NovelToon NovelToon
SANG PENGUASA

SANG PENGUASA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahmuda / Spiritual / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Emma Shu

Sequel SALAH NIKAH

Rico menikahi Layyana karena sebuah dendam.

Demi menuntaskan dendam yang sudah lama dia pendam, Riko rela menghabiskan sisa umurnya bersama wanita yang dia benci. Tujuannya satu, membalaskan dendam.

Layyana yang notabene adalah wanita kaya raya dan berpendidikan tinggi, selalu berpenampilan sederhana demi mencari cinta sejati yang mendekatinya bukan karena materi, melainkan karena cinta yang tulus. Sayangnya pria yang mengucap ijab qobul di sisinya pada hari pernikahan bukanlah Rendi, tapi sosok pria asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selimut Oh Selimut

Kurasakan Layyana membalas pelukanku, sentuhan tangan mungilnya mengenai punggungku.

“Aku juga mencintaimu, Rico. Aku siap menjadi istrimu seutuhnya,” jawab Layyana.

Senyum licik tercetak jelas di wajahku. Bagus! Rencana berjalan lancar!

Aku melepas pelukan, lalu mengangkat tubuh Layyana dan membopongnya. Mataku dan mata Layyana bertukar pandang selama kaki ini melangkah menuju ranjang. Kuletakkan tubuh mungil itu ke kasur. Aku menyusul naik dan memulai dengan sangat lembut. Kulita wajah wanita itu terlihat merona merah saat aku menurunkan resleting gamis bagian depan.

“Matikan lampunya!” ucap Layyana sesaat setelah gaun yang dia kenakan kulemparkan ke sembarang arah. Dia tampak malu.

Aku pun menurutinya, kujulurkan tangan untuk mematikan lampu. Awalnya pandangan benar-benar gelap, namun beberapa saat kemudian batas pandangan mulai sedikit terlihat. Cahaya lampu dari luar memberikan penerangan yang remang-remang. Alu dapat melihat ekspresi wajah Layyana dengan jelas meski pandangan terbatas.

Satu hal yang mmebuatku mengernyit saat memulai hubungan ini, Layyana menjerit. Aku merasakan sesuatu yang tak biasa, semuanya sulit dan bahkan perlu waktu dan usaha yang ekstra untuk menyatukan diriku dan dirinya. Bahkan Layyana sempat meminta untuk disudahi saja, namun aku tidak mau. Nanggung, sudah setengah jalan. Aku tidak mau melepaskan kegiatan ini.

Apakah ini artinya Layyana masih perawan?

Dan benar, akhirnya aku menyadari bahwa inilah pertama kalinya aku melakukan dengan wanita yang masih perawan.

Setiap kali Layyana mengaku sakit, aku membisikkan kata-kata cinta. Menciumi wajahnya dan tentu saja kulakukan dengan sangat lembut, sampai akhirnya kulihat Layyana juga menikmati situasi. Segala cara kulakukan untuk mengutamakan Layyana dalam urusan bercinta. Wanita ini harus menikmati setiap sensasi yang kuciptakan.

Good! Kulihat Layyana menikmati dan bahagia dengan percintaan itu. Segeralah kau jatuh terlalu dalam kepadaku! Kurasa kemesraan dan sensasi ini akan membuatmu semakin mencintaiku.

Kuelus rambut Layyana yang tanpa hijab saat tubuh ini sudah terbaring di sisinya dengan berbasuh peluh.

“Maaf, kalau aku membuatmu lelah malam ini,” kataku sambil meraba ke dalam selimut untuk meraih tangan wanita itu. Kutemukan jemari Layyana dan menggenggamnya erat.

Layyana tidak menjawab. Dia menyembunyikan wajahnya dibalik selimut yang tergulung di dekat wajah. Dia menyelimuti tubuhnya sampai ke batas dada, namun sengaja membuat gulungan tinggi di sekitar wajah hingga aku hanya bisa menatap sebagian wajahnya saja.

“Aku tidak ingin melewatkan kesempatan yang mungkin saja tidak kudapatkan jika kau berubah pikiran,” ucapku sambil bangkit dan memposisikan tubuh setengah duduk menghadap ke arah Layyana.

“Mana mungkin kamu tidak mendapatkanku, aku kan sudah menjadi istrimu.”

“Iya. Tapi aku takut kau akan menunda untuk bercinta denganku, aku bisa kepunan.”

“Biarin aja. Kan kamu yang kapok.”

“Hei! Beraninya kau bicara begitu!” Aku menarik selimut hingga gulungan selimut di sekitar wajah Layyana terseret menjauh dari wajah itu. Aku berguling menjauhi Layyana. Selimut satu helai yang menutupi tubuhku dan juga tubuh Layyana pun tertarik oleh gerakanku. Otomatis Layyana kelabakan saat tubuhnya tanpa selimut.

“Rico, jangan pakai sendiri dong selimutnya!” Layyana mengejar selimut dan menariknya kuat-kuat berusaha menutupi tubuhnya.

“Kenapa kau masih malu? Aku sudah melihat semuanya. Kau milikku bukan?” Aku meninggikan alis tanpa peduli rengekannya yang meminta bagian selimut. Efek tubuhnya yang berguling, selimut itu menggulung tubuhku. Selimut yang tidak terpakai pun hanya tersisa sedikit saja.

“Rico! Berikan sedikit selimut untukku!” Layyana dengan raut malu merengek sambil menarik-narik selimut.

“Kemarilah! Kalau kau mau mendapatkan selimut, maka kau harus mendekat! Ini!” Aku mengibaskan sisa selimut untuk menggoda Layyana.

Wanita itu sontak menyelinap masuk ke sisa selimut dengan pasrah. Lengannya berhimpitan dengan lenganku. Lalu aku memeluknya.

“Rico, kuharap kita akan tetap harmonis begini sampai menua. Jangan sampai kita bertengkar. Aku tahu setiap rumah tangga pasti akan ada masalah. Tapi kita bicarakan dengan dewasa. Keharmonisan itu mahal jika sudah terjadi pertengkaran. Aku sering melihat rumah tangga orang berantem. Aku nggak mau seperti itu..”

Oh.. Wanita ini berharap akan selalu mendapatkan kedamaian saat bersamaku. Mimpilah kalau kau ingin bermimpi hei gadis malang! Dan berbahagialah sekarang. Tertawalah sepuasmu. Karena aku todak menjamin kau akan bisa tertawa lepas seperti sekarang setelah ini.

Aku mengusap-usap lengan polos Layyana.

“Ya,” jawabku tanpa ingin bicara panjang lebar.

“Mayoritas rumah tangga tidak harmonis saat usia rumah tangga sudah semakin lama, apa lagi kalau sudah punya banyak anak,” lanjut Layyana. “Apa kamu ingin langsung memiliki anak?” Layyana mendongakkan wajah, mencoba menangkap netraku.

Aku memutar mata. Anak? Dari wanita ini? tidak! Mana mungkin aku mau memiliki keturunan dari wanita ini.

“Rico, kamu mau punya anak tanpa harus menunda kan? Bayangkan saja, ada bayi kecil di tengah-tengah kita. Dia menangis dan imut sekali.”

Membayangkan kata-kata Layyana saja, dadaku menggemuruh panas. Mana mungkin aku mau memiliki anak dari wanita ini. Aku diam saja. Dari pada emosiku naik, lebih baik aku tidak bicara.

Layyana mengelus dadaku. Kuraih tangan mungil di dadaku itu dan mengecupnya. Aku melirik mata Layyana, tepat saat itu dia juga tengah menatapku.

Tatapan itu membuatku menginginkan sesuatu. Dan akhirnya adegan itu terulang lagi.

***

TBC

1
Hermien Rudatin
MasyaAllaah ...pesan moralnya bagus banget..trimakasih Thor
selamat berkarya semoga sukses mencerdaskan anak2 bangsa melalui tulisan
Hermien Rudatin
masa buktinya cuma kayak bgt oercaya aja..telusri donk lala dapat serbuk itu dr siapa ..bla bla.....pasti ketemu
Tati Tati
Kecewa
Pink Kitty
tambahin ex chap dong wkwkkw
kiy
Luar biasa
inggrid LARUSITA Nganjuk
Kecewa
inggrid LARUSITA Nganjuk
Buruk
Erina Munir
tq juga thoor
Erina Munir
😭😭😭 sedih juga jdinya..
Erina Munir
maksn buah simalakama kau rico
Erina Munir
naah kaaan akhirnya....bangkr biar ditutup2in...tetep bauu..tauuu
Erina Munir
nah kan ...apa ku bilang ...mampusss kam luuhh...tuh yg pere hajar lgi ajah...biar sama2 sekarat
Erina Munir
rassaiin luh...capek kan luh rico...makanyaa...jdi orang jangan jahaat
Erina Munir
tuhhh kaan...udh kaya kebakaran jenggot kan...klo nyesel selalu belakangan tong
Erina Munir
Luar biasa...tpi aku gregetan sama rico thoor...sadis.../Panic//Panic//Panic/
Erina Munir
cakep...tpi jahaatt
Erina Munir
pasti luh bakalan nyesel rico...
Erina Munir
sadis banget rico...manusia apa jelmaan dri jin
Erina Munir
waduuhh..
bahaya niih
Erina Munir
klo ush kaya gitu gimana lgi yaak..menurut aku sih itu udh jujur banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!