Sepuluh tahun lalu Xuan Ji menggunakan seni beladiri rahasia Klan Xuan untuk mengalahkan Kaisar Iblis. Setelah itu ia tiba-tiba menghilang dan dalam catatan sejarah, tidak ada nama Xuan Ji yang menaklukkan Kaisar Iblis tersebut.
Setelah Sepuluh tahun Perang melawan Kaisar Iblis, di Sekte Pedang Abadi muncul seorang Penatua bernama Xuan Ji juga. Namun, basis Kultivasinya sangat rendah dan mata duitan.
Ketua Sekte Pedang Abadi tidak ingin Penatua Xuan Ji hanya makan gaji buta saja. Kemudian ia memaksa Penatua Xuan Ji turun gunung untuk merekrut murid. Xuan Ji tidak boleh kembali sampai ia harus membawa minimal Sepuluh murid.
Xuan Ji dengan sombong mengatakan akan membawa murid baru dan menjadikan mereka sebagai Kultivator terkuat di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murid Terkuat Sekte Serigala Surgawi Datang Mengganggu
Ling Yan sudah sering tidur dengan Pria tampan, tetapi baru kali ini ia benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang Pria tampan.
Ling Yan tersenyum menggoda dan menyapa Zhuo Fan. “Ada yang bisa kubantu, tuan muda?”
“Aku hanya ingin memesan segelas arak saja, tidak perlu layani aku,” sahut Zhuo Fan hanya ingin mendengar rumor yang beredar dari para pemabuk dan bukan untuk bersenang-senang dengan para wanita penghibur.
Ling Yan mengerutkan keningnya, baru kali ini seseorang mendatangi rumah bordil tanpa terpikat dengan kecantikannya. Itu meruntuhkan harga dirinya, ia harus menaklukkan Pria tampan ini bagaimanapun caranya.
“Bagaimana—”
“Kita bertemu lagi nona Yan,” sapa Hei Xiu sebelum Ling Yan mengutarakan niatnya pada Zhuo Fan.
“Tuan muda Xiu,” sapa Ling Yan tersenyum masam, tidak senang dengan kehadiran murid terkuat Sekte Serigala Surgawi tersebut. Karena Hei Xiu mengganggu waktu berduaannya dengan Zhuo Fan.
Hei Xiu tentu menyadari kalau Ling Yan risih padanya, itu aneh sekali—padahal kemarin Ling Yan merayunya bak kucing yang mengelus-eluskan tubuhnya pada tuannya.
Tatapan Hei Xiu tertuju pada Pemuda tampan yang bersikap sok dingin di sebelah Ling Yan.
Kini ia mengerti kenapa Ling Yan tak ingin bersamanya, karena Pemuda itu jauh lebih tampan dan basis Kultivasinya juga setara dengannya. Dengan basis Kultivasi setinggi itu, tidak mungkin Pemuda itu adalah seorang Pendekar pengembara—ia pasti murid Sekte Pedang Abadi.
Sudut bibir Hei Xiu memancarkan seringai tipis menatap Zhuo Fan yang mengabaikan kehadirannya, Zhuo Fan malah menoleh ke kerumunan pengunjung rumah bordil seperti mencari seseorang.
“Bila aku menangkapnya dan membawanya ke hadapan Master, maka Master pasti akan senang. Apalagi ia kemungkinan besar adalah murid terkuat di Sekte Pedang Abadi,” pikir Hei Xiu segera mengirim suara telepati pada rekan-rekannya untuk mengepung Zhuo Fan.
Zhuo Fan sudah diperingatkan oleh Leluhur Klan Zhuo bahwa Hei Xiu memiliki niat jahat padanya dan menyuruhnya untuk selalu waspada, karena bisa saja musuh menggunakan trik jahat melumpuhkannya menggunakan racun atau sesuatu yang dapat membuat Ranah Kaisar menjadi lumpuh.
Enam Raja Bumi tiba-tiba mengelilingi Zhuo Fan dan Ling Yan, mereka langsung menghunus senjata masing-masing padahal dilarang mengeluarkan senjata di rumah bordil tersebut. Namun, mereka adalah murid-murid Sekte Serigala Surgawi, mana mungkin Pendekar yang menjaga rumah bordil berani melawan mereka.
Zhuo Fan tersenyum tipis, ia tetap terlihat tenang dengan kedua tangan ditaruh ke belakang punggung. Kemudian ia menoleh ke arah Hei Xiu yang masih menyeringai jahat.
“Sepertinya aku sudah tahu siapa yang menangkap saudara senior Qing He, itu pasti ulah kalian, kan?” cibir Zhuo Fan melepaskan aura Ranah Raja Alam Semesta.
Semua pengunjung rumah bordil langsung merasa tertekan oleh aura tersebut, termasuk Hei Xiu yang langsung mengerutkan keningnya karena tidak menyangka Pemuda tampan di hadapannya itu ternyata sengaja menyembunyikan basis Kultivasinya untuk menipu mereka.
Zhuo Fan melambaikan tangannya, energi spiritual berbentuk sabit angin memenggal keenam Raja Bumi murid Sekte Serigala Surgawi.
“Beraninya kau membunuh murid-murid Sekte Serigala Surgawi, Kaisar Matahari kami akan menghukummu atas kelakuanmu ini!” ancam Hei Xiu sembari mundur beberapa langkah, kemudian ia menarik seorang wanita penghibur dan menempelkan bilah pedangnya ke leher wanita penghibur tersebut.
Zhuo Fan hanya tersenyum saja melihat tindakan Hei Xiu tersebut. Ancaman seperti itu tidak akan berpengaruh padanya, lagi pula ia tidak mengenal wanita itu—jadi, buat apa ia takut dengan ancaman Hei Xiu.
Kalau ia memiliki hati nurani sebaik Pahlawan, maka kejadian seperti di masa lalu akan terulang kembali, di mana ayahnya tewas dibunuh oleh tuan muda dari Klan Xiao hanya karena mereka ingin menunjukkan pada mantan tunangannya, Xiao Yue bahwa mereka lebih hebat darinya.
“To-tolong jangan bunuh aku, tuan!” Wanita penghibur itu ketakutan, air matanya mengalir deras membasahi pipinya dan menatap Zhuo Fan; berharap Pemuda tampan dan kuat itu menolongnya.
“Tu-tuan muda Xie, tolong jangan lukai temanku,” kata Ling Yan yang sejak tadi terdiam, karena tidak menyangka situasinya berubah sekacau ini. “Tuan muda, tolong hentikan kekacauan ini, kumohon!” Ling Yan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat kepada Zhuo Fan.
Kalau Zhuo Fan tetap berusaha melukai atau membunuh Hei Xiu, maka rumah bordil mereka akan dihancurkan oleh Sekte Serigala Surgawi karena mereka membiarkan murid Sekte Serigala Surgawi tewas di sini.
“Orang jahat sepertinya harus dilenyapkan dari dunia ini, kalau bukan gara-gara mereka maka senior He tidak akan dikirim ke Kota Canglan dan menghilang entah ke mana,” sahut Zhuo Fan tidak peduli dengan permohonan Ling Yan.
Aura Ranah Raja Alam Semesta yang lebih kuat kembali menekan Hei Xiu, yang membuat Hei Xiu hampir bertekuk lutut.
Hei Xiu menggertakkan giginya sembari menekan bilah pedangnya lebih kuat, sehingga muncul goresan luka di leher wanita penghibur. “Jangan paksa aku membunuh wanita ini!” ancamnya.
“Bukan Sekte Serigala Surgawi yang menangkap saudara seniormu!” Tiba-tiba wanita paruh baya muncul di tangga menuju lantai dua rumah bordil. “Qing He dipenjara di ruang bawah tanah Klan Lu,” katanya lagi.
Zhuo Fan bernapas lega saudara senior yang baik hati itu baik-baik saja. Namun, Hei Xiu tetaplah musuh Sekte Pedang Abadinya, walaupun sebenarnya ia tidak tulus menjadi murid Sekte Pedang Abadi. Akan tetapi, bila Sekte Pedang Abadi hancur, maka ia tidak akan memiliki cara untuk ikut kompetisi Aliansi Beladiri dan menjadi murid Sekte besar di wilayah tengah Benua Tianlong.
“Aku harus mengusir Sekte Serigala Surgawi,” pikir Zhuo Fan walaupun sebenarnya ia dapat melenyapkan Sekte itu hingga menjadi tinggal nama saja. Namun, semua orang akan curiga padanya, karena tidak mungkin murid dengan basis Kultivasi Ranah Raja Matahari dapat menghancurkan sebuah Sekte kecuali ia menyembunyikan basis Kultivasi aslinya.
Setelah berpikir sejenak, Zhuo Fan memutuskan akan melenyapkan Ketua Sekte Serigala Surgawi dan semua Penatua mereka sebelum membebaskan Qing He dari penjara bawah tanah Klan Lu. Dengan demikian, maka rahasianya tidak akan terbongkar.
“Sekarang semua sudah jelas, bukan kami yang menculik seniormu!” seru Hei Xiu masih menempelkan bilah pedangnya ke leher wanita penghibur tersebut. “Jadi, biarkan aku pergi! Maka, aku akan melupakan permusuhan diantara kita,” katanya lagi—walaupun sebenarnya dalam benaknya, ia akan memberitahu Ketua Sektenya bahwa ada murid Sekte Pedang Abadi dengan basis Kultivasi tinggi di rumah bordil ini.
Zhuo Fan tersenyum tipis, kemudian melambaikan tangan. “Pergilah, hati-hati di jalan, temanku!”
Hei Xiu sempat ragu-ragu, kenapa Zhuo Fan dengan santai menyuruhnya pergi. Dia menduga-duga mungkinkah Zhuo Fan akan menyerangnya saat melepaskan wanita yang ia sandera.
Setelah berpikir sejenak, Hei Xiu memutuskan membawa wanita penghibur itu ikut dengannya meninggalkan rumah bordil. Saat ia menoleh ke belakang, Zhuo Fan tidak mengikutinya. Zhuo Fan malah berbincang-bincang dengan santai dengan wanita paruh baya yang memberitahu keberadaan Qing He.
“Cih, nikmatilah waktu terakhirmu di dunia ini, saat aku datang kembali maka itu akan menjadi hari di mana kau tidak akan bisa menikmati arak lagi,” gumamnya sembari melepaskan wanita penghibur yang ia sandera dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Klan Lu.
...***...
[Maaf telat update, baru mulai nulis habis Isya. Tadi siang healing dulu, mancing di sawah saya yang terkena banjir. Banyak ikan mas yang wara-wiri, tapi nggak mau makan umpan, sepertinya pemilik kolam ikan yang ikannya kabur nggak iklas ikannya dipancing😁😁]