Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 Besok lu harus gue ajarin cara jalan yang bener!
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
Farrel menoleh dan melihat bahu Fatimah lagi-lagi bergetar, dengan liquid bening membasahi pipi tegasnya, "Shit!" batin Farrel kesal. Entah kenapa ia tidak suka dengan musuhnya mode rapuh, kenapa gak mode cerewet dan galak aja.
Fatimah menyadari tatapan Farrel, ia melotot lebar, "Apa lu liat-liat!? Gak usah ada rencana nak ngejek gue lu!" seru Fatimah sambil menghapus liquid bening di pipinya.
Farrel menghela napas lelah, sambil menatap Fatimah tak percaya. Musuhnya curiga mulu padanya, apa wajahnya mirip mafia yang gak punya hati kayak di film-film. Padahal wajahnya ganteng plus baik hati.
"Gue heran deh, lu kok suuzon mulu sama gue!?" tanya Farrel sedikit ngegas, ia mendengus kesel.
Fatimah menatap Farrel tak enak hati, "Karena lu kan tiap hari kalo ketemu bikin gue kesel! Yaa maaf kalo gue terlalu suuzon mulu sama lu, gue cuma gak mau berantem dan gak mau nambah kesel aja untuk malam ini..." lirih Fatimah merasa bersalah, menatap Farrel dalam dengan mata merahnya karena tadi menangis.
"Hufft, okeh gue maafin. Lu mau nangis? Nangis aja nih di pundak gue walaupun ini tubuhnya punya lu, tapi jiwanya kan gue, jadi aman walaupun aneh. So? Boleh lu nangis sepuasnya tapi hanya untuk malam ini okeh?"
Fatimah tercengang menatap Farrel dengan mulut menggaga, sejak kapan musuhnya itu sebaik ini, "Lu sakit Far?" tanya Fatimah serius sambil menempelkan tangannya di dahi Farrel.
Farrel segera menepisnya, "G-gak lah! Ngadi-ngadi lu! Jadi mau gak nih pinjam bahu gue?" tanya Farrel mengalihkan topik.
Fatimah menatap Farrel sinis, "Hais! Tubuh yang lu pake kan tubuh gue, kenapa gue harus pinjam bahu gue ke lu sih!" decak Fatimah sebel.
"Lahh, kan jiwanya gue! Kalo gak ada jiwa gue di dalam tubuh lu, pasti kalo lu mau sandar pasti tubuh ini gak akan respon kayak orang mati coy!" seru Farrel emosi pengen tampol wajah Fatimah dengan sendal yang ada eek bebeknya.
Fatimah meringis, "Hehehe, ia juga sih! Sorry deh kan gue lupa jirr!" sahut Fatimah cepat.
"Pikun mulu lu, cocok bet lu kalo jadi oma-oma! Lu latihan dari sekarang yaa, kalo pas jadi oma-oma ompong, lu jadi ahli dalam makan ranupkan, pffftt BUHAHAHA!" Farrel terduduk bangku depan ruang inap Zaza, sambil ngakak brutal bayangin musuhnya yang gak ada giginya lagi, rontok semua. Membuat ia tambah ngakak dengan wajah memerah.
Fatimah dari tadi udah masang wajah kayak mau nelan orang hidup-hidup. Mau juga rencanain mau balas Farrel ehh tiba-tiba...
"Dek, jangan berisik di RS yaa, itu bisa mengganggu kenyamanan pasien, kalo mau berisik bisa di luar RS," tegur suster yang tadi gak sengaja lewat depan mereka, karena ada keperluan untuk mengecek pasien, melihat mereka berisik ia tegur karena tak tahan. Setelah itu ia berlalu dari sana...
Fatimah menahan ngakak melihat wajah Farrel yang memerah malu, "Pffftt, lu lagi nahan berak Far, berak jangan di sini weh! Ke wc sana! Jangan-jangan ... lu dari tadi udah kentut ya! Pantesan bauk...!" seru Fatimah sambil menjepit hidungnya dengan jari jempol dan telunjuk, ia cekikikan melihat wajah Farrel jelek bet sekarang.
Fatimah tersadar, "Ehh bukannya yang gue bilang jelek itu wajah gue yaa! OMG!" Fatimah menepuk jidatnya sendiri.
Farrel terkekeh, "Hooh, lu dari tadi ejek diri sendiri jirr! Bengek gue! Tapi btw tuh suster agak nyebelin coy, gak tau aja nih RS punya ortu gue, gue pecat jadi suster tau rasa!" ucap sinis Farrel mendengus sebel.
Farrel memutar matanya males, "Stop tingkah lu jirr, gak cocok! Lu kagak bakal tega pecat orang pakek kekuasaan lu, tanpa ada kesalahan yang ia perbuat," decak Fatimah muak.
Farrel menatap Fatimah jahil, "Ciee kayaknya lu tau bet tentang gue yaa, mau jadi calon istri idaman yaa?" tanya Farrel menatap Fatimah sambil menaik-turunkan alisnya.
Wajah Fatimah bersemu, "Apa sih! Kagak yaa siapa juga mau jadi istri lu! Kita kan udah sepakat mau batalin pernikahan itu! Au ahh jangan bahas itu jirr, bikin gak mood! Keluar yuk, gue lagi pengen makan bakso, tapi ini udah malam gue takut beli sendiri," decak Fatimah kesel.
Farrel menghembuskan napas kasar, "Udah tau malam, pasti kagak ada yang jual bakso lah! Yang ada mbak kunti yang jual," ucapnya dengan wajah malas.
Fatimah memanyunkan bibirnya, "Pokoknya gue pengen bakso! Yok lah temenin gue, katanya nak hibur gue! Gue cuma pengen bakso pedes, biasanya bikin gue agak tenang!" Menggoyangkan tangannya yang memegang tangan Farrel.
Napas Farrel tercekat, melihat tingkah Fatimah walaupun mengemaskan tapi itu tubuhnya harga diri sebagai laki-laki jatuh kalo ada yang liat, "Bisa gak jangan kayak gitu jirr! Lu lagi di tubuh gue, yang liat bakal aneh, lu kayak cewek! Gue temenin beli bakso, tapi lu jangan bertingkah kayak gitu lagi okeh, cool dikit kek," decak Farrel mendengus sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Fatimah mengangguk patuh, bibirnya mengerucut seperti anak kecil yang sedang minta jajan. Ia nurut asalkan ada bakso, ia mau bakso, "Kayak gini?" tanya Fatimah berdiri tegap sambil memasukkan tangannya di dalam kantong jeket yang ia pakai, tapi saat ia jalan malah kayak perempuan, membuat Farrel lagi-lagi berdecak.
"Shit! Besok lu harus gue ajarin cara jalan yang bener! Apa-apaan jalannya gitu kayak model gini, astagfirullah!" omel Farrel frustasi menatap cara jalan musuhnya.
Farrel beranjak dari duduknya, "Yaudah yok keluar kalo gak ini drama gak bakal selesai," decaknya sambil berjalan keluar RS dengan santai.
Sedangkan Fatimah menatap itu menggaga lebar dengan mata melotot, "Farrel jalan lu kok agak ngangkang kayak jalan cowok jirr!? Lu juga harus gue ajarin cara jalan yang bener!!" seru Fatimah cemberut, ia ngomel-ngomel kesel sama musuhnya yang mengejeknya, ternyata dia juga gak bener jalannya.
"Iya-iya! Nanti saling ajarin, buru sini! Mau bakso apa kagak!?" sahut Farrel sinis.
"Iya-iya, mau!" Fatimah buru-buru menyusul Farrel, kalo gak bisa-bisa Farrel melahapnya habis karena kesel.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗