"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kawah putih
Dan Jeremi hanya tersenyum. "Tak perlu minta maaf nona, karena itu adalah kewajiban ku sebagai bodyguardmu." Ucap Jeremi sambil membereskan kotak P3K.
Dan Jeremi langsung berjalan menyimpan kotak P3K, lalu Riana langsung membaringkan tubuhnya ke atas ranjang empuk dan menyelimuti tubuhnya.
Sementara Jeremi langsung berjalan ke sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Tak terasa Jeremi pun langsung terlelap dalam tidur dan begitu juga dengan Riana.
Keesokan paginya...
Nampak Riana sudah siap dengan pakaian santai miliknya dan begitu juga dengan Jeremi. Hari ini Riana akan pergi melihat kawah putih dari dekat.
"Ayo, kita berangkat." Ajak Riana sambil melihat kearah Jeremi.
Jeremi hanya mengangguk kepalanya dan melemparkan senyuman.
Sambil mendekat. "Coba aku lihat lukamu." Ucap Riana sambil melihat wajah Jeremi.
Jeremi hanya terdiam tanpa ada perlawanan dengan sentuhan Riana yang mendarat di wajahnya.
Sambil melihat wajah Jeremi. "Maafkan aku." Ucap Riana tanpa memalingkan pandangannya.
"Sudahlah Nona, Kenapa anda terus menerus meminta maaf sama saya?"
"Karena aku merasa bersalah. Dan kenapa kamu mempertaruhkan nyawa, hanya untuk menolongku." Tanya Riana.
Sambil tersenyum. "Nona, itu semua memang sudah tugas saya." Jawab Jeremi.
"Benarkah hanya karena itu!" Ucap Riana.
"Iya." Jawab Jeremi singkat.
"Tapi aku menginginkan hubungan yang lebih dari ini." Ucap Riana sambil mengelus wajah Jeremi.
Sambil menjauh. "Mari Nona, kita berangkat. Udara pagi ini akan menyehatkan tubuh dan menyenangkan pikiran Anda." Ucap Jeremi sambil berusaha mengelak dari ucapan Riana.
Jeremi mulai beranjak pergi dan Riana mengikutinya dari belakang. Nampak Riana tengah memonyongkan bibirnya, karena kesal kepada Jeremi. "Cih kamu lihat saja, aku akan membuat kamu mencintaiku." Gumam Riana dalam hatinya.
Selang beberapa menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di kawah putih. Nampak Riana tengah berlari-lari karena dia merasa bahagia.
"Jeremi ayo kemari. Lihat, disini lebih indah." Teriak Riana sambil melambaikan tangannya.
Jeremi menghampiri Riana dan nampak dia juga tersenyum bahagia karena mengingat masa lalunya bersama keluarga.
Sambil melihat kearah Jeremi. "Kamu kenapa? kok jadi kamu yang terlihat lebih bahagia." Tanya Riana penasaran.
Jeremi tak menjawab pertanyaan Riana. Dia hanya memberikan senyuman kepada Riana. Dan nampak pipi Riana memerah karena dia jadi baper.
"Jeremi, kita foto dulu yah." Ucap Riana sambil mengeluarkan handphonenya dan menggunakan tongsis.
"Nona saja, biar saya yang memotretnya." Ucap Jeremi.
Sambil memonyongkan bibirnya. "Enggak, aku mau Foto bareng sama kamu. Please, anggap saja ini sebagai kenang-kenangan." Ucap Riana sambil memohon.
Jeremi berusaha menolak tapi Riana tetap kekeh. Dan akhirnya Jeremi menyetujui ajakan Riana.
Akhirnya mereka berfoto layaknya sepasang kekasih. Meskipun Jeremi Merasa canggung tapi Jeremi mengikuti keinginan Riana. Nampak Jeremi sesekali tersenyum tulus berfoto dengan Riana.
Setelah merasa cukup, Riana menghentikannya dan langsung melihat hasil fotonya.
"Coba lihat ini, kamu terlihat lucu dengan ekspresi wajah yang terpaksa." Ucap Riana sambil tersenyum.
Jeremi pun melihat hasil fotonya, nampak senyuman lebar terpancar dari wajahnya. "Iya, yang ini nampak nona seperti..." Ucap Jeremi terhenti.
Sambil melotot. "Seperti apa?" Bentak Riana karena merasa kesal dengan Jeremi yang tengah meledeknya.
"Eng..gak." Ucap Jeremi terbata-bata.
Sambil mencubit pipi. "Seperti apa, jangan bohong. Ayo ngomong!" Ucap Riana kesal.
Jeremi terus mengelaknya dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara Riana dan Jeremi seperti sepasang kekasih. Mereka tertawa bersama dan bercanda. Sampai mereka melupakan reputasi antara Bodyguard dan anak majikan.
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁