Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis yatim piatu bernama Ayla Khairani Putri berusia 19 tahun, ia dibesarkan oleh pamannya Emir Rahman dan isterinya Mira Rahman.
Emir dan Mira sendiri memiliki dua orang anak yaitu Laura Rahman seusia Ayla dan Luky Rahman 3 tahun lebih tua darinya.
Ayla adalah gadis yang periang dan mudah bergaul tapi satu kelemahannya dia terlalu polos dan ceroboh.
Di hari pertama Ayla magang di sebuah perusahaan yang cukup ternama, ia hampir datang terlambat karena taksi online yang dipesannya tidak juga kunjung datang.
Tanpa bertanya lagi Ayla yang sudah sangat cemas masuk ke dalam sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.
"Siapa kamu?"tanya sang pengemudi dengan datar
" Sudahlah pak supir jangan banyak tanya jalankan aja mobilnya, aku sudah hampir telat"sahut Ayla santai seraya merapihkan rambutnya yang berantakan
Siapakah pria dibalik kemudi tersebut?sebuah keberuntungan atau kesialan setelah Ayla bertemu dengan Alveer Erlangga Kusuma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia jodohku
Alveer menyudahi makannya lalu meraih botol yang berisi air mineral, ia lalu meminumnya hingga tersisa setengahnya
" Ini sungguh masakan yang pas di lidahku, tidak sia-sia aku membawanya kemari" ucap Alveer
" Jelas enak karena itu masakan ku, coba kalau dia sendiri yang memasak untuk mu aku yakin kau pasti akan memuntahkannya" batin Ayla
" Kenapa kau tidak mau makan?" tanya Alveer
" Aku masih kenyang" jawab Ayla
" Sepertinya kau sangat menyukai makanannya?" tanya Ayla
" Kau benar, baru pertama kali aku makan makanan yang seenak ini selain masakan mamaku tentunya" sahut Alveer
" Benarkah?" Alveer mengangguk
" Kau nampak senang sekali dibawakan bekal olehnya?" Alveer tersenyum
" Kalau dia membawakan aku makanan seenak ini setiap hari tentu hal yang menyenangkan untuk ku tentunya dari pada aku harus makan diluar yang rasanya terkadang tidak terlalu enak" sahut Alveer dengan senyum yang mengembang di wajahnya
" Ya sudah kau suruh saja dia datang setiap hari ke kantor mu untuk membawakan makanan untuk mu, ya sekalian temu kangen!" ucap Ayla dengan sedikit raut wajah yang berbeda
" Ide yang bagus"
" Apa?"
" Kau bilang aku harus menyuruhnya datang setiap hari ke kantor untuk membawakan bekal makan siang untuk ku" goda Alveer
" Jika hanya untuk membawakan mu bekal makan siang aku juga bisa" gumam Ayla
" Kenapa diam?"
" Tidak ada, terserah mu saja jika ingin sekalian makan siang bersamanya juga tidak apa-apa" sahut Ayla
" Tapi dari cara bicaramu sepertinya kamu tidak rela, apa kau cemburu?" Alveer mengerlingkan matanya
" Cemburu? hah... mana ada, kenapa juga aku harus cemburu? kau dan Laura itukan_"
Cup
Alveer langsung menyambar bibir Ayla, " Kau!' kesal Ayla
Berhenti mencium ku seperti itu, kau sangat keterlaluan" marah Ayla yang baru beranjak dari duduknya tapi sudah ditahan oleh tangan kekar Alveer
" Berhenti juga menyebut namanya dihadapan ku!" Alveer tak kalah marah
" Bukannya kau baru saja memujinya dan ingin dia membawakan mu bekal makan siang setiap hari, lalu apa salahnya jika aku menyebut namanya. lagi pula orang tua kalian juga sudah menjodohkan kalian berdua, kalian pasangan yang sangat serasi dan tidak seharusnya aku berada di tempat ini" teriak Ayla yang sudah terbawa emosi lalu menghempaskan tangan Alveer dari tangannya dengan sedikit kasar
Ayla pergi meninggalkan Alveer yang masih terduduk di meja makan, Ayla berlari keluar villa beberapa detik kemudian Alveer langsung beranjak dari duduknya dan segera menyusul Ayla
" Ayla berhenti, kau tidak hapal dengan tempat ini kau bisa tersasar!" teriak Alveer sambil berlari mengejar Ayla
Brukk
" Aaaaw...!" Ayla terjatuh dan kakinya berdarah tergores batu krikil
" Ayla!" teriak Alveer yang semakin mempercepat larinya untuk menghampiri Ayla
Ayla berusaha untuk berdiri tapi rupanya kakinya sedikit terkilir hingga ia merasakan sakit saat hendak kembali berdiri
" Aaaaww.... kakiku!" Ayla memegangi kakinya yang berdenyut nyeri
" Kau tidak apa-apa?" tanya Alveer yang kini sudah berjongkok di depannya
" Pergilah, aku tidak butuh bantuan mu!" Ayla menepis tangan Alveer yang terulur untuk menyentuh kakinya
" Kakimu terluka, sebaiknya ikut aku kembali ke villa setelah aku mengobati kakimu, aku akan mengantarkan mu pulang!" bujuk Alveer
" Tidak perlu" tolak Ayla
" Kenapa kau begitu keras kepala!" Alveer kesal lalu mengusap wajahnya dengan kasar
" Karena kau selalu memaksa" marah Ayla
" Aku memaksa karena kau begitu keras kepala, sekarang menurut lah! hari sudah mulai gelap dan sepertinya juga langit akan segera turun hujan" ucap Alveer yang sudah tersulut emosi
Ayla terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Maafkan aku" ucap Alveer dengan suara yang sangat lembut
" Kau tahu alasan kenapa aku membawa kotak bekal makan siang yang diberikan oleh sepupumu itu?" Ayla masih diam dengan wajah yang menunduk
" Awalnya aku ingin membuangnya tapi aku sedikit penasaran, lalu aku membukanya dan saat aku melihat isi kotak tersebut entah kenapa ada rasa ingin mencicipinya dan setelah aku mencicipinya ternyata tebakan aku sepertinya benar rasa makanan itu sama persis dengan menu sarapan yang kau bahwa beberapa hari yang lalu"
Deg
Ayla mendongak dan tatapan mata keduanya pun bertemu
" Maksudmu?" Ayla masih tidak mengerti
" Makanan itu kau yang memasak, benarkan?"
Ayla terkejut bagaimana bisa Alveer mengetahui bekal makanan yang Laura bawakan untuknya adalah masakannya
" Kau?"
" Aku tahu, dan aku sangat menyukainya karena itulah aku berkata aku tidak keberatan jika aku dibawakan bekal makan siang setiap hari jika itu adalah masakan mu!"
Blussshh
Wajah Ayla berubah merah kata-kata Alveer sungguh membuatnya berbunga-bunga
" Sudah tidak marah lagi kan jadi ayo ikut aku kembali ke villa, kakimu harus segera di obati" Alveer dengan gerakan cepat langsung mengangkat tubuh mungil Ayla kedalam gendongannya.
" Eh?" Ayla terkejut
" Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri!" teriak Ayla dengan wajah yang sudah merona
" Diamlah, jika tidak kita akan jatuh bersama-sama jalannya begitu rusak" keluh Alveer
Ayla terdiam dan menyembunyikan wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus dalam dada bidang Alveer
Setelah sampai di dalam villa dengan sangat hati-hati Alveer menurunkan Ayla di atas tempat tidur.
Alveer membuka sepatu Ayla dengan sangat hati-hati lalu dengan gerakan perlahan ia memijat kaki Ayla
" Aaa..." pekik Ayla saat kakinya dipijat oleh Alveer
" Apa terasa sakit?" Ayla mengangguk pelan
" Sedikit" jawabnya
" Istirahat lah dulu, nanti jika sudah merasa baikkan aku akan mengantarmu pulang, apalagi diluar juga hujan cukup deras jadi alangkah baiknya kamu beristirahat" ucap Alveer perhatian
Ayla hanya menganggukkan kepalanya ia tidak menyangka mendapatkan perhatian yang begitu besar dari pak sopirnya itu diralat Ayla dia itu atasanmu.
" Aku keluar dulu ya, kalau ada apa-apa kamu panggil aja!"
" Iya, terima kasih"
Alveer pun keluar dan Ayla senyam-senyum sendiri menatap ke arah pintu yang kini sudah tertutup
" Aishhh.... aku ini kenapa? jantungku kenapa berdegup sangat kencang?" Ayla memegang dadanya sendiri
" Apa aku benar-benar sudah jatuh cinta dengannya? tapi bagaimana dengan Laura, paman dan juga bibi, mereka pasti akan membenciku?"
" Apa yang harus aku lakukan? apa aku harus menghindarinya? aku tidak boleh begini terus, ini salah ini tidak boleh, aku harus pergi dari sini aku tidak mau mereka semakin membenciku terutama paman dan bibi!" gumam Ayla yang ternyata didengar oleh seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu tanpa Ayla sadari
" Kenapa dia begitu keras kepala, aku tahu dia juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang aku rasakan, dasar gadis bodoh demi mereka bahkan kau rela menukarnya dengan kebahagiaan mu sendiri" ucap Alveer bermonolog dengan dirinya sendiri
" Aku tidak akan melepaskannya apalagi membiarkannya pergi meninggalkan ku, karena Dia jodohku !"
dan laura selamat ya terima karmamu sendiri 😂😂😂
banyak yg iri lagi sabar ayla jodoh gak akan ke mn