Mengisahkan seorang pemuda yang terlahir dari keluarga mantan murid jenius slah satu sekte.
Yang dengan tekad, kemauan dan kerja keras menapaki jalan kultivasi, tanpa menggunakan nama besar kedua orang tuanya.
Hingga berada di puncak kekuatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qian Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petualangan Di Mulai
Seminggu berlalu setelah menyelesaikan seleksi penerimaan murid Akademi Penempaan.
Juga,selesai pula seleksi 50 murid yang yang akan membantu Wu Jian memproduksi senjata dalam sekala besar,dengan Wang Yun beserta kelompok nya yang di tunjuk,di tambah lima murid baru.
Serta, semua keperluan Wu Jian juga sudah di siapkan di gudang bahan yang berada di samping Rumah Penempaan.
Wu Jian menyiapkan 20 tungku sekaligus, lalu mengatur masing masing murid untuk menjaga suhu api, sedangkan yang lainya di tugaskan untuk hal hal lainya.
"Apa semua senior sudah siap?? " tanya Wu Jian, memastikan karna tak ingin ada kegagalan.
"mm..... " semuanya mengangguk.
Mendapat jawaban,,, Wu Jian kemudian mulai menunjukkan ke ahlian yang sesungguhnya.
Whoooossssss...........
Wu Jian membentuk sebuah rune, sebagai segel formasi pada 20 tungku kemudian....
Wu Jian memasukan satu inti roh pada masing masing tungku.
"Nyalakan!!!! " Wu Jian meminta agar semua penjaga tungku mulai membakar dgn energi mereka.
Swoooossssss...........
Kedua puluh tungku menyala dengan suhu panas yang langsung di atur oleh formasi ciptaan Wu Jian.
Selanjutnya,, Wu Jian melebur baja putih dan mencampurkan serbuk binatang iblis kedalamnya.
Butuh berjam jam untuk meleburkan kedua bahan trsebut, hingga ketika kedua bahan itu sampai pada tingkat leleh yang di inginkan...
Wu Jian memasukan bahan terakhir,,, yaitu batu meteor dengan berbagai jenis.
Di masukkanya bahan terakhir trsebut,, Wu Jian kembali membuat formasi,yang kali ini,,, formasi itu Wu Jian satukan dengan lelehan bahan senjata.
Pada tahap itu,,, semua murid terlihat sangat sibuk dengan berbagai hal,yang di minta oleh bocah 12 tahun itu.
Sementara patriak Huang bersama semua tetua yang menyaksikan dari ruang tempat lain, tak berhenti menyiratkan ketakjuban mereka pada Wu Jian.
Sekira Enam jam,,, bahan senjata yang masih berupa cairan itu langsung di bentuk menggunakan formasi lain.
"Tambahkan inti roh!!? " teriak Wu Jian pada murid yang di tugaskan untuk menyiapkan inti roh.
Kegunaan inti roh trsebut,, adalah selain untuk di serapkan pada bahan senjata, juga untuk Wu Jian serap agar energi dalam semua dantianya tetap stabil.
Satu demi satu,, senjata senjata itu berhasil di buat oleh Wu Jian, dengan bantuan banyak tenaga lain.
Dalam sehari itu,,, Wu Jian berhasil menghasilkan banyak senjata spiritual menurut pesanan pihak luar.
Setiap hari, kesibukan Wu Jian hanya menempa senjata dan baru akan berhenti saat senja lalu memanfaatkanya untuk menyerap energi dan berkultivasi.
Selama dua bulan, Wu Jian benar benar tidak memiliki waktu,kecuali membimbing para senior yang membantunya.
Bahkan, ketika Sekte Pedang Biru kedatangan sosok penting bagi Wu Jian,,, bocah itu tak bisa menemuinya, hingga Tamu penting yang tak lain adalah Bangsawan Xi Zian, memilih menunggu sampai Wu Jian selesai dengan semua senjatanya.
Di pertengahan bulan ketiga,, akhirnya Wu Jian dan lainya berhasil menyelesaikan semua pesanan.
Kegembiraan terpancar di setiap wajah yang membantu Wu Jian.
Mereka sangat bersukur,, karna selain mereka terlibat dalam pembuatan senjata senjata yang luar biasa...
Mereka juga mendapatkan banyak ilmu menempa dari Wu Jian.
Mereka kini paham,ttg ke ahlian apa saja yang harus di kuasai untuk dapat menciptakan senjata spiritual, serta penggunaan bahan sebagai tolak ukur tingkatan senjata senjata tersebut.
Bagi mereka,,,Wu Jian adalah junior yang di anggap senior bagi mereka semua.
Dua hari berikutnya,, Wu Jian mengadakan acara makan bersama dengan senior yang telah membantunya dan berterimakasih pada mereka.
Di acara makan trsbut, baik patriak dan semua tetua juga Paman Xi Zian ikut bergabung sekalian memberi ucapan selamat pada semua muridnya.
Sebelum acara makan di mulai,, patriak Huang menyempatkan diri untuk berbicara pada Wu Jian, Wang Yun serta lainya....
"Setelah hari ini!!! nama kalian akan tercatat dalam catatan sejarah baru sekte Pedang Biru! "
"Senjata buatan kalian, adalah senjata yang kini telah di akui sebagai senjata nomor satu di seluruh Kekaisaran Jhung!! "
"Sebagai Patriak,, aku memberikan ucapan selamat atas keberhasilan dari kerja keras kalian semua"tutur Patriak Huang, lalu di sahuti dengan tepuk tangan meriah dari semua orang yang berada di acara tersebut.
Acara makan bersama malam itu berlangsung lancar dan meriah hingga semua orang kembali ke kediaman masing masing, menyisakan Wu Jian dan Paman Xi Zian.
Keduanya mencari menuju kediaman Wu Jian yang tak jauh dari gajebo tempat berlangsungnya acara.
Di kediaman Wu Jian,,,
"Sepertinya, Paman tak lagi perlu menanyakan kabarmu Jian'er?? "
"Terimakasih Paman sudah menyempatkan waktu untuk menemui Jian'er?! "
"Jian'er?! melihatmu yang sudah berkembang sekarang!! Paman hanya bisa bersukur atas pencapaianmu" Ucap Paman Xi Zian.
Namun,,, Wu Jian menangkap raut kesedihan dari wajah pria gagah trsebut.
"Paman?? bagaiman keadaan Xi Yuyin?? "
Mendengar nama putrinya di sebut oleh Wu Jian,,, Xi Zian langsung menatap sayu pada Bocah itu.
"Huufff....... sampai kemarin!! Yin'er masih dalam kondisi yang sama"
"Entah Paman harus menunggu berapa lama lagi sampai hari itu tiba, Jian'er"
"Paman hanya takut,,, kalau Paman tak sempat lagi melihat senyum nya, melihatnya berlarian dan berakhir di pelukan Paman sambil memanggil ayah"
"Paman sudah kehilangan banyak waktu untuk mengharapkan hal itu"
Mata Xi Zian nanar,memikirkan kondisi putrinya, sementara dirinya yang sebagai ayahnya tak bisa berbuat banyak.
Wu Jian, seperti ikut larut dalam haru,melihat Paman Xi Zian terlihat begitu rapuh.
Wu Jian lalu berkata pada Xi Zian...
"Paman Xi?! apakah paman mau menunggu Jian'er, sampai Jian'er kembali??? "
"Paman tidak mengerti?? apa maksud Jian'er?? " tanya Xi Zian
"Jian'er berjanji,,, Jian'er sendiri yang akan memulihkan saudari Yuyin, paman"
Mendengar janji yang di ucapkan Wu Jian,,, Xi Zian langsung tersenyum.
Xi Zian sudah sangat paham dengan bocah yang di belinya dari pasar budak itu, yang memiliki karakter kuat, bertanggung jawab serta sangat bisa di andalkan.
"mm... baik!!! paman akan menunggu Jian'er kembali!!!.Dan kelak,,,paman akan menagih ucapan Jian'er!! " Dalam hati Xi Zian, sesungguhnya ia sangat bersukur bisa di pertemukan dgn putra dari rival cintanya dulu.
Xi Zian terkadang berfikir, menganggap bahwa Wu Jian adalah penyambung ikatan antara dirinya, Wu Feng dan A Yin.
Terlepas dari semua hal yang di pikirkanya,, Xi Zian bahkan menganggap Wu Jian sebagai putranya.
"Lalu kapan Jian'er akan mulai bertualang?? " Xi Zian yang melalui pertemuan singkat dgn Wu Jian beberapa waktu lalu,bocah itu sudah menceritakan niatanya pada Xi Zian.
"Lusa paman,, Jian'er akan mulai perjalanan itu esok lusa!! " jawab Wu Jian.
"Paman hanya bisa kembali berpesan agar Jian'er tetap berhati hati" tutur Zian.
Keduanya berbincang hingga larut malam, yang kemudian Xi Zian meminta Wu Jian untuk segera beristirahat.
*
*
Dua hari berikutnya.....
Ketika mentari masih tersipu malu untuk memeluk setiap mahluk dan embun yang masih enggan untuk mengering ....
Wu Jian telah bersiap untuk memulai petualanganya.
Di pelataran utama sekte,, Patriak dan lainya termasuk Xi Zian,menunggu bocah yang kini mendapat julukan Raja Penempa Sekte Pedang Biru tersebut dengan niat mengantarnya hingga pintu gerbang sekte.
Tak lama, Wu Jian pun muncul dengan semua persiapanya.
Wu Jian meberikan peradatan pada semua guru,juga patriak,Xi Zian, paman Chun juga ternyata, bersama mereka Jendral Xun menyempatkan diri untuk bertemu dengan cucu keponakanya sebelum cucunya tersebut memulai perjalananya.
Selesai melakukan peradatan juga mendengar semua pesan dari orang orang terdekat, Wu Jian pun berlalu.
"Hutan Iblis??? aku datang!!! " gumam Wu Jian.
Yang semua orang tidak tau kalau tujuan dari perjalanan Wu Jian adalah Hutan Iblis.Hutan yang tak satu orang pun selamat setelah memasuki wilayah tersebut.
Wu Jian menjaga rapat rapat rahasia ttg tujuan nya yang ingin menyibak misteri dari wilayah hutan Iblis.
Tujuan itu bermula karena tentu saja sebab ucapan Wu Feng, ayahnya yang berkata bahwa,,, luasnya langit, adalah gambaran dari keluasan daratan itu sendiri.
Hingga membuat Wu Jian berfikir,, bahwa tidak mungkin, dunia ini hanya seluas wilayah Kekaisaran Jhung saja.
Wu Jian yakin!! bahwa hutan Iblis memiliki batas wilayah serta terdapat kehidupan lain selain yang ada di wilayah Kekaisaran Jhung.
sebelumnya ketika belum naik tingkat wu jian bisa mengalahkan binatang tingkat 5, ini sudah naik dua tingkat malah terluka melawan binatang iblis tingkat 6
Yang Tokohnya Wu Jian karakter keras untuk
Mengambil keputusan dan bijaksana Hatinya
Baik penuh kasih sayang tidak memandang status Hormat pada Orang Tuanya dan ke yang lebih Tua, yang paling aku demen/Suka MCNYA
Tak mempermainkan kaum Hawa/Wanita malah Sebaliknya selalu menghormatinya Kaum Wanita
Cerita Sang Legenda Singkat Padat tidak bertele-tele dalam Perjalanan menuntut ilmu
Salam sehat sukses selalu untuk Author dan Keluarganya beserta Penggemar/Pembaca NOVELTOM
Karna Tokoh Utamanya selamat dan berbahagia bisa berkumpul kembali bersama keluarga dan Para CSNYA
Hmmm ada tugas baru dari Ras Kaisar ⭐⭐⭐⭐⭐
Wu Jian Wu Jian kanu pasti bisa berhasil mengatasi/Mengatasi/mengalahkan Dan Gue bunuh
Dia Hancurkan Dantain dan Merdiannya jadikan Manusia yang tak
Berguna lagi😄😄
Sekte Yuan/Benua Hitam jangan diberi kesempatan untuk hidup/Melarikan untuk menyalamatkan Dirinya sendiri
Dari orang2 yang Serakah Kekuasaan
Tidak Terlambat datang ke Benua Biru
Untuk bertempur menghadapi Sekte Taring/Sekte Ular yang di Pimpin Patriak Ing dari Daratane,Nyuan Benua Hitam
Terlambat datang ke Benua Biru
Pamit mau mengejar Patriak Ing Sekte Ular yang kabur yang merasa dirinya begitu bodoh dan mersa bersalah Telah membantai Para tawanan yang tak berdosa Wu Jian
Begitu geram pada Ptriak Ing