Lien Hua, Selir yang tidak diinginkan dan tidak diperdulikan oleh Kaisar.
Kaisar hanya mencintai sang Permaisuri saja.
Lien Hua yang lelah akan sikap Kaisar, memutuskan untuk pergi meninggalkan istana, namun saat perjalanan, ia dan pelayannya mengalami kejaidan naas yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.
Saat kesadarannya tiba, ia memutuskan untuk kembali ke istana, memberikan pelajaran pada Kaisar, juga orang yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25: Rencana Permaisuri & Selir Fen Yin
Sampai di kediaman Phoenix, Permaisuri masih saja terus mengamuk tidak jelas, ditambah lagi, bekas tamparan di pipi kanannya yang masih terasa panas, Lien Hua menamparnya dengan keras.
Selir Fen Yin terus mengikuti Permaisuri hingga ke kediaman Phoenix.
"Kakak, tenanglah jangan emosi, kakak harus bisa mengendalikan emosi kakak, jika kaisar mengetahui hal ini, maka kakak sendiri yang akan merugi." Ucap Selir Fen Yin yang baru saja masuk, ia mengelus pundak Permaisuri agar sedikit tenang.
"Aku akan membalasnya." Ucap Permaisuri Mei Yin yang berusaha menenangkan dirinya sendiri. Sementara pelayan Chu mengambilkan untuk junjungannya.
"Kakak, minumlah dulu." Ucap Selir Fen Yin mengambil alih cangkirnya, memberikannya pada Permaisuri Mei Yin.
"Aku harus bisa membalasnya, berani beraninya dia menampar pipiku." Ujar Permaisuri masih mengelus pipinya yang belum mereda.
"Kakak, kamu tenang saja, aku akan membantumu membalasnya, aku juga merasa saat Selir Agung itu kembali, Kaisar lebih memperdulikan dia dibanding kakak." Ucap Selir Fen Yin, ia juga ingin menyingkirkan Lien Hua, karena ia mengincar posisi sebagai Selir Agung kekaisaran Li.
"Aku mempunyai rencana yang bagus kakak." Sambung Selir Fen Yin.
"Cepat katakan, aku tidak sabar ingin membuatnya pergi dari dunia ini." Ucap Permaisuri Mei Yin antusias.
"Kakak, kita bisa meracuninya dengan racun yang mematikan, mencampurkannya kedalam makanannya." Ucap Selir Fen Yin mengutarakan rencananya.
"Tidak, jika dengan racun, maka akan dengan mudah diketahui, banyak tabib di istana ini, mereka bisa memeriksa jalang itu nanti, aku ingin dia mati dengan mengenaskan." Ucap Permaisuri terlihat tidak setuju dengan rencana Selir Fen Yin.
"Yang Mulia, bagaimana jika menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Selir Agung." Ucap pelayan Chu yang sebenarnya ia juga sama liciknya dengan junjungannya.
Permaisuri Mei Yin dan Selir Fen Yin terkaget dengan apa yang dikatakan Pelayan Chu, bagaimana mereka tidak terpikir akan itu, bahkan ide Pelayan Chu sangat bagus, pikir mereka.
"Chu, kau sangat pandai." Puji Permaisuri yang menyetujuinya.
"Tapi dimana kita bisa mendapatkan pembunuh bayaran itu?" Tanya Selir Fen Yin.
"Yang Mulia, aku mengenal seseorang, dia dari klan merah, dia bisa dibayar untuk membunuh seseorang, dia bernama Xuemin." Ucap Pelayan Chu mengetahui ada seseorang yang bisa membantu rencana junjungannya.
"Kau sangat jenius Chu, kalau begitu, besok kau temui dia, dan perintahkan untuk membunuh jalang itu secepatnya." Ucap Permaisuri Mei Yin.
"Baik Yang Mulia." Ucap Pelayan Chu tersenyum, begitu juga dengan yang lain.
"Jika jalang itu tiada, maka akan besar kesempatanmu bisa menjadi Selir Agung, adik." Ucap Permaisuri Mei Yin. Sedangkan Selir Fen Yin hanya tersenyum menanggapi hal itu.
"Itu juga yang aku inginkan, aku bisa menggunakan dirimu, semudah ini kau merasa cemburu." Batin Selir Fen Yin tersenyum licik.
Sementara Pelayan Fu yang sudah menguping obrolan mereka sedari tadi, langsing pergi meninggalkan kediaman Phoenix menuju kediaman Sakura. Ia melaporkan apa yang didengarnya barusan.
"Nona."
"Ya, katakan." Ucap Lien Hua.
"Mereka akan mencoba menyingkirkan anda Nona, dengan menyewa pembunuh bayaran dari klan merah." Ucap Pelayan Fu.
"Hamm, pembunuh bayaran ya."
"Benar Nona, pelayan chu akan pergi menemui pembunuh bayaran itu besok, saya dengar pembunuh bayaran itu bernama Xuemin."
"Baiklah, kita lihat saja nanti siapa yang akan terbunuh, dan mendekam didalam penjara, kau ikuti kemana pelayan chu pergi besok, dan kau berikan surat ini pada tuan Xuemin besok." Ucap Lien Hua memberikan secarik kertas.
"Kau tahu bukan siapa Xuemin?" Sambung Liem Hua bertanya pada Pelayan Fu.
"Tidak Nona."
"Ingatanmu sungguh payah, dia adalah orang yang kita tolong waktu itu, Xuemin dan saudaranya Xiemin." Sejenak Pelayan Fu mengingatnya.
"Ah iya Nona, aku mengingatnya, tetapi waktu itu bukankah mereka memakai baju putih, bukannya merah."
"Benar juga, tapi aku tidak perduli." Ucap Lien Hua cuek bebek, ia tak berminat untuk mengetahui hubungan antara klan putih dan merah.
terus semangat thorr,,,,,,❤️❤️🌷🌷
tetap semangat terus thorr
sukses selalu buat mu thorr,,,,,,