NovelToon NovelToon
Behind The Divorce

Behind The Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Cinta Seiring Waktu / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:308.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: AG Sweetie

Pernikahan bagi Caitlyn dan Aleandro, hanyalah sebuah pion yang digunakan keduanya untuk mencapai tujuan masing-masing. Entah tujuan apapun itu keduanya saling merahasiakan, hingga Caitlyn yang tidak lagi sabar memilih menyudahi sandiwara manis mereka. Bukannya menyetujui, Aleandro justru menolak mentah-mentah, padahal sejak awal dia sendiri yang tidak sabar untuk mencetuskan kata keramat tersebut.

Lantas apa alasan Aleandro menolak permintaan cerai itu? Apakah tujuannya selama ini belum tercapai? Lalu apa pula tujuan keduanya selama ini? Dan mengapa Caitlyn memilih menyudahi semuanya secepat itu?

Let's check this out ….


Ig : ag_sweetie0425
Fb: AG Sweetie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AG Sweetie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Don't be Afraid!

Hari sudah hampir malam. Di sebuah kota kecil, di depan sebuah rumah sederhana yang berukuran minimalis, tampak seorang wanita cantik baru saja tiba di sana. Wanita itu berdiri di depan pintu sambil mengibaskan rambut, serta menepuk-nepuk baju yang dia kenakan karena dihiasi bunga-bunga hujan yang berjatuhan.

“Ck, pake acara hujan, Lagi.” Wanita itu menggerutu lalu merogoh kunci dan membuka pintu rumahnya.

Dia masuk sembari menenteng keranjang belanjaannya yang hampir penuh dan cukup berat. Dibawakannya sekeranjang penuh belanjaan itu hingga ke dapur.

Sejenak dia meninggalkan dapur dan berlalu ke kamar, lalu membersihkan diri. Sejam lebih wanita cantik itu menghabiskan waktu untuk mandi dan berganti pakaian. Jangan heran untuk waktu selama itu. Dunia wanita memang seperti itu. Keramas saja sudah cukup menyita waktu. Belum lagi scrubbing dan skincare-an. Hawa memang makhluk paling ribet.

Dengan sehelai handuk yang membungkusi kepalanya, si cantik itu kembali ke dapur lalu menyusun belanjaan tadi pada kulkas dan juga pada lemari penyimpanan bahan-bahan dapur lainnya. Dalam keseriusannya menata isi keranjang, wanita itu kaget mendengar suara ketukan pada pintu rumahnya.

Dia lantas menghentikan kegiatan menyusunnya, lalu melihat pada jam dinding yang terdapat di dekat meja makan yang masih satu ruangan dengan dapur, hanya dibatasi oleh sekat yang tidak tampak tinggi.

Jarum jam di sana menunjukkan pukul 08.00 PM. Wanita itu sedikit ragu untuk membuka pintu karena daerah sekitar tempat tinggalnya begitu sunyi dan rawan kejahatan saat malam hari. Apalagi di luar sedang turun hujan dan belum juga reda serta gemuruh angin begitu kencang.

“Siapa yang datang kemari malam-malam begini?” Bingung sendiri jadinya. Dia minggu lebih menempati rumah itu, belum pernah ada tamu yang bertandang di waktu malam. “Ah, mungkin saja ada yang mau pesan makanan atau cake.” Dia terus menduga-duga.

Kembali lagi terdengar ketukan yang sama hingga beberapa kali. Wanita itu memutuskan untuk mengintip dari balik tirai di ruang tamu. Tampak dua orang pria tak dikenali menggunakan mantel tengah berdiri membelakangi. Satunya memegang payung dan satu lagi melipat tangannya.

“Siapa mereka?”

Dia mulai ketakutan memikirkan hal-hal buruk. Terlintas dalam pikirannya adegan-adegan penculikan, pembunuhan, bahkan pemerkosaan. Dalam ketakutannya, suara ketukan kembali terdengar dan itu semakin keras. Wanita itu spontan berteriak ketakutan.

“Siapa kalian? Mau apa ke sini?” Dia berteriak sembari memundurkan langkahnya.

“Caitlyn? Kau di sana?”

Mendengar namanya disebut, wanita yang tidak lain adalah Caitlyn, terkejut bukan main. Dia pun menajamkan pendengarannya agar lebih bisa mengenali suara siapa di luar sana.

“Caitlyn, jangan takut, Nak! Ini papa!” seru pria di luar sana sekali lagi. Dia tahu bahwa wanita itu pasti tengah ketakutan.

“Papa?” bisik Caitlyn.

Matanya tiba-tiba membola dengan kedua tangan langsung menutup mulutnya. Sungguh Caitlyn tidak percaya ini. Namun, sejurus kemudian, kedua pundaknya terasa lemas dan terjatuh. Caitlyn memejamkan mata dan menghembuskan napas pasrah. Dia menyadari satu hal bahwa tidak sulit bagi keluarga itu untuk menemukan jejaknya. Pasrah sudah, Caitlyn menyerah untuk berlari.

Dia lalu melangkah menuju pintu dan membukanya. Bisa dia lihat dengan jelas, ayah dari pria yang dia cintai itu kini berdiri di hadapannya dan tersenyum teduh. Caitlyn hanya terdiam di depan pintu begitu saja dengan ekspresi datar.

“Kau tidak ingin mempersilahkan papa untuk masuk?” Caitlyn masih terdiam dan Hadya tidak ingin memaksa dia berbicara atau melakukan apapun. “Baiklah, papa pergi kalau begitu.”

Hadya sudah bersiap untuk melangkah begitu pria yang menjadi asistennya membuka payung. Namun, suara lembut Caitlyn menahan langkahnya.

“Silahkan masuk, Pa!”

Hadya semakin tersenyum dan melangkah masuk mengikuti Caitlyn. Pria paruh baya itu mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut rumah kecil yang ditempati Caitlyn. Wanita itu terlihat tidak nyaman saat mengikuti arah pandang pria paruh baya yang kini telah menjadi mantan ayah mertuanya.

“Maaf, Pa. Rumah Caitlyn tidak semewah rumah Papa.” Ucapan Caitlyn berhasil menarik perhatian Hadya.

“Kenapa memangnya? Papa hanya liat-liat saja. Apakah tempat ini nyaman untuk–”

“Nyaman, kok, Pa. Sungguh Caitlyn sangat nyaman di sini.” Cepat-cepat dia memotong perkataan ayah mertuanya.

Pikir Caitlyn, jangan sampai pria itu memiliki niat untuk merenovasi rumah tersebut, atau justru menyuruhnya untuk kembali ke rumah. Tidak, tidak. Jangan sampai itu terjadi!

Beberapa detik Hadya terdiam sambil menatap wanita cantik yang masih dianggapnya sebagai menantu hingga kini.

“Tapi pasti tidak nyaman untuk cucu papa. Iya, ‘kan?”

Caitlyn tersentak bukan main saat mendengar kalimat itu. Dia refleks memundurkan langkahnya dan hampir saja terhuyung jika tidak ada meja kecil di belakangnya. Tubuh Caitlyn tiba-tiba menggigil ketakutan.

“Pa-Papa ….”

...TBC...

...🌻🌻🌻...

1
Rifa
Kecewa
Rifa
Buruk
Srihartati
sekap aja Sania terus paksa dan ancama biar ngaku
Yenny Rose
ditunggu kakak update nya ..
Susana
Semangat, Lean! Semangat! 😁😁
Susana
Aih.... 🙈🙈🙈
Susana
Nah, lo, puasa Lean, puasa! 🤣🤣🤣🤣
Susana
Huaaaa.... 😭😭😭
Niat papa Hadya bagus, sih, tapi bikin pembaca nyesek. 🤧🤧🤧
Susana
🥺🥺
Maksud papa apa, nih?
Elly Watty
ngucapin nama nenek Sanju lidah q keseleo keinget warung makan bebek Sinjay
Elly Watty
Papa Hadya ini nikah ma Sania emag bener2 karena reputasi up karena dia mencintai Sania sih....klw krn reputasi kog sampe punya anak 2.....laki2 emag sama ja mulut bilang g cinta tp bsa punya anak
Elly Watty
pak Hadya.... apa begitu tingginya reputasi sampe enggan menceraikan istri yg berhati iblis
Elly Watty
thor, sebenarnya Lean usianya brp sih?baru x ini da karakter CEO kyak gini
Elly Watty
papa mertuanya lbih ngerti n peka dr pd suaminya, klw q mnding plih papa mertua ja yg jd suami😁
Elly Watty
kira2 sifat keras kepala siapa yg menang duluan?
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞
Waahhh! Keren. Ayo semangat!
Susana
Saya turut bahagia, Caitlyn. 😍😍
Oleh karena itu, go, Kak Author! Terus semangat! 😍😍😍
Zeze Ze
Kecewa
Tita Dewahasta: emang kenapa kok nge-rate bintang 1 kak? cerita ini bagus padahal, rapi pula.
total 2 replies
Maliqa Effendy
klo Catlyn jujur ga kyk gini ..ngapain jd tameng orang busuk,klo akhirnya tersakiti.
wina 2480
wkkkkkk......bocah tengil😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!