Kanaya Freya Alessandra, gadis cantik berusia 23 tahun yang selalu dikelilingi perhatian banyak pria, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah begitu drastis. Di balik pesonanya, takdir mempermainkannya, menjeratnya dalam hubungan terlarang dengan Alvian Kenzo Achazia, atasannya sendiri. Sebuah keputusan yang membawa cinta dan kehancuran dalam satu waktu, membuat Kanaya terjebak dalam dilema antara hati, ambisi, dan rasa bersalah yang kian menghantui setiap langkahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shopping
Setelah menerima gaji pertamanya Freya memutuskan pergi bersenang-senang bersama Alana, Sierra membeli apapun yang di inginkan mulai dari pakaian, sepatu tas dan make up, Freya tidak menahan diri nya lagi, hal itu membuat Alana heran bahkan gadis itu sempat terkejut saat Freya bercerita gaji pertamanya satu milyar dalam sebulan, langsung saja isi pikiran Alana negatif, ia yang menjadi sugar baby saja sebulan tidak sampai segitu. Kenapa Freya yang menjadi sekertaris gajinya bisa sebesar itu.
"Alana kamu tidak mau beli sesuatu? Aku yang bayar." ucap Freya sambil memilih-milih atasan yang cocok untuk nya. Alana menggeleng.
"Aku mau di traktir makan saja Frey." kata Alana.
Freya tersenyum. "Setelah ini kita makan." sahut Freya.
Saat ini keduanya sedang berada di Mall dan Freya menenteng 10 paperbag dengan logo brand terkenal, ia juga ingin merasakan memakai pakaian mahal, Freya juga membelikan nya untuk Reza, 1 milyar tidak akan habis jika di foya-foya sedikit pikir Freya.
*****
Akhirnya mereka memutuskan makan malam di salah satu restauran Jepang yang cukup terkenal. Alana menyantap makanan nya ia menatap ke arah Freya yang terlihat ceria bahkan sangat bersemangat.
"Freya...." panggil Alana.
"Hem ada apa Na?" tanya Freya yang masih menikmati makanannya.
"Apa kamu telah menjadi baby girl Pak Kenzo?" tanya Alana langsung.
Uhuk!!?
Langsung saja Freya tersedak dan buru-buru meminum air putih nya, ia meraih tissue dan mengelap mulutnya yang basah. Alana memicingkan matanya curiga ke arah Freya.
"H-hei apa-apaan? Mana mungkin aku jadi simpanan nya!" bantah Freya, jangan sampai Alana tau apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Kenzo. Itu semua bisa membuat Alana terkejut pastinya.
Alana mengangguk. "Tapi kamu terlihat panik, apa sudah terjadi sesuatu di antara kalian." tanya Alana lagi, dia masih sangat penasaran karena biasanya Freya akan menahan diri untuk membeli sesuatu.
Freya mengumpat dalam hati, Alana memang blak-blakan, namun Freya tidak bisa memberitahu rahasia nya kepada siapapun termasuk Alana.
"Tentu saja tidak ada, kamu pikir apa yang kami lakukan? Pak Kenzo mengatakan gaji bulan pertama ada bonus tambahan makanya banyak, apalagi aku berhasil meyakinkan Mr. William untuk bergabung bersama perusahaan kita." jelas Freya dengan tenang agar Alana tidak berpikir lagi yang tidak-tidak tentang dirinya.
Alana hanya mengangguk dan berusaha percaya, walaupun ia tidak percaya, di dunia ini tidak akan ada pria yang baik dan membuang uang cuma-cuma jika tidak ada sesuatu yang di inginkan, Alana tersenyum ia hanya tinggal menunggu Freya jujur sendiri padanya. Alana bukanlah orang yang bisa dibohongi.
"Ah aku kira kamu jadi baby girl Pak Kenzo, kan lumayan juga Frey, Pak Kenzo itu tampan dan kaya, punggung dada bidang nya membuat aku khilaf, oh jangan lupakan bokong nya juga sangat seksi di balik celana kain itu, jika aku jadi kau sudah dari pertama aku melemparkan diri secara cuma-cuma ke ranjang nya." ungkap Alana sambil membayangkan tubuh Kenzo, katakan saja Alana ini adalah wanita cabul karena telah membayangkan hal yang tidak-tidak tentang atasannya.
Freya hanya berdehem, ia sudah merasakan semuanya betapa kasar nya Kenzo. Langsung saja Freya merapatkan paha nya jika mengingat hal itu lagi. Freya menggelengkan kepalanya pelan agar tidak memikirkan lagi malam panas waktu itu.
"Itu tidak mungkin kan aku sudah ada Mas Reza, lagi pula Mas Reza sekarang sudah bekerja di Arthayasa grup." jelas Freya memberitahu Alana agar wanita itu tidak selalu merendahkan suaminya.
Alana membulatkan matanya. "Wah keren Frey, selamat Frey akhirnya Reza mendapatkan pekerjaan yang keren, jika sudah seperti itu sebaiknya kau wajib setia dengan Reza, tapi jika suami kamu masih sibuk dan jarang perhatian, kamu sebaiknya beralih ke Pak Kenzo saja yang sudah pasti." kata Alana di depan Freya. Entah dari dulu kenapa dirinya sangat tidak menyukai Reza.
"Sebenernya apa yang membuat mu tertarik sama Pak Kenzo sih Na?" tanya Freya heran, pasalnya Alana selalu saja memuji-muji atasannya itu, dulu saja Alana selalu memuji Bagas, tetapi sekarang malah memuji-muji Kenzo. Apakah Alana hanya akan memuji-muji pria kaya saja?
"Mata kamu emang udah ketutup Frey, kamu masih bertanya? Aku jelaskan yang pertama tentu karena dia kaya dan harta nya tidak akan habis 7 keturunan, tujuh tanjakan dan tujuh belokan, yang kedua dia tampan, dan kadar ketampanan nya melebihi batas, perhatikan dengan baik seluruh bagian tubuh nya tampan termasuk seksinya itu, yang ketiga dominan, aku yakin pria seperti Pak Kenzo pasti akan panas di atas ranjang aku bisa melihat dari gesture nya, dan kamu tidak akan menemukan menemukan ketiga hal ini dalam diri seorang pria secara bersamaan, hal ini sangat langka Frey." jelas Alana lagi-lagi malah membayangkan gestur tubuh Kenzo.
Freya hanya diam apa yang di katakan Alana memang fakta, Kenzo panas, liar dan menantang. Bahkan Freya saja sampai kewalahan menangani keganasan Kenzo, tapi dibalik itu semua Freya senang karena dibuat tidak berdaya dibawah Kenzo.
"Maka dari itu, lelaki seperti Pak Kenzo patut di lestarikan Frey, populasi nya sangat langka." lanjut Alana.
"Jika Pak Kenzo menawari mu menjadi baby girl nya apakah kamu mau Na?" tanya Freya membutuhkan jawaban Alana.
Alana membulatkan matanya dan menatap ke arah Freya. "Oh Ya ampun ini gila, tentu saja aku mau tanpa pikir panjang, bayangkan saja uang bulanan lancar, liburan ke luar negeri, belanja barang branded dengan sesuka hati, di tambah wajah nya yang tampan dan nikmat nya di ranjang, sudahlah aku tidak akan melepaskan nya lagi, kebanyakan dijaman sekarang kaya tapi tua, lihatlah Pak Kenzo jauh diatas kasar ketampanannya." jawab Alana dengan tegas.
Alana langsung larut dalam khayalan nya jika ada yang modelan serupa seperti Kenzo. Freya hanya diam ia baru saja membuang kesempatan itu, namun Freya memang tidak harus menerimanya, ia harus ingat Reza, Kenzo hanya membuat nya bahagia sementara karena nafsu.
"Sudahlah jangan berpikir kotor Na, aku yakin kamu pasti sedang membayangkan hal yang tidak-tidak tentang Pak Kenzo."
"Ck! Kamu merusak khayalan aku Frey, oh iya Pak Bagas juga sering menanyakan kamu, aku sampai bosna setiap hari ditanyai terus." ujar Alana mengingat jika Bagas setiap hari selalu menanyakan keadaan Freya kepadanya membuatnya jengah.
"Sudahlah jangan diladeni, lagian ngapain Pak Bagas nanya-nanya terus."
"Ya karena kalian sekarang jarang bertemu, bukannya biasanya Pak Bagas selalu memberikan kamu hadiah."
Freya mendengus kesal, pasti setiap berkumpul dengan Alana selalu saja membahas tentang pria-pria.
Mulairkumpul dengan Alana selalu saja membahas tentang pria-pria.
Unsubscribe lhaaa !!!!!
apa kelanjutannya thor