Hendrik seorang mafia kejam luluh dengan seorang wanita muda cantik, walau umur mereka berbeda. Cinta membutakan seseorang seperti halnya dengan Hendri yang kini jatuh cinta kepada Gersya gadis dibawah umur yang terpaksa menikah karena utang ayahnya. Seorang wanita yang sabar dan sholeh tapi setelah perjanjian pernikahan selesai yang dikonyrak selama 1 tahun.
apakah mereka akan bercerai atau cinta menyatukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 25
Steve dengan berat hati menyetujui perintah Bossnya itu, walau dalan lubuk hatinya ingin sekali menolak dan memohon tapi ia tau sifat Bossnya pasti akan menolak.
"Bagus..., oiya bagaimana penyelidikan kamu tentang Nisa?" tanya Hendrik.
"Nisa beberapa waktu yang lalu pergi ke rumah Deka Boss,"
"Apa...!! Gawat kita harus pulang sekarang,"
"Tapi Boss apa urusannya sudah beres?"
"Sudah..., ayo kita pulang ke hotel dan pesan tiket sekarang," ucap Hendrik berdiri dan meninggalkan tempat itu.
"Aduhh...pasti Tuan lagi khawatir soal Nyonya," batin Steve keluar setelah membayar.
DI dalam kamar Gersya membuka kado yang diberikan oleh Hendrik, betapa terkejutnya saat melihat hadiahnya adalah sebuah kalung yang sangat indah.
"Bagus banget...," ucap Gersya melihat hadiahnya.
"Aduhh...lupa waktu sholat lebih baik aku sholat dulu," batin Gersya menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai sholat Gersya melipat jilbabnya dan merapikannya dengan berdiri melihat ke jendela bagaimana gedung-gedung yang sangat tinggi.
"Aku selalu barharap dapat lelaki yang sholeh dan dapat menjadi imamku suatu saat nanti tapi ternyata aku menikah seorang pengusaha yang kejam, tapi aku telah jatuh cinta padanya, dan semoga dia bisa menjadi imamku suatu saat nanti," batin Gersya melihat keatas langit.
Sementara itu di kediaman Suniatto sedang mengalami ke bangkrutan, Fikri membatalkan pernikahannya dengan Stela dengan alasan yang tidak jelas membuat seisi keluarga menjadi Stress.
"Arghh...!! Ini semua gara-gara kamu dasar anak tidak tau diri!!" Bentak Suniatto menunjuk Stela.
"Apaaan sih Pa, malah nyalahin aku," ucap Stela ngambek.
"Sayang...tenang dulu bukannya masih ada butik milik Gersya yah kita hanya buat dia tanda tangan pada berkas ini," ucap Winda.
"Betul juga..., bukannya Tuan Hendrik sedang berada di Paris kita bisa manfaatkan butik itu untuk dijual, perusahaan sedang masa kritis kita harus mendapatkan modal," ucap Suniatto tersenyum licik
"Gimana caranya...?" tanya Stela.
"Kalian tahu Gersya itu perempuan polos, kita bisa tipu dia," ucap Winda dan dianggukin oleh Suniatto.
"Semua rencana yang telah aku siapkan beberapa tahun akan gagal itu akan terjadi...!!" batin Suniatto mengepalkan tangannya.
Stela hanya duduk diam ia merasa sakit hati mengingat kejadian dimana Fikri meninggalkannya.
"Kamu jahat Fik...aku akan membuat kamu merasakan apa yang aku rasakan," batin Stela dengan meneteskan air matanya sambil mengepalkan tangannya.
Winda yang melihat anaknya, ia merasa iba Winda pun mendekati Stela dan mengusap rambut panjang Stela.
"Sudah...kita akan membalas perbuatan mereka," ucap Winda.
"Kalian nggak usah sedih soal menantu tak tau diri itu, sekarang kalian suruh Gersya pulang," ucap Suniatto kepada istri dan anaknya.
"Baik, aku akan menelponnya," ucap Winda.
Pada saat bersamaan Deka mulai merencanakan untuk membantu Nisa, ia terus memandangai foto tersebut.
"Ada apa, Boss memanggil kami?" tanya Anak buahnya .
"Aku ingin kamu melukai wanita ini, ingat jangan sampai membunuhnya buat dia terluka saja," ucap Deka melempar selembar foto.
"Bukannya ini adalah istri dari Hendrik dan keponakan Tuan,"
"Betul, itulah aku menyuruh kamu melukainya saja untuk mendapatkan kepercayaan Nisa. Setelah itu kita manfaatkan,"
Anak buah Deka sepertinya mengerti dan mohon undur diri melakukan tugasnya.
sementara itu Nisa merasa bahagia akhirnya wanita yang menjadi penghalangnya akan mati.
"Akhirnya...aku akan bersatu lagi dengan Hendrik." ucapnya.