Hana dijodohkan dengan Rendra, kakaknya. Hana pikir dia akan baik - baik saja namun ternyata dia salah. Satu per satu kejadian datang dan menggoreskan luka di hatinya. Dia juga merasa menyesal karena sudah memutuskan Andra, pacarnya. Apakah Hana bisa mempertahankan pernikahannya? Atau dia akan kembali pada Andra yang dia anggap sebagai jodohnya?
Ingin tahu kelanjutannya? Baca cerita ini ya. Semoga menghibur!!!
Cover by Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febri Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 26
"Kak," panggil Hana. Saat ini mereka sedang makan malam.
Rendra menoleh.
"Maaf kak, Hana tidak tahu harus membantu kakak dengan cara apa."
Rendra menghela napas. "Tidak apa - apa. Maaf kakak sudah merepotkan mu dengan masalah kakak. Kakak akan cari cara sendiri."
"Kakak sudah selesai makan. Kakak ke kamar dulu ya." Rendra berdiri dari duduknya dan pergi ke kamar. Hana menatap nasi yang ada di piring Rendra.
"Tidak berkurang sedikitpun."
Hana melanjutkan makannya dan setelah selesai dia mencuci piring lalu pergi ke kamarnya.
Di dalam kamarnya Rendra duduk di tepi tempat tidur sambil menatap layar ponselnya. Waktu yang dia punya tinggal sedikit lagi. Dia bingung.
Ponsel Rendra berbunyi dan sebuah pesan muncul di layar. Rendra membaca pesan itu.
"Aku akan memberikan penawaran terakhir untukmu. Terima bantuan ku atau tidak! Aku tunggu jawabanmu!"
Rendr yang sudah putus asa merasa seperti mendapat angin segar. Namun ini adalah pilihan yang sulit karena jika dia menerima bantuan Ella maka dia tidak akan kehilangan pekerjaan dan akan kehilangan Hana. Tapi jika dia menolak bantuan Ella maka dia akan kehilangan pekerjaannya dan menjadi pengangguran.
"Baru saja aku dan Hana bisa bersikap selayaknya suami istri. Hubungan kami juga baru saja membaik. Mengapa harus ada cobaan seperti ini?" Rendra mengusap wajahnya.
\=\=\=\=\=\=\=
Rendra baru saja tiba di perusahaan. Dia berlari kecil menuju ruangannya.
"Baiklah. Aku akan melakukannya." Rendra duduk di sofa ruangannya lalu mengambil ponselnya. Semalam dia sudah memikirkannya dengan matang. Dia akan meminta bantuan Ella lalu setelah itu dia akan meminta pengertian Hana sekali lagi.
Tutt Tutt Tutt
"Halo!" sapa seseorang dari seberang telepon.
"Halo! Aku sudah memikirkannya."
"Oh ya, lalu apa jawaban mu?"
"Aku.....akan menerima bantuan mu."
Ella tertawa. "Bagus sekali. Kamu membuat keputusan yang tepat. Aku akan segera mengirimkan orang ku dan menyelidiki semuanya."
"Tapi bisakah kamu tidak menyuruhku bercerai dengan Hana?"
"Tidak bisa! Kamu harus bercerai dengannya! Itu adalah syarat mutlak yang harus kamu penuhi!"
"Tapi...."
"Tidak ada kata tapi. Kalau Pak Heru memecat mu, kamu bisa bekerja di perusahaan ku."
"Baiklah." Rendra menutup teleponnya dengan pasrah.
"Rendra!" seru Ayah yang sudah berdiri di depan pintu.
Rendra terkejut. "A....Ayah!"
"Jadi kamu?" Ayah berjalan mendekati Rendra.
"A...Ayah."
Plak
Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi Rendra. Dia memegang pipinya. Baru kali ini Ayahnya menampar dirinya. Tiba - tiba dia teringat dengan apa yang dia lakukan pada Hana.
"Anak tidak tahu diri! Berani - beraninya kamu mengkhianati ku! Mengkhianati putriku!"
"Jadi ini alasan sebenarnya kalian ingin bercerai?" Ayah menatap Rendra dengan penuh amarah. Mata yang penuh kelembutan kini berubah menjadi kekecewaan. Dia tidak menyangka bahwa putra yang sangat dia sayangi tega melakukan hal itu padanya dan keluarganya.
"A...Ayah!" Rendra berlutut di hadapan Ayah. "Maafin Rendra!"
"Kamu masih punya muka untuk meminta maaf? Seandainya Ayah tidak datang kesini, Ayah tidak akan tahu kebusukan yang kamu lakukan!"
"A...Ayah!" Hanya kata - kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Kamu tahu, kemarin Hana datang menemui Ayah dan meminta Ayah untuk membantumu. Dia tidak ingin kamu di pecat. Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu mengkhianatinya!"
"A...Ayah. Maaf! Rendra benar - benar tidak tahu harus berbuat apa lagi."
"Harusnya kamu bersabar! Harusnya kamu lebih berusaha lagi! Kamu tahu kenapa Ayah datang kesini?" Ayah menghentikan ucapannya. "Karena Ayah ingin membantumu! Ayah ingin membantu anak Ayah!" teriak Ayah dengan air mata yang mulai mengalir.
Rendra tersentak. Dia terduduk di lantai mendengar perkataan Ayah. Ya, harusnya dia bersabar sebentar dan tidak ceroboh memberikan keputusan. Harusnya dia tetap pada pendiriannya. Harusnya dia tidak mengubah keputusan yang sudah dia buat. Sekarang dia harus apa?
"Ayah! Maafin Rendra Yah! Maafin Rendra!" Rendra memegang kedua kaki Ayah berharap pria itu memaafkannya.
Ayah memejamkan matanya lalu menghela napas. "Ayah....tidak bisa memaafkan mu karena kamu menyakiti putri yang sangat Ayah sayangi!" Ayah melepaskan kedua kakinya lalu berjalan mendekati pintu.
"Minta maaflah pada Hana. Lalu minta maaf pada Bunda dan Rafa. Kalau mereka bertiga memaafkan mu, Ayah akan mempertimbangkan lagi permohonan maaf mu! Tapi....jika salah satu dari mereka tidak memaafkan mu maka tiada maaf juga bagimu." Ayah menutup pintu lalu pergi.
"Argh!" teriak Rendra. Saat ini dia benar - benar hancur.
\=\=\=\=\=\=\=
Ayah sudah sampai di depan kampus Hana. Dia turun dari mobil dan menunggu Hana.
"Ayah!" teriak seorang gadis. Ayah tersenyum.
"Ayah kenapa bisa ada disini?" tanya Hana setelah melepas pelukannya.
"Memangnya Ayah tidak boleh bertemu dengan anak sendiri?"
"Boleh kok." Hana tersenyum.
"Maafkan Ayah!" Ayah kembali memeluk Hana.
"Kenapa Ayah minta maaf?" tanya Hana.
"Karena Ayah sudah memberikan suami yang buruk padamu."
Hana terkejut. "Maksud Ayah?"
"Ayah pikir Rendra adalah lelaki yang baik Tapi Ayah salah. Maafkan Ayah!"
"Ayah."
Sementara dari kejauhan ada seorang lelaki yang menatap pertemuan Ayah dan anak itu.
"Tumben Om Heru kesini? Apa ada masalah ya?"
#bersambung
ada ekstra part nya kah?
Semangat thor, ceritanya bagus.
Sekalian mau izin promosi thor. Yuk mampir ke cerita aku..
-Kebahagiaan Dari Negeri Gingseng
-Hidup Kembali Menjadi Gadis SMA.
Ditunggu ya....
happy ever after yaa💖
Krna suka Bgt sa ceritax, tetap mnjadi pembaca setia dong... 😍😍