Dua golongan ini terus bermusuhan tetapi akhirnya mereka bisa berdamai karena seorang gadis bernama Maya.
Maya yang harus jadi bahan berbagi ke dua raja ini dan anehnya Maya mencintai mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ATURAN
" oh jadi ini "
" ya.. ya "
" wah.. dia keren "
" hei... lihat- lihat "
Lord mengerutkan keningnya, dia seperti mendengar seseorang yang berbicara di dekatnya dan karena tidurnya terganggu akhirnya Lord membuka matanya.
" Xey... ada apa ini ?? kenapa banyak sekali bola berbulu di sini.. ?? " ucap Lord dengan melihat sekelilingnya.
" aaahh.. anu.. tuan, tuan Rangga yang membawa mereka.. " ucap Xey dengan gugup.
" Rangga..? " Lord menyipitkan matanya.
...****************...
Maya selesai mandi, saat dia keluar pintu tiba-tiba dia di buat kaget karena wajah Rangga yang muncul tepat di depannya.
" haaaaa... !!! " teriak Maya.
Rangga langsung menutup mulut Maya.
" hei tenanglah ini aku.. "
" Rangga.. ?! kau mengagetkanku! sejak kapan kau di sini.. ?? " ucap Maya agak kesal.
" oh lumayan dari tadi " jawab Rangga santai.
" hmmm... " Maya cemberut padanya.
...****************...
" iya tuan, tuan rangga yang membawa kami " jawab anak-anak serigala.
" kami penasaran ingin sekali melihat raja vampir jadi kami di ajak ke sini " ucap salah satu anak.
Lord benar- benar merasa tidak nyaman, suasana kastilnya yang biasanya tenang kini di penuhi dengan belasan anak- anak serigala.
" oh tuan vampir bolehkah aku melihat taringmu ?? "
" tuan vampir kau tampan sekali.. "
" kenapa matamu merah.. ?? apa kau sakit mata.. ?? "
" kenapa kulitmu sangat putih.. ?? "
" hei tuan aku dengar anda sangat hebat.. ?? "
" iyaa.. iyaa benar.. " semua anak berbicara.
" kemarin tuan Rangga bercerita anda telah membelah sebuah danau, apa itu benar.. ??
" wah.. hebat..!!! " wajah mereka langsung berubah berseri-seri.
Mereka dengan antusias mendekati Lord dan menghujaninya banyak pertanyaan sementara Lord tidak menanggapi dan hanya diam saja.
Xey yang melihatnya kaget dan merasa tidak senang, dia tau jika Lord merasa tidak nyaman.
Anak- anak ini benar- benar tidak sopan.. !!
" tuan vampir kenapa rambut anda sangat hitam.. ?? " anak itu naik ke kursi dan memegangi rambut Lord.
" katanya anda bisa terbang ?? bagaimana caranya.. apa anda menyembunyikan sayapnya ??
" iyaa.. iya.. aku mau lihat.. !! " semua sangat antusias.
Mereka mengerubungi Lord dan terlihat jelas jika mereka sangat terkagum-kagum dengan Lord.
Lord pun mulai kesal, Xey yang menyadarinya langsung mencoba berbicara dengan anak-anak itu.
" anak- anak tolong jangan mengganggu tuan dulu ya.. " ucap Xey.
" ah kenapa..?? kami kan cuman bertanya.. " jawab salah satu anak.
Tiba- tiba Lord berdiri.
" aku mau keluar sebentar.. " ucap Lord dengan berjalan menuruni tangga.
Semua melihat Lord pergi meninggalkan ruangan.
...****************...
" Rangga tumben kamu pagi- pagi sudah kesini.. " tanya Maya.
" karena aku tak bisa lama- lama jauh dari mu. .. " ucap Rangga dengan tersenyum manis.
Maya membalas senyumannya.
" dan...." Rangga menambahinya.
" dan apa ?? " Maya penasaran.
" Craig dan teman- temannya bilang ingin bertemu Lord jadi aku mengajak mereka ke sini.. "
" haaa.. !! " Maya sangat terkejut.
" mereka ada di sini.. ?! " tanya Maya pada Rangga dengan ekspresi kaget.
" iyap.. ! " jawab Rangga.
" dimana.. ?? "
" oh mungkin sedang di ruangan Lord.. " jawab Rangga.
" apa.. !! " sontak Maya tambah kaget.
" ajak mereka ke sini..! Lord pasti sekarang sedang istirahat jangan samp...... " belum selesai Maya bicara tiba-tiba dia di kejutkan dengan pintu kamar yang terbuka.
Kraaaakkk
Maya dan Rangga kaget, tiba- tiba pintu kamar terbuka sendiri dan Lord sudah berdiri di depannya.
Lord berjalan masuk, dia menatap tajam ke Rangga yang ada di atas ranjang.
" aku punya aturan di kastil ku.. " ucap Lord dengan serius.
" pertama, aku tidak mengizinkan siapapun untuk seenaknya masuk ke kamarku.. "
" dan yang ke dua, aku sangat tidak suka jika tidurku di ganggu.. " ucap Lord dengan tegas.
" hahahaha.. ayolah pak tua.. !! memang ini adalah kamarmu tapi di sini ada Maya dan Maya bukan milikmu seorang aku bebas keluar masuk ke sini.. " jawab Rangga.
" dan juga mereka bilang ingin sekali melihatmu jadi aku bawa saja mereka ke sini, cobalah bermain dengan mereka, kau ini benar- benar seperti orang tua yang hanya tertidur seharian"
" hahaha.. malang sekali nasibmu.. " ucap Rangga dengan sedikit mengejek Lord.
" Rangga.. ! " Maya menyentak Rangga.
" kenapa Maya? memang benar kok yang aku bilang, kau jangan tertipu dengan wajahnya yang tampan itu! sebenarnya umurnya itu sudah ribuan tahun, dia itu sudah tua !! "
Mendengar itu Lord tertunduk mukanya memerah.
" Maya tolong tinggalkan kami berdua.. " ucap Lord.
Maya kaget.
" aak.. baiklah " Jawab Maya gugup.
Seram Lord menyeramkan sekali.
Maya tau Lord sedang marah, dia segera meninggalkan tempat itu.
Kraaakk
Pintunya tertutup sendiri dan Maya menatap pintu itu dari luar.
Ohhh apa yang akan di lakukan Lord.. ??
Maya hanya mendengar suara Rangga dari luar tanpa bisa melakukan apapun.
" hei.. ayolah aku hanya becanda.. "
" kau... kau apa kau marah..?! "
" ok.. ok.. tidak lagi "
" apa yang kau..? "
" aaaaakkkkhhh.... !!!! " Rangga tiba-tiba berteriak keras.
Maya kaget mendengar teriakannya, dia sangat panik dan takut jika Rangga kenapa-napa dan bahkan teriakan itu masih berlanjut.
" hentikan.. !!! aaaahhhhkkk..... !!! "
" kau.... !!!! "
" apa kau akan membunuhku.. ?!! "
" jangan.. !!! aaakkkkkkkk.. !!! "
Badan Maya bergetar dia menelan ludah pikirannya kacau, ingin sekali Maya masuk tapi dia takut jika Lord nanti justru memarahinya.
Lalu akhirnya pintu itu terbuka dan Maya lihat Lord berjalan keluar.
" biarkan anak- anak itu bermain asalkan jangan mengganggu istirahatku.. " ucap Lord membisiki Maya.
" ah.. yaa " jawab Maya dengan jantung yang berdebar.
Lord berjalan pergi, Maya pun langsung masuk ke kamar untuk melihat keadaan Rangga.
" Rangga.. !! "
Rangga sudah tergeletak tak berdaya di lantai, dia benar- benar kacau.
" Rangga kau tidak apa- apa.. ?? " Maya sangat panik.
" ah.. rasanya tulangku patah semua " jawab Rangga dengan merintih sepertinya dia sangat kesakitan.
" ya ampun Rangga "
" tenang Maya aku akan pulih walaupun sedikit agak lama ".
Perlahan Maya menuntun Rangga ke ranjang dan dengan hati-hati membaringkannya.
" Rangga kau jangan terlalu menggoda Lord dia bukan tipe yang mudah kau ajak becanda.. "
" hah.. aku pikir aku akan benar- benar mati tadi.. " ucap Rangga dengan memejamkan matanya.
" Rangga.. "
Maya benar- benar kasihan melihat Rangga, dia terlihat sangat kesakitan.