NovelToon NovelToon
Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Nia sangat mencintai Ronald dan menerima segala kekurangan yang dimilikinya, namun sayang segala cinta yang diberikan hanya dibalas dengan guratan demi guratan luka di hati. Saat Daniel datang dengan cinta baru akankah pintu hati Nia akan terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguping

Tanpa terasa usia pernikahan Nia sudah satu tahun. Setahun menikah masih juga belum ada tanda-tanda kehadiran sang buah hati. Nia mulai melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan sang buah hati. Nia mulai dengan cara tradisional, seperti rutin mengkonsumai kurma muda.

Selain kurma muda, Nia juga rajin mengkonsumsi madu. Sejak usia pernikahan 10 bulan sampai sekarang sudah 2 bulan lebih Nia mengkonsumsi kurma muda dan madu namun hasilnya masih nihil. Sang tamu tetap saja rutin datang setiap bulan.

Yang membuat Nia gigih ingin punya anak karena sikap sang mertua yang semakin membuatnya merasa tertekan. Jadwal menginap sebulan sekali di rumah Ronald tak boleh absen, kalau tidak Ronald akan marah. Ronald menganggap orangtuanya yang tinggal seorang saja harus sering dikunjungi. Tak salah sih yang dilakukan Ronald, itu salah satu bentuk pengabdiannya pada orangtua, hanya saja sikap Mama Sri yang menanyakan kapan punya anak yang membuat Nia merasa risih dan tertekan.

Saat menginap minggu lalu pun Mama Sri masih mendesak cepat punya anak. Biasanya orangtua saat kedatangan anak dan menantunya akan menyambut dengan gembira, menyiapkan makanan dan minuman bahkan cipika cipiki ketika anaknya baru tiba. Ini beda, saat datang hanya membukakan pintu dan disambut dengan wajah masam saat Nia dan Ronald mencium tangan. Baru saja duduk tanpa disuguhi minuman atau makanan sudah diberondong dengan pertanyaan.

"Nia, kamu kan sama Ronald sudah setahun menikah. Kapan nih Mama dikasih cucu?"

"Yang sabar ya Ma. Kami berdua masih usaha kok" jawab Ronald menggantikan istrinya.

"Ya usaha tapi kapan hasilnya? Mama kan sudah ditanyakan melulu nih sama geng arisan Mama, 'kapan nih Bu Sri punya cucu? memang Ronald KB ya kok menunda kehamilan?'. Mama mau jawab apa coba?"

Hati Nia tersayat mendengar ucapan Mama mertuanya. Siapa coba yang tak ingin punya anak? Siapa juga yang KB? justru dari awal menikah Nia ingin punya anak seperti Kak Nay yang langsung diberi momongan. Nia menundukkan kepalanya sambil menahan air matanya agar tak turun. Biasanya Ronald selalu menggenggam tangannya kala Ia sedih, namun sekarang Ronald hanya diam saja.

"Kalian sudah usaha apa saja buat punya anak?" tanya Mama langsung to the point.

"Nia udah rajin minum madu dan makan kurma muda kok Ma. Udah 2 bulan Nia lakuin. Tapi...ya.. memang belum berhasil Ma." Nia menjawab usahanya selama 2 bulan ini.

"Udah ke dokter?"

Nia menggelengkan kepalanya. "Belum Ma"

"Cckkk.. " Mama menghembuskan nafasnya berat. "Coba dong ke dokter kandungan. Dicek. Diperiksa. Ada masalah apa tidak. Kirain Mama kalian sudah ke dokter selama ini"

"Kita belum ke dokter Ma" jawab Nia

"Kenapa belum ke dokter? Kan bisa dicek masalahnya ada dimana" nada bicara Mama sudah mulai meninggi. Nia merasa makin tersudutkan.

"Iya Ma nanti kita berdua ke dokter" jawab Nia.

"Kenapa harus kalian berdua? Kamu saja yang ke dokter kandungan. Periksa. Ada masalah apa tidak di kandungan kamu" Mama bicara dengan nada tinggi dan sambil berkacak pinggang. Nia menunggu bantuan Ronald namun sang suami hanya diam saja.

"Iya Ma, nanti Nia ke dokter kandungan untuk periksa" Nia mengalah saja. Tak ada gunanya berdebat. Tak lama Nia pamit untuk mandi dan meninggalkan Mama dan Ronald yang masih ngobrol berdua.

Nia sudah masuk ke dalam kamar mandi, namun ternyata sabun mukanya tertinggal di dalam kamar. Nia pun keluar dari kamar mandi yang letaknya diluar kamar dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil sabun muka tersebut. Tanpa sengaja didengarnya percakapan Ronald dan sang Mama mertua.

"Kamu gimana sih Nal, kok istrimu belum kamu periksakan sih ke dokter? Pantesan saja kalian belum punya anak. Jangan-jangan masalahnya ada di istrimu lagi selama ini."

"Ronald sudah ngajak ke dokter Ma tapi Nia ga mau. Katanya kita kan baru menikah mungkin memang belum dikasih sama Tuhan, ya Ronald bisa apa?" jawab Ronald.

"Yaudah besok kamu suruh istrimu periksa. Suruh segala macem tes biar kita tau masalah istrimu dimana" perintah Mama Sri dengan ketusnya.

"Iya Ma"

Nia yang menguping pembicaraan sang suami dan ibu mertuanya tak menyangka akan dibicarakan seperti itu. Dengan membawa sabun muka Nia mengendap endap masuk kembali ke kamar mandi. Dinyalakannya air agar tangisnya tak terdengar oleh mereka berdua.

Nia tak menyangka kalau mertuanya menyalahkan dirinya karena belum memberi cucu. Bahkan sang suami yang seharusnya menjadi pembelanya didepan orangtuanya malah ikut-ikutan angkat tangan dan playing fictim seakan dirinya tak bersalah. Nia sangat amat marah. Memang benar Nia pernah menolak diperiksa ke dokter, tapi itu kan saat pernikahan mereka baru memasuki 3 bulan pertama, menurut Nia belum waktunya, dan Ronald tak pernah mengajaknya ke dokter lagi.

Nia menangis sesegukan. Sakit sekali rasanya. Kemana Ia akan mengadu? Mama teman curhatnya selama ini sudah tiada. Mau mengadu ke Papa nanti Papa sedih dan emosi, bisa disuruh bercerai Ia nanti. Ya Tuhan... apa salahku??

Nia teringat pesan Mama sebelum beliau meninggal

"Nia sayang, sekarang Nia sudah berumah tangga. Setiap rumah tangga pasti banyak cobaan. Ada yg diuji dengan tidak punya anak, ada yang tak akur dengan mertuanya, yang diuji dengan harta dan ada pula yang pasangannya selingkuh. Jalani dengan sabar, inget janji kalian saat menikah dulu, bersama-sama dalam suka maupun duka. Semua cobaan pasti ada hal indah yang tersembunyi didalamnya. Semua sudah rencana Tuhan. Saat kena musibah kamu pasti akan bertanya-tanya "Tuhan kenapa kejam padaku" tapi yakinlah bahwa suatu hari nanti kamu akan mengucap syukur atas kejadian dan musibah yang menimpamu hari ini. Tetap sabar ya Nak"

Mungkin Nia diuji dengan belum dikasih anak dan tak akur dengan mertuanya. Ya, Tuhan sudah menetapkannya seperti itu. Ia harus sabar seperti yang dinasehati Mama.

Nia menghapus air matanya. Dikuatkannya kembali hatinya. Nia lalu segera mandi, berharap sejuknya air dingin bisa menyejukkan hatinya. Selesai mandi Nia keluar dengan wajah seakan tak mendengar apapun yang diobrolin Ronald. Kebetulan Reina sudah pulang dan menawari makan ayam bakar yang dibawanya.

"Pas banget ada kamu Ni. Nih aku bawa ayam bakar sama ikan bakar. Yuks kita makan malam bareng" Reina menawari.

"Yaudah yuks. Aku ambilin piring ya." Nia lalu menyiapkan piring untuk makan bersama. Reina dan Nia menyiapkan nasi dan minum untuk makan bersama. Tak lama Ronald dan Mama pun ikut bergabung untuk makan.

Kehadiran Reina memecahkan suasana yang tadi sempat tegang. Untunglah Nia punya adik ipar yang juga teman sebayanya. Nia memasang senyum agar tak ada yang tahu guratan sakit di hatinya......

1
Rati Nafi
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Dira nugraha
aku malah baca dari namaku ayu baru kesini,,,ini re read again
Dira nugraha
ayu juga pernah masak nasi goreng ikan asin deh kayaknya
fujichen
ulang sedih
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
bahagianya liat Ronald mendrita/Joyful//Joyful//Joyful/ tau rasa km Ronald !!!😅
Evayanti Sagala
Luar biasa
Dewa Dewi
Congratz ya Daniel & Nia buat kelahiran baby boynya 🎉🎉🥳🥳😍😍😍
Dewa Dewi
😁😁😁😁😁
Modish Line
engga usah terlalu baik sama mereka Nia mereka aja engga ada yg peduli sama kamu
Modish Line
kasian Nia punya saudara kaya Nay & Nesia egois semua orangnya.... mereka sama sekali engga ada yg peduli sama Nia
Modish Line
gengsi digedein nih si Nay sama lakinya bener2 engga punya otak & egois bgt... engga peduli sama Nia sama sekali
Modish Line
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Modish Line
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Modish Line
Nay egois bgt jadi orang
Modish Line
setuju sama Nia👍👍
Modish Line
👍👍
Dewa Dewi
emang engga tau diri lu Ronald udh mandul tukang selingkuh lagi
Amri Gubah: bgfhh
total 1 replies
Dewa Dewi
good job Nia👍👍👍👍
lisna
begitu z udah overthinking Nia seharusnya kamu sadar suamimu tu pengacara jg pengusaha kl terlalu termakan omongan orang... itu baru kecil apalagi ada badai besar..bijaklah dalam mengolah omongan orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!