NovelToon NovelToon
My Teacher Love You

My Teacher Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:956.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tia Oktavianti

"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu butuh usaha,dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."
~Davier Galuh Pramono~

"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"
~Aira Anandia Maheswari~

Aira Anandia Maheswari merupakan Mahasiswi yang terkenal pintar di fakultasnya. Bahkan hampir seluruh kampus mengenal dirinya. Masa mudanya harus berakhir dengan di jodohkan oleh orang tuanya. Dijodohkan dengan Davier Galuh Pramono yang tak lain adalah dosennya ssndiri.

Keduanya sering merasakan perasaan aneh yang terselimut di dalam dirinya. Hingga Davierlah yang menyadari lebih dulu perasaannya itu. Lalu apakah Aira akan menyadari perasaannya atau ia akan terus menepis perasaan itu dari hatinya? Akankah mereka bisa bersatu dengan hati yang tulus? Apakab mereka bisa melewati semua lika-liku yang menghalagi kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia Oktavianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~MTLY 25~ Rasa Untuk Kita

"Maaf ya udah buat kamu nunggu lama." ucap Ai, sembari melirik Davier.

"Ga papa kok. Mau pergi sekrang?" tanya Davier.

"Boleh, ya udah kalo gitu Ayah Bunda tersayang Ai berangkat dulu ya." ucap Ai sembari beranjak dan hendak meninggalkan mereka. Namun Arya menghentikan langkahnya.

"Tunggu dulu,  memang kalian sudah mendapatkan izin untuk pergi? " tanya Arya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Loh, jadi Ayah ga ngizinin Ai pergi bareng Davier?" tanya Ai sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Tidak. " ucap Arya yang membuat wajah Ai berubah seketika.

"Ayah, aku kok gitu. Kan Ai perginya bareng Davier. Kok Ayah ga kasi izin sih. " rengek Ai.

"Ayah belum selesai berbicara Ai."ucap Arya yang membuat ai bingung.

"Maksud Ayah?" tanya Ai meminta penjelasan.

"Maksud Ayah, kamu boleh pergi tapi kamu kan belum minta izin sama kami." jelas Surraya.

"Haaa, emangnya Ai belum minta izin ya?" tanyanya lagi sembari menepuk jidatnya semdiri. Surraya pun mengangguki pertanyaan Ai.

"Eh, tapi  Davier kan pasti udah izin sama kalian." ucap Ai.

"Davier memang sudah izin, tapi kamu kan belum menikah jadi masih harus izin sama kami sayang." ucap Surraya lembut.

"Sampai lupa gue, gue sama Davierkan belum sah. Yaelahh Ai lo kok bisa lupa gini sih." batin Ai.

"Ai, kok malah diam sih." ucap Arsyad kali ini berbicara.

"Eh iya. Ya udah kalo gitu, aku Ayah Ai izin buat pergi bareng sama Davier boleh?" tanya Ai dengan menunjukkam mata puppy eyes miliknya

"Iya boleh, tapi hati-hati ya."  jawab Arya, Arsyad sontak Ai langsung melompat kegirangan. Entah apa yang merasukinya hari ini. Ia nampak begitu senang berada di dekat Davier.

Merasaakan dirinya djperhatikan oleh orang tua, Arsyad dan juga Davier, seketika itu pula Ai menghentikan aksinya itu. Kemudian menarik tangan Davier untuk mengajaknya pergi.

"Eh udah ayo berangkat. Ayah Bunda kita berangkat dulu ya." ucap Ai berjalan meninggalkan mereka dengan menarik Davier untuk mengikutinya.

~Di dalam mobil~

Ai memikirkan tentang sikapnya yang seperti anak-anak yang habis mendapatkan permen.Begitu dihamburkan oleh rasa senang yang tak terkendali. Ya itulah yang dirasakan olehnya.

Sepanjangan perjalanan Ai hanya memperhatikan keadaan di luar dari kaca mobil Davier.  Davier yang merasa tidak diperdulikan oleh Ai pun mencari ide untuk mendapatkan Perhatian Ai.

"Ai, kalo kita udah menikah nanti, aku pengen punya anak yang banyak." ucap Davier memulai aksinya."

"Haaa? Apa tadi kamu bilang? Aku ga salah dengarkan? Kamu bilang anak?" ucap Ai dengan menatap Davier lekat.

"Loh kok kamu kaget gitu sih. Aku kan ngomongnya sesuai fakta. Emang kamu ga ga mau punya anak nantinya?" tanya Davier.

"Bu-bukan ga mau, tapi kamu bahasnya kecepetan tau." ucap Ai  sembari mengatur nafasnya akibat jantungnya tak henti-henti berdetak kencang.

"Ai, ga masalah kalo kita bahas sekarang kan. Jadi udah menikah kita tinggal jadwalin aja." goda Davier lagi.

"Ih kamu mah. Gilaa ya kamu mesum banget sih. Kamu kan tau kalo aku masih kuliah lagi pula masih banyak hal yang ingin aku capai di usia muda." jelas Ai dengan kehati-hatian supaya Davier tak terseinggung.

"Hahahahaha, kamu lucu. Udah ga usah seserius itu bisa kan. Aku ga akan maksa kamu kok kalo kita udah nikah nanti. Aku akan memberikan kamu kebebasan sampai kamu benar-benar siap." ucap Davier sambil tangan kirinya menggenggam tangan kanan Ai dengan erat.

"Maaf, aku udah buat kamu kecewa hari ini karena keegoisan aku. Tapi aku memang belum siap nantinya kalo kita udah menikah dan langsung membicarakan soal anak." ucap Ai lirih dan menundukkan kepalanya.

Waktu berpihak pada mereka. Davier menghentikan mobilnya karena lampu berubah menjadi merah yang berarti semua kendaraan wajib berhenti.

Davier mengarahkan wajah Ai menghadapnya. Davier menggenggam erat kedua tangan Ai. Davier dan Ai saling menatap dengan lekat satu sama lain.

"Kamu ga perlu minta maaf, aku ngert posisi kamu. Aku juga tau pernikahan jni terlalu cepat buat kamu. Tapi demi kebahagian mereka kamu rela menerima perjodohan ini. Aku percaya cepat atau lambat kamu akan menyadarinya kok Ai." jelas Davier lalu mencium punggung tangan Ai.

"Kamu ga marah kan?" tanya Ai pada Davier.

"Ga sama sekali sayang." sambil mengusap pucuk kepala Ai.

Lampu mulai berubah hijau mobil pun mulai melaju begitu pun dengan mobil. Davier. Davier kini sedang fokus menyetir

Ai yang mendengar Davier mengatakan kata 'sayang' yang keluar dari mulutnya. Pipi Ai mulai memanas saat ini. Wajahnya seketika memerah. Ia benar-benar malu saat ini. Untung saja Davier tak melihat wajahnya yang bersemu merah itu.

"Gilaa lo Ai, ai dosen yang terkenal dingin ini bisa luluh dan lembut gini sama lo. Dia membuat  hati lo meleh seketika kayak lilin. Benar ga sih ini Pak Dosen yang terkenal killer bin kutub itu?" batin Ai.

Ternyata pemikirannya itu membuatnya berpikiran untuk memastikan apa benar ini Davier dosennya. Kemudian Ai mencubit pipi kiri Davier yang membuat Davier meringis kesakitan.

"Awww, sakit Ai. Ai. Kok kamu cubit pipi aku sih Ai." ucap Davier sembari mengusap pipinya.

"Hehehe, sakit ya. Abis aku mau mastiin ini bener kamu apa bukan." ucap Ai sambil nyegir.

"Emang kamu kira aku siapa Ai. Ada-ada aja kamu." ucap Davier.

"Ya aku ga percaya aja sama sikap kamu." ucap Ai sembari mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobil.

"Ga percaya gimana?" tanya Davier sembari mengerutkan keningnya.

"Kamu bersikap gini ke aku. Berbalik 180° ketika kamu ngajar di kelas." jawabnya.

"Ya ampun Ai. Aku kira apa. Jelas beda dong Ai. Ai. Di kampus kamu maahasiswi yang aku ajar dan di luar kampus kamu pacar yang sebentar lagi berganti status jadi istri aku." jelas Davier yang sekali lagi membuat pipi Ai memanas dan bersemu merah.

Untung saja saat itu Ai tidak sedang menatap Davier. Jika ya, ia tak habis pikir bagaimana caranya menyembunyikan wajahnya dari Davier.

Tak lama mereka pun sampai.  Davier keluar dan membukakan pintu untuk Ai. Ai  pun keluar dan sembari tersenyum pada Davier.  Setelah keluar dari mobil  ia bingung ketika melihat sekitar. Jelas saja, kini ia dan Davier  berada di taman.

Davier  menggenggam tangan erat dan menuntunnya ke sebuah bangku taman yang kosong. Ai pun mengikutinya tanpa berbicaar apapun namun dalam hatinya ia terus bertanya-tanya.

"Ini kan taman, terus ngapain dia ngajak gue ke sini? Katanya mau jalan tapi kok malah ke taman sih." batin Ai.

"Duduk dulu ya. Kamu tunggu di sini aku tinggal bentar ya." ucap Davier.

"Kamu mau kemana?" tanya Ai sembari memegang erat lengan Davier.

"Aku cuma bentar kok.  Ga bakal lama. Kamu nikmati dulu udara dan suasana di taman ini ya." ucap Davier dan dipatuhi oleh Ai.

Ai pun duduk sembari memandangi langit yang indah dengan di hiasi bintang-bintang. Tak bebearapa lama ada yang mengampirinya dengan membawa setanggkai bunga Mawar yang terdapat note yang melekat.

Ai pun menganbil bunga tersebut dan mengucapkan terimakasih pada orang tersebut. Dan ia mennghirup aroma Mawar tersebut lalu mengambil note yang terdapat di bunga tersebut. Kemudian ia membacanya.

"I LOVE YOU"

Tak lama datang lagi seseorang yang membawa setangkai bunga Mawar lagi tak lupa dengan note yang tertempel. Kemudian bunga tersebut diberikan kepada Ai lagi. 

Ai pun menerimanya dan kembali membaca note tersebut.  Berulang-ulang orang-orang menghampirinya dengan membawa setangkai bunga dengan note yang sama.

"I LOVE YOU"

Kemudian datang seorang anak kecil yang membawa bucket bunga Mawar yang juga terdapat note di dalamnya. Kemudian anak kecil tersebut berlari dan mmeninggalkan Ai. Ai pun kembali membaca tulisan tersebut. Kali ini tulisannya berbeda.

"DO YOU MARRY ME PRINCES AIRA ANANDIA MAHESWARI? "

Ai merasa ingin melompat-lompat saat ini. Ia tahu betul siapa dibalik ini semua. Ia senang bukan main. Hingga sosok pria muncul dengan membawa sebuah boneka Rabbit ukuran besar. Ya itu boneka kesukaan Ai.

Pria yang membawa boneka tersebut adalah Davier.  Ai tersenyum padanya dan pipinya yang sudah memerah karena malu. Davier memberikan boneka tersebut kepada Ai, dengan begitu bahagia Ai meneromanya.

"Terimakasih." ucapnya.

Namun aksi Davier tidak hanya di situ saja. Ia membungkukkan badannya dan menggengam jemari Ai sembari tangan kirinya merogoh sesuatu di saku celananya.

Dan ternyata Davier mengeluarkan sebuah cincin.

"Aira Anindia Maheswari, tolong jawab pertanyaanku. Do Marry Me? " ucap Davier yang membuat Ai tak bergeming. Ia benar-benar tak mampu betkata-kata.

"Ai, sejak kali pertama kita dipertemukan, aku merasa ada rasa yang berbeda. Hingga akhirnya kita dipersatukan lewat perjodohan. Aku saat itu benar-benar merasa bersyukur. Tapi aku belum sepenuhnya bahagia, karena aku tau kamu menerimanya dengan terpaksa." ucap Davier.

"Tapi Ai setelah kebersamaan singkat kita aku merasa semakin nyaman berada di dekat kamu. Aku ingin mendengar dari hati kamu langsung. Apa kamu bersedia menjadi  orang yang ketika bangun aku lihat pertama kali dan ketika tidur jadi orang yang terakhir kali aku lihat. Menjadi pelengkap jiwa dan juga ragaku. Menjadi milikku seutuhnya dan menjadi ibu untuk anak-anakku kelak?" ucap Davier lagi.

Ai terpaku dihadapan Davier. Bibirnya seketika kelu. Namun hatinya mengatkan 'ingin'.  Tak lama Ai pun bergeming  dan menatap Davier lekat.

"A-aku, aku mau menikah dan menjadi bagian dari semua momen dan peristiwa penting dalam hidupmu. Aku mau Davier." ucap Ai.

Seketika raut wajah Davier berseri-seri. Ia pun memasangkan cincin tersebut di jari manis Ai. Kemudian mereka saling berpelukkwn.

"I Love You  Davier." ucap Ai pada telinga Davier.

"I Love You too Ai." balasnya.

Semua orang yang membantu Davier tadi muncul dari segala arah dan memberikan tepuk tangan dan raut wajah kegembiraan.

"Cut." ucap seseorang.

Mereka pun menyudai pelukkannya. Ai terkejut melihat Bian dosennya ada disini juga.

"Loh Pak Bian, ngapain ada di sini?" tanya Ai sembari menggaruk tengguknya yang tidak gatal.

"Bantuin Davier." jawab Bian.

"Bian udah tau kok tentang hubungan kita. Dia bisa jaga rahasia kok. Kamu ga perlu khawatir.

"Wah gue jadi iri liatnya. Jadi pengen cepatan nikah." ucap pria tersebut yang tak lain adalah Bian dosen di kampus Ai.

"Makanya buruan nyatain perasaan lo dong. Jangan jadi pengecut gini." ledek Davier.

"Bukan pengecut. Aku cuma gue takut ga di terima." balas Bian sambil terkekeh.

"Ah lo jadi cowok yang gentle dong." ucap Davier.

"Ah udahlah, nikmatin kebahagian lo gih. Nah ni foto sama video biar gue yang urus. Gue balik dulu. Have Fun ya." ucap Bian dan berlalu meninggalkan mereka.

Orang-orang yang membantu Davier pun juga ikut meninggalkannnya. Kini mereka hanya tinggal berdua ditemanj suasana malam yang dingin juga bulan dan bintang yang bersinar terang.

"Makasih untuk semuanya." ucap Ai.

"Makasih juga udah mau menerima aku sepenuhnya." ucap Davier.

"Kapan kamu ngerencanain beginian?" tanya Ai penasaran.

"Tiga hari lalu." balasnya.

"Kamu memang beda." ucap Ai, sembari menyandarkan kepalanya di pundak Davier.

"Aku memang beda, dan hanya milik kamu. Princes Aira." ucap Davier.

Mereka menikmati kebersamaan dengan penuh kemesraan. Namun tanpa sadar ada sepasang mata yang terus memperhatikan kebersamaan merreka dari kejauhan dan tamapak ia penuh dengan balutan emosi.

TBC

Gimana?

Romanis banget sih Davier aku jadi pengen deh bberada di posisi Ai.

Pengen disayang ama Davier ❤❤

Hari ini aku ngetik tembus 1,8k

Serius ga sadar loh, aku ngalir aja gitu😂😂

So stay tune yaa

Jangan lupa vote dan comment ya

Love you readers ❤❤❤

----------------Next Update----------------

Selasa, 23 Juni 2020

Salam Hangat

Author Halu

1
Sulastrie Herlina
masa panggil suami nama doang,
Cut Yulia Riza
krng suka ama sikap nya ai.. kyk gak menghargai suami bgt
Yenni Safitrii
hallo thorr semangat ya ceritanya menarik cukup bikin penasaran 🤭👍
Ikaa Sri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ikaa Sri
sudahhh kepooo aja pak dosenn mahhh
Tia Oktavianti: Halo Ika Sari, Have an ya baca ceritanya.
Kepo dong Dosen kan juga manusia 🤣🤣
total 1 replies
Zuny Achmad
za allah brrti tdi ksayangan yng di mksud pandu ya kak 😭😭😭
Zuny Achmad
q pnasaran ksayangan itu siapa ya kak yng dmakamkan?
Tia Oktavianti: Halo Zuny Achmad, have an dengan ceritanya.
Kalo kamu penasaran yuk lanjut dibaca
total 1 replies
Zuny Achmad
😂😂😂 ada yng cemburu 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Hadeeehhh nyesek aku,,yg paling kasian itu Davier,,,😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Aira tega banget gak mau jujur ama keluarga,,Ayah nya ngotot tuh mau Ai nikah cepat,,🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Waahh bakal kasian deh Davier nanti kalo mereka jadi nikah,,tp semoga aja setelah menikah Aira bisa sembuh ya,,
Qaisaa Nazarudin
OMG Aira menghidap kanker???!!😱😱😱😭😭😭Semoga Aira bisa sembuh🤲🏻🤲🏻🤲🏻🥲
Qaisaa Nazarudin
Adek kamu tuh Vina yg jadi suaminya Ai,,Kamu tenang aja,calon adek ipar kamu tuh,,😂😂
Qaisaa Nazarudin
Nah ntar ketemu nih sama Aira dan pandu,,pasti Aira akan mengira kalau vina itu istrinya Vier,kan di kampus perkenalan diri nya udah status nikah kan..??
Qaisaa Nazarudin
Takutnya Aira udah nyaman aja sama Pandu,,gimana ya..?
Qaisaa Nazarudin
Kan udah ketemu ama calon nya juga keluarganya tadi pak,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Wahhh berarti waktu perkenalan di kampus tadi Davier boong dong ngaku nya udah nikah,,Takut di incar mahasiswi sendiri ya pak??🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Oohh baru aku ngeuh kenapa Aira manggil diri nya dan Pandu Mommy dan Daddy nya Disti,,Anak angkatnya Aira ya,kasian deh Disti yatim piatu😭😭
Qaisaa Nazarudin
Waahh mulai kepo nih pak disen nya😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Udah menikah??bukan kah ini jodohnya Ai??🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!