mendekat padanya dan bertanya. "Em arwah yang selalu mengikutimu bagaimana? Apa dia ikut bersamamu?"

"Tidak, hari aku sendiri," jawabnya.

"Benarkah?" Rangga mencoba memastikan.

"Ya, ada apa?" Nabila yang memilih memakan kue Sella bertanya padanya.

"Ah tidak. Maaf Billa sepertinya ada krim di wajahmu," jawab Rangga memberitahu.

"Iya kah di mana?" Seketika gadis cantik ini mengusap-usap wajahnya.

Rangga mendekat untuk membersihkan wajahnya karena Nabila tak menemukan letak krim yang menempel. Gadis ini seketika terdiam di saat wajah Rangga mendekat ke arahnya.

Pria satu ini tahu jika arwah Demian diam-diam memperhatikannya dari kejauhan. Dengan sengaja Rangga berusaha menarik perhatian gadis di depannya itu.

Lama saling pandang, tiba-tiba Nabila mencolek krim kue Sella dan langsung menempelkannya ke wajah Rangga. Pria ini seketika terkejut dan kembali membalasnya.

"Nakal juga ya kamu," ucap Rangga padanya.

"Haha maaf Rangga," balas gadis itu sambil tertawa. Diam-diam pria satu ini mencoba balas dendam dengan ikut mencolek kan krim kue padanya.

Keduanya jadi saling kejar-kejaran hingga jatuh bersamaan. Demian sangat kesal melihat mereka berdua yang begitu akrab. Terlihat keduanya saling tertawa bersama.

"Bikin iri saja. Seandainya aku belum meninggal, pasti yang di sana adalah aku," gumamnya yang kesal.

Rangga menengok ke arah Demian yang sedang di landa kecemburuan. Dengan sengaja ia menarik Nabila agar wajah mereka kembali berdekatan. Arwah tampan akhirnya pergi dengan perasaan marah.

Nabila mendorong tubuh Rangga karena dirinya merasa tak nyaman berada di bawah tubuhnya.

"Maaf Rangga, aku pergi ke kamar mandi dulu," pamit Nabila langsung setelah berdiri.

"Ah iya Billa, silakan," jawab Rangga mengizinkan.

Pria itu tersenyum senang karena berhasil membuat Demian cemburu. Ia berhasil membuktikan jika gadis kesayangannya itu akan jatuh cinta padanya.

Demian muncul di belakang Nabila saat dirinya berada di kamar mandi. Gadis satu ini seketika langsung mengembalikan badannya.

"Demian, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya gadis itu padanya.

"Nabila, apa kamu menyukai Rangga?" Demian langsung menanyakan hal serius pada gadis didepannya.

"Iya mungkin, dia pria yang baik kok bahkan ibuku juga tak keberatan jika aku bersamanya," jawabnya membuat Demian langsung mencekal tangannya.

"Kamu yakin dengan ucapanmu itu?" tanya Demian memastikan.

"Ya apa kurang jelas, pergilah jangan ganggu aku," ucapnya sambil mencoba melepaskan cengkeramannya lalu mengusirnya.

Rangga sudah bersama Sella di tempatnya. Terlihat keduanya saling mengobrol dan mendadak obrolan mereka berhenti ketika Nabila datang.

"Apa yang kalian bicarakan sepertinya serius?" tanyanya tiba-tiba sambil kembali duduk.

"Ah tidak Billa, kita hanya membahas tentang pekerjaan saja," jawab Sella berbohong.

"Oh begitu. Nabila mengangguk-angguk. "Sepertinya sudah mulai sore. Aku pulang dulu ya," pamitnya pada sang sahabat.

"Ok Billa." Sella mengizinkan. "Demian sana antar sahabatku," ucapnya sambil menyenggol lengan pria tinggi di sebelahnya.

"Tidak usah Sella, aku pulang sendiri saja," tolak Nabila langsung karena tak ingin merepotkannya.

Rangga beranjak dari duduknya dan memegang tangan gadis itu. "Kali ini tolong jangan menolak ku. Ayo!" Pria tinggi itu berhasil membawa membawanya pergi.

"Bye bye." Sella berdiri dan melambaikan tangan pada mereka.

Sepanjang perjalanan Nabila yang duduk di depan hanya berdiam diri sambil melihat ke luar jendela. Senja mulai datang dan langit telah menguning. Gadis satu ini seperti terhanyut dengan keindahan di sore hari.

"Nabila, apa kamu bebas besok?" tanyanya mendadak.

"Hem, kenapa?" Nabila ikut bertanya.

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Boleh kan?" jawabnya sambil melirik padanya.

"Baiklah," ucap Nabila yang setuju.

Sebuah senyuman manis terlempar dari bibir pria di sampingnya. Gadis itu membalas senyumannya dan kembali menikmati perjalanannya.

Demian telah sampai di rumahnya dulu. Ia mengamuk di sana karena marah dengan Nabila. Barang-barang di sana ia jatuhkan hingga terdengar ke luar. Beberapa orang yang melintas lewat rumahnya menjadi ketakutan.

"Kenapa Nabila, kamu lebih percaya padanya?" tanyanya yang kesal. "Dia itu bukan orang baik. Aaa! Aku jadi sangat kesal sekarang!"

Demian kembali melanjutkan mengacak-acak bekas rumahnya. Karena barang-barang yang sudah tua, mereka dengan mudah di hancurkan olehnya.

Rangga telah mengantar Nabila hingga ke depan rumahnya. Awalnya gadis itu memintanya untuk menurunkan dirinya duduk persimpangan seperti biasa, tapi Rangga menolaknya.

"Kita sampai Billa," ucapnya memberitahu

"Hem. Terima kasih. Oh iya apa kamu mau mampir sebentar?" tawar gadis tersebut.

"Apa boleh?" Rangga bertanya.

"Tentu saja. Ayo turun!" jawabnya.

Mereka berdua lalu turun secara bersamaan. Nabila memanggil ibunya untuk keluar.

"Ibu, Billa pulang ada temanku juga!" teriaknya dari luar.

Ibunya yang sedang rebahan sambil bermain ponsel seketika langsung beranjak untuk keluar menghampiri anaknya.

"Eh dia...?" Ibunya sedikit terkejut melihat siapa pria yang pulang bersama putrinya.

"Malam Tante," sapa Rangga sopan.

"Malam juga," balasnya tersenyum. Dinda mendadak menarik Nabila menjauh sebentar untuk masuk.

Gadis itu memberikan isyarat pada Rangga untuk menunggunya. Pria itu tersenyum mengangguk.

"Billa, kamu bawa calon mantu kah?" tanya ibunya yang senang.

"Apaan sih Bu, kita teman cuma teman ya," jawabnya menyangkal

"Wah itu teman kakak apa pacar kakak?" Sela Nayla yang datang dari kamarnya setelah mengintip. Nadya yang berada dibelakang ikut senyum-senyum menggoda sang kakak.

"Haish para bocah ikut-ikutan saja. Sana masuk jangan ganggu kakak!" usir Nabila pada mereka.

"Ish menyebalkan," gerutu Nayla tak senang. Ia lalu menyeret adiknya untuk ikut masuk ke kamar.

"Kakak tampan, hati-hati dengan kakakku. Dia galak!" teriak Nayla iseng membuat mata kakaknya melebar.

Sontak Nabila terkejut dan langsung memarahi mereka. "Kurang asem pada!" Kedua bocah itu langsung menutup pintu kamarnya.

"Sudah sudah, ladeni temanmu! Ibu kembali ke kamar dulu," ucap ibunya menghentikan pertengkaran kakak-beradik itu.

'Iya Bu," jawab Nabila menurut.

Gadis itu kembali ke depan dan duduk bersama Rangga. Secangkir kopi sudah ia siapkan untuknya. Dengan pelan pria itu menyeruput kopi yang sudah di sediakan untuknya.

"Wah calon istri idaman ini, enak," puji Rangga padanya setelah mencicipi kopi yang disangka buatannya itu.

"Tentu saja enak, orang ibuku yang buat," balas Nabila padanya.

Rangga jadi merasa malu karena salah mengira. "Oh buatan ibumu ya." Ia sedikit menggaruk-garuk kepalanya yang mendadak terasa gatal.

Nabila tertawa melihat Rangga yang begitu. Pria satu ini jadi ikut tertawa karenanya.

Keduanya terus mengobrol, bercanda dan tertawa. Mereka terlihat sangat akrab sekarang bahkan lebih akrab dari awal mereka bertemu.

Karena sudah malam, Rangga akhirnya pamit untuk pulang. Sebelum dirinya masuk ke mobilnya, pria satu ini mengingatkan Nabila akan janjinya besok. Gadis itu mengangguk lalu melambaikan tangan padanya.

Udara malam semakin dingin, gadis yang memakai pakaian sedikit tipis ini akhirnya masuk ke dalam.

Sebelum dirinya pergi tidur. Ia memilih saling balas pesan dengan sahabatnya. Sella terus menggodanya dan menebak jika dirinya akan ditembak oleh Rangga. Nabila tak percaya itu, dan melontarkan beberapa stiker tertawa padanya. Merasa cukup, keduanya memilih untuk menghentikan balas pesannya. Nabila pun mulai menyiapkan diri untuk tidur. Dan tak beberapa lama Demian muncul di saat Nabila telah terlelap.

Bersambung....👻❤️👻

1
estycatwoman
nice 👍
Ailaksj💙⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
ga di dunia nyata saja, ternyata di dunia arwah ada juga yang iri ya.
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Pasti kaget lah temanmu Sella itu Nabila karena kamu ada ada aja menulis di sana, untung kamu orang nya pemberani 👍👍
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Pertanda bagus itu Nabila ayo bangun terus jangan lupa sholat malam ya kamu Nabila
Rahma💋🅚🅙🅢👻
akhirnya dapat Ilham ya Nabila tapi masak mau menulis di sana kamu ini😁😁🤭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
saking serius nya menulis sampe magrib hadeuhhh nabila sampe jatuh takut dia 👻🤭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
nabila semangat bener nulisnya berada di kuburan bikin ngantuk,,yang ada serem deh aku🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh menampakan diri kan hantu cogan bernama Damian...
Pasti sakit lahh wong berdarahh...
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
aih nabila masa nyari ide nulis di kuburan haaaa jangan jangan di kejar arwah tampan nya gara gara di kuburan ya nulisnya 🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh tuhh hantu tauvan mu dah mulai munculll🤭
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oh jadi Demian nggk inget ya dia mati karena apa
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
merinding mu telat Dadang, harusnya merinding dari semalem ah kurang berfungsi sensor bulu kuduk mu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Nahh btul. tuhh.. mengarang sebuah cerita emang susah" gampang.. dan wajib fokus..
⍣⃝ꉣꉣ❤️⃟Wᵃf◌ᷟ⑅⃝ͩ●diahps94●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oke semua warna aja nggk boleh, aish ini mah aslinya gak boleh pinjem aja
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
saking nyamannya sampai lupa waktu,
ternyata demian gak mau bergaul bukan karena sombong ya, tapi dia sedih karena keluarga nya gak ada yang mau peduli lagi sama dia yang udah meninggal
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
dengan kehadiran Billa setiap hari, kuburan itu pasti selalu terawat
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
emang anehh temen mu itu ya sella masa iya dikuburan ya🤭😅
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
paket komplit berarti damian ya🤭😅
tapi ko jadi penasaran mati nya itu damian karna apa ya🤔🤔🤔
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
keluarga nya random banget sih, Billa juga di usulin nulis di perpus malah rencana di kuburan 🤦🏻‍♀️
☠ѕнαqυєєηα💋👻ᴸᴷ
waduh ada juga ya arwah pada ngerumpi kirain hanya manusia aja yg suka gibaaaahhh🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!