Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Ma, kendalikan diri mama! Mau bagaimana lagi, Raditya sudah terlanjur membenci ku. ini juga karena mama!" teriak Melinda memarahi ibu nya
"kok kamu jadi salahin mama mu, Mel. Orang tua lagi sakit begini, lambe mu itu Mel!" omel Imron sambil menggosok gosok tangan istri nya. Melinda hanya bisa cemberut lalu mendekat kan minyak kayu putih di hidung ibu nya
"Ma, bangun dong sayang, masa kamu pingsan hanya gara gara itu doang"
Imron menepuk nepuk pipi istri nya. Tapi Yuni masih tetap lemah meski mata nya mulai terbuka. Tak terlihat manik mata hitam nya, wanita tua itu benar benar shock
"Kalau aku diam diam nikah lagi, wajar kalau kamu kayak gini, mah" kata Imron sambil mengguncang tubuh istri nya
"Apaan sih papa!" ucap Melinda, memukul bahu bahu ayah nya. Gadis itu mencelup kan tangan nya lalu mengusap wajah ibu nya dengan air. perlahan Yuni kembali tersadar, dengan cepat Melinda memberikan ibu nya air mineral
"Minum yang banyak ma! Kita harus kuat menghadapi kenyataan ini" lirih Melinda
Yuni minum seperti onta kehausan. Dada nya seperti berisi api karena amarah nya. Tapi bukan pada orang lain, tapi pada diri nya sendiri. bagaimana ia bisa sebodoh ini?
"Mama sudah enakan?" tanya Melinda sambil mengelus pelan dada ibu nya
Yuni mengangguk pelan
"Gi,,gimana bisa terjadi seperti ini, Mel? Kenapa Raditya menipu kita? kalau dia jujur dan membuktikan diri nya sebagai anak Hadi Pratama, hari itu juga mama langsung panggil KUA"
"Ya ma, dia memang lagi dalam Misi seperti itu. Aku juga heran. tapi aku tetap kesal, ini semua karena mama" lagi lagi Melinda menyalahkan Yuni
Saking shock nya, Yuni sampai cegukan. berapa kali tubuh nya naik turun tak terkendalikan
"Aku akan mencoba merayu Raditya agar ia kembali pada ku, ma! Gak mungkin dia lepasin aku begitu aja, selama enam bulan kami dekat. Aku yakin dia hanya menggertakku, bahkan dia sampai rela mengorbankan perasaan nya dengan dekat sama perempuan kampung itu"
"Ya udah, mau gimana? berarti itu rezeki nya Dahlia. Dia bisa dapetin suami seorang CEO. Pasti kehidupan nya akan berubah drastis. itulah karma baik dari anak baik. Dia gadis yang semangat dan gigih, Soleha pula" ucap Imron tanpa beban
"Papaa,,!! Ralat lagi ucapan papa itu! Gak mungkin Raditya serius dengan perempuan kampung itu. Dia itu ceo dan pasti nya punya otak! Mana ada CEO menikah sama babu!" pekik Melinda tak terima. Dahlia kembali menangis sambil memukul mukul lantai
Dengan cepat, imron menutup mulut nya dengan tangan. Anak gadis nya makin seram dengan wajah marah begitu. terlihat Melinda sangat tidak terima. mungkin membayang kan saja dia tidak sanggup
"ngikk,,,ngikk,,"
Suara cegukan Yuni sambil tubuh nya naik turun. Shock akut membuat diri nya kembali tak bisa mengendalikan alur nafas nya
"Mama!" teriak Melinda sambil mengayun nyunkan lengan ibu nya.
"Mama butuh istirahat di dalam kamar, ngikk,, ngikk,,," lirih yuni yang masih tersengal sengal sembari cegukan bersamaan
Imron memapah tubuh istri nya masuk ke dalam kamar
Gubrakkk,,,!
"Akhhh,,,!
Yuni memekik karena Tubuh nya di banting suami nya di atas kasur. Melinda sampai melotot pada ayah nya
"Ini supaya cegukan ibu mu hilang, Mel. Maka nya sengaja di kagetin" jelas Imron
Dan benar saja Yuni langsung berhenti cegukan. wanita itu lemas lalu perlahan tidur dengan suara nafas yang tak teratur. Berkali kali ia membuka mata lalu kembali tidur lagi
"Tenangin diri mama dulu, besok aku akan cari solusi agar Raditya mau balikan lagi sama aku, ma. Ok tenang ya ma, Raditya itu bucin sama aku, dia hanya lagi marah aja sekarang" rayu Melinda agar ibu nya bisa tidur dengan tenang
"Janji ya Mel, Raditya harus jadi mantu mama"
walau ragu, Melinda mengangguk. Setelah cukup lama Melinda mengelus elus kepala ibu nya itu, akhir nya ia tertidur pulas
"Kalau papa sih gak kaget mama mu bisa shock begini. Dia menaruh harapan yang sangat tinggi pada mu, termasuk dengan jodoh mu. Apalagi kamu anak satu satu nya, buat dapetin kamu dulu, mama mu harus stres dulu karena ia kosong sampai lima tahun. Lalu setelah program kesana kemari sampai habiskan cukup banyak biaya akhir nya kamu lahir, sayang nya dia harus angkat rahim karena mengalami radang panggul. dulu kalau kamu menstruasi suka teriak teriak karena kesakitan. jadi kejadian hari ini jangan membuat nya tambah stres mel, kasihan mama mu"
Melinda mengangguk haru, perlahan ia mengusap wajah nya karena Basah. Ia sangat tahu ibu nya sangat menyayangi nya walupun terkadang mulut nya mengandung Bon cabe level 50
"Papa mohon nanti kalau mama mu pulih. kamu beri dia pengertian kalau semua nya sudah menjadi takdir yang tertulis. Tak perlu di sesekali, jadikan pelajaran. Jaga mulut, jaga sikap. Papa hanya bisa terus mengingat kan kalian tapi tak bisa memberi hidayah, hanya kalian sendiri yang bisa menjemput nya"
"Tapi papa kok bisa betah sama mama, sampai bertahun tahun seperti ini?" tanya Melinda sambil menatap ayah nya penuh haru
"Karena dia ibu dari anak ku, yaitu kamu. Tapi terlepas dari itu, mama mu istri yang baik kok. Dia setia dan selalu melayani papa dengan baik. Hanya mulut nya saja yang seperti kembang Api, selalu meledak ledak bikin kita ketar ketir, hehehehe tapi sekali lagi, tak akan ada yang sempurna dari pasangan kita Mel, kita hanya perlu melihat kebaikan nya saja" jawab Imron yang membuat Melinda semakin terharu