Assalamu'alaikum reader lovers Vicaldo....
Sebelumnya author mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan readers semua berkunjung ke karya saya.Semoga suguhan cerita yang saya suguhkan mampu memberikan kepuasan bagi reader lovers semua.Ini adalah karya ketiga ku semoga bisa lolos seleksi dan lolos kontrak.Semoga mampu meraih viewes sebanyak banyaknya .Agar semakin banyak pendapatan yang author dapat untuk saya donasikan ke yayasan yatim piatu.Semoga langkah author bisa menjadi ladang beramal bagi reader lovers semua.Sama sama berbagi untuk senyum si Yatim.
😗😗😗😗😗😗
Cerita karya ketiga kali ini mengisahkan perjuangan seorang pemuda desa bernama Gatthan Maulidan yang mempunyai pacar Shiren Kosasih dari desa yang sama , karena sama sama ingin sukses maka sikekasih harus terpisah dan merantau kekota besar untuk mewujud kan mimpi mereka.Shiren terpaksa harus terlebih dulu berangkat mengejar mimpinya karena Gatthan sang kekasih masih harus merawat ibunya Laras yang masih sakit.
Setelah Laras sembuh barulah Gatthan berpamit kepada ibunya untuk segera menyusul kekasihnya bersama mewujudkan mimpinya.
Namun sesampainya dikota besar bukan melepas rindu dengan sang kekasih matanya berkali kali dikejutkan bahwa Shiren kekasihnya sedang berjalan mesra bersama seorang pria yang entah siapa Gatthan tak mengenalnya ?????
Rasa kekecewaan yang ia dapat setibanya dikota besar membuat Gatthan patah hati bahkan frustasi.Semangat juang Gatthan akhirnya membawanya pada sebuah perusahaan besar yang awalnya menerimanya sebagai sopir pribadi dari seorang presdir.Dan berkat kerja keras kejujuran dan kegigihannya akhirnya sang presdir mengangkatnya menjadi seorang asisten pribadi.
Hingga suatu saat ketika ia menyusuri jalanan malam ibu kota ia melihat sesosok lelaki berwibawa berpawakan layaknya seorang boss tengah menyeberang jalan karena suatu keperluan.Yang tak lain adalah bossnya.
Namun naas lelaki paruh baya yang bernama Fadella itu tertabrak oleh sebuah mobil yang entah dari mana asalnya hingga harus dilarikan kerumah sakit segera.
Jalanan malam ibukota yang telah berkurang pengunjung nya karena terbuai ke alam mimpi masing masing hanya menyisahkan Gatthan seorang disana terpaksa harus melarikan tuan Fadella kesebuah rumah sakit.
Akibat kecelakaan tersebut tuan Fadella mengalami kelumpuhan.Yang membuatnya tak bisa lagi sepenuhnya menjalankan kerajaan bisnisnya.Sedangkan beliau hanya memiliki seorang putri semata wayang Fairuz Fadella Islami.
Gadis cantik berusia 21 tahun yang hobinya selalu menghambur hamburkan uang orang tuanya.Bahkan dalam masa kuliah saja hampir di DO oleh dekan kampusnya karena selalu absen dari semua makul dosen.
" Menikahlah dengan anak ku " Jedderrrr....
Itulah perintah dari tuan Fadella saat mengetahui pria yang menyelamatkannya tak lain adalah asisten pribadinya.
Mampukah Gatthan menjadi pendamping Fairuz gadis sombong angkuh dan manja serta rese sesuai harapan tuan Fadella?????
Saksikan kisahnya!!!!!!😍😍😍
Happy Reading.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keakraban Pertama kali
Setelah semalaman menjaga Fairuz hingga membuatnya terlelap pagi pun mulai menggeser sang malam kembali keperaduannya.Mengantarkan sang mentari yang tampak mulai malu malu menyapa semesta raya . Membiaskan kilau cahaya keemasan yang mampu menghangatkan jiwa jiwa yang masih terlelap merenda mimpi.
Tak terasa jam menunjukkan pukul lima pagi . Merasa kilauan cahaya dari balik jendela kamar hotel mulai menembus kulitnya Ghattan pun perlahan mengerjapkan matanya.Dilihatnya jam yang masih melingkar ditangannya sejak semalam , bahkan kemeja dan celana yang ia kenakan kemarin masih melekat ditubuhnya.
Ah...aku sudah kesiangan sebaiknya aku segera sholat .
Ghattan segera bangun dan pergi ke kamar mandi mengambil wudlu . Pagi itu ia sholat seadanya didalam kamar hotel.Dan seusai sholat Ghattan kembali menghampiri Fairuz yang masih terlelap.Disentuhnya kening Fairuz. "Sepertinya demamnya sudah turun ".
Sambil menunggu sang istri terbangun Ghattan duduk di kasur samping Fairuz yang masih tertidur.Mengusap layar ponselnya menulis sebuah pesan untuk Slamet.
Ghattan : Jangan lupa bawakan pakaian untuk ku juga , hari ini aku tidak ke kantor .
Dan tak lama kemudian sebuah pesan masuk kembali berbunyi.
Slamet : Baik tuan , bagaimana keadaan nyonya muda saat ini ? .
Ghattan pun kembali membalas dan mengatakan bahwa istrinya telah tidak demam lagi kepada Slamet. Sampai Fairuz mulai terbangun dan perlahan membuka matanya.
Fairuz mengedarkan pandangannya ke sekeliling langit langit kamar hotel .
Dimana aku , sepertinya ini bukan di rumah .
Fairuz mulai menggumam dan mengingat apa yang telaj terjadi pada dirinya kemarin matanya pun mulai menatap ke arah Ghattan yang dengan setia masih duduk disampingnya.
Ghattan menatap lembut Fairuz " Apa kamu sudah baikan " ? .
Fairuz masih menatapnya dan mengangguk pelan. " Kita sedang bermalam dimana semalam , sepertinya ini bukan di rumah ".
" Maaf aku tidak membawamu pulang karena kondisi kamu , semalam demam kamu tinggi sekali bahkan kamu mulai tidak sadar jadi terpaksa aku membawamu menginap dihotel ini dan dokter Yasmin yang memeriksamu semalam ". Tukas Ghattan menjelaskan kejadian kemarin. " Dan kamu jangan khawatir aku tidak memberitahu papa tentang kejadian kemarin , aku hanya mengatakan ingin mengajakmu bermalam dihotel " imbuh Ghattan.
Mendengar pernyataan Ghattan Fairuz yang biasanya bawel berontak dan selalu melawan pagi itu ia tampak terdiam dan tersipu.
" Terimakasih sudah merawatku " ucap Fairuz tertunduk malu membetulkan selimutnya kembali dan beranjak duduk bersandar seperti Ghattan.Karena masih lemah Ghattan pun membantunya untuk duduk . Pandangan keduanya kembali bertemu saat Ghattan merapikan bantal untuk sandaran Fairuz. Sebuah sorot mata yang tak bisa dijelaskan satu sama lain.Degub jantung keduanya pun kembali beriarama bersahutan. Dug dug dug dug.... Tak lama setelah saling bertatap tiba tiba bunyi sebuah suara mengagetkan mereka . Kruk kruk kruk.
Bunyi perut Fairuz yang mulai keroncongan karena sejak semalam dirinya belum makan sesuatu. Keduanya saling terkekeh saat mendengar suara itu. Dan Fairuz pun kembali tersipu malu.
" Apa kamu lapar " tanya Ghattan masih tersenyum terkekeh melihat arah Fairuz yang mulai memerah pipinya. Tak berani bersuara karena malu Fairuz pun menganggukkan kepalanya dan menahan tawanya.
" Baiklah , kamu tunggulah sebentar aku akan menelfon pelayan hotel untuk memesan sarapan untukmu " . Ujar Ghattan beranjak meraih telfon disamping kasurnya.
Sejenak Ghattan berbicara dengan salah satu pelayan hotel memesan bubur serta susu untuk Fairuz .
Dua puluh menit kemudian seorang pelayan hotel mengantarkan sarapan yang dipesan Ghattan. Dan Ghattan pun menyuapi Fairuz dengan lembut dan penuh perhatian.
Setelah menyuapi sarapan Gahttan segera meminumkan vitamin dari dokter Yasmin semalam dan Fairuz pun meminumnya tanpa penolakan. Matanya terus saja menatap Ghattan.
Ya Tuhan....kenapa manusia robot ini begitu manis dan tampan sekali jika tidak sedang bawel seperti diktator .
Fairuz masih saja menatap Ghattan dan bergumam dengan pemikirannya tentang Ghattan.
Sepertinya dia bukan pria yang buruk yang hanya mengincar jabatan dan harta papaku saja .
Kembali bergumam lagi dan lagi sampai suara Ghattan membuyarkan lamunanya.
" Berhentilah terus menatapku seperti itu nanti kamu akan jatuh cinta kepadaku ". Sindir Ghattan tersenyum dan melirik Fairuz. Dan yang dilirik pun makin salah tingkah wajahnya kian memerah karena malu.
Lama saling bercanda tawa dan bersindir sindiran kini seolah tak ada lagi jarak diantara keduanya.Bahkan Fairuz acap kali tanpa sadar tangannya refleks memukul bagian tubuh Ghattan entah pundak dada atau pun pahanya saat cerita lucu keluar dari mulut Ghattan dan membuatnya tertawa terpingkal.
Ternyata gadis ini sangat cantik saat tertawa lepas dan senyumnya manis sekali , jaga dia selalu Tuhan biarkan ia selalu bahagia seperti ini semoga aku mampu memenuhi harapan tuan Fadeela.
Ghattan pun tanpa sadar juga terus menatap Fairuz seakan terhipnotis oleh kecantikan alami Fairuz pagi itu.Walau tanpa make up namun terlihat cantik sekali.
Tok...tok...tok... Suara pintu kamar hotel berbunyi . Ghattan beranjak membukanya dan ternyata Slamet yang telah datang membawa papper bag besar berisi pakaian nyonya mudanya beserta pakaian Ghattan.
" Maaf tuan , mengganggu istirahat nya sebentar " ucap Slamet membungkuk kan setengah badannya memberikan papper bag tersebut dan Ghattan pun menerimanya.
" Terimakasih , pergilah ke kantor tolong semua jadwalku hari ini kamu handle , dan jika ada hal penting segera hubungi aku " ujar Ghattan menerima papper bag tersebut dan menutup kembali pintu kamar hotel.
Tak menunggu lama Ghattan segera meraih handuk dan pergi kekamar mandi.Karena sudah merasa gerah sekali tubuhnya.Guyuran air dari shower itu mampu menghilangkan rasa capeknya semalam dan badannya kini telah kembali fresh.
Ghattan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit setengah badan dan rambut yang masih basah.Pesona dan aura ketampanan nya terlihat jelas membuat mata Fairuz sejenak terkesima oleh tubuh indah milik suaminya yang selama ini tidak ia sadari.Dug dug dug....bunyi degub jantung Fairuz kembali berdendang Fairuz mnelan salivanya dan pandangannya masih tak beralih, ditambah Ghattan terus berjalan melangkah mendekat kearahnya.
Tenang Fai rileks rileks...jaga matamu kontrol .
Fairuz berbicara dalam hatinya sendiri berusaha mengontrol perasaannya. Dan Ghattan yang terus berjalan mendekat ke arah Fairuz memercikkan tangannya yang masih basah oleh air ke wajah Fairuz yang tampak bengong.
" Sepertinya nona manja primadona kampus President University putri Presdir Fadeela benar benar telah jatuh cinta ya " . ledek Ghattan kembali dan hal itu seketika membuat wajah Fairuz berubah Pias karena ketahuan mencuri pandang.
" Apa an sih , ge er lo kepedean " celetuk Fairuz berpaling menyembunyikan wajahnya dari Ghattan yang kini berubah bersemu merah .
" Sudah , mengakulah kamu telah jatuh cinta kepadaku " ledek Ghattan kembali yang makin mendekat dan Ghattan yang melihat Fairuz memerah pipinya pun mendekat dan berdiri tepat dihadapan Fairuz . Cup... sebuah kecupan hangat bebrapa detik mendarat indah dikening Fairuz .
Jleg....oh Tuhan kenapa tubuhku seperti teraliri listrik seperti ini setiap kali bersentuhan dengannya. Apa jangan jangan suamiku adalah manusia robot.
Deru nafas Fairuz makin tak beraturan Ghattan yang memperhatikannya pun tersenyum dan tangannya mulai menyambar pakaian yang ada didekat Fairuz lalu mengenakannya.Sesaat kemudian Ghattan telah tampil rapi pagi itu penampimannya makin membuat Fairuz kembali berdecak kagum.
^^^^^^^^
**Bersambung......
Jazzaqumullah Khairan Katsir
*Vicaldo 😘😘😘***
eh itu shiren msh aja dibilang gadis padahal kan udh jd wanita