inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.
Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Maharani, maaf karena lancang telah mengusap perutmu. Aku sadar Maharani kehadiranku, tidak bisa membuatmu bahagia dan melupakan masa lalumu. Aku sadar, justru aku tidak bisa membuat mu bahagia, karena kehadiranku, hanya bisa membuat mu menangsi. Maaf Maharani, aku harap kau bisa bahagia. Karena melihat mu bahagia adalah kebahagiaan tersendiri untukku." Isi pesan yang di kirimkan oleh Bastian untuk Maharani.
Maharani langsung duduk di tepi tempat tidur sambil mengusap perutnya, sambil mengingat kebaikan yang telah di lakukan Bastian padanya dan juga pada ibunya. Namun kemudian ponsel Maharani berdering, bunyi pesan masuk membuat ingatan Maharani tentang Bastian langsung teralihkan, saat Maharani membaca pesan yang di kirim oleh Agam.
•••
Keesokan harinya, saat Sukma sudah bersiap-siap untuk pulang, Maharani langsung datang menghampiri dan mengatakan jika dirinya akan ikut bersama karena ada kepentingan yang juga harus di urus. Sukma begitu kaget, namun juga merespon dengan baik dan setuju untuk pulang bersama dengan Maharani.
Sedangkan Halisah, dia justru merasa kahwatir karena Maharani sudah menceritakan tujuannya untuk datang ke kota di mana dirinya pernah tinggal. Halisah bahkan sudah berulang kali memperingatkan Maharani agar tidak kembali luluh.
"Ibu, jangan khawatir. Aku di sana pasti baik-baik saja." Kata Maharani saat hendak masuk ke dalam mobil. "Percaya padaku, aku hanya pergi untuk menyelesaikan semua ini."
"Jangan lupa kabari ibu. Jangan buat ibu khawatir disini." Maharani tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu memeluk tubuh ibunya. Sedangkan Sukma ia sudah sejak tadi berada di dalam mobil.
••••
Mobil yang mengantar Maharani berhenti tepat di depan rumah sakit. Maharani juga sudah menjelaskan sebelumnya pada Sukma bahwa ia datang untuk menemui mantan ibu mertuanya yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit..
"Jangan lupa, hubungi Bastian jika ingin pulang." Kata Sukma saat Maharani sudah keluar dari mobil. Ya, tadi Sukma berpesan jika nanti kiranya Maharani hendak pulang, lebih baik menginap saja di rumahnya karena tidak memungkinkan untuk Maharani pulang kembali kerumahnya mengingat perjalanan yang memakan wakti kurang lebih delapan jam.
"Baik bu." Maharani akhirnya berjalan masuk ke dalam rumah sakit mencari ruang inap yang sudah terlebih dahulu di berikan oleh Agam.
•••
Perasaan Bastian yang belum sembuh kini kembali terluka saat Bastian mendengar dari ibunya jika saat ini Maharani tengah berada dirumah sakit menjenguk mantan ibu mertuanya. Namun, perasaa sakit itu jauh tersembunyi di dalam lubuk hatinya. Karena bagi Bastian, kebahagian Maharani sudah menjadi hal yang luar biasa untuknya walaupun Bastian harus menahan rasa sakit. Dan kini Bastian sadar jika memang Maharani tidak bisa membuka hati untuknya.
"Ibu, Maharani baik-baik saja kan? Terus dimana dia akan menginap malam ini?" Tanya Bastian di sela makan malamnya.
"Maharani baik, mungkin saja dia akan menginap di rumah sakit malam ini." Jawab Sukma karena sejujurnya Sukma juga tidak tahu di mana Maharani akan menginap, dan pastinya sampai saat ini Maharani belum mengabari Bastian, karena Bastian pun bertanya pada dirinya. Mendengar jawaban ibunya membuat Bastian menghembuskan nafas secara kasar. Bastian tidak bisa marah karena ini sudah menjadi keputusan Maharani, hanya saja Bastian tidak ingin jika Maharani kembali mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari mantan mertuanya.
"Aku harus ke rumah sakit." Kata Bastian.
"Jangan, sudah cukup. Berhentilah untuk ikut campur." Ucap Sukma.
••••
Di rumah sakit. Sesampai nya di sana, Maharani hanya berdiri tepat di depan pintu ruang inap. Entah kenapa Maharani tidak bisa dan belum ingin untuk bertemu dengan mantan ibu mertuanya itu. Sakit, kecewa, semua perasaan itu kembali datang. Hingga Maharani memutuskan pergi ke taman yang berada di rumah sakit. Ponselnya terus berdering, panggilan dari Agam, namun Maharani mengabaikan semua panggilan, juga begitupun dengan pesan, tak satupun yang di balas oleh Maharani meski dirinya sudah membaca pesan tersebut.
Hingga tepat jam sepuluh malam, Maharani memutuskan untuk menghubungi seseorang dan memintanya untuk menjemput dirinya yang saat ini masih berada di rumah sakit.
aduh...
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi
kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku