NovelToon NovelToon
Married With Ketos

Married With Ketos

Status: tamat
Genre:Ketos / Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rsawty

Bagaimana jadinya jika dijodohkan dengan ketua osis yang selalu menghukum mu disekolah? Konyol? Yah tentu saja!

Itulah yang terjadi dengan gadis bernama Bianca Dealova Christabel. Dijodohkan dengan ketos yang minim ekspresi. Hemat dalam mengeluarkan kalimat. Agam Ezekiel Arbyshaka, the king disekolah SMA Garuda.

Namun, siapa sangka dibalik cover kalem, dingin nan bijaksana, tersimpan sebuah sisi liar yang baru diketahui oleh Bianca setelah menikah dengannya.

"Dasar ketos nyebelin!"

"Shit! I'm addicted to that girl's lips."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rsawty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesakkan

Agam dan Nathan berjalan dikoridor kelas, tujuan mereka adalah kantin.

Berbeda dengan Nathan yang cara jalannya tak menentu, lelaki itu tak menatap ke depan melainkan fokus menatap penuh kasih sayang anak kucing kecil yang ada di gendongannya. Agam berjalan dengan dengan menyelipkan kedua tangannya disaku celana, aura cool juga muka datarnya selalu melekat sempurna diwajah ganteng lelaki itu.

"Cup cup cup, anak papa jangan nangis ya, nanti papa bakal beliin Pushy makanan yang buanyaakk, terus Pushy bakal ketemu sama Mama."

'Pushy' adalah nama panggilan anak kucing itu yang diberikan Nathan pada kucing itu baru beberapa detik yang lalu. Menurutnya itu nama yang imut yang terlintas di kepalanya.

Langkah Agam dan Nathan terhenti saat salah satu siswi menahan mereka. Gadis itu membawa secarik kertas dan cokelat ditangannya, dia nampak tegang. "A-anu Kak."

Sebelah alis Agam terangkat menunggu gadis ini berbicara.

Dengan mata terpejam kuat, gadis itu menyodorkan surat juga cokelat itu pada Agam. "I-ini untuk Kak Agam."

"Untuk?" tanya Agam dingin. Dia tahu jika itu adalah surat cinta dan Agam paling benci itu. Tiap hari lacinya terisi penuh dengan banyaknya surat cinta, cokelat, permen dan juga bunga, Agam akan membuang semuanya di tong sampah. Kadang dia memberikannya pada yang lebih membutuhkan.

"A-anu Kak, t-terima aj--"

Gadis itu tersentak ketika Agam dengan tanpa perasaan menghempas kasar surat tersebut sehingga terjatuh dilantai.

"Minggir!"

"T-tapi--"

"MINGGIR!" bentak Agam begitu nyaring memancing atensi para murid yang ada dikoridor tersebut. Dia paling benci dengan perempuan yang mengejar-ngejar lelaki tanpa memikirkan harga dirinya. Karena kodrat perempuan itu dikejar bukan mengejar.

Gadis itu mendadak gagu, dia ketakutan setengah mati dengan tubuh bergetar hebat, sehingga kakinya pun seakan berat sekali untuk melangkah pergi dari sana

Nathan memegangi bahu Agam. "Gam, Lo gak boleh bentak cewek."

Para siswa sudah mulai berkerumun disekitar mereka karena penasaran apa yang membuat the King SMA Garuda semarah itu, tak terkecuali juga Bianca dan Tasya.

Mereka baru saja dari kantin. Bianca mengedarkan pandangannya ke murid-murid yang berkerumun di lorong koridor. "Ada apa tuh?"

"Kalo penasaran, ayok liat!" Tasya berjalan menarik pergelangan tangan Bianca dan membela kerumunan.

Mata Bianca membulat saat melihat gadis yang tengah menangis dihadapan Agam.

"DASAR CEWEK GAK TAHU DIRI!"

Nathan masih mencoba menenangkan Agam agar emosi lelaki itu menyurut. Namun, dia sama sekali tak mampu meredakan emosi lelaki itu, Agam sudah terlampau emosi.

Sudah berkali-kali Agam menyuruh gadis itu minggir untuk memberinya jalan, tetapi gadis itu tak kunjung beranjak dari posisinya.

"Kak Agam! kamu apain anak orang sampe nangis gini?!" panik Bianca melihat kondisi gadis itu yang sangat kacau dengan air mata juga ingus yang meleleh.

Agam menghembuskan napas kasar, didetik berikutnya dia meraih pergelangan tangan Bianca lalu di tariknya pergi dari sana.

"Eh eh itu temen gue dibawa kemana?!" Tasya yang hendak akan mengejar keduanya ditahan oleh Nathan. "Biarin aja, kayaknya cuma Bianca yang bisa nenangin Agam sekarang."

Para murid-murid yang berkerumunan perlahan bubar.

"Akhir-akhir ini aku liat Agam dengan Bianca dekat ya." celetuk salah satu siswi memulai perghibahan.

"Iya bener tuh! tadi pagi aja gue gak sengaja liat kalo Bianca di bonceng Agam. Tapi turunnya masih agak jauh dari gerbang."

"Really?"

Murid itu mengangguk cepat. "Beneran!"

***

Agam menarik Bianca memasuki perpustakaan yang saat ini sedang sepi. Tak ada penghuni sama sekali didalam ini selain Agam dan Bianca yang baru masuk.

Lelaki itu menyandarkan tubuh gadis itu di salah satu rak buku. "Kakak kenap--"

Bianca terdiam saat lelaki itu menumpukkan dahinya di pundaknya dengan sebelah tangan menggenggam tangan mungil gadis itu.

"Bi.."

"Kenapa Kak?"

"Bia.."

"Iya Kak Agam."

"Bianca.."

"Ihh kakak ngapain manggil-manggil mulu sih!" kesal Bianca.

"Kalo gue jadian sama cewek lain, lo rela?" tanya Agam dengan intonasi rendah.

Bianca tercengung mendengar pertanyaan itu, hatinya seperti tak rela jika lelaki ini jadian dengan cewek lain. Membayangkannya saja sudah membuat dadanya sesak.

Tetapi, perempuan mana yang rela calon suaminya jadian dengan cewek lain? tak adakan? begitu dipikiran Bianca saat ini. Dia menampik segala perasaannya pada Agam dengan kenyataan jika lelaki itu adalah calon suaminya makanya dia tak rela.

"Y-ya gak rela lah! lo kan calon suami gue!"

Agam mengangkat wajahnya dan menatap lamat mata gadis dihadapannya. "Tapi kata lo tadi pagi kan, baru calon. Bisa saja nanti bakalan batal."

"Idihh jangan sampe batal lah!" balas Bianca spontan.

Lelaki itu tersenyum jahil. "Lo udah suka sama gue?"

Mata Bianca membulat mendengar pertanyaan dari Agam. "G-gak! jangan ke geeran!" elaknya.

"Masa iya?"

Langsung saja Bianca mengangguk cepat. "Lagian, siapa yang bakal suka sama lo! udah dingin! muka datar! galak lagi!"

"Banyak kok." sahut Agam menegakkan badan.

"Tante-tante peyot tuh yang suka sama lo!"

"Dimana-mana yang peyot itu nenek-nenek bukan tante-tante." komentar Agam meraih salah satu buku di rak.

"Terserah gue! lagian mulut-mulut gue! gue yang bicara! jadi lo gak usah banyak komentar! suka-suka gue sebutnya apa!"

Seraya membuka-buka lembaran buku, Agam mencuri-curi lirik pada Bianca yang saat ini masih mengomel.

"Lagian Kakak tuh yang kegeeran! bilangnya gue suka sama lo!. Apaan coba ih! gak banget! mendingan monyet dari pad--"

Cup

Mulut Bianca telah dibungkam oleh bibir Agam. Dia sungguh gemas melihat gadis ini terus-terusan mengoceh panjang lebar. Dia tak tahan melihat bibir terus-terusan bergerak.

Bianca mematung, Tatapan mereka terbelenggu dari jarak yang begitu dekat. Akalnya seakan ingin memberikan nasehat untuk mendorong Agam tetapi hatinya terasa berat. Sesungguhnya dia menikmati bibir Agam saat ini, terasa begitu lembut.

Tiga detik kedua bibir itu saling menempel tanpa bergerak. Agam menyudahinya dengan menjauhkan sedikit wajahnya, "Kalo lo gak mau gue cium, jangan ngomel terus dihadapan gue."

Agam menjauhkan dirinya dari Bianca dan berlalu dari sana.

Bianca masih bergeming dengan tangan terangkat memegangi bibirnya sendiri. Kok gue kecewa ya Kak Agam cium bentar doang?" kemudian menggelengkan cepat kepalanya. "Apa sih lo Bia! gak jelas banget!" Lantas Bianca segera berlalu juga dari perpustakaan itu.

Tanpa mereka sadari jika ada kamera handphone yang terselip disela-sela buku yang ada di rak berseberangan dengan tempat mereka tadi. Kamera itu menangkap beberapa potretan adegan ciuman Agam dan Bianca.

Lelaki itu tersenyum miring melihat hasil potretannya kemudian menaruh handphone itu didalam saku.

***

Nathan memasuki kantin, Dia berjalan menuju meja yang biasa dirinya dan ketiga temannya duduki saat makan.

"Hare gaess! nih kalian liat yang gue bawa! imut banget kan?" Dia memamerkan kucing yang berada digendongannya pada Bella dan Camella yang tengah menyantap makanan.

"Wahh Nath! tuh anak kucing lo pungut dari mana dah? imut banget!" tangan Bella terangkat membelai kepala hewan imut itu.

Nathan menatap Camella yang acuh, gadis itu memasang raut tanpa minat.

"Mell nih imut banget loh!" Nathan mendekatkan kucing kecil itu pada Camella.

Gadis itu tak tertarik, dia beringsut dan memakan suapan terakhirnya. Setelah meneguk air, lantas dia segera berdiri dan berlalu dari sana.

Nathan dan Bella menatap figur Camella dengan heran.

"Lo berantem sama dia?" tanya Bella mendapat gelengan pelan dari Nathan.

"Gue gak tahu, dari tadi pagi, Camella hindari gue terus." Tatapan Nathan turun pada kucing digendongannya. "Mama gak peduli lagi sama kita." lirihnya.

***

Jam pelajaran terakhir masih berlanjut. Bianca menguap dengan mulut yang terbuka sangat lebar, dia merasa teramat mengantuk mendengar Guru didepan sana yang menjelaskan materi pelajaran. Detik demi detik di mata pelajaran terakhir terasa sangat lama bagi Bianca.

Tasya menutup mulut Bianca menggunakan telapak tangannya. "Masuk lalat nanti."

Bianca mendengus.

"SUDAH PAHAM?"

Langsung saja para murid tak terkecuali Bianca menyahut serentak. "Paham buk!"

Tasya menoel bahu Bianca. "Yakin lo paham? dari tadi gue liat lo gak merhatiin penjelasan Bu Melti."

"Udahlah, bilang paham aja biar tuh guru seneng."

Tasya menggeleng-gelengkan kepala.

Bel yang di tunggu-tunggu pun akhirnya berbunyi, para murid bersorak senang layaknya anak-anak SD saat mendengar Bel itu berkumandang.

Mata Bianca langsung segar dengan hati yang melega, rasa kantuknya mendadak hilang.

"Baiklah, karena Bell sudah berbunyi, jadi Ibu akhiri sampai disini dulu yaa. Sampai jumpa di pelajaran Ibu minggu depan." Guru itu meraih buku cetak diatas meja kemudian keluar dari kelas.

Bianca cepat-cepat menyandang tasnya dipunggung. "Yeay akhirnya pulang!" soraknya mengangkat kepalan tangannya diudara.

"Bia..Bia.." Gumam Tasya menggelengkan gelengkan kepala melihat ke absurdan sahabatnya itu.

Para murid-murid dikelas itu berhamburan keluar dari kelas, begitu pula dengan Bianca. Dia berjalan keluar dengan semangat, tanpa memperhatikan seseorang yang akan masuk kekelasnya.

Brukk

Dahinya mendubruk cukup kuat dada lelaki itu. "Ish keras banget sih!" lalu mendongak.

Lagi-lagi si ketos nyebelin yang sialnya tampan ini lagi. Lelaki itu tengah berdiri tegap didepannya dengan wajah datar andalannya.

"Kakak ngapain disini sih?" tanya Bianca memegangi dahinya.

Perlahan tapi pasti Agam mendekatkan mulutnya ke telinga Bianca, "Jemput calon istri." bisiknya.

Bulu kuduk Bianca meremang mendengar bisikan itu, pikiran mendadak jadi kosong.

"Kancing Kak Agam! Cuakss!" Goda Tasya jahil. Saat lewat disebelah Bianca, dia menepuk bahu gadis itu.

"Nafas Bi." ucapnya kemudian berlalu dari sana.

Bianca mengambil napas kemudian menghembuskannya, memang sedari tadi dia kelupaan bernafas lantaran bisikan dari Agam.

Agam terkekeh kecil, itu terlihat lucu dimatanya.

Bianca terpaku melihat Agam tertawa, pasalnya baru kali ini dia melihat lelaki ini tertawa dan dirinya baru sadari jika lelaki ini mempunyai lesung disebelah pipi kanannya sehingga membuatnya tambah berdamage jika tertawa. Bianca yakin, jika gadis-gadis lain yang melihatnya akan langsung pingsan ditempat.

"K-kak Agam barusan ketawa?"

Agam kembali mendatarkan ekspresinya. "Ayok pulang." ia berjalan mendahului Bianca. Gadis itu mengikutinya dari belakang. "Ih Kak Agam barusan ketawa! Bia yakin gak salah lihat!"

"Hm"

"Ish Kak Agam! dingin banget sih! tapi beneran tadi gue liat lo ketawa! apa gue salah liat?"

"Hm."

"Dasar ketos nyebelin!" Bianca mencepatkan langkahnya mendahului Agam lantaran sebal.

Agam ingin tertawa melihat Bianca yang sedang mengambek, tetapi itu semua ditahannya. Ia menyamakan langkahnya dengan Bianca.

"Ngambek hm?" Agam memiringkan kepalanya melihat wajah gadis itu.

"Enggak!" cetus Bianca membuang muka.

"Masih sih?" Agam mencubit pipi kanan Bianca gemas.

Bianca memberhentikan langkah diikuti oleh Agam yang juga menghentikan langkah. "Iya gue ngambek!" gadis itu mengembungkan pipi menatap Agam dengan rajukan.

Cukup! ini terlampau imut di mata Agam, dirinya tak tahan melihatnya, lelaki itu mengikis jarak pada gadis itu kemudian mengigit kecil pipi Bianca yang menggembul.

"Ihh Kak Agam kok gigit pipi Bia sih?!" Bianca mendorong lelaki itu lalu mengusap-ngusap pipi kirinya yang digigit lelaki itu.

"Bia!"

Agam dan Bianca menoleh bersamaan kesumber suara itu.

Terlihat Lucas dengan masih mengenakkan seragam putih abu-abu berlari kecil menghampirinya.

Bianca kalang kabut, dia tiba-tiba tak tahu harus melakukan apa, dirinya seperti terciduk berselingkuh dengan Agam. "Tuh anak kenapa kesini sih?!" Dia berharap Lucas tak melihat tindakan Agam barusan.

Lucas mendekat dan langsung meraih Bianca kedalam pelukannya.

Mata Bianca membelalak kemudian melirik pada Agam yang saat ini memasang raut datar seperti tak peduli.

Lucas mengeratkan pelukannya menghirup aroma shampo di rambut Bianca yang menjadi favoritnya dan akan selalu begitu sampai kapan pun. "Rindu banget.." gumamnya kemudian mengurai pelukan.

Ditatapnya gadis itu dengan tatapan tulus, "Kenapa gak bales-bales chat aku hm?"

"A-anu itu.." Bianca sedikit melirik pada Agam yang kini sudah berjalan menjauh.

"K-kak Agam!"

Agam tak merespon, kakinya terus melangkah semakin menjauh menuju parkiran, dia tak mampu harus menyaksikan adegan seperti tadi, sangat menyesakkan dadanya. Dibalik raut datarnya, ada perasaan ingin menghantam muka Lucas, bahkan kedua tangannya sudah terkepal kuat.

"Dia siapa?"

Bianca menggaruk kepalanya tak gatal. "Kamu ngapain kesini?" tanyanya mengubah topik.

"Jemput pacar." Lucas melipat tangannya didepan dada. "Siapa suru pacar aku gak bales chat." bibirnya mengerucut ngambek.

Bianca menghela napas. "Yaudah maaf."

Lucas mendekatkan wajahnya pada Bianca. "Kalo mau dapet maaf dari gue, cium dulu." suruhnya mengetuk pipinya menggunakan jari telunjuk.

Bianca mundur untuk memberi jarak. Dia menjadi risih akan sikap Lucas padanya. "J-jangan! ini tempat umum!" alasannya.

"Jadi kalo gak di tempat umum, kamu mau?"

"G-gak tahu."

"Hmm" Lucas menatap lamat Bianca, entah mengapa dia merasa gadis ini berubah. "Kamu masih marah?"

Bianca langsung menggeleng. "Enggak, aku gak marah kok."

Sikap Bianca masih sama seperti sebelum-sebelumnya, tetapi entah mengapa hati Lucas seakan merasa ada perubahan dengan gadis ini. Mungkin saja hanya perasaannya, pikirnya.

"Yaudah, kalo gitu kita jalan yuk! lo gak bawa motor kan? nanti aku yang anter pulang." Lucas meraih tangan Bianca untuk digenggamnya. Mereka berdua berjalan menyusuri koridor dengan tangan saling bertaut.

"Kamu tahu dari mana aku gak bawa motor?"

"Ada deh."

***

1
sweet candy
walaupun ni novel terbit sdah lama,tpi mau komen,ad king juga ad quenn trus kelebihan bia apa dong Thor,masak ga ad SMA Skali
AL
mulai dari sini ya.. boleh manpir ke nove temanku dong kk di Aleta ya krya purwastuti
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
persis banget kayak aku kalo lagi dandan atau gabut pasti karang lagu sendiri ngga ngurus nyambung apa ngga nya 😭
Tapi cuma itu yang bisa ngilangin rasa gabut kalo ngga pas lagi sendirian pasti gitu biar ngga terlalu bosen dan bingung mau ngapain jadi ya gitu 😂😭
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
curiga endnya entar Bianca lagi melahirkan ngga lama setelah itu Agam kecelakaan terus meninggal.
E F
ga suka diakhir2
bagus awal akhir kok jd
Qaisaa Nazarudin
Padahal dari awal nya bagus alur cerita nya,Tapi makin kesini makin gak jelas, Terlalu BERTELE-TELE,,
1-BIANCA YG SUDAH BERSUAMI,TAPI MASIH BERHUBUNGAN DENGAN LELAKI LAIN, APAPUN ALASANNYA TETAP AJA GAK DIBENARKAN..
2-AGAM SEBAGAI SUAMI TAPI KAYAK PECUNDANG,DAN GAK TEGAS, BISA2 MEMBIARKAN ISTERI NYA DIDEKATIN LELAKI LAIN, DENGAN ALASAN TERLALU BUCIN KE BIA..Ckkk jadi kecewa deh,maaf ya thor..🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Samuel ini mmg udah Gila ya...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Gak milih SAHABAT kamu aja??Kenapa harus Bia, Bia itu udah jadi isteri orang,Kamu Nikah aja dengan SAHABAT kamu..
Qaisaa Nazarudin
Setelah Bia menyerahkan dirinya ke Agam,Bermulalah Bia yg akan sakit hati dan tersakiti dengan poto Agam dengan cewek di Club itu..
Qaisaa Nazarudin
CINTA sih boleh, BODOH jangan, SAYANG boleh tapi pake OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Mending Agam nyuruh Bia pulang kerumah ORTUNYA untuk koreksi dirinya,biar sadar nih CEWEK..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya biarkan aja dia di PERKOSA sama Lucas,Biar dia tau Rasa..Jadi CEWEK bego banget,udah gitu ngaku dia yg salah,Kenapa gak ngomong,kalo Lucas itu lebih memilih Sahabat nya di banding kamu sih..hais kesel aku..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Rasain tuh Bianca,kesel aku,Cewek Bodoh..
Qaisaa Nazarudin
BianTerlalu Banyak DRAMA... yang terlihat salah sekarang itu kamu,bukan dia..Kenapa gak ngomong jujur aja.haiss kesel aku.. Sekarang Lucas itu bukan nya CINTA,tapi OBSESI..
Qaisaa Nazarudin
Aku juga Greget sih sama Bia,kenapa sih plin plan banget,Kapan mau putusnya,Ingat lho Bia,kamu itu udah Berdosa nyelingkuhin Suami kamu,Jangan sampai Agam.hilang sabar sama kamu..
Qaisaa Nazarudin
Gak ngalah apanya?? Lo udah KALAH duluan, Sekarang beda statusnya,Bia bukan SELINGKUH tapi married lho..
Qaisaa Nazarudin
Itu ke itu aja alasannya Bia untuk mengangkat call dari Lucas,Ckk heran deh,Apa dia gak mikir gimana perasaan Agam..
Qaisaa Nazarudin
Gila Samuel,maniak..
Qaisaa Nazarudin
Samuel..Apakah Sam juga mau bertanggungjawab seperti Nathan?
Qaisaa Nazarudin
Jangan2 Sherly juga hamil lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!