NovelToon NovelToon
Jendral Muda Dan 5 Pasukan Bayangan

Jendral Muda Dan 5 Pasukan Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Keluarga & Kasih Sayang / Ahli Bela Diri Kuno / Kultivasi Modern
Popularitas:192k
Nilai: 4.6
Nama Author: ganesa

Diego Xu adalah seorang anak yatim piatu yang hidup di sebuah desa yang jauh dari kota, sejak kecil dia tidak pernah tau siapa orang tuanya.
Di desa ia dirawat oleh kepala desa dan warga sekitar, setelah kepergian kepala desa, dia berjuang mencari uang sendiri, tapi takdir mempertemukan dia dengan peninggalan sang ayah yaitu lima pengawal yang setia menemaninya dan terbantainya keluarganya, membuat dia bertekat untuk membalaskan dendamnya, dua tahun berlalu, dia mencoba mencari keberuntungan di ibu kota dengan modal keahlian beladirinya, dia berhasil menggagalkan aksi penculikan anak semata wayang dari pasangan miliarder perusahaan ternama dan di adopsi oleh keluarga tersebut, melihat bakat Diego diatas rata rata, orang tua angkatnya mendaftarkan Diego di camp militer, dan dari sinilah perjalanan Diego Xu dimulai..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ganesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Misi Dadakan - Menangkap Pembunuh Bayaran Internasional

Pagi itu, udara di markas pasukan inti Diego masih segar setelah malam penuh kegembiraan.

Namun, keceriaan di antara para prajurit terhenti mendadak ketika alarm darurat berbunyi di seluruh markas.

Indri yang sedang bersiap untuk latihan pagi segera meraih perlengkapannya..

Firasat buruk menjalar cepat melalui tubuhnya. Dia tahu bahwa suara itu hanya dibunyikan untuk situasi yang sangat serius.

Lenka berlari menghampirinya, wajahnya tampak penuh ketegangan. "Ada misi dadakan," katanya dengan napas terengah-engah. "Diego ingin kita segera berkumpul di ruang taktik. Ini penting."

Mereka berdua bergegas menuju ruang taktik, di mana Diego, Rex, Dandi, Joe, dan Gio sudah menunggu..

Raut wajah mereka tegang, tidak seperti biasanya. Ada keseriusan yang jauh lebih mendalam daripada yang pernah Indri lihat sebelumnya.

Ketika semua anggota tim sudah berkumpul, Diego berbicara tanpa basa-basi. "Baru saja kami menerima informasi intelijen bahwa ada kelompok pembunuh bayaran internasional yang menyusup ke wilayah kita. Mereka adalah ancaman nyata bagi keamanan nasional, dan tugas kita adalah menangkap atau melumpuhkan mereka sebelum mereka bisa melancarkan serangan."

Ruang itu hening sejenak. Semua orang memahami betapa seriusnya situasi ini. Indri merasakan ketegangan di lehernya saat mendengar kata "pembunuh bayaran internasional." Ini bukan musuh biasa yang akan mereka hadapi.

Diego melanjutkan, "Kelompok ini sangat terlatih, dan mereka tidak segan-segan membunuh untuk mencapai tujuan mereka. Kami mendapatkan informasi dari sumber terpercaya bahwa mereka sedang berkumpul di sebuah lokasi rahasia, sekitar dua puluh kilometer dari sini. Ini adalah misi dengan tingkat bahaya tinggi, tapi kita tidak punya pilihan. Kita harus bergerak cepat."

Diego menunjuk peta yang tergantung di dinding, memperlihatkan sebuah gedung di tepi hutan yang terpencil. "Markas mereka ada di sini. Kami akan melakukan serangan terkoordinasi dalam dua tim. Tim pertama akan mengamankan perimeter dan memotong jalur pelarian. Tim kedua, yang akan dipimpin oleh saya sendiri, akan masuk dan menangkap pemimpin mereka, seorang pria bernama Viktor Kazim sky. Dia adalah salah satu pembunuh paling dicari di dunia."

Semua prajurit mendengarkan dengan seksama. Indri bisa merasakan jantungnya berdegup kencang, tapi di saat yang sama, dia tahu bahwa ini adalah kesempatan besar..

Dia tidak hanya harus membuktikan diri sebagai bagian dari pasukan inti, tetapi juga berkontribusi pada misi yang sangat penting ini.

Lenka, yang berdiri di sampingnya, tampak tenang seperti biasa. Indri mendapati dirinya terinspirasi oleh ketenangan Lenka, dan dia mengingat semua pelajaran yang telah mereka lewati bersama selama latihan.

Setelah pengarahan selesai, semua prajurit segera mempersiapkan diri. Indri mengecek perlengkapan tempurnya, memastikan senjata, peluru, dan perangkat komunikasi dalam kondisi sempurna..

Waktu terasa berlari lebih cepat dari biasanya, dan sebelum mereka menyadarinya, tim sudah dalam perjalanan menuju lokasi misi.

Selama perjalanan, Diego mengingatkan mereka lagi tentang pentingnya strategi dan kerja sama tim. "Kita menghadapi musuh yang sangat berbahaya. Mereka tidak akan segan-segan membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka. Ingat, prioritas kita adalah menangkap Viktor Kazim sky hidup-hidup, jika memungkinkan. Tapi keselamatan kalian adalah yang utama."

Setelah perjalanan yang terasa panjang dan sunyi, mereka akhirnya tiba di dekat lokasi. Indri dan timnya bergerak secara hati-hati, menempati posisi sesuai dengan rencana yang sudah disusun..

Mereka semua mengenakan seragam kamuflase malam, bergerak tanpa suara melalui bayang-bayang pohon.

Gedung yang mereka tuju berdiri kokoh di tengah hutan, terjaga oleh beberapa penjaga yang berpatroli di sekitar.

Dari posisi mereka yang tersembunyi, Indri bisa melihat para penjaga itu berkeliling dengan disiplin tinggi, senjata otomatis di tangan..

Ini adalah musuh yang terlatih, bukan sekadar kriminal biasa.

Diego memberi aba-aba melalui radio, menandakan dimulainya operasi. "Tim satu, siapkan perimeter. Tim dua, bersiap untuk masuk."

Indri, bersama Lenka dan tiga anggota tim lainnya, termasuk dalam tim dua. Mereka bergerak maju dengan hati-hati, memanfaatkan setiap sudut dan rintangan alami untuk menyelinap mendekati gedung..

Mereka harus menonaktifkan beberapa penjaga tanpa suara, menggunakan taktik senyap yang telah mereka pelajari selama pelatihan.

Saat mereka mendekat ke pintu utama, Rex memberikan sinyal bahwa tim satu sudah berhasil mengamankan perimeter tanpa terdeteksi. Sekarang giliran tim dua untuk melakukan bagian mereka.

Diego memimpin serangan dengan tegas. Mereka berhasil masuk ke dalam gedung tanpa memicu alarm, tapi mereka tahu musuh akan segera menyadari kehadiran mereka. Langkah demi langkah, mereka menyusuri lorong-lorong sempit, membersihkan ruangan satu per satu, mencari Viktor Kazim sky.

Tiba-tiba, suara tembakan meletus di ujung koridor. Tim mereka segera berlindung di balik dinding, menjawab serangan itu dengan tembakan balasan..

Indri bisa merasakan adrenalin mengalir di tubuhnya saat dia membidik dan menembak ke arah musuh yang mencoba menyerang mereka.

Situasi menjadi semakin panas. Musuh, yang ternyata jauh lebih banyak dari perkiraan mereka, mulai mengepung tim Diego dari beberapa arah.

Lenka yang berada di dekat Indri tetap tenang, memberikan instruksi kepada anggota tim untuk mempertahankan posisi mereka.

Namun, saat keadaan semakin terdesak, Diego memberikan perintah melalui radio. "Kita harus bergerak ke ruang kendali. Viktor kemungkinan besar ada di sana. Jangan berhenti!"

Tim mereka terus maju, meskipun tembakan musuh semakin gencar. Indri berhasil menonaktifkan salah satu musuh dengan tembakan yang presisi, sementara Lenka melindungi sisi belakang tim. Mereka bergerak seperti unit yang solid, mengatasi setiap tantangan dengan kerja sama yang luar biasa.

Akhirnya, mereka tiba di ruang kendali. Di sana, berdiri Viktor Kazim sky, seorang pria tinggi dengan tatapan tajam dan sikap tenang yang dingin. Dia tidak tampak terkejut melihat mereka.

Diego melangkah maju, mengarahkan senjatanya ke Viktor. "Kau tidak bisa lari lagi, Viktor. Menyerah sekarang, atau kami akan menundukkanmu dengan paksa."

Viktor tersenyum sinis, mengangkat tangannya seolah-olah menyerah. "Kalian benar-benar berpikir bisa menangkapku begitu mudah?" katanya dengan nada mengejek. "Aku sudah siap menghadapi kalian sejak awal."

Sebelum mereka bisa bereaksi, Viktor menekan tombol di pergelangan tangannya, dan tiba-tiba ledakan kecil terjadi di luar gedung. Indri terkejut, tapi Diego dengan cepat mengambil kendali situasi.

"Dia mencoba mengalihkan perhatian kita," kata Diego dengan suara tegas. "Kita harus mengamankan dia sekarang."

Lenka dan Indri bergerak cepat untuk membekuk Viktor sebelum dia bisa melarikan diri..

Meskipun Viktor sempat mencoba melawan, dia akhirnya berhasil ditundukkan. Tim berhasil menangkapnya hidup-hidup, sesuai dengan misi.

Namun, meski misi itu tampak sukses, Indri tahu bahwa ini hanyalah permulaan. Viktor mungkin telah tertangkap, tetapi dia bukanlah satu-satunya ancaman yang mereka hadapi..

Jaringan pembunuh bayaran internasional ini jauh lebih besar daripada yang bisa mereka bayangkan, dan misi berikutnya bisa datang kapan saja.

Saat mereka meninggalkan gedung dan membawa Viktor ke markas untuk diinterogasi, Indri menatap langit malam yang penuh bintang..

Dia merasa lega, tapi juga sadar bahwa tugas mereka sebagai prajurit inti baru saja dimulai.

Dan dengan itu, mereka bersiap menghadapi tantangan berikutnya, dengan keyakinan bahwa mereka bisa melewati apa pun yang datang..

1
pembaca gabut
untuk sekelas anak jendral dan berpangkat letnan herfika naif banget 🗿 sumpah dah
Rahim Muhammad
Thoor jgn ganti" namax mls bacax
🎧✏📖
semangat🙏
Jamaluddin Bidi
Luar biasa
Asho 99
aduh malas Baca.. baru begini langsung anu... cari novel lain...
buat athor sukses selalu.. beda orang beda imajinasi...
Ayiem❤️‍🔥Zila❤️‍🔥A&Z
Luar biasa
Arjuna Wera
update terus thor semangat sllu
Arjuna Wera
mantap ceritanya nie lanjutkan thor semangat sllu
aris pang
seperti hambar
aris pang
terlalu cepat
aris pang
mulai bingung alur ceritanya
aris pang
lanjut
aris pang
ap yaaa🤔🤔🤔
aris pang
ok gaiss
aris pang
bisa
aris pang
ya gas
aris pang
hmmm
aris pang
gasss
aris pang
lanjutkan
aris pang
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!