Terima kasih tuan, kau baik dan tampan.
Maukah kau menikahi ku??? tolong nikahi aku.
Pleaseeeee.
aku akan baik dan menurut padamu kelak" ucap Sandra dengan wajah memohon, lalu tiba-tiba Sandra menangis , ia memeluk pria itu erat,
di khianati oleh orang yang paling ia cintai membuat Sandra gelap mata dan meminta seseorang yang ia temui secara tak sengaja untuk menikahinya
Rasa sakit hati dan balas dendam membuatnya nekad menikah tanpa cinta.
Akankah Sandra menemukan kebahagiaanya diatas pernikahan palsunya??? ataukah ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibrahim Zein
Sudah seminggu Aidan pergi tanpa kabar dan Sandra lelah menanti pria itu memberi kabar padanya walau hanya melalui pesan singkat, namun Aidan seperti hilang di telan bumi.
Sandra merasa kecewa, jauh di dalam hatinya ia sangat berharap, sekalipun pernikahan mereka hanya sebuah perjanjian,
"Ah aku terlalu berharap lebih.
Sandra wake up.
sadar, loe bukan siapa-siapa Aidan.
hanya seorang wanita yang terpaksa ia nikahi karena kasihan" gumam Sandra pagi itu.
Sudah lima hari Sandra bekerja di perusahaan Ibra, memang bukan perusahaan besar, tapi Sandra senang bekerja di sana.
Pagi ini seperti biasa, ia sudah bersiap berangkat kerja saat sebuah panggilan masuk membuat langkah kakinya terhenti.
"Bu Merry???" tanya Sandra bingung
"Assalamualaikum bu, "
"Nak, naka Sandra itu...
apa ku punya waktu sebentar menemui ibu nak???"tanya Bu Merry terdengar penuh harap
"Sandra sekarang kerja Bu, bagaimana jika nanti sepulang kerja Sandra mampir ke sana???"
"Baik, baik itu juga boleh" ucap Merry
"Bagaimana kabar ibu???
Maaf ya Bu sandra belum sempat menemui ibu"
"Ibu..
Ibu baik nak" ucap Merry seperti ragu
"Bu, apa ada yang terjadi di sana????
ibu terdengar gelisah.
Apa perlu sekarang Sandra kesana???" tanya Sandra khawatir
"Tidak nak, ibu akan menanti kamu datang sore saja" ucap Merry buru-buru menolak
"Apa ibu menyembunyikan sesuatu dari Sandra????
apa ini ada kaitannya dengan keluarga om Fadly????" tebak Sandra membuat Merry terdiam lama
"Nak, ini memang ada kaitannya dengan keluarga iblis itu, ini menyangkut nenekmu"
"Baik Sandra akan kesana sore ini, apa ada yang ibu mau Sandra bawakan???" tanya Sandra
"Cukup kamu datang.
ibu perlu mengatakan sesuatu.
Kalau begitu ibu akhiri ya nak, kamu hati-hati di jalan.
pesan ibu, jangan percaya siapapun sekalipun om mu sendiri"
"Baik Bu, Sandra akan ingat selalu pesan ibu" ucap Sandra lalu panggilan berakhir
Sandra terlihat termenung di depan pintu dan bi Hera melihatnya
"Mba Sandra belum jalan?? bibi kita sudah jalan sejak tadi" ucap Hera pura-pura tak tahu.
ia sedikit mendengar percakapan antara Sandra dan seseorang di ponselnya
"Bibi Hera...
belum ini baru mau jalan.
Bi aku nanti malam tidak pulang.
Ibu angkat ku menelpon seperti nya ia rindu padaku"
"Baik mba, apa tuan muda sudah tahu???"
"Belum bi, nanti aku izin dulu sama.mas Aidan, walau ponselnya tidak aktif aku akan tetap mengirim pesan singkat di ponselnya"
"Baik" ucap bi Hera tersenyum canggung
Sandra tidak memerhatikan. pikirnya mengelana jauh memikirkan perkataan Bu Mery.
sepertinya Bu Mery memiliki sebuah rahasia yang ingin ia bagikan pada Sandra.
Sandra ingin sekali segera menemui Bu Mery, namun siang ini ia ada meeting penting dengan perusahaan Radit, sebagai orang baru, Sandra tak mau mengecewakan Ibra yang sudah memberinya kepercayaan.
Ya Ibra mempercayakan pembangunan resort nya ada perusahaan Ibra dan Sandra di daulat sebagai team penanggung jawab resort tersebut dari bentuk resort Samapi penataan di dalamnya, semua Sandra yang akan menghandle nya.
Sandra sudah sampai di gedung perusahaan Radit, baru saja ia masuk, seseorang di lobby memanggilnya dengan suara lantang.
"Auroraaaaa, woi sini" teriaknya membuat beberapa mata langsung tertuju padanya
"Sial, dasar mantan kondektur.
enggak bisa apa manggil pelan.
ngapain teriak-teriak" bentak Sandra kesal dan malu
Sementara Radit menepuk keningnya melihat kelakuan ibra.
Image yang Ibra berikan sebagai seorang pembisnis yang kaku dan berwibawa hancur sudah, luntur sejak kedatangan Sandra
Ya wanita di depan mereka sudah membuka kedok siapa sebenarnya seorang Ibrahim zein, seorang pria keturunan timur tengah dan Mediterania.
memiliki ketampanan unik perpaduan dua kultur budaya.
hidung yang sangat mancung kha orang timur tengah dengan rambut hitamnya, berpadu dengan mata biru miliknya dan tak ketinggalan di lengkapi dengan sepasang bulu mata lentik membuatnya bisa di bilang pria cantik
"hahaha, aku hanya antusias"
"Antusias apaan??
bilang aja jiwa kondektur loe meronta.
lagian ngapain loe ikutan datang???
bukanya bilang g mau datang ya???
kalau tahu loe datang gue mending di kantor aja urus yang lain" gerutu Sandra memanyunkan bibirnya kesal
"Baby dengar"
"Beba Beby, nanti orang salah dengar di kira b2 lagi" protes Sandra membuat Radit tertawa melihat wajah Ibra yang melas.
ya Ibra selalu kalah jika berdebat dengan Sandra
"Napa loe ketawa???? Seneng ya liat gue susah??"
"Emmmm" ucap Radit dengan gaya ngondek membuat bra Memutar bola mata malas
"Ya udah Yo kita berangkat"
"Loh kita meeting nya bukan di kantor loe Dit???
"Enggak, kita ke restoran milik keluarga gue
sekalian gue minta masukan ke loe"
"Boleh juga, tapi bayar ya" ucap Sandra membuat Ibra melotot
"Sandra loe miskin banget apa????
Matre bener*
"Harus, gue emang sekarang miskin" ucapan Sandra santai mengikuti Radit yang terkekekh di depannya.
Seorang wanita menyambut Radit di depan lobby
"Bos"
"Sandra perkenalkan dia adalah wakil gue.
"Mayra"
"Sandra"
"Baik ayo kita jalan" ucap Radit memberi komando
"Baby, naik mobil gue aja" ucap Ibra lansgung menarik Sandra
"Eit gue bawa mobil sendiri,"Tolak Sandra, ia seger amenuju mobilnya.
"Eh onta, ngapai loe naik ke mobil gue????
"Nebeng, malas nyetir" ucap Ibra santai, ia bersedekap dada lalu memejamkan matanya.
Sandra hanya bis amenggela nafas kesal
Mereka akhirnya sampai di sebuah restoran milik keluarga Radit
Sejak pertama Turin Sandra memeprhatikan semua detail restoran tersebut.
Mengusung tema famili modern namun juga back to nature,
Begitu mereka duduk, Sandra langsung di mintai pendapatnya oleh Radit
Sandra menggemukan pendapatnya, ia memberikan sedikit masukan yang berguna untuk menambah kesan cozy serta kesan unik dan estetik di restoran tersebut.
Radit menyambut usulan Andra dengan antusias.
ia sampai meminta Sandra sendiri yang menangani restoran itu di luar kerjasamanya dengan perusahaan milik Ibra, tentu saja awalnya ibra keberatan takut Sandra kelelahan, namun Sandra menyanggupinya, ini sebuah tantangan baginya dan juga untuk menambah pengalamannya karena restoran Radit projek pertama Sandra di sebuah restoran.
Sebelum berangkat tadi Sandra sudah mengirimi pesan singkat pada Aidan, intinya meminta izin suaminya untuk menginap di rumah keluarga Haris, walau sebenarnya Sandra enggan,, Sekalian ia ingin membawa beberapa pakaian dan juga barang pribadinya yang masih tertinggal di kediaman Haris.
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Sandra akhirnya sampai di kediaman Haris,
"Bismillah, semoga manusia-manusia jadi-jadian itu Tak ada di rumah" dia Sandra dalam hati,
namun rupanya tuhan berkata lain,
"Ngapain loe pulang???
Tahu pulang juga loe???
udah di tendangan sama sugar Daddy loe ya???" cibir Sarah yang turun dari mobilnya di susul oleh Rizky.
Sandra menghela nafas, ia benci situasi ini.
melihat perut Sarah yang terlihat sedikit membuncit dalam gaun ketatnya, ingin sekali Sandra mencibirnya.
Apa Sarah tidak punya kaca???
Tubuhnya kini seperti lontong ikat di usia ******** empat bulannya, empat bulan....
anak dalam kandungan Sandra sudah empat bulan yang artinya Rizky sudah berhubungan dengan Sarah belum pertunangan mereka
Sandra merasa dadanya sangat sakit mengingat pengkhianatan kedua manusia di depannya.
ia sudah berusaha merelakan semua, tapi mengapa rasa sakit itu tetap terasa.
Sandra menyentuh jarinya, sebuah cincin melingkar di jarinya, entah mengapa ada kelegaan tersendiri, berlangsung rasa sakit di hatinya hilang.
ya kini ia sudah punya Aidan, walau entah sampai kapan.
Tanpa sadar Rizky memperhatikan semua gerak-gerik wanita pujaan hatinya itu, alisnya mengkerut mana kala melihat cincin di jari manis Sandra