NovelToon NovelToon
ROMANTIKA HIDUP

ROMANTIKA HIDUP

Status: tamat
Genre:Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Misteri / Tamat
Popularitas:229.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
S2 CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].

Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.

Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.

Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?

Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?

"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Khawatir 2.

...~•Happy Reading•~...

'Apa semua ini akibat kejadian itu?' Kaliana kembali menepuk dahinya, sambil melihat Marons dengan serius. Dia lupa ingatkan Danny supaya tidak kasih tahu Marons tentang itu. Jika Marons tahu, dia akan khawatir, karena proses hukum belum selesai.

"Kenapa? Ada 'nyamuk lupa' yang nemplok lagi di dahimu? Apa perlu ambil semprotan nyamuk?" Tanya Marons lagi, setelah melihat tatapan Kaliana padanya. Dia mulai mengerti, Kaliana sedang memikirkan apa yang sedang terjadi dan baru teringat.

Semua jadi tertawa, melihat Kaliana tidak menjawab pertanyaan Marons, tapi mendelik padanya. "Putra, mari kita ke ruang kerjaku. Jangan sampai ada keluar api dari mata dan kita semua terbakar." Marons berdiri sambil tersenyum dalam hati melihat mimik wajah Kaliana.

Putra ikut berdiri mengikuti Marons, lalu mengambil ranselnya di kamar tamu. Kaliana tidak bisa berkata-kata, dia hanya melihat sambil terus berpikir.

"Kalian ke sini dari kantor atau dari rumah?" Kaliana mengajak bicara Yicoe dan Novie yang masih duduk di ruang makan bersama Pak Yosa.

"Kami tadi di kantor, tapi sempat diantar ke rumah untuk ambil keperluan beberapa hari ke depan, Mbak. Punya Mbak Anna kami bawa yang baru diambil dari laundry saja." Yicoe menjelaskan yang dilakukan oleh mereka sebelum berangkat ke rumah Marons.

"Tas yang kami bawa masih ada di ruang keluarga. Kami tunggu Mbak Anna bangun baru masukan ke kamar. Pak Marons bilang, kita akan tidur di kamarnya." Novie menambahkan apa yang telah mereka lakukan dan dikatakan Marons.

"Kalau begitu, mari kita masukan tas ke kamar. Nanti baru kita bicara lagi. Aku perlu bicara dengan Pak Marons tentang semua ini." Kaliana berdiri lalu merapikan meja makan bersama Yicoe dan Novie.

"Biar, Bibi saja Non." Bibi terkejut melihat mereka telah merapikan meja makan, lalu buru-buru mengambil apa yang dibawa oleh mereka ke dapur. "Bibi belum merapikan, karena mengira belum selesai makan."

"Tidak apa-apa, Bi. Selama kami di sini dan tidak terlalu sibuk, kami akan bantu Bibi." Yicoe dan Novie meletakan perlengkapan makan kotor di tempat cuci piring. Kemudian mereka bertiga ke kamar Marons untuk membicarakan apa yang akan mereka lakukan.

"Aku mandi duluan, ya. Badanku sangat penat dan mau rontok." Kaliana mengambil handuk yang dibawa oleh Yicoe dan Novie untuknya.

"Cepatan, mandinya, Mbak. Aku mau mandi juga, karena sudah tidak tahan mau terjun bebas di tempat tidur ini." Yicoe tersenyum senang membayangkan akan tidur di tempat tidur Marons yang sudah dirapikan Bibi dengan penutup tempat tidur yang baru dan wangi.

"Semoga besok kita tidak bangun kesiangan lagi." Novie mengingatkan bahwa mereka pernah bangun kesiangan saat tidur di tempat tidur Marons. Kaliana memukul lengan Novie dan Yicoe, lalu masuk ke kamar mandi sambil tersenyum, karena mengingat yang pernah terjadi.

Tidak lama kemudian, ada bunyi ketukan di pintu. Novie segera membuka pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuk. Dia terkejut, melihat Marons berdiri di depan pintu. "Mari masuk, Pak. Mbak Anna sedang mandi." Novie mempersilahkan Marons masuk, karena tidak enak berada di kamarnya.

"Tidak usah. Tolong bilang Anna, aku tunggu di ruang makan." Novie hanya bisa mengangguk. Marons berbalik meninggalkan Novie yang sudah di susul oleh Yicoe dan berdiri di samping Novie.

Tidak lama kemudian, Novie menyampaikan pesan Marons, saat Kaliana keluar dari kamar mandi. Kaliana segera menuju ruang makan, dengan dahi berlipat. 'Apa yang Marons bicarakan dengan Putra, sehingga mau bicara denganku?' Tanya Kaliana dalam hati, sambil berjalan ke ruang makan.

"Duduk di sini. Kita bukan mau meeting." Marons menunjuk kursi di sampingnya, ketika melihat Kaliana mau duduk di depannya di seberang meja makan.

Kaliana mengikuti dalam diam, tanpa membantah, karena melihat Marons sedang serius. Dia duduk di samping Marons dan menunggu, apa yang akan dibicarakan Marons. Walaupun di luar tenang, tapi jantungnya berdegup lebih cepat. Dia khawatir, Marons mau menanyakan hal yang pribadi padanya.

"Kau percaya padaku?" Marons bertanya tapi tidak menatap Kaliana. Dia hanya melihat ke seberang meja. Sama seperti yang dilakukan Kaliana, melihat seberang meja dengan kedua tangan di atas meja.

"Dalam hal apa, Arrow." Kaliana balik bertanya tanpa melihat Marons. Jika ada yang melihat, mereka seakan-akan sedang duduk berdiam diri sambil melihat ke seberang meja.

"Dalam hal apa saja." Marons menjawab serius, tapi tetap melihat ke depan.

"Ada apa, Arrow?" Kaliana jadi ikut serius, lalu memiringkan wajahnya ke arah Marons yang masih melihat ke depan.

"Tidak pakai bertanya." Marons tetap pada posisi yang sama. Dia tahu, Kaliana sedang melihatnya. Tetapi dia fokus untuk membicarakan rencananya.

"Eeeemmmm..." Kaliana menggerakan jari telunjuknya dan mengetuk dagunya pelan.

"Tidak pakai berpikir." Marons berkata sambil melihat ke arah Kaliana yang sedang mengetuk jarinya ke dagu.

"Arrow. Aku belum sempat berpikir, kau sudah lindesss..." Kaliana jadi mendelik kesal ke arah Marons yang sedang menatapnya.

"Kalau kau berpikir, tikungannya pasti banyak." Marons berusaha serius, sebab hatinya tersenyum melihat wajah kesal Kaliana.

"Yaaaa... Arrow. Aku harus berpikir. Nanti kalau aku bilang percaya begitu saja, isi kepalaku bisa tandus." Kaliana berkata asal untuk mengalihkan perhatian Marons.

"Emangnya ada berapa banyak pohon di dalam kepalamu?" Marons menanggapi apa yang dikatakan Kaliana.

"Lumayan banyak, jadi di sini dan di sini cepat adem." Kaliana menjawab sambil menunjuk pinggiran kepala dan dada dengan jarinya.

"Sudah lihat, jika kau dibiarkan berpikir? Sebentar lagi, kau akan lupa sama pertanyaanku, karena sudah nyasar di antara pohon-pohon dalam kepalamu" Marons melihat Kaliana sambil mengangkat kedua alisnya ke arah Kaliana.

"Pikiranku tidak pernah nyasar. Tetapi kau yang selalu membuat pikiranku nyasar. Seperti sekarang ini, lagi nyasar ke mana-mana." Kaliana kesal dan protes, sebab belum mengerti maksud Marons.

"Pegang tanganku, supaya ngga nyasar. Lalu jawab pertanyaanku tadi." Marons membuka tangan kirinya ke arah Kaliana, sebab dia duduk di sebelah kanan Kaliana.

Kaliana memberikan tangan kanannya ke arah tangan Marons dengan ragu-ragu. "Kenapa tanganmu dingin seperti ini? Coba yang satunya lagi." Marons berkata serius, karena tangan Kaliana sangat dingin.

"Aku baru abis mandi, Arrow... Sudaaaa, ngga usah dibahas. Kalau ngga, lepasin saja. Kau lagi modus, ya. Atau mau kerjain aku?" Kaliana berkata dengan nada yang agak naik levelnya.

"Aku ngga perlu modus untuk pegang tanganmu. Kalau mau pegang, aku pegang saja. Bukankah aku sudah peluk?" Marons jadi ngeledekin, membuat Kaliana mendelik ke arahnya.

"Ok, jawab!" Marons kembali serius, tapi masih pegang tangan Kaliana.

"Perlu penjelasan, ngga?" Tanya Kaliana, saat melihat Marons kembali serius.

"Jawab dulu!" Marons berkata singkat.

"Iyaaa... Aku percaya!" Jawab Kaliana pelan.

"Karena?" Tanya Marons serius.

"Karena, kau Marons Kasmara." Jawab Kaliana singkat.

Bagi Kaliana, walaupun Marons suka membuatnya kesal, tetapi apa yang dibilang, dia lakukan. Dulu dia janji akan membawa ikat rambut untuknya, dan dia tepati. Hal itu tidak pernah hilang dari hati dan pikiran Kaliana.

...~°°°~...

...~●○¤○●~...

1
Endang Sulistia
keren
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: waaah.. 🤭 👍🏻❣️Makasih dukungannya Kak. Smg sehat & bahagia selalu 🙏😍🤗
total 1 replies
Endang Sulistia
jahat ortunya jaret...anaknya di manfaatin
Endang Sulistia
baru aku mo komen..eh uudah di wakili Ama pak Andi..makasih pak andii...😘😘
Endang Sulistia
🤦🤪🤪🤪🤪🤪👍
Endang Sulistia
putra adik kesayangan kakak2 cantiknya
Endang Sulistia
kasian anak2 muda yg baru memulai karirnya terjebak Ama rayuan narkoboy...
Endang Sulistia
iya betul...Ampe anak nya dipenjara pun lupa..
Endang Sulistia
iklan thor..🤭🤭
Endang Sulistia
apa pakpol Bram 🤔🤔
Endang Sulistia
siapa tuh...😘😘
Endang Sulistia
emang situ terlibat...🤔🤔🤔
haadeehh...aneh aneh rekan kerjamu bram🤦🤦
Endang Sulistia
nyawa taruhannya..🥺
Endang Sulistia
bakal tantrum ayang marons...🤭🤭
Endang Sulistia
mudah2 pengacaranya bersih
Endang Sulistia
ya ampun,padahal banyak hartanya tapi ilang dikit aja..jadi kayak org gila
Endang Sulistia
semoga org2 kayak pengacara jaret jari2nya pada kram semua..🙏🙏
Endang Sulistia
jahatnya...
Endang Sulistia
gila...Ampe segitunya ya mereka..
Hariyanti Katu
novelx mantaf🥰🥰🥰
❥␠⃝ ͭ🍁💃Katrin📙📖📚❣️: Makasih sudah baca & dukung karya ini & timggalkan jejak, Kak.🤗 Smg kita bisa bertemu di karya yg lain, ya. 🙏 Makasih 4 all Kak♡ 🙏❤️😍🤗
total 1 replies
Hariyanti Katu
aktorx trnyta jaret🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!