NovelToon NovelToon
Yang Terluka

Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perasaan / Romansa Modern / Pengkhianatan / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Elthasya Afani, gadis yang tengah mengalami trauma karena sebuah pengkhianatan, juga trauma masa lalunya yang belum juga hilang.

Cenayang, laki-laki yang selalu tahu isi hati Echa dan kini selalu menempel pada Echa bak parasit. Dia adalah Raditya Addhitama, laki-laki yang tak pernah akur dengan Echa. Selalu membuat Echa marah. Namun, ada kenyamanan jika dia berada di samping Raditya. Dari Tom and Jerry kini menjadi Romi dan Yuli.

Siapa Raditya Addhitama? Kenapa Echa bisa dengan mudah merasa nyaman bersama dia? Akankah kisah mereka akan berakhir bahagia? Atau hanya menjadi kisah yang penuh dengan luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergilah

Ketika adzan subuh, Radit terbangun dari tidurnya. Bibirnya tersenyum ketika dia menatap makam sang Mamih.

"Makasih atas pelukan Mamih. Radit pulang ya, Mih. Maaf, jika nanti Radit akan lama mengunjungi Mamih. Radit akan diasingkan oleh mereka." Helaan napas kasar keluar dari mulut Radit. Hatinya sangat sakit mengatakan itu semua.

"Doakan Radit, semoga gadis yang akan Radit tinggalkan tidak marah kepada Radit. Assalamualaikum Mih."

Radit melajukan motornya menuju rumahnya. Dia masuk ke kamarnya dan menyiapkan apa saja yang akan dia bawa.

Radit menatap sekeliling kamar, dan dia menatap figura kecil yang berisi fotonya dan juga Echa. "Kamu yang akan selalu aku rindukan," imbuhnya.

"Dit." Panggilan dari Papihnya membuat Radit menghentikan aktifitasnya.

"Radit akan mengikuti semua kemauan kalian. Lebih baik diasingkan daripada hidup dalam ketidaknyamanan."

Jawaban dari Radit membuat Addhitama merasa sangat bersalah. Dia ingin memeluk tubuh putranya namun, putranya enggan untuk membalikkan tubuhnya.

Setelah selesai semua, Radit masuk ke kamar mandi dan membiarkan tubuhnya berada di bawah shower. Guyuran air membasahi sekujur tubuhnya dan Radit hanya diam. Seakan sedang mendinginkan kepala dan hatinya yang sedang bergejolak penuh amarah.

Jam pulang sekolah Echa sudah tiba, Radit sudah asyik duduk manis di atas motornya menunggu kekasihnya. Senyuman manis yang Echa tunjukkan seakan memberikan kehangatan untuk Radit.

"Bhul, peluk akunya yang erat, ya."

"Modus," sahut Echa seraya tersenyum..

Tangan Echa pun memeluk pinggang Radit dengan sangat erat. Meletakkan kepalanya di punggung Radit. Radit hanya terdiam, merasakan pelukan hangat dari tangan kekasihnya.

Sesampainya di rumah Echa, Radit langsung ke halaman belakang. Dia menunggu Echa berganti pakaian dengan bersandar di sofa. Matanya terpejam membayangkan kemungkinan yang terjadi jika Echa tahu kenyataan ini.

"Bhal," panggil Echa sambil memberikan minuman dingin kepada Radit.

"Makasih." Echa menangkap ada sesuatu yang aneh dari Radit sedari tadi.

"Bhal, kamu kenapa?" tanya Echa.

"Gak apa-apa, Bhul." Echa pun merangkul lengan Radit dan meletakkan kepalanya di pundak Radit.

"Aku gak suka kalo kamu bohong sama aku," ucapnya sambil memainkan ponsel.

Radit hanya terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa. "Bhul, aku pamit ya."

Echa menegakkan kepalanya, menatap Radit bingung. Tidak biasanya Radit seperti ini.

"Aku mau pergi," ucapnya lirih.

"Gak lucu Bhal," sentak Echa.

Radit menggenggam tangan Echa, menatap manik Echa dengan sangat dalam. "Aku akan melanjutkan sekolah di London," katanya serius.

Air mata Echa sudah menganak, matanya nanar. "Pergilah, aku akan baik-baik saja di sini seorang diri."

Betapa sakit hati Radit mendengar ucapan dari Echa. Apalagi melihat manik mata Echa yang benar-benar menyiratkan kesedihan.

"Pergilah," titah Echa. Dia bangkit dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Radit. Namun, tangan Echa ditarik oleh Radit hingga Echa masuk ke dalam dekapan hangat Radit.

"Maafkan aku, Bhul," lirihnya.

"Kamu jahat, JAHAT," ucap Echa seraya menangis.

Radit memeluk erat tubuh Echa. Gadis ini yang membuat dirinya berani memberontak. Gadis ini yang mampu merubah hidup Radit.

"Dit, sudah waktunya kita berangkat," ujar Addhitama dengan suara cukup keras.

Echa melonggarkan pelukannya. Dia melihat air mata menetes di pipi Radit. "Kamu tega membiarkan aku di sini sendiri, kamu tega," ucap Echa.

Radit menggeleng. "Jika, aku bisa menolak aku pun aku menolaknya, Bhul. Tapi ...."

"Pergilah." Echa benar-benar pasrah dengan semuanya.

"Bhul, kita masih bisa melanjutkan hubungan ini. Kita bisa LDR-an," tawar Radit.

"Apa LDR-an semudah yang kamu katakan?" tanya Echa ragu.

"Jika, kita sama-sama yakin dan percaya. Semuanya akan baik-baik saja."

"Kamu tetap jaga hatimu hanya untuk aku. Begitu pun aku, akan menjaga hatiku hanya untuk kamu." Echa memeluk tubuh Radit. Menghirup aroma maskulin tubuh kekasihnya.

"Aku pergi ya, Bhul. Kamu jangan nakal, dan aku tidak akan pernah berpaling dari kamu." Radit mencium kening Echa sangat dalam dan lama.

Orang tua Radit dan Echa yang menyaksikan adegan haru itu hanya menghela napas kasar. Mereka tahu, Radit dan Echa sama-sama terluka karena harus dipisahkan secara tiba-tiba.

Echa mengantarkan kepergian Radit hingga depan pintu. Senyuman manis Radit menjadi senyuman termanis yang akan Echa kenang ketika Radit jauh di sana.

Sedangkan di dalam mobil, Radit hanya bisa menyandarkan kepalanya. Menatap ke arah jendela luar.

"Ini semua Papih lakukan untuk memantaskan kamu bersanding dengan cucu kesayangan Genta Wiguna. Dia tidak akan memilih menantu sembarangan untuk cucunya." Radit hanya terdiam, begitu singkat kebahagiaan yang dia rasakan dan kini dia harus berjuang kembali. Berjuang agar cepat menyelesaikan kuliahnya di sana dan kembali ke tanah air secepatnya untuk menemui kekasih hatinya.

Di rumah Gio, wajah sedih Echa nampak terlihat jelas. Gio sudah menggenggam kunci mobil. "Kak, ucapkan perpisahan kepada Radit sebelum dia take off."

Echa hanya mematung sedangkan Ayanda sudah menarik tangan Echa. Tak Ayanda pedulikan Echa hanya memakai piyama dan sendal jepit.

Dengan kecepatan tinggi Gio melajukan mobilnya. Ketika sampai di sana, Gio menarik tangan Echa ke sebuah coffee shop.

"Temui dia Kak, Papa tau kamu juga masih ingin bersama Radit. Masih ada waktu 15 menit lagi." Echa menatap ke arah sang mamah, dan hanya anggukan kepala yang Mamahnya berikan.

"Kak Radit," panggil Echa yang sudah berada di samping Radit.

Addhitama tersenyum dan meninggalkan dua sejoli ini. Radit menoleh ke asal suara dan dia melihat Echa di hadapannya. Radit berdiri dan memeluk tubuh Echa.

Hanya seulas senyum bahagia yang Gio, Ayanda dan Addhitama tunjukkan. Apalagi melihat Echa dan Radit yang seakan tidak ingin berpisah. Genggaman erat tangan mereka, dan pelukan erat yang Echa berikan.

Setelah lima belas menit, Addhitama memanggil Radit seraya menganggukkan kepalanya.

"Selalu kabari aku," pinta Echa. Radit pun mengangguk. Sudah puluhan kecupan yang Radit berikan di kening Echa. Dan ini kecupan kening terakhir yang Radit berikan. Sangat dalam dan sangat lama. Dengan tangan Echa yang tak melepaskan pelukan di pinggang Radit.

"Aku pergi, ya. Setelah sampai aku akan hubungi kamu." Echa pun mengangguk pelan.

Setelah Radit masuk ke pintu keberangkatan, Ayanda, Gio dan juga Echa memutuskan untuk pulang. Sedangkan Radit mengernyitkan dahinya bingung.

"Bukannya kita ke London?" Addhitama menggeleng.

"Kita pergi ke tempat yang kamu impikan."

Senyum Radit pun melengkung dengan sempurna. Di tempat itu dia bisa dengan mudah menyelesaikan kuliahnya. Dan jarak antara Indonesia dan negara itu tidaklah jauh.

Di tempat berbeda, ada senyum penuh kemenangan yang terukir dengan sempurna. Dia menatap langit sore yang cerah secerah matahari. Melanjutkan rencana demi rencana untuk merealisasikan ambisinya.

Dilihat dari matanya, memang ada cinta yang dia pancarkan. Selebihnya, hanya ambisi yang memenuhi hatinya. Dia tidak ingin kalah dari Raditya. Dia ingin selalu berada di garda terdepan.

Jika, dia benar-benar tulus mencintai, tidak akan pernah dia menggunakan cara licik untuk mendapatkan hati seseorang dia sayangi.

***

Happy reading ...

Ada notif UP langsung baca ya, jangan ditimbun-timbun. insha Allah aku akan berusaha rutin UP.

Jangan pelit sama jempol dan komen biar aku bahagia.

1
Aku Mira
mampusss parah predator wanita ga tuhhh🤣🤣🤣
Yus Nita
waoowww... kereeen...
kampus lo pelakor
Yus Nita
janji yg hrs di penuhi.
tak selamanya ny bahagia itu dirasa kan. adakala nu pedih dan sakit juga mengiringi ny
Yus Nita
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Yus Nita
jumpaa kedann sesama ii digo ssisi KKkKk ssysya
Yus Nita
jahat banget ayah si Neshaa..
berbuat yg tdk senonoh do depan anak ny sendiri
aa pantas manusia biadab sprti di sebut seorang Ayah....
syukur lah Rindra membalas ny dengan kejam tapi tak sebanding dengan nyawa dan rasa sakit yg Nesha rasa kan juga ibu ny
Yus Nita
emang muka tembok, apa dia peduli
Yus Nita
memaaf kan tak semudah melupakan kan semua ny...
terlalu sakit utk di kenang dan rasa kan
Yus Nita
Aq yg cuma baca chat doang, sakit ny gak tanggung
gimanaa lg klu nyata di depan mata...
bis kalap Aq ngebunuh ny..
Yus Nita
meninggal nech cewek 😃😃😃
Yus Nita
beruntung banget y jadi Echa...
tdk sprti diri Q...
boro2 uang bulanan di tambah, di kurangi iya ada 😌😌😌
Yus Nita
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Yus Nita
cinta oohhh cintaaaa... 😁😁😁
Yus Nita
akan kah ada keajaiban utk anak special seperti aleesya..
Yus Nita
semangat terus y Thor...
Yus Nita
kamgDuda MERIANG 😃😃😃
Divani Ani
kok segitunya anak kecil sifatnya emaknya jg anak nakal nggak boleh di marahin haduuh emak apa klu orng kaya gitu ya😁
Yus Nita
bahagia..
hanya kata itu yg pantas buat mereka..
Yus Nita
tapi biar cepat loncing Radit dan Echa junior 😃😃😃
Yus Nita
udah mulai waras lagi otak siAmanda.
gak kesurupan lg kayak kematen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!