NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta Itu Hadir

Akhirnya Cinta Itu Hadir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Umi Haifa

Andika Saputra seorang pemuda yang baru memasuki dunia kerja di ibu kota. Dia seorang arsitek, bekerja di perusahaan kontraktor "Satria Group" yang cukup punya nama di ibu kota. Kinerjanya sangat bagus dan kejujurannya menjadi perhatian manajemen perusahaan termasuk Gunawan Presdir perusahaan tersebut. Hingga Gunawan sangat menginginkan Andika menjadi menantunya, suami untuk Karina anak semata wayangnya.
Ujian demi ujian kehidupan dilalui oleh Andika, dari mulai kepergian ibunya utk selamanya, perjuangan meraih karirnya, termasuk perjuangan cintanya.
Akankah Andika berjodoh dengan Karina?
ataukah ada wanita lain yang dicintainya?

Temukan jawabannya.....!
Selamat membaca.

Salam
Umi Haifa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Haifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

Gunawan,Andika dan Candra telah selesai melaksanakan shalat dhuhur, Candra langsung keluar masjid menuju tangga untuk menggunakan sepatunya. Sementara Gunawan masih khusyu berdoa, dan Andika masih tetap duduk di tempatnya, tidak berani meninggalkan Gunawan. Selesai berdoa Gunawan membalikan badannya ke arah Andika, langsung saja Andika menyalami dan mencium tangan kanan Gunawan. Gunawan masih belum beranjak berdiri, ia menepuk bahu Andika.

" Andika ada yang ingin saya bicarakan denganmu, sepertinya tempat ini cukup nyaman untuk kita berbincang sebentar." Gunawan melihat ke sekitar ruangan, tidak ada orang lain selain ia dan Andika.

" Oh iya silahkan Pak. " Andika menggeser duduknya mendekati Gunawan. Mereka berdua duduk bersila.

Gunawan menarik nafas panjang seperti berusaha melepaskan beban yang mengganjal di hatinya.

" Andika terus terang saat ini saya merasa berat dengan amanah yang saat ini saya jalankan, mungkin karena saya terlalu banyak khawatir dengan sesuatu yang belum terjadi di masa depan. Ini tentang perusahaan. Saat ini alhamdulillah perusahaan semakin berkembang, dengan anak perusahaan dan beberapa kantor cabang. Sementara usia saya semakin tua, dan entah berapa lama lagi saya akan hidup di dunia. Penerus saya hanya tinggal Karina, dan sepertinya Karina tidak berminat untuk terjun langsung di perusahaan. Saya sangat khawatir dengan perusahaan di saat nanti saya sudah tidak ada. Sampai saat ini saya terus mencari siapa yang nanti akan menggantikan saya, tapi saya belum menemukannya. Candra yang diandalkan untuk meneruskan saya sepertinya belum bisa, dia pintar, kerjanya cepat tapi tidak memiliki jiwa kepemimpinan." Gunawan berhenti sejenak dan menghembuskan nafas panjangnya.

" Dan saya melihat potensi yang besar dalam diri kamu Andika. Saya meminta kamu untuk membantu saya mengembangkan perusahaan, dan kamu pasti bisa menjadi penerus saya kelak." Ucap Gunawan sambil menatap Andika.

Sontak saja Andika kaget dengan yang diucapkan Gunawan. Tidak pernah terpikirkan untuk memiliki jabatan di perusahaan, dalam pikirannya ia hanya seorang arsitek yang profesional, dan produktif menghasilkan karya. Jabatan baru sebagai manajer pun tidak pernah terpikirkan olehnya.

" Kalau untuk membantu memajukan perusahaan, Insya Allah saya akan lakukan sesuai dengan kemampuan saya Pak, tapi untuk menjadi penerus Bapak rasanya saya tidak pantas Pak." ujar Andika. Andika merasa dirinya belum mempunyai banyak pengalaman dan tidak mempunyai kemampuan dalam mengelola perusahaan.

"Pantas tidak pantas itu orang lain yang menilai Andika. Kamu bisa belajar dari sekarang, kamu pasti bisa. Yang penting kamu mau membantu saya dan saya mempercayaimu." Ucap Gunawan penuh harap Andika bersedia memenuhi permintaannya.

Andika sendiri masih tidak percaya dengan permintaan Gunawan.

" Kamu tidak usah bingung, saya pun tidak akan meminta dalam waktu dekat kamu menggantikan saya, minimal kamu sudah mengetahui rencana saya, kamu ikuti saja alurnya dan menyiapkan diri sampai nanti waktunya tiba. Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar. Saya percaya padamu Andika." Tambah Gunawan sambil menepuk bahu Andika.

" Terima kasih atas kepercayaan Bapak dan semoga saya tidak mengecewakan Bapak." Hanya itu yang bisa Andika ucapkan dalam kengingungannya apakah dengan ucapan ini berarti dia menyetujui keinginan Gunawan.

" Saya percaya kamu tidak akan mengecewakan saya." Ujar Gunawan mantap

" Sebenarnya ada satu lagi yang saya harapkan darimu Andika.....ha...ha... maaf saya banyak berharap sama kamu Andika. Ya ini juga merupakan permintaan, tapi untuk permintaan ini saya tidak akan memaksamu, kalau kamu tidak menyetujuinya saya akan menghargai keputusanmu, tidak ada paksaan untuk menerima permintaanku yang satu ini." Gunawan kembali menghela nafas, menatap Andika sebentar. Sementara Andika mengerutkan keningnya, dan menegakan duduknya, kembali memperhatikan Presdirnya.

" Saya meminta kamu menjadi menantu saya, menjadi suami Karina." Ucap Gunawan

Deg....Andika tersentak kaget, langsung menatap Gunawan mencari kebenaran ucapan Gunawan.

" Maksud Bapak? " Tanya Andika memastikan lagi ucapan Gunawan khawatir ia salah mendengar.

" Ya hari ini saya melamar kamu Andika untuk menjadi pendamping putri saya Karina." Jawab Gunawan

" Tapi Pak, saya tidak pantas untuk mendampingi putri Bapak."

" Menurut saya kamu pantas mendampingi Karina." Gunawan meyakinkan Andika

" Mungkin ini hal yang tidak biasa pihak perempuan melamar laki-laki, tapi bukankah dulu Siti Khadijah juga yang melamar Rasulullah, dan saat ini saya melamar kamu untuk menjadi suami putri saya Karina. Jadi saya minta kamu pikirkan baik-baik lamaran saya, tidak perlu dijawab sekarang, saya beri waktu satu pekan, Senin depan saya tunggu jawaban kamu."

" Tapi Pak bagaimana dengan putri Bapak sendiri, apa menyetujui permintaan Bapak ini? mungkin putri Bapak sudah memiliki calon pendamping pilihan sendiri." Andika berusaha mencari celah agar permintaan Gunawan bisa dipertimbangkan lagi.

" Itu nanti urusan saya, saya mengetahui bagaimana putri saya. Yang penting dalam waktu sepekan ini kamu betul-betul pertimbangkan dengan baik permintaan saya ini. Dan saya minta keputusanmu bukan karena terpaksa, kalau setuju kamu betul-betul tulus menerima permintaan saya., kalaupun kamu menolak lamaran ini tidak akan berpengaruh terhadap apa pun termasuk terhadap permintaan yang pertama, saya akan tetap menyiapkan kamu menjadi penerus saya." Ucap Gunawan.

Andika tertegun, tidak bisa berkata-kata.

" Oh...ya kamu memang belum mengenal dekat Karina, tapi saya pastikan dia anak yang baik ya walau pun dia anak manja, karena memang saya dan mamanya memperlakukan istimewa. Walaupun kuliahnya memasuki tahun terakhir tapi usianya sebenarnya masih sangatlah muda, dua tahun lebih muda dari usia teman-teman angkatannya, karena waktu sekolah dasar dia belajar di sekolah Internasional dan mampu melompati dua tingkat." Gunawan diam sejenak, kemudian melanjutkan lagi ucapannya.

" Karina putri saya satu-satunya, saya sangat menyayanginya, saya sangat khawatir kalau nanti dia mendapatkan pendamping yang tidak tulus mencintainya, dan hanya ingin memanfaatkannya, untuk itu saya meminta kamu untuk menjadi pendampingnya, saya percaya kamu dan saya akan merasa tenang Andika. Tadi saya sudah meminta kamu langsung kepada Yang Memilikimu, semoga Dia mengabulkan permintaan saya." Gunawan menepuk bahu Andika dan merangkulnya dengan tangan kanannya. Ternyata setelah shalat dhuhur tadi Gunawan berdoa supaya Andika berjodoh dengan putrinya.

"Sepertinya sebentar lagi adzan Ashar, kita shalat Ashar dulu baru kembali ke kantor." Gunawan memutar duduknya ke arah kiblat, diikuti oleh Andika dan tampak petugas masjid tengah bersiap untuk melantunkan adzan. Terlihat beberapa jamaah memasuki masjid, termasuk Candra yang tadi berada di luar kembali masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan shalat Ashar berjamaah.

Setelah selesai melaksanakan shalat Ashar, Gunawan, Andika dan Candra langsung menuju mobil sedan mewah Gunawan dan mobil pun meluncur menuju Menara Satria.

Di dalam mobil tidak terdengar sedikitpun obrolan antara Gunawan, Andika dan Candra. Gunawan menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya, memanfaatkan waktu untuk bisa istirahat karena perjalanan menuju kantor sepertinya akan ditempuh sekitar satu jam melihat kondisi padatnya jalanan ibu kota . Candra yang duduk di samping supir fokus dengan tabnya membaca beberapa laporan yang masuk ke emailnya. Sementara Andika hanya diam menatap ke depan dengan pikiran yang campur aduk. Hari ini banyak sekali kejutan yang ia dapatkan. Entah harus mulai dari mana ia memikirkan permintaan Gunawan Presdirnya.

Akhirnya mobil sedan mewah buatan Eropa itu memasuki pelataran lobi Menara Satria. Gunawan yang merasakan mobil berhenti membuka matanya seolah dia mengetahui kalau sudah sampai di kantornya. Candra dengan cepat membukakan pintu dan Gunawan pun keluar diikuti Andika. Mereka berjalan menuju lift, security dan beberapa karyawan yang berpapasan menganggukan kepala dan memberikan senyuman kepada presdirnya. Di depan lift, beberapa karyawan yang sedang menunggu masuk lift mundur mendahulukan presdirnya untuk masuk. Andika dan Candra mengikuti Gunawan masuk ke dalam lift, hanya mereka bertiga yang berada di dalam lift.

Karyawan yang masih berada di luar lift membicarakan Andika yang sudah kembali ke kantor pusat dan kedekatannya dengan presdir.

" Beruntung sekali ya Pa Andika, masih muda, karirnya bagus." Kata salah seorang karyawan

" Ganteng lagi." Timpal seorang karyawan perempuan.

" Sepertinya Pak Andika mempunyai hubungan keluarga dengan presdir." Tambah yang lainnya.

" Ya mungkin saja saudaranya presdir. "

Obrolan membicarakan Andika belum berakhir sampai mereka masuk ke dalam lift masih membahas kedekatan Andika dengan presdir.

Gunawan, Andika dam Candra sudah berada di lantai delapan belas, Andika pamit menuju ruangan divisi Proyek, karena ia belum diperkenalkan ruang kerjanya. Ia bermaksud menemui Erick sahabatnya.

" Hari Senin depan saya tunggu jawabanmu Andika." Gunawan mengingatkan sebelum ia meninggalkan Andika menuju ruangannya.

" Baik Pak, Insya Allah." Jawab Andika

Andika masih diam ditempatnya memandang punggung Gunawan hingga menghilang dari pandangannnya. Kemudian Andika menuju ruang kerja Erick yang dulu juga adalah ruangan kerjanya.

" Assalamualaikum...." Ucap Andika sambil melihat ke sebelah kanan dan kiri ruangan mencari keberadaan Erick.

" Waalaikumsalam..." jawab mereka yang berada di dalam ruangan. Tampak Dio mengalihkan pandangannya dari layar monitornya , langsung memberikan senyum lebarnya dan menyapa Andika. Erick yang berada di meja gambar menghadap jendela membalikan tubuhnya, dia mengenali suara seseorang yang baru masuk ke ruang kerjanya.

" Gila ....kemana aja Lu seharian, Gua cari-cari baru nongol sekarang. Sampe-sampe gua umumin ke bagian informasi Lu ngilang. " Ucap Erick bercanda.

" Sory Bang, saya lupa ngabarin, lagian seharian ini gak buka HP, di silent lagi." Jawab Andika. Sengaja HP nya di silent dan disimpan di dalam tasnya karena khawatir akan mengganggu acara makan siang dengan Gunawan dan Syahrul hingga Andika melupakan keberadaan HPnya. Dan ia langsung mengambil HPnya dari dalam tasnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab, termasuk panggilan dari Erick dan Syahrul.

" Lu duduk aja dulu, mau berdiri terus?" Erick mempersilahkan Andika duduk di meja kerjanya. Meja kerja Andika dulu sudah ditempati seseorang yang menggantikannya. Andika pun duduk sambil mengecek pesan-pesan di HPnya.

" Wajah Lu tegang banget." kata Erick sambil memperhatikan wajah Andika. " Ada apa?" tanyanya.

" Gak ada apa-apa Bang, saya sedih aja gak di divisi proyek lagi. "

" Pindah kemaa Lu?" tanya Erick

Andika tidak menjawabnya karena ada panggilan telfon dari Syahrul.

" Assalamualaikum."

" Ya Pak Syahrul, Maaf Pak HP saya tadi di silent, saya baru nyampe kantor."

" Ya Pak, Baik Pak."

" Biar saya yang ngambil langsung ke bagian umum Pak, saya kesana sekarang."

"Ya Pak, terima kasih."

" Waalaikumsalam."

Andika menutup obrolannya dengan Syahrul di telfon. Ia memasukan HPnya ke saku celananya.

Ia melihat jam di tangan kirinya, sudah menunjukan pukul lima kurang seperempat.

" Saya ditempatkan di bagian pengawasan Bang, mengganti salah satu manajernya yang pensiun." Ucap Andika menjawab pertanyaan Erick.

" Wow.....wow.....kereeen Bro. Lu emang cocok di posisi itu Bro. Selamat yah....selamat. Erick menyalami Andika dan menepuk bahu Andika. Erick mengakui Andika cocok di posisi itu, Andika orang yang jujur, teliti, detail, tegas dan pekerja keras, walaupun usianya masih tergolong sangat muda Erick yakin Andika bisa menjalankan amanah barunya.

" Tapi saya belum percaya diri Bang." ucap Andika

" Gak..gak...Lu pasti mampu, Gua yakin." Erick meyakinkan Andika.

" Ya saya akan berusaha Bang. Oh ya Bang saya pamit dulu, mau ke bagian umum, sebentar lagi jam pulang. Nanti kita ngopi bareng ya Bang, kalau saya gak sibuk, nanti saya hubungi. " Andika berdiri dan mengambil tas nya.

" Sombong Lu, baru jadi manajer udah sok sibuk." Kata Erick sambil menepuk bahu Andika.

" Ha....ha....ha...ini kan hasil didikan Bang Erick."

"Eh mau ngapain Lu ke bagian umum?" Tanya Erick

" Ngambil kunci mobil, jadi sekarang gak ngojol lagi. " jawab Andika

" Mantap Bro, ntar kita jalan pake mobil Lu yah, Gue ajak Marsya."

" Mobil inventaris Bang." Andika menegaskan

" Iya mobil inventaris Lu. Eh gak usah ngajak Marsya deh, kesenengan dia, bucin lagi ama Lu, bisa sia-sia usaha Gua.... ha...ha..." Erick meralat ucapannya sambil tertawa.

" Tenang Bang sebentar lagi dia jadi wanita yang patah hati, abang manfaatin aja moment itu untuk meraih hatinya." Canda Andika

" Kepedean Lu, udah sana Lu, keburu pulang bagian umumnya, ntar nyesel pulang pake ojol." Erick menggiring Andika keluar ruang kerjanya

" Makasih ya Bang, saya langsung pulang sampai ketemu besok, salam buat Marsya." Erik pamit sambil masih menggoda Erick.

Erick mencebikan bibirnya. Andika meninggslkan Erick menuju lift, Erick baru kembali masuk ke ruangannya setelah Andika masuk ke dalam lift.

bersambung

1
Islamiyah Iss
nanggung penasaran sama Riana juga mba
Islamiyah Iss
💪💪💪💪
inchieungill
kan bukan muhrim
inchieungill
koq salaman Thor?
ione
Luar biasa
ElHi
ini gada lanjutan lg ya thor?
محمد إقبال
sy sudah tamat 4 x thorr.., tapi belum puass, jadi candu malah
Ria
_👍🏻
Dwi apri
seru banget thor...banyak pelajaran yg bisa diambil
terimakasih
Dwi apri
suka sama cerita...sampai sini bagus, ga bertele-tele....suka sekali
Morani Banjarnahor
lanjut thor
Emi Kartini
Luar biasa
Fhyan Rachman
inspiratif
dementor
elo yang nanya,elo yang keder.. are you okay naradita????
dementor
dari benci jadi cinta.. Allah memang maha mengatur segalanya.. Alhamdullilah ya Allah.. 🙏🙏🙏
dementor
cerita cintanya band kahitna..
dementor
#timcandrariana#
dementor
sinetron andin pastinya.. betul nggak????
dementor
mantan terindah yang lagunya band kahitna.. yang dicover oleh penyanyi raisa.. mantan terindah..
dementor
libur dulu,kita olah raga ranjang saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!