Hazella 2 adalah kelanjutan dari cerita Hazella sebelum nya ya guysss!!!!
Jadi sebelum baca hazella 2, sebaiknya baca dulu Hazella 1 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 25
"Rumah sakit?"
Tut!
Arya langsung menutup panggilan secara sepihak.
"Siapa yang sakit, Pa?" tanya sherina melihat raut wajah sang suami tampak khawatir setelah menerima panggilan.
"Papa baru saja menghubungi dimas, niatnya bertanya dimana David karena anak nakal itu tidak menjawab panggilan Papa. Dan dimas mengatakan David pergi mengantar hazel periksa ke rumah sakit. Papa harus pergi sekarang untuk memastikan semuanya" ujar Arya bangkit dari kursi kebesarannya.
"Apa Mama boleh ikut?"
Arya sontak berbalik menatap pada istrinya. Setelah menimbang untuk beberapa saat akhirnya pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya memberi ijin.
Beberapa waktu ini Arya menyaksikan sendiri perubahan istrinya.
Sherina tidak lagi berusaha mengusik hazel. Bagi Arya itu sudah lebih dari cukup. Meski sejujurnya pria paruh baya itu menginginkan istrinya meminta maaf pada hazel, namun hazel tahu pasti Sherina butuh waktu untuk membuat pengakuan atas kesalahan yang selama ini dia lakukan.
"Batalkan jadwalku pagi ini, atur ulang semuanya" titah Arya pada sekretaris pribadinya.
"Baik Tuan, saya mengerti"
Arya langsung melenggang pergi setelahnya, diikuti dengan Sherina dibelakangnya.
Dalam perjalanan Arya masih berusaha menghubungi David.
Sayangnya satupun panggilannya tidak dijawab.
Beruntung rumah sakit yang mereka tuju tidak jauh gedung bramantyo Group hingga hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit untuk sampai disana.
"Berhenti" titah Arya pada supir pribadinya.
Tanpa pikir panjang Arya langsung melompat turun dari mobil saat netranya tidak sengaja melihat siluet sang putra.
Pria paruh baya itu langsung berjalan mendekat.
"Apa yang terjadi?" tanya Arya dengan deru napas memburu.
"Papa" ucap David terkejut.
Hazel juga tak kalah terkejut melihat kedatangan mertuanya yang sangat tiba-tiba.
"Papa mendengar dari dimas jika kamu mengantar hazel periksa. Apa terjadi sesuatu? Papa sudah berusaha menghubungimu sedari tadi tapi kamu tidak menjawab panggilan Papa" ujar Arya tidak dapat menutupi rasa khawatirnya.
"Ah itu, tidak ada masalah yang serius. Kita hanya sedang mengantarkan hazel untuk memeriksakan kandungannya. Maaf, sepertinya aku mengatur ponselku dalam mode silent hingga tidak mendengar saat Papa memanggil"
Jawaban David kontan membuat Aryaa bernapas lega. Rasa panik dan khawatirnya meluap begitu saja kala mendengar penjelasan putranya.
"Syukurlah kalau begitu. Papa sangat khawatir karena berpikir terjadi sesuatu yang buruk pada hazel dan kandungannya saat mendengar dari dimas kamu akan membawa hazel periksa" seru Arya.
"Maaf karena hazel membuat Papa khawatir" ucap hazel merasa bersalah.
Hazel masih membuat jarak dengan suaminya. Meski sudah menggunakan masker tapi tetap saja aroma tidak sedap yang berasal dari suaminya tercium.
"Bukan salah kamu. Papa yang langsung memutus panggilan dimas sebelum dimas menjelaskan situasinya karena terlalu panik" balas Arya tersenyum menenangkan.
"Emm, kalau begitu ayo sekarang kita masuk. Saya sudah menghubungi rossa dan sepertinya dia sudah menunggu" ajak marina.
"Kenapa kamu berjalan begitu lambat, apa bekas operasinya masih sakit? Papa bisa meminta kursi roda jika memang kamu merasa sakit saat berjalan" ujar Arya keheranan kala melihat David tertinggal di belakang mereka.
"Aku tidak apa-apa, tanyakan pada hazel mengapa aku harus berjalan di belakang seperti ini" jawab David dengan ketus.
Sherina yang mendengar itu langsung mengarahkan tatapannya pada hazel.
"Kamu mengidam tidak bisa berdekatan dengan suamimu?" tanya wanita paruh baya itu.
"Mengidam?" beo David dengan kening mengernyit kebingungan.
"Iya, mungkin saja hazel mengidam. Mama pernah seperti itu dulu saat mengandung kamu dan Vava"
"Kenapa tidak bilang?" tanya David menatap pada hazel.
"Memangnya kalau aku bilang Mas akan percaya? Mas sedari tadi kukuh mengatakan bahwa aku sedang mengerjai Mas. Tadinya aku mau konsultasi dengan dokter kandungan selain rossa saat Mas sudah pulang kerja. Aku yakin Mas juga akan menolak percaya pada pernyataan rossa, menganggap rossa bersekongkol denganku. Siapa yang menyangka Mas tidak jadi kerja hari ini" balas hazel santai.
"Memangnya ada mengidam yang seperti itu?" tanya David masih tidak seratus persen yakin.
"Ada, bahkan banyak sekali. Buktinya mamamu juga mengatakan hal sama tadi. Ngidam wanita hamil itu berbeda-beda. Bahkan yang lebih diluar nalar adalah suaminya yang mengalami ngidam disaat istrinya hamil. Seperti daddy dulu. Saat Mama mengandung daffa, daddy yang sepenuhnya ngidam, mulai dari mual-mual dan juga menginginkan makanan-makanan yang aneh. daddy juga yang lebih sensitif dibanding Mommy yang hamil saat itu" ujar marina.
Wijaya menganggukkan kepalanya membenarkan saat tatapan David tertuju padanya.
"Untuk lebih jelasnya, kamu bisa bertanya pada rossa nanti" sambung marina.
Semuanya kembali melangkah menuju ruangan rossa.
David masih bingung namun tidak lagi memberikan bantahan apa pun.
"David tidak ikut masuk?" tanya marina melihat David yang menghentikan langkahnya di depan pintu ruangan rossa.
"Bisakah Mommy saja yang menemani hazel? Aku tidak mau hazel kembali muntah karena berdekatan denganku" ujar David mencoba menjadi suami yang pengertian.
Meski sejujurnya pria itu sangat ingin masuk dan melihat perkembangan calon bayinya.
"Mommy pikir akan lebih baik jika kamu yang menemani istriku" balas marina.
Tatapan wanita paruh baya itu kemudian beralih pada hazel.
"Kamu sudah menggunakan masker, apa baunya masih tercium sayang? David juga pasti ingin melihat perkembangan bayi kalian. Di pemeriksaan kali ini minta agar rossa memperdengarkan detak jantung janinnya. Mommy pikir usia kandunganmu sudah cukup untuk itu"
Di pemeriksaan sebelumnya, David maupun hazel memang belum mendengar detak jantung janin mereka.
Selain karena fokus pada keadaan hazel kala itu, usia janinnya juga belum cukup untuk mendeteksi detak jantung janin.
Suara detak jantung janin biasanya baru bisa didengarkan atau terdengar dari alat USG pada usia kehamilan sepuluh sampai dua belas minggu.
"Ya sudah" balas hazel pasrah.
Melihat raut wajah sang suami yang menatap penuh harap membuatnya tidak tega.
Mereka memang sudah memiliki anak yang berusia hampir lima tahun, namun bagi David ini masih pengalaman pertama menemani hazel di setiap pemeriksaan kehamilan.
David langsung menyunggingkan senyuman berbinar.
Tadinya pria itu berpikir sang istri menolak dan dirinya hanya akan berakhir menunggu diluar. Namun ternyata hazel sangatlah pengertian.
Setelah ini ingatkan David untuk mengucapkan rasa terima kasihnya pada marina. Berkat bujukan wanita paruh baya itu dia bisa menemani hazel di pemeriksaan kali ini.
"Terima kasih sayang, ayo sekarang kita masuk" ajak David dengan semangat penuh.
"Hm ya, tapi jangan dekat-dekat" peringat hazel.
"Emm bisakah Mama ikut?"
Semua mata langsung tertuju pada Sherina yang baru saja mengeluarkan suara.
pingin dpt suami sampe njebak laki nggilani.
Ayo dafa ceraikan saja tu rosa anggap saja karma nya dia jd janda biar gk jahat dan suka njebak laki biar punya suami.
cara mndapat kan dafa saja dah kotor kok kupikir baik ya nikmati saja karmanya rosa.
semoga setelah ini sadar kl cara dia dapatin suaminya salah mungkin telah menyakiti wanita lain.