Zero seorang pria tampan yang terkenal sebagai CEO Olivier crop .Terkenal sebagai pria dingin yang menganggap wanita hanya mainannya kecuali sang adik .
Selain Seorang CEO tanpa diketahui publik Zero juga ketua pembunuh bayaran yang ditakuti oleh banyak orang .
Zero menerima misi untuk menghabisi gadis cantik bernama Luwina .
Apakah Zero bisa menjalankan misinya atau malah terjebak oleh pesona Luwina gadis yang menjadi targetnya .
Yuk simak kelanjutan cerita nya ....
Bagaimana kisah Zero dan Luwina .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyna Asma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xaviero yang irit bicara
Gelak tawa Carlos cukup untuk mengobati luka yang dirasakan oleh Noela .Wanita itu merasa dengan ada nya Carlos sudah cukup tidak ingin yang lain .
Saat kedua pria itu sedang bermain dihalaman belakang bersama Carlos .Maka kedua wanita itu menyiapkan makan malam dengan dengan dipenuhi dengan cerita Noela .
" Kak .... aku tidak menyangka jika mereka berdua bisa bermain dengan anak kecil . Melihat mereka berdua yang garang sepeti itu ." Ucap Luwina sambil membersihkan sayuran .
" Ha ha ha .... andai kau tahu saat Zero bermain dengan X bersaudara kau malah akan semakin kaget Luwi ..." Jawab Noela dengan tawa renyah .
"Hah .... siapa mereka kak .?" Tanya Luwina dengan penasaran .
" Coba kau tanya Zero sendiri .... biasanya jam segini Zero kan menghubungi mereka ." Jawab Noela dengan ambigu .
Luwina hanya bisa menekan rasa ingin tahunya itu dengan cemberut .Saat mendengar jawaban Noela .
" Kak ... mana mungkin aku berani bertanya kepada Sir Zero kak .Kalau bercanda jangan kelewatan." Jawab Luwina dengan masam .
" Kenapa tidak berani ?.... Zero itu bai hanya saja keadaan yang membuatnya begitu ." Sahut Noela dengan senyum kecil melirik Luwina yang masih sibuk dengan mencuci sayur .
Saat kedua nya sibuk dengan berbagai bahan makan terdengar tawa Zero .Saat melalukan panggilan telfon .
" Papi ..... Good morning....." Terdengar suara dari balik telfon dengan wajah yang masih berantakan .
" Baby girl.... kau baru bangun lihat baby boy sudah selesai mandi ." Ucap Zero dengan terkekeh kecil .Saat mendengar suara gadis kecil itu Carlos melompat kearah Zero .
" Baby girl ..... tetap cantik meski belum mandi ." Sahut Carlos melompat dipunggung Zero .
" Carlos pergi jangan.... memeluk papi ku ." teriak gadis kecil itu dengan marah .
" Huh.... dasar pelit ini juga papi ku ." Jawab Carlos dengan jahilnya memeluk Zero .
"Uncle Zus ... Carlos nakal " gadis kecil Kemabli berteriak saat Carlos mulai menggoda nya .
" Princess... cepat mandi nanti kakak tinggal ini sudah siang waktunya berangkat sekolah ." Terdengar suara yang membuat Zero mengerutkan kening .Itu bukan suara Xavier atau pun Ay melainkan Erik .
" Iya kak ...aku akan mandi aku sedang berbicara dengan papi ." Jawab Xera dengan cemberut .
" Nanti saja ... sekarang mandi dulu nyonya sudah menunggu mu ." Sambung Erik sambil menggendong Xaviero .
" Rik ....ini masih pagi kenapa kau ada disana ..?" Tanya Zero dengan curiga tidak mungkin bocah itu disana tanpa sebab .
"Eemm.... nanti aku beritahu ." Jawab Erik di melirik kamar mandi dan juga bocah yang saat ini sedang memeluk lehernya .
" Baik lah aku tahu .... saat mereka sudah bersama dengan Ay hubungi aku ." Ucap Zero dengan tegas .
"Papi .... " Ucap Xaviero dengan mengangkat wajah nya dari pundak Erik .
" Hay ... jagoan Papi dimana mom...boy kenapa bersama kak Erik .?" Tanya Zero kepada Xaviero .
"Dapur ... dad mandi ." Jawab bocah kecil itu .Membuat Zero tak habis pikir bocah itu mempunyai IQ tinggi tapi entah kenapa irit bicara .
" Boy kenapa .... jagoan Papi sedang marah sama siapa Boy.?" Lagi lagi Zero bertanya dengan lembut .
" Abang ..." Jawab Xaviero dengan singkat .
" Hah .... " Zero menghela nafas kasar saat Xaviero hanya menjawab singkat .Zus menepuk bahu pria itu .
" Sabar bos .... " Ucap Zus dengan lirih .
" Ya ... sudah boy pergi lah sarapan dengan kakak ... nanti papi hubungi lagi ." Ucap Zero kepada Xaviero dengan lembut .
" Kau dengar itu..... berbicara dengan Xaviero harus extra sabar .Dia bocah berusia 3 tahun yang irit bicara ." Ucap Noela kepada Luwina saat melihat raut wajah luwina yang penasaran .
"Aku tidak tahu akan mendapatkan kejutan apa lagi nanti kak." Jawab Luwina dengan kagum saat Zero bisa berbicara begitu lembut saat bersama dengan anak kecil .
" Sudah ayo siapkan masakan nya sudah siap ." Sahut Noela dengan terkekeh kecil .Mereka berdua menyiapkan masakan mereka dimeja makan dengan rapi .
" Guys .... ayo cepat kita makan malam semuanya sudah siap ." Teriak Noela membuat ketiga pria itu menoleh .
"Yes ... Mam ..." Jawab Carlos dan Zus dengan kompak .Noela hanya bisa menggelengkan kepala miris saat mendengar itu .Dari dulu Zus selalu kompak dengan sang anak .Luwina hanya bisa terkekeh pelan saat melihat mereka .Dia kadang sudah lupa bagian rasanya bersama dengan keluarga saat dia memutuskan tinggal sendirian .
Sedangkan disebuah rumah mewah dinegara berbeda . Terlihat pasangan suami istri paruh baya .Sedang menikmati makan malam mereka dengan sendu .
"Dad ... aku merindukan gadis kecil itu .ayo kita kesana aku ingin tahu apa dia baik baik saja saat ini ." Ucap wanita itu dengan sendu .
" Belum saat nya mom ....kita harus bersabar mereka akan semkin menggila disaat mereka tahu bahkan Luwina berada perlindungan kita ." Jawab pria itu dengan lembut ." Lagi pula putra mu itu juga akan segera menyusul nya kesana.Aku juga tidak tahu pasti siap pria yang saat ini sedang mencoba untuk mendekati putri kita .Yang pasti dia pemilik dari Oliver crop hanya itu informasi yang kita punya ." Lanjut pria itu dengan cepat .
" Baik lah ... aku percaya itu .Semoga saja dia pria yang baik yang bisa menjaga Luwi kecil ku ." Ucap wanita itu dengan senyum mengembang .
🌺🌺🌺🌺🌺
Guys jangan lupa tinggalkan jejak kalian .
like comen dan vote yaah .....
🌺🌺🌺🌺🌺