Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tatapan yang tak terlupakan
"tidak ada untungnya buatku" jawab arkan cepat
"kak arkan, kamu dimana?" panggil galang sedikit kencang
Teguh yang belum siap pun bersembunyi di balik bada tegap raka.
"didapur lang, sinii" panggil arkan dan melambai padanya
"kamu tau dimana bi siti kak?" tanya galang yang baru tiba di dapur
"tuan ingat bi siti?" tanya raka tiba- tiba
galang pun menengok kearahnya dan mencoba mengingat sesuatu
"saya raka tuan" jawab raka memperkenalkan diri saat melihat raut wajah kebingungan dari galang.
"ohh iyaa paman raka yaa, iya aku ingat dengan bi siti. Seingatku dia punya dua anak, dimana mereka semua? Bagaimana dengan anak perempuannya? Yang sempat tidak ada kabarnya itu paman?" tanya galang
"tuan ingat dengan wajah mereka?" tanya raka hati- hati
"tentu saja tidak ingat jika sekarang bertemu, dulu aku mampir ke rumah bi siti saat dia sakit sudah lama. Hampir 7 tahun kalau tidak salah. tiba- tiba ingatan tentangnya muncul, lalu aku teringat tentang anak perempuannya" jawab galang
"sulit tuan, saya sudah mencari info bahkan menggunakan koneksi yang tuan berikan, tapi tidak bisa menemukannya" jawab raka
"kenapa tuan mencari anak perempuan dari pembantu itu? Dia kan hanya budak saja" jawab teguh tiba- tiba, dan ia pun keluar dari persembunyiannya di balik tubuh raka
"oh kamu yang semalam ya, yang ka arkan bilang ingin bertemu itu benar anak ini kan?" tanya galang antusias
"betul tuan, ini adalah teguh murid yang saya latih langsung" jawab raka
"karena bi siti menitipkan anak perempuan itu padaku. Saat itu adalah pertemuan terakhirku, aku tidak tau jika itu saat terakhirnya. Bi siti berpesan untuk merawat kedua anaknya, walau aku juga masih anak- anak saat itu. Tapi bi siti lebih menekankan pada anak perempuannya, mungkin karena gadis kecil itu sangat rentan, aku juga tidak tau" jawab galang panjang
"tapi dia cuman anak budak dari tuan" ucap teguh lagi sambil mengepalkan kedua tangannya di samping paha
"kamu salah jika berfikir aku hanya menganggap bi siti sebagai pelayan dan pengasuhku. Ia seperti ibu kedua untukku. ia adalah orang pertama yang menyayangiku haha bahkan aku masih ingat saat ia memarahi anak laki- lakinya karena menginginkan mainanku, padahal jelas- jelas aku lebih tua dari bocah itu" jawab galang sambil tertawa kecil, lalu ia mengambil ponsel di kantong celananya dan menelpon seseorang.
"pah, ini galang. Aku ingin tambahan orang profesional untuk mencari orang, melacak jejak digital atau turun lapangan langsung. Dan aku ingin mereka juga bisa minimal melindungi dirinya saat melaksanakan tugas dari ku, apa papah bisa mengutus orang sesuai permintaanku?" tanya galang pada papahnya, retno.
"tentu saja, tapi kenapa kamu ingin meminta tambahan orang? Tidak perlu memberitahu alasannya pada papah. Tapi cukup katakan bahwa kamu aka menjaga dirimu tetap baik- baik saja" cemas retno di seberang telpon
"aku akan berusaha pah, aku harus melakukan ini, papah sama mamah tidak perlu terlalu khawatir, bukan kah aku memiliki om raka dan ka arkan yang selalu bersama ku" jawab galang mencoba menenangkan retno
"baiklah, papah harus memeriksa satu persatu orang yang akan papah kirimkan, jadi tidak masalah kalau menunggu 'kan?" tanya retno di sebelah sana
"tidak masalah pah, aku bisa menunggu" ucap galang
Lalu telpon di putus oleh pihak retno.
"tuan, apakah saya diizinkan mengajukan satu pertanyaan lancang?" tanya teguh hati- hati
"coba katakan, aku ingin tau apa pertanyaan mu" jawab galang
"hei bocah! aku tidak pernah mengajarkan mu untuk menanyakan pemikirian tuan" tegur raka
"biarkan saja om, aku ingin tau apa yang ingin dia katakan. Nah katakan lah teguh" ujar galang mempersilahkannya bertanya
"apa saya akan di bunuh jika pertanyaannya nanti dinilai lancang" tanya teguh sambil menunduk
"maafkan saya tuan. Saya akan menghajar bocah kurang ajar ini" ucap raka sambil ingin menarik teguh keluar. Namun di halangi oleh galang
"apa aku mengizinkanmu membawanya, ajudan raka?" tanya galang dengan nada tegas.
bagi raka, walau galang ramah dengannya. Tapi jika ia sudah di panggil dengan sebutan ajudan, maka galang sedang ingin melakukan hal serius.
"baik tuan, maafkan saya" ucap raka, lalu ia pun mundur dan berdiri di samping arkan
"kau sangat menarik bocah. Ini pertama kalinya ada yang bertanya padaku apakah aku akan membunuhnya. Aku tidak tau hal apa yang sudah kau dengar dari pihak paman besar. Walau aku punya kuasa, aku belum pernah membunuh orang sejauh ini. Jadi katakan. Jangan bertele, sebelum aku muak dengan ketakutanmu itu" ucap galang dan lalu tersenyum ramah pada teguh
"kenapa tuan butuh tenaga profesional? Dan sepertinya tuan ingin mencari seseorang. Apakah saya diizinkan mengetahui siapa orang yang ingin tuan cari? Saya bekerja untuk tuan walau usia saya masih tergolong muda. Saya ingin tau siapa orang ingin tuan cari" tanya teguh
"kau cukup pintar untuk seorang ajudan muda tahap latihan dasar yaa.. Aku ingin mencari adikmu, teguh" jawab galang sambil tersenyum miring
Begitu mendengar kata 'adikmu' teguh tak lagi menunduk. Ia langsung menatap galang, tuannya. Dengan tatapan kaget. Bagaimana bisa tuannya tau dia dan tau dia memiliki adik. sebenernya apa yang sebenernya ternyata dalam insiden kala itu, saat penculikan adiknya.
"tuan mengenal saya?" tanya teguh pelan
"tidak terlalu kenal, tapi..." galang berhenti mengatakan sesuatu dan lalu dia mengambil handuk dan membasahinya. Kemudian ia mendekat kearah teguh, dan membasuh anak itu.
"aku awalnya tidak mengenalmu. Tapi tatapanmu dengan anak itu, tidak mungkin bisa ku lupakan walau aku amnesia, bocah" ucap galang tersenyum miring kepada teguh
"galang dia siapa?" tanya arkan bingung, sudah sangat lama ia tidak melihat galang tersenyum miring pada orang lain
"dia anak tertua bi siti. Tapi seingatku namanya arya, kenapa kau mengganti namamu?" tanya galang pada bocah bernama teguh
"demi mencari adikku, intan. Aku harus menyamar tuan. Tolong maafkan saya tuan. Tuan bisa membunuh saya. Menghajar saya jika itu membuat tuan senang. Tapi jika suatu saat adik saya sudah ditemukan, apakah bisa saya bertemu dengannya walau terakhir kali?" tanya teguh berkaca- kaca
"eh bocah tengik! Kenapa ucapanmu seperti sebuah wasiat, huh?? Kau kira tuanmu ini akan membunuhmu. Semua musuh yang terbunuh, itu dilakukan olehku arkan, dan juga gurumu, si raka itu" jawab arkan sambil tertawa
"tapi.. Waktu itu orang yang membunuh ibu bukan kalian.." ucap teguh lemas
"itu artinya percuma kau mendekatiku untuk balas dendam, nak.. bukan aku orang yang membunuh ibumu.. Bangun lah dulu. Kalau bi siti tau aku membuat anak kebanggaannya berlutut dan menangis. Mungkin dia akan menghajarku di dalam mimpi haha" ujar galang, lalu membantu teguh berdiri