Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Alvaro pov...
Kami berkumpul diruang tengah apartemen Kayla, semua berkumpul duduk di karpet fokus kegiatan masing-masing.
Kayla dan Kevin sibuk dengan hpnya, Bella asyik menonton siaran chanel saat ini, aku hanya menghela nafas panjang melihat mereka yang asyik sendiri walaupun berkumpul tetapi mereka melakukan kegiatan sendiri.
Membosankan
"Kita buat game yok" kataku membuat mereka menoleh arahku bersamaan.
"Permainan apa?" tanya Bella menatapku penasaran.
"Gimana TOD" saranku membuat Kayla mengendus malas kembali menatap HP-nya.
"Gak menarik" ujar Kevin malas. "Mainan cewek" kata Kevin membuat Kayla mengetok kepalanya yang duduk di sampingnya.
"Kenapa kamu mengetok kepalaku" sungut Kevin mengusap kepalanya yang terasa sakit itu.
"Aku gak pernah main itu" kata Kayla masih fokus pada hpnya.
Kevin mendecih pelan. "Kebanyakkan" balas Kevin mengendus sebal.
"Uno Sacko saja" ujar Bella membuat kamu menatap bella bingung.
"Permainan apa itu" ujar Kayla heran.
"UNO stacko ini permainan susun balok
Pemain pertama harus mengambil balok pada bagian bawah ataupun tengah.
Setelah balok tersebut diambil, maka pemain tersebut harus menyimpan balok tersebut di bagian atas menara kembali.
Pemain berikutnya harus mengambil balok dengan warna ataupun angka yang sama dengan yang diambil oleh pemain sebelumnya.Permainan terus berlanjut hingga salah satu pemain merobohkan atau meruntuhkan menara UNO stacko" ujar bella membuat kami mengangguk mengerti.
"Hanya itu aturan mainnya" tanyaku masih belum mengerti cara mainnya.
"Aturannya bisa kita buat sendiri agar permainan makin seru! misal jika pemain yang meruntuhkan menara UNO Stacko bisa diberi hukuman, atau mengambil balok harus satu tangan gitu?" jelas Bella membuat kami mengangguk mengerti.
"Kayaknya asyik juga" kata Kevin membuat aku mengangguk setuju.
"Gimana kita main itu saja" tanyaku menatap kayla yang dari tadi hanya diam saja.
"Uno Stacko nya gak ada" ujar Kayla malas membuat kami sadar jika Uno Stacko tidak ada.
"Aku membawanya? Tunggu disini sebentar" kata Bella beranjak kamar Kayla, tidak lama bella datang membawa gamenya.
Bella mengeluarkan Uno Stacko dalam kotak yang sudah tersusun dengan tapi. "Jadi kita tentukan dulu aturannya" ujar Bella membuatku berpikir sejenak.
"Gimana yang kalah di pukul keningnya bagi yang menang gimana" saran Kevin membuat kami mengangguk pelan.
"Itu saja masih kurang! gimana jika yang kalah kita suruh mereka membawakan kita bekal atau traktir kita selama satu minggu" ujarku membuat mereka berpikir.
"Aku setuju" ujar Bella membuat kami mulai permainan.
Kami menatap kayla yang asyik main hpnya cuek jika kita mulai permainan. "Hey! Kamu gak ikutan" ujar Bella membuat Kayla menatap bella bingung.
"Ikutan apa?" tanya Kayla heran, yang menandakan jika dia tidak mendengarkan kami tadi.
"main Uno Stacko" kata Kevin, Kayla menautkan keningnya heran.
"Asyik aja sendiri" sindirku membuat Kayla mengendus malas.
"Ya ya" jawab Kayla malas mulai turun dari sofa bergabung dengan kami.
"Satu lagi, pemain yang meruntuhkan susunan menara diharuskan menyusun dan menata kembali menara agar dapat dimainkan kembali" kata Bella membuat kami mengangguk pelan.
"Kamu perlu diulangi aturan mainnya" tanya Bella pada Kayla yang santai.
"Gak perlu aku dengar kok" kata Kayla membuat kami mengangguk pelan.
Kami menentukan pemain pertama dengan game baru gunting kertas sehingga pemenangnya pertamanya Kevin, aku, Bella dan Kayla.
Pertama Kevin mencoba mengambil balok bagian bawah dengan pelan, lalu meletakkan bagian atas, lalu aku mengambil bagian samping dengan pelan lalu meletakkan bagian bawah.
Permainan berlangsung seru kami fokus karena sudah banyak balok yang dipindahkan sehingga tak jarang baloknya bergoyang seakan mau runtuh.
Sekarang giliran bella dengan hati-hati bela mengambil balok mendengar menggeser ke depan dengan telunjuknya, sehingga baloknya bergerak membuat kami berharap bisa jatuh, sedangkan Bella mengharapkan yang sebaliknya.
namun keberuntungan bukan di pihak Bella sehingga Bella membuat menara balok itu terjatuh.
"Ya" desah Bella kecewa melihat menara baloknya jatuh sehingga bella dapat hukuman dari kami.
Kevin mulai memukul jidat Bella dengan keras membuat bella mengaduh kesakitan, diikuti Kayla yang memukul jidat Bella cukup keras membuat Bella mengusap keningnya yang mulai memerah.
Aku memukul jidat Bella cukup pelan melihat mata Bella mulai berkaca-kaca sehingga aku tidak tega memukul jidatnya keras.
Bella mulai menyusun menara baloknya. "Apa besok ada PR" tanyaku melihat Kayla yang asyik menyantap kue kering didepannya.
"Gak ada" jawab Kayla mengunyah pelan sambil menatapku heran. "Emang ada tugas" tanya kayla heran.
"Gak tanya saja" kataku membuat Kayla mengangguk pelan.
Kami mulai melanjutkan permainan kami sehingga mendapatkan siapa yang paling banyak meruntuhkan menara Uno Stacko ini
sehingga dia mentraktir atau membuatkan bekal buat kami selama satu minggu.
"Ye" teriak aku dan Alvaro melihat menara yang dirubuhkan oleh kayla saat mau mengambil balok.
Aku senang sekali karena kayla yang saat ini yang belum pernah kena hukuman lantaran dia sangat hati-hati dalam permainan ini.
"Akhirnya kayla kena juga" ujar kevin tos ria denganku sambil bergoyang tak tentu didepan Kayla yang hanya mendengus malas.
"Sini aku duluan" kata Kevin, dengan pasrah kayla menghampiri Kevin dan duduk didepan Kayla.
Kevin langsung memukul jidat Kayla kuat. "Aw! sakit tahu" upat Kayla membuat kevin tersenyum senang.
"Giliran aku" ujar Bella sambil memukul Kayla membuat Kayla meringis pelan sambil mengusap jidatnya pelan.
Aku langsung ambil alih duduk di depan Kayla membuat Kayla menatapku intens dengan mata yang mulai berkaca-kaca membuatku tertegun melihat mata Kayla coklat terang, dilihat dari dekat Kayla cantik walaupun tidak pernah make up.
Kayla menutup matanya membuatku makin terdiam melihat Kayla yang siap menerima hukumannya dariku, sehingga tatapan aku turun ke bibir nya yang tipis dan merah alami itu.
Deg
jantungku berdetak lebih kencang melihat kayla dekat ini. "Ada apa dengan aku" pikirku masih menatap Kayla yang masih menutup matanya.
Aku menahan nafas melihat mata Kayla tiba-tiba terbuat membuat jantungku makin cepat kerjanya.
"Kenapa" tanya Kayla membuatku tersadar.
Aku langsung menenangkan diriku. "Ah gak ini mau lakukan" kataku pelan. "Bingung saja melihat kamu tutup mata? Aku kira minta di cium" godaku membuat Kayla memutar bola matanya malas.
"Cih! kamu mau lakukannya atau gak" tanya Kayla kesal.
"Yya iya! Galak benar" ujarku sambil menarik nafas panjang mulai memukul jidat Kayla cukup keras membuat Kayla meringis pelan.
"Maaf ya sayang" godaku sambil mengusap pelan jidat Kayla yang memerah, tapi langsung ditepis dengan sadis.
Aku hanya tersenyum senang melihat Kayla menatapku tajam, entah kenapa hati ini setiap kali Kayla menatapku membuat kerja jantung meningkat padahal sebelumnya tidak pernah terjadi.
"Ini tidak baik" pikirku sambil menuju tempat duduk ku yang berhadapan dengan Kayla yang fokus pada cermin melihat jidatnya yang memerah.
"Pikiran aku hanya kacau saja hari ini" pikirku sambil menenangkan hatimu mulai fokus game yang masih kita lanjutkan yang tinggal 2 ronde lagi sehingga akan keluar siapa yang menang dan kalah tentunya.
.
.
.
Mereka bergegas menghabiskan sarapan pagi mereka yang telah disediakan Kayla yang merupakan tuan rumah saat ini. mereka melahap nasi goreng yang dibuat Kayla untuk mereka dengan segelas susu panas.
"Ayo kita berangkat" ajak Kevin yang sudah menghabiskan sarapannya.
Alvaro mengangguk pelan sambil menuju wastafel mencuci piringnya. "Iya bentar" kata Alvaro sambil membersihkan piringnya.
Bella meminum susunya hingga habis langsung berdiri menuju wastafel dimana Alvaro mengeringkan tangannya. Melihat bella mau mencuci piring kotor, Alvaro berinisiatif minggir memberi jalan untuk bella.
Kayla menghabiskan sarapannya menatap Kevin yang memasang sepatunya, karena Kevin yang pertama habiskan sarapannya.
Kayla mengambil tasnya dan memeriksa bukunya yang dibawa merasa sudah lengkap Kayla menuju tempat temannya yang sedang pasang sepatu ruang tengah itu.
Kayla menuju pintu depan setelah teman-temannya selesai memasang sepatunya. "Ayo nanti telat lagi" ajak Alvaro bergegas menuju lift diikuti Kevin dan Bella meninggalkan Kayla yang lagi mengunci apartemennya.
Kayla mendengus pelan melihat mereka yang tergesa-gesa ke sekolah padahal mereka yang lelet bangun padahal sudah susah Kayla dan Bella membangunkan para cowok itu.
Kayla menghela nafas panjang mempercepat langkahnya menuju dalam lift melihat mereka yang terlihat gusar jika nanti pintu gerbang sekolah tutup.
Kalau Kayla, tidak boleh masuk ya! Bolos.
Tapi tidak Bella, Kevin dan Alvaro yang notabene murid teladan sehingga mereka jarang bolos bahkan cabut.
Mereka masuk dalam lift menekan angka paling kecil menuju parkiran tempat mereka memarkirkan motor mereka tentunya, saat ini mereka memilih memakai motor ke sekolah karena tinggal 10 menit lagi gerbang sekolah akan ditutup jadi agar tidak terjebak macet maka mereka memilih memakai motor ke sekolah.
.
.
.
*B**ersambung*....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,