NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Mahiya meraba kalung berlian yang nyonya sandrina kalungkan tadi, entah mengapa ada rasa haru menyeruak. Mahiya merasa bersalah pada keluarga kael yang begitu menyayanginya, sepertinya mereka semua menyukai mahiya.

"kak.." panggil mahiya, suaranya terdengar sendu. Kael menoleh, alisnya naik sebelah, agak heran mendengar nada bicara mahiya.

"oma dan mommy tadi memberiku kalung keluarga, katanya kalung itu untuk menantu kedua di keluarga, aku nggak enak mau nolak kak, tapi aku juga nggak ngerasa pantas menerimanya"

Kael yang nyetir dengan fokus, agak keganggu. Kenapa gadis ini, kenapa mahiya mendadak melow.

Kael menoleh, kerutan di keningnya semakin tebal. Suara mahiya tak hanya mendadak sendu, wajahnya juga.

"trus kenapa emangnya?, kan kamu memang menantu kedua di keluarga laksana"

"tapi aku cuman menantu bohongan, kak" tampiknya dengan gelengan kepala.

"aku ngerasa berdosa udah bohongin oma dan mommymu"

"pernikahan kita nyata, mahi. Sah secara hukum dan agama, dari segi mana kamu bilang kita bohongan?"

Mahiya membuang pandangannya keluar, menatap lalu lalang kendaraan yang cukup padat. Agak sebal sebenarnya mahiya mendengar jawaban kael, berasa ngomong ama anak bayi, sok polos.

"kalau kak kael mau hubungan kita ini lama, tolong jangan sering bawa aku ketemu oma, jujur aku takut nggak kuat bohongin mereka terus"

Kael terdiam, malam ini dia menemukan sisi serius mahiya, dari tadi, sejak mommy menyerahkan kalung itu, mahiya berubah.

"mahi..." panggil kael, saat mahiya mau turun. Gadis itu sudah membuka pintu mobil, kakinya sudah bergerak hendak turun.

"kan aku sudah bilang, kamu jangan sampai bawa perasaan..."

"makanya, jangan bawa aku kerumahmu lagi, aku nggak mau membohongi orangtuamu terus" sambar mahiya cepat, gadis itu turun tanpa melihat kael.

Kael mengernyitkan keningnya penuh keheranan, sambil berjalan matanya tak henti menatap mahiya yang berjalan di depannya.

"ternyata gadis itu punya sisi serius juga" gumam kael masih dengan menatap mahiya heran.

Mahiya langsung ke kamarnya, dia salin baju. Tangannya sekali lagi meraba kalung berlian indah itu, perlahan dia membukanya menatap lekat, dan memasukkan kalung itu ke dalam kotaknya yang dibawanya juga tadi.

Rambutnya di cepol tinggi, dijepit jedai berwarna ungu, memakai piyama hello kittynya.

Mahiya keluar kamar, matanya mencari keberadaan kael, tapi pria itu nggak ada di ruang tamu.

"heummm, pasti kak kael di kamar" gumamnya, sambil mengetuk pintu kamar kael.

"kak.." panggilnya sedikit keras, mahiya menunggu, nggak ada sahutan apapun.

Ditunggu agak 3 menitan, nggak ada sahutan apapun dari kamar kael. Mahiya meraih handle pintu, membukanya perlahan.

Mata mahiya membelalak terkejut, begitu juga kael, pria itu baru keluar dari kamar mandi topless hanya menggunakan handuk.

"maaf kak, maaf.."

Secepat kilat dia menarik pintu itu, pipi mahiya merona merah. Apa itu tadi, sejak mereka menikah baru tadi mahiya melihat kael seperti itu. Perutnya yang sixpack, dengan dadanya yang bidang, allahu akbar mahiya sampai hampir lupa bernafas.

"hadeuhhhh..." gumam mahiya sambil mengipasi wajahnya yang panas.

'kael seksi banget, roti sobeknya terlihat sempurna'

Mahiya masih menggeleng-gelengkan kepalanya, mengusir sesuatu yang menganggu di kepalanya yang suci.

"ada apa mahi?"

Kael tiba-tiba duduk di samping mahiya yang tersentak kaget, duduk yang begitu rapat, sampai bahu dan paha mereka saling menempel. Gadis itu beringsut sedikit menjauh, ada rasa jengah menghampirinya.

Kael yang duduk di sebelahnya dengan tanpa beban, memutar menghadap mahiya, yang mulai salah tingkah.

"anu..kak, aku mau menyerahkan ini"

Mahiya mengulurkan kotak kalung berlian tadi, kael mengerutkan keningnya, dia tidak menyambut uluran mahiya, matanya malah memicing.

"aku nggak pantas menerima ini kak, hatiku menentangnya"

"kenapa?"

Mahiya menggeleng lesu, wajah cantiknya terlihat sendu.

"walau aku memang menantu saat ini, tapi tetap saja hati nuraniku menentangnya"

Mahiya meletakkan kotak itu di atas meja, dia hendak bangkit tapi tangan kael mencekalnya cepat.

Mahiya melirik tangannya yang ada di cekalan kael, entah kenapa tetiba aja jantungnya berdegub kencang.

"kamu aneh mahiya!, ini nggak seperti kamu"

Mahiya mendongak, menatap lekat wajah tampan di sampingnya. Jantungnya makin nggak karuan, apakah kael emang setampan ini. Mahiya tahu pasti saat ini pipinya merona merah, rasa panas saja menjalar sampai ke telinganya.

"kamu kenapa?"

Tatapan kael penuh selidik, mata coklat kehijauan itu menelisik wajah mahiya yang menunduk.

"aku nggak mau bohongin oma dan mommy lagi kak" sahut mahiya lirih, kerutan di kening kael kembali terlihat. Tangannya masih mencekal pergelangan tangan mungil mahiya.

"aku nggak mau semakin merasa berdosa pada mereka"

"mahi..."

Kael tiba-tiba mencengkeram pundak mahiya lembut, mahiya terkejut, dia mengangkat wajahnya yang tertunduk.

"apakah kamu begini, ada hubungannya dengan pertemuan kemarin dengan gerard?" tanya kael penuh selidik.

Kepala mahiya sudah menggeleng, tapi dia sama sekali tak melihat wajah kael. Mahiya sedang sibuk menata detak jantungnya yang sedang kalang kabut nggak karuan itu.

Mahiya keheranan, apa yang terjadi dengannya hari ini, kok mendadak dia salah tingkah dan ngeblush di hadapan kael.

"terus kenapa kamu aneh begini, ini bukan dirimu loh mahi!"

"aku nggak aneh kak, aku cuman ngerasa apa yang kita lakukan ini akan menyakiti keluarga kita masing-masing jika mereka tahu.."

Kael semakin heran. Keningnya semakin berkerut nggak karuan, kesambet jin apa cewek ini, mendadak bener cara berpikirnya.

"aku ngantuk kak, besok juga masih ujian"

Mahiya beranjak dari duduknya, tapi tiba-tiba duduk lagi, menatap kael serius.

"kak..,kemaren aku ngibulin teman-temanku, mereka nanya kapan kita bulan madu, aku jawabnya libur semester ntar, just fyi yah kak, mana tahu ntar ada yang kepo, biar jawaban kita seragam"

Kael tersenyum, nada suara mahiya telah kembali riang. Beneran dia nggak nyangka secepat itu mahiya kembali ke sifatnya yang biasa.

"Okey..sip"

Kael tersenyum sambil nunjukkin jempolnya,

"ntar pas kamu liburan semester, kita liburan beneran ke tempat yang kamu mau, gimana?"

"serius?" mata mahiya membelalak sempurna, tatapan mata indahnya mengerjab indah membuat kael sampai harus menahan nafasnya.

'ya tuhaaan, gadis ini nggak sadar apa kalau matanya itu indah banget' kael membatin dalam hati, tapi wajah pria itu tetap datar. Sok datar sih, dia takut mahiya tahu kalau dia terpesona.

'gawat nih, jantungku berdegub nggak menentu, jangan sampai aku baper, aku udah melarang gadis ini jatuh cinta, takutnya aku duluan yang suka ama nih bocah'

"kakak janji yah!"

Mahiya meraih jari kelingking kael, menautkan jari kelingkingnya membentuk sebuah janji.

Kael terpana menatap jari kelingking mungil yang terkait di kelingkingnya. Jantungnya jumpalitan nggak karuan lagi, persis kek tadi pas cewek ini membuka pintu kamarnya, jujur kael tadi hampir terpana bloon. Untungnya mahiya lebih dulu lari dan menutup pintu. Kalau nggak, kael bisa pastikan pasti tadi akan terjadi adegan sedikit romantis antara mereka.

Bersambung...

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!