NovelToon NovelToon
BIARKAN KU MENGALAH

BIARKAN KU MENGALAH

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:87.2k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Mengorbankan cinta untuk sahabat?
Cintanya pada seorang laki-laki ia pertaruhkan demi kesembuhan sahabat yang menderita depresi.
Bisakah Salma mengikhlaskan Doni hidup bersama Esti. Atau mereka akan tetap bersatu dengan cinta mereka?

Temukan jawabannya di Biarkan Ku Mengalah cerita yang seru dan mengharukan tapi ga usah baper. Happy reading💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Kepergok Hansip Cantik

"Laki-laki itu, dia duduk di sampingku karena situasi mobil yang kutampangi penuh. Dia...dia...terus menggesek anunya ke pahaku sampai pada akhirnya rokku basah karena ulahnya. Doooon aku beneran takut." Salma mengusap wajahnya, sebagian wajahnya ia tutupi dengan kedua telapak tangannya, ia gugup, takut.

"Aku mengerti ketakutanmu karena kamu belum menikah jadi kamu belum tahu proses yang menyebabkan kehamilan. Aku kasih tahu ya, wanita akan hamil kalau terjadi pertemuan dua jenis kelamin secara langsung. Dan alat kelamin laki-laki bisa menembus area sensitif wanita sampai selaput dara wanita robek. Nah kasusmu tadi itu hanya gesekan-gesekan di luar saja apalagi kamu memakai pakaian lengkap jadi kamu masih aman. Walaupun sper** laki-laki itu menempel di rok. Aku bersyukur kamu masih dilindungi. Lain kali hati-hati kalau naik mobil umum karena banyak kasus pelecehan seksual terjadi. Perempuan yang jadi korban. Tidak hanya mahasiswa, pelajar, anak kecil bahkan ibu-ibu isteri seorang polisi pun pernah mengalaminya, saat duduk di bagian depan samping sopir. Bukan sopir pelakunya tapi penumpang laki-laki yang tidak kebagian tempat akhirnya duduk di depan. Endingnya ia pun mendekam di penjara. Jadi untuk para wanita tetap harus hati -hati. Kalau bisa saat berpergian ada yang antar jemput itu lebih aman." Jelas Doni panjang lebar yang membuat wajah Salma merona karena malu.

"Gimana sudah paham? Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan lagi."

"Iiish...Aku tuh serius. Aku benar-benar takut. Mana sudah malam lagi. " Ada sedikit trauma pada diri Salma.

"Nanti aku yang antar kamu pulang." Salma menggeleng cepat.

"Engga ....engga aku ga mau diantar kamu. Enak di kamu ga enak di aku. Kamu tuh sudah punya isteri. Pasti isteri kamu tuh lagi nungguin kamu. Sudahlah kamu pulang saja sana"

"Kamu tuh aneh Sal, dengan situasi kayak gini aja kamu masih mikirin orang lain. Lantas kapan kamu mikirin kamu sendiri? Aku ga mau terjadi apa-apa di jalan apalagi ini sudah malam. Pokoknya ga boleh ada penolakan, setelah makan kamu akan aku antar pulang! Sudah tahu sekarang sedang rawan pelecehan jadi kamu harus nurut." Ujar Doni penuh kekhawatiran. Salma terdiam. Dia mengatur perasaannya yang masih tidak menentu. Antara takut, khawatir, senang dan lapar karena sejak tadi siang perutnya belum terisi, sementara ini sudah pukul 21.00 wib.

Semangkok baso diserahkan pada Salma yang masih bersedih.

"Makan dulu. Setelah itu aku antar kamu pulang" Tidak ada percakapan di antara mereka. Yang ada hanya suara dentingan sendok yang tersapu oleh deritan angin yang menyapa ranting. Hawa dingin menyeruak menyentuh kulit. Agak terobati dengan suapan- suapan baso yang dapat membantu menghangatkan tubuh.

Doni begitu menikmati makan malamnya dengan bahagia ia menghabiskan baso yang masih tersisa. Tanpa mereka ketahui seorang wanita berdiri dengan jarak 50 meter dari tempat duduk mereka. Ia mengeluarkan bulir air mata menatap sendu keberadaan mereka. Banyak pembeli saat itu sehingga wanita itu hanya diam terpaku, tak kuasa untuk mendekat.

"Tadi aku sudah menghubungi paman Adam untuk mengantarku pulang jadi kamu pulang saja. Aku khawatir Esti mencarimu."

"Enggak akan. Esti tadi sudah tidur saat aku tinggalkan. Kalau pun terbangun paling tengah malam hanya kehausan atau kebelet pipis. Kalau memang pamanmu akan menjemputmu aku akan menemanimu menunggu paman." Doni cukup ngeyel.

Pelan-pelan para pengunjung berangsur pergi. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh wanita yang diam -diam memperhatikan mereka dari kejauhan.

"ooooh jadi begini kelakuan kalian di belakangku. Ck...ck...ck...romantis sekali kalian." Esti begitu kesal. Sedangkan Salma dan Doni sangat kaget dengan keberadaan sahabatnya itu.

Doni mengusap tengkuknya. Ia tidak menyangka Esti akan datang dan memergokinya ketika ia sedang makan berdua dengan Salma. Ia mendekati Esti yang sedang menatapnya tajam.

"Sayang sedang apa kau di sini,? Ini sudah malam. Tidak baik ibu hamil keluar malam-malam begini. Ayo kita pulang sayang" Esti berontak. Doni pun hanya diam membiarkan Esti meluapkan kemarahannya walaupun ia merasa khawatir banyak orang yang akan melihat drama ini.

"Salma aku pikir kamu tulus menyerahkan Doni untukku dengan dalih ingin aku sembuh. Kamu tau dengan kelakuan kalian seperti ini pun membuat aku kembali sakit. Kamu tega ya Sal. Kamu sengaja ingin merebut Doni di belakangku? Kamu tahu kan kalau aku sedang mengandung anaknya?" Salma gugup bukan main. Situasi ini lebih rumit dibandingkan soal matematika.

"Esti ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan Doni hanya...."

"Diam kau!" Esti begitu marah.

"Dan kau bang, aku kecewa sama kamu. Aku pikir kamu mulai mencintaiku dengan tulus. Bang Aku istrimu yang sedang mengandung anakmu, tolong hargai aku. Bimbing jika aku salah." Esti mengusap air matanya dengan kasar.

"Sayang kamu salah paham. Aku dan Salma tidak ada hubungan apa-apa selain sahabat. Aku hanya menolongnya"

"Menolong katamu. Cih....memangnya kenapa dia hah? Aku lihat kalian makan dengan mesranya duduk berdua , kau bilang kamu sedang menolongnya? Bang aku kecewa sama kamu!" Esti meninggalkan mereka berdua dengan kesedihan yang mendalam.

" Sal maaf aku tidak bisa menemanimu. Semoga kamu baik-baik saja." Doni segera menghampiri motornya kemudian melaju menyusul Esti yang sudah berjalan dengan cepat sambil menahan amarah yang membuncah.

Salma hanya duduk dengan mata berkaca-kaca. Sungguh hari ini hari yang sangat tidak menyenangkan. Hatinya sangat terpukul begitu dilabrak Esti yang mengira ia ada main dengan Doni. Semilir angin menerpa wajahnya yang semakin lama semakin dingin sampai menyelinap masuk dalam tubuh.

Tidak beberapa lama kemudian Ustad Adam datang dengan membawa mobil. Dia sangat mengkhawatirkan keponakannya itu. Ia membimbing Salma untuk masuk ke dalam mobil.

Ustadz Adam menatap Salma yang sedang duduk terdiam.

"Maaf paman terlambat menjemputmu. Kamu tenangnya, semuanya akan baik-baik saja." Adam menenangkan Salma. Walaupun Adam sama sekali tidak mengetahui apa yang sudah terjadi namun ia tidak ingin menanyakannya langsung pada Salma. Ia membiarkan Salma tenang sampai ketiduran. Sesekali Adam melirik Salma, ia terlihat lelah, matanya sembab. Sungguh ia tidak tega. Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk mengantarkan Salma pulang dengan selamat.

-

Terima kasih sudah membaca novel ini. Kritik, saran yang membangun selalu aku tunggu demi terciptanya novel yang berkualitas.

Jika berkenan beri like, hadiah dan vote sebagai semangat untuk bisa update setiap hari.

Love...love ...untuk para readers kalian adalah penyemangat ku dalam berkarya. Semoga sehat selalu. Tunggu episode berikutnya!

1
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Sukses terus buat karyanya semua👍👍
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Alhamdulillah semua bahagia, aku yang pembaca ikut bahagia juga karena bisa baca sampai habis😁😁🤗🤗
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
senangnya kalau punya ibu seperti mama Rika🤗
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Selamat ya Darma dan Salma anak kalian laki laki semoga jadi anak yang sholih
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Alhamdulillah akhirnya Rasti mau bertobat, dan sekarang sudah berdamai dengan Esti
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
benar benar bapak yang bijaksana, dan si Rasti yang gila ini sebenarnya tidak bisa menyadari kesalahannya sendiri
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
benar benar bapak yang bijaksana, dan si Rasti yang gila ini sebenarnya tidak bisa menyadari kesalahannya sendiri
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kamu memang sangat keterlaluan kok Rasti,, kecerobohan kamu sendiri malah nyalahin orang lain yang tidak berada di situ. kamu itu memang pantas tinggal sendiri kok
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
didikan yang sangat buruk
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Tega sedikit tak mengapa biar kamu tidak lagi semena mena Rasti
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Senang lihat mereka jadi harmonis sekarang..
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Alhamdulillah ya pak Rayyan akhirnya istrimu menerima mu sekarang. sampai dia sudah banyak perubahan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Yeee Reni mulai mencintai pak Rayyan. dasar istri aneh bin nyata manggil suami malah bapak ini🤣🤣🤣
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Yuni ini kok egois banget sih. biarkan Darma yang menentukan hidupnya, toh Darma juga sudah punya pekerjaan sendiri. kok masih bingung ae soal rejeki
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Dengar nasehat ibumu ya Darma kalau kamu tidak suka masakan istrimu, setidaknya hargailah.. dengan kamu ngomong begitu dia jadi sakit hati
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Tenang Salma,, semoga ini awal yang baik buatmu, kalau masak belum enak kamu bisa belajar lagi 😁. kira-kira ibu mertua mau bilang apa ya
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
eh ini Bu Bu Jumirah yang barusan atau yang lainnya ya
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Alhamdulillah Dewi sudah banyak berubah banget ini. Dia sekarang tambah rajin. bagus kamu sudah mau menerima Roni Dewi. semoga kamu bahagia dan bisa menyusul Darma hingga ke pelaminan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Alhamdulillah Dewi sudah banyak berubah banget ini. Dia sekarang tambah rajin. bagus kamu sudah mau menerima Roni Dewi. semoga kamu bahagia dan bisa menyusul Darma hingga ke pelaminan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Selamat ya Doni kamu jadi orang yang sukses sekarang 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!