NovelToon NovelToon
SENTUHAN PAPA MERTUA

SENTUHAN PAPA MERTUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Rumah Tangga / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Pa, Papa mau apa??" Adelia terkejut saat papa mertuanya tiba-tiba mendekat dan memeluknya dari belakang. la tak pernah membayangkan, kalau setelah menikah papa mertuanya itu justru berubah dan bersikap seolah ia adalah istrinya.

Apakah Adelia mampu mengendalikan diri dari papa mertuanya?

Atau ia justru ikut terjerumus juga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH LIMA

Bastian memperlambat mobil. "Tenang, biar Papa lihat."

Suara knalpot meraung kencang. Tiga motor bergerak mengelilingi mobil dari berbagai sisi, memaksa Bastian mengurangi kecepatan. Dua motor berada di kiri kanan, satu lagi tepat di depan mobil.

Adelia memegang dadanya. "Pa... mereka ngapain?

Pa... Pa, aku takut..."

"Tenang, Del. Pegang sabuknya yang kuat!" kata Bastian sambil menahan panik.

Motor di depan mobil tiba-tiba mengerem mendadak.

SCREEEEEEK-!!!

Bastian menginjak rem keras. Mobil berhenti total dan tubuh keduanya terdorong maju. Adelia menjerit kecil.

Dan dalam hitungan detik-

Tiga pemuda bertopeng turun dari motor.

Salah satu dari mereka menendang bumper depan.

Tok.

DRAK.

Pemuda lain mengetuk kaca mobil keras-keras.

"HEY! TURUN!!! TURUN SEMUA!!!"

Bastian mengangkat tangan, mencoba tetap tenang.

"Del, tetap di mobil. Jangan keluar!"

Adelia menggeleng berkali-kali. "Pa... jangan keluar! Mereka bawa... bawa senjata kan?"

"Papa harus keluar, Del. Jangan buka pintu sampai Papa bilang!" ucap Bastian.

Adelia menahan napas.

Bastian membuka pintu mobil perlahan, kedua tangan terangkat.

"Kalau kalian mau uang atau barang, silahkan ambil! Jangan bikin masalah!" teriak Bastian dengan tegas.

Pemuda bertopeng menghampiri dengan cepat.

"Semua! Tas! Dompet! HP! Cepet serahkan!"

Namun, yang satu tidak memedulikan Bastian. Ia justru menghampiri pintu tempat Adelia duduk.

Adelia langsung panik. "Pa! Pa jangan tinggal aku!"

"DEL! Tetap di mobil!!" teriak Bastian.

"Cepet buka pintunya!" bentak pemuda itu sambil menendang kaca.

Adelia mengunci pintu berkali-kali sambil menjerit, "Tolong! Tolong!!"

Pemuda itu mengeluarkan obeng panjang.

Dengan satu hentakan brutal, ia menarik gagang pintu dengan teknik kasar.

CLAK!

Pintu berhasil terbuka.

"Aaaaa!! TIDAAAK!!!" Adelia menjerit sekeras-kerasnya ketika pria itu menarik lengannya.

Bastian langsung menoleh. Matanya membelalak melihat Adelia hendak diseret keluar.

"HEI!!! JANGAN SENTUH DIA!!!" sentak Bastian.

Dua begal lain menghalangi Bastian, memukulnya bertubi-tubi. Satu memukul wajah, satu menendang perut. Namun, Bastian tidak berhenti. Ia menghantam salah satu penyerang dengan siku, membuat pemuda itu jatuh tersungkur.

"JANGAN SENTUH ADELLL!!!" teriaknya lagi.

Pemuda yang menarik Adelia menyeretnya lebih jauh, berusaha mengangkat tubuhnya dari tanah. Adelia melawan, menendang, meronta, bahkan menggigit tangan penyerang itu.

"LEPAS!!!"

"AARGH!! DASAR!!!" pemuda itu memukul tangan Adelia, membuat tasnya jatuh.

Bastian berhasil menjatuhkan lawan pertamanya, kemudian berlari ke arah Adelia. Namun, satu begal lagi menghadangnya dan menyerang dari belakang, memukul kepalanya dengan helm.

"PA!! JANGAN!!!" jerit Adelia.

Bastian terhuyung, tapi tidak tumbang. Dengan tenaga besar, ia membalik badan dan mendorong begal itu

hingga menabrak motor yang terparkir.

Pemuda yang menyeret Adelia semakin panik melihat Bastian berhasil lolos. Ia menarik Adelia lebih kuat.

"KITA BAWA CEWEKNYA SAJA!! СЕРЕТ!!!"

"LEPASKAN!! TOLONG!!" Adelia menangis, meronta sekuat tenaga.

Dan di saat pemuda itu hendak menyeretnya ke motor

Bastian datang seperti badai.

Ia menerjang pemuda itu dari samping, membuat tubuh orang itu terpental ke tanah bersama Adelia.

Bastian mengangkat pemuda itu dengan kemarahan besar, lalu menghantamkan pukulan keras ke wajahnya, membuat penyerang itu roboh dan tidak bergerak.

"JANGAN PERNAH..." Bastian menahan napas, memungut Adelia ke dalam pelukannya, "...SENTUH MENANTU SAYA!"

Dua begal yang tersisa saling menatap panik.

"Kabur! Kabur! Orang ini kuat banget!"

Mereka naik motor terburu-buru, menyalakan mesin, dan melaju kencang, meninggalkan Bastian dan Adelia yang masih tersungkur di jalan.

Suasana kembali sunyi.

Adelia memandang Bastian dengan napas terengah-

engah, wajahnya pucat dan penuh air mata.

"Pa... Papa udah menyelamatkan saya..." suaranya patah.

Bastian duduk berlutut di depan Adelia, memegang lengannya seperti memastikan wanita itu masih utuh.

"Kamu nggak apa-apa?" suaranya lembut, berbeda dari biasanya.

Adelia hanya bisa mengangguk sebelum akhirnya tubuhnya melemas dan ia memeluk Bastian erat-erat karena shock.

"Terima kasih, Pa... terima kasih..." katanya sambil menangis.

Bastian memejamkan mata pelan-entah lega, atau entah menyimpan sesuatu di balik tatapan itu-sambil membalas pelukan Adelia.

"Ayo pulang, Del... Kamu aman sama Papa."

Namun, di dalam dada Adelia... perasaan aman itu bercampur rasa takut lain yang tidak bisa ia jelaskan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!